
Sherly sudah berada di dalam mobilnya Kevin untuk pulang ke rumahnya.
Sherly dan Kevin nampak bingung ingin memulai pembicaraan dari mana,mereka nampak masih canggung untuk saling berbicara.
Akhirnya Kevin sebagai laki-laki memulai pembicaraan lebih dulu pada Sherly.
"Kamu sudah hamil berapa bulan?" tanya Kevin pada Sherly.
"Sa...saya....saya sudah hamil mau 6 bulan mas Kevin," jawab Sherly gugup pada Kevin.
"Lucu ya kalo kalo lihat wanita hamil," ucap Kevin pada Sherly.
"Lucu bagaimana maksudnya?" tanya Sherly pada Kevin dengan wajah bingungnya.
"Ya lucu saja,aku senang melihat wanita hamil,terlihat gemas saja,kakakku juga sedang hamil tua sebentar lagi akan melahirkan,aku suka gemas ketika melihat kakak perempuanku," ucap Kevin pada Sherly.
Sherly tersenyum malu mendengar Kevin berbicara seperti itu,baru kali ini Sherly mendengar laki-laki berbicara seperti itu padanya.
Selama hamil Sherly tidak pernah bertemu dengan Niko,walaupun Niko mencoba untuk meminta bersama kembali dengan Sherly.
Niko bukan suami yang penyayang,tapi Kevin sepertinya laki-laki penyayang.
"Bukannya mas Kevin sudah menikah ya?" apakah istrinya mas Kevin sudah hamil?" tanya Sherly pada Kevin.
"Saya sudah berpisah dengan mantan istri saya,sudah sekitar 7 bulan yang lalu," jawab Kevin pada Sherly.
"Oh maaf mas Kevin,saya tidak tahu," ucap Sherly pada Kevin,merasa tidak enak hati.
"Tidak apa-apa,anggap saja semua itu sebagai pelajaran berharga di hidup saya,kamu sendiri kenapa suami kamu tidak menjemput kamu?" tanya Kevin pada Sherly berpura-pura tidak tahu,padahal Kevin sudah tahu jika Sherly akan berpisah dengan suaminya.
"Sa...saya...saya juga akan berpisah dengan suami saya,kami sudah tidak sejalan lagi," jawab Sherly pada Kevin sedikit tercekat ucapannya.
Sherly merasa sedih jika mengingat kisah rumah tangganya dengan Niko yang harus berakhir dengan perpisahan.
Kevin dapat medengar suara lirih Sherly terdengar sedih ketika membicarakan tentang pernikahannya.
"Jangan sedih ya,kita mempunyai nasib yang sama,sama-sama gagal dalam pernikahan,jangan pernah menyesalinya,jadikan ini sebagai pelajaran untuk hidup kita kedepannya lagi,kalo tidak ada masalah seperti ini,kita tidak akan pernah bisa mendewasakan diri kita," ucap Kevin pada Sherly.
"Mas Kevin benar,ini adalah pelajaran berharga dalam hidup saya,memang sangat berat,tapi saya yakin jika ini yang terbaik untuk saya," ucap Sherly pada Kevin.
Sherly sedari tadi terlihat begitu gelisah dan cemas sambil memegang perutnya yang terasa tidak enak.
__ADS_1
Kevin yang sedang menyetir sesekali melirik ke arah Sherly,kevin dapat melihat jika Sherly
"Kamu kenapa? sepertinya kamu sedang mencemaskan sesuatu?" tanya Kevin pada Sherly.
"Tidak apa-apa kok mas Kevin,hanya tidak enak badan saja," jawab Sherly pada Kevin.
Namun Kevin tidak percaya dengan jawaban Sherly,kevin dapat melihat jika Sherly tengah merasakan sesuatu.
"Sher,kamu jangan bohong,kamu kenapa? apa perut kamu sakit?" tanya Daffa pada Sherly.
"Mas Kevin,aku sejujurnya sedang cemas," ucap Sherly pada Kevin dengan raut wajahnya yang terlihat pucat.
Kevin menghentikan mobilnya di pinggir jalan,lalu melihat ke arah Sherly yang berada di sebelahnya dengan wajahnya yang sudah pucat pasi.
"Sher kamu cemas kenapa? wajah kamu begitu pucat," kita ke rumah sakit ya?" ajak Kevin pada Sherly.
"Tidak perlu mas Kevin,kita pulang saja," jawab Sherly pada Kevin.
"Sher,aku yakin ada apa-apa sama kamu,kamu seperti sedang sakit Sher,apa yang kamu rasain?" tanya Kevin pada Sherly khawatir.
"Aku juga tidak tahu mas Kevin,sejak tadi pagi aku tidak merasakan gerakan bayiku di perutku,biasanya setiap hari bayiku akan bergerak,tapi hari ini aku tidak merasakan gerakannya,aku begitu cemas,aku takut bayiku kenapa-kenapa," ucap sherly pada Kevin dengan raut wajah cemasnya.
"Sher,aku akan antar kamu ke rumah sakit sekarang,jangan membantah,kamu harus di periksa,takutnya kandungan kamu kenapa-kenapa," ucap Kevin pada Sherly.
"Sama sekali tidak merepotkan,kamu tenang ya,kita ke rumah sakit sekarang juga," ucap Kevin pada Sherly.
Kevin langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
Setelah sampai di rumah sakit,kevin dan Sherly langsung menemui Dokter kandungan,yaitu Dokter Cindy,dokter kandungannya Keyla.
Doktet Cindy mulai memeriksa kandungan Sherly yang sudah mau menginjak usia 6 bulan tersebut.
Dokter Cindy memeriksa detak jantung bayi Sherly,namun tidak terdapat detakan jantung pada bayi Sherly.
Setelah Dokter Cindy memeriksa semuanya,dokter Cindy dengan berat hati harus menyampakan berita duka ini pada Sherly.
Sherly turun dari atas ranjang pemeriksaan lalu duduk di kursi di temani oleh kevin.
"Dokter bagaimana dengan bayi saya? bayi saya kenapa Dok?" tanya Sherly pada Dokter Cindy.
"Ibu Sherly,sebelumnya saya mau minta maaf,dengan berat hati saya harus mengatakan ini pada ibu Sherly dan suami,bahwa bayi dalam kandungan ibu Shelry sudah meninggal,tidak dapat di selamatkan dan harus segera di keluarkan melalui operasi," ucap Dokter Cindy mengagetkan Sherly dan Kevin,dokter Cindy mengira Kevin adalah suaminya Sherly.
__ADS_1
JEEEEEDAAAAAARRRRRR.....
Bagai tersambar petir di siang hari,sherly dan Kevin begitu kaget ketika mendengar bayi Sherly sudah meninggal.
Sherly langsung menitikan air matanya dengan tubuhnya yang lemas tak bertenaga seperti ingin pingsan saat mendengar kabar itu.
Kevin dengan sigap langsung memegangi tubuh Sherly yang lunglai dan hampir pingsan.
"Sherly... kamu harus kuat,ada aku yang akan menemani kamu," ucap Kevin pada Sherly sambil memeluk Sherly yang terlihat begitu syok mendengar kabar bahwa anaknya sudah meninggal.
Dokter Cindy pun kasihan melihat Sherly yang pastinya sangat tidak menyangka jika bayinya sudah meninggal.
Kevin mengendong Sherly ke atas ranjang pasien karena Sherly begitu lemas.
Ini pemandangan yang begitu menyedihkan bagi Kevin,ntah mengapa Kevin merasakan kesedihan seperti yang tengah Sherly rasakan.
Kevin seakan merasakan kehilangan bayinya sendiri.
"Bayiku.... bayiku.... hiks hiks hiks" ucap Sherly pada bayinya yang tidak dapat di selamatkan sambil menitikan air matanya.
Sherly begitu terpukul ketika bayinya di nyatakan sudah tiada.
"Sher,tenang ya,kamu pasti kuat aku yakin itu," Kevin menghapus air mata Sherly dan menenanngkannya.
Sherly mau tidak mau harus mengikhlaskan bayinya pergi.
Menurut Dokter,bayi Sherly kekurangan oksigen dan nutrisi,karena mungkin selama kehamilan,sherly terlalu banyak pikiran dan asupan nutrisinya kurang.
Sehingga bayi Sherly meninggal di dalam kandungan.
Hari itu juga Sherly akan melakukan operasi,sebelumnya Sherly sudah memberitahu kedua orang tua Sherly jika bayinya tidak selamat.
Kedua orang tua Sherly begitu syok dan langsung datang ke rumah sakit.
Kevin juga sudah memberitahu Juna dan Keyla jika Sherly akan melakukan tindakan operasi,karen bayinya Sherly meninggal di dalam kandungan.
Juna dan Keyla begitu kaget mendengar kabar duka itu,terutama Keyla.
Keyla begitu sedih mendengar anak dalam kandungan Sherly tidak dapat di selamatkan.
DUKUNG NOVEL AKU TERUS YA DENGAN CARA LIKE COMMENT VOTE AND FOLLOW
__ADS_1
TERIMAKASIH🥰🥰🥰