
Rafa hari ini sudah bersiap-siap untuk bekerja di kantornya.
Walaupun sebenarnya Rafa masih ingin menghabiskan waktunya bersama Shera.
"Sayang,kamu tidak apa-apa kan kalo aku hari ini masuk kantor?" tanya Rafa pada Shera.
"Tidak apa-apa kok,memangnya kenapa?" tanya Shera pada Rafa
"Aku takutnya kamu akan rindu padaku sayang," ucap Rafa pada Shera dengan percaya dirinya.
"Aku sangat bosan mendengarnya,aku sudah katakan aku tidak akan merindukanmu titik," ucap Shera pada Rafa dengan wajah jutek.
"Sayang,katakan padaku,apa kamu benar-benar tidak mencintaiku?" tanya Rafa pada Shera dengan wajah seriusnya.
"Tidak... aku tidak akan pernah mencintaimu," jawab Shera pada Rafa,dalam hati Shera sebenarnya sudah ada rasa cinta pada Rafa.
"Baiklah kalo kamu tidak mencintaiku itu tidak masalah,yang penting kamu tahu tentang perasaanku terhadapku,aku hanya ingin mengatakan padamu,apapun yang akan terjadi padaku,di dunia ini hanya kamulah wanita yang paling aku sayang,selain mama dan adikku," ucap Rafa pada Shera dengan wajah seriusnya sambil menatap wajah Shera.
"Jangan berbicara seperti ini lagi padaku, seolah-olah kamu mau pergi jauh dariku," ucap Shera pada Rafa.
"Aku tidak akan pernah pergi dari hatimu sayang,karena aku sangat mencintaimu sampai kapanpun,selamanya," ucap Rafa pada Shera dengan penuh perasaan.
"Lebaaaayyyy.... sudah sanah pergi ke kantor,ini sudah jam 8,kamu kan harus memberikan contoh yang baik pada pegawai-pegawaimu," titah Shera pada Rafa sambil mendorong Rafa ke arah pintu.
"Iya sayang,tapi kamu harus janji padaku,kamu harus menjaga diri kamu baik-baik,i love you," ucap Rafa pada Shera lembut.
"Hmmmmm," sahut Shera pada Rafa dengan senyumannya yang malu-malu.
PUKUL 10.00 SIANG
Shera baru sadar jika handphone Rafa tertinggal di apartemen,shera pun berinisiatif untuk mengantarkan handphone Rafa ke kantornya.
Shera menaiki sebuah taxi menuju kantor Rafa untuk mengantarkan handphone Rafa yang tertinggal di apartemennya.
Sebelumnya Shera sudah meminta alamat kantor Rafa kepada mama Keyla.
Perjalanan dari apartemen Shera ke kantor Rafa tidak begitu jauh,hanya sekitar setengah jam saja.
Sesampainya di kantor Rafa,shera langsung masuk ke dalam gedung megah milik Rafa tersebut.
Shera berjalan ke arah meja receptionist untuk menanyakan keberadaan Rafa.
"Selamat siang mbak,apa benar ini kantornya Pak Rafandra Mahanta Bagaskara?" tanya Shera pada seorang wanita yang berjaga di meja receptionist kantor Rafa.
"Iya benar ini kantor milik pak Rafa,mbak ini siapa ya? dan ada keperluan apa dengan pak Rafa?" tanya Pegawai di meja receptionist pada Shera.
pegawai tersebut tidak tahu jika Shera adalah istri Rafa.
__ADS_1
"Saya istrinya Pak Rafa,saya ingin mengantarkan handphone milik suami saya yang tertinggal di apartemen kami,apa pak Rafa nya ada?" tanya Shera pada pegawai Rafa.
"Pak Rafa ada di ruangannya,mbak jangan bohong deh ya,banyak kok yang mengaku-ngaku sebagai istrinya pak Rafa,wanita manapun pasti mau menjadi istrinya pak Rafa,termasuk saya hihihi," ucap pegawai Rafa pada Shera sambil tertawa.
"Saya benar-benar istrinya pak Rafa,kalo kamu tidak percaya tanya saja pada pak Rafa," ucap Shera pada pegawai di kantor Rafa.
"Gimana saya mau percaya,barusan juga ada seorang wanita yang seusia dengan mbak mengaku-ngaku sebagai istrinya pak Rafa,baru saja wanita itu naik ke lantai atas menuju ruang kerja pak Rafa," jawab pegawai Rafa pada Shera.
DEG... DEG... DEG.
Shera merasa begitu kaget saat receptionist Rafa menyebut bahwa ada wanita lain yang mengaku-ngaku sebagai istri Rafa.
"Siapa wanita itu? wanita mana yang Rafa sembunyikan dariku? kenapa wanita itu mengaku sebagai istri Rafa?" batin Shera merasa kaget saat mendengar akan hal itu.
Shera merasa hatinya mulai tidak enak,namun Shera tidak mau berburuk sangka dulu pada Rafa sebelum melihat dan mendengar sendiri kebenarannya.
"Mbak,di lantai berapa ruang kerja pak Rafa?" tanya Shera pada receptionis.
"Di lantai 10 mbak,tapi mbak harus siap-siap patah hati ya,karena di atas udah ada istrinya pak Rafa hihihi," jawab mbak receptionist pada Shera sambil tertawa mengejek.
Kemudian Shera langsung naik ke lantai 10 menuju ruang kerja Rafa,karena Shera begitu penasaran dengan wanita yang ada di ruang kerja Rafa.
Langkah kaki Shera terasa berat dan goyah ketika masuk ke dalam lift,shera takut jika sesuatu yang tidak ingin di lihat oleh Shera terjadi di depan mata Shera.
"Kenapa perasaanku tidak menentu seperti ini? ada apa denganku," batin Shera.
Sementara di ruang kerja Rafa,rafa begitu kaget dengan kedatangan Nesya ke kantornya,ntah Nesya tahu dari mana alamat kantor Rafa.
"Nesya,kamu ngapain ke kantor Kakak?" tanya Rafa pada Nesya dengan wajah kagetnya.
"Kak,nesya mohon terimalah cinta Nesya,neysa bersedia jika harus menjadi kekasih simpanan Kakak,nesya tidak akan memberi tahu Shera kak,nesya mohon," ucap Nesya pada Rafa dengan wajah memelasnya.
"Nesya,kamu benar-benar sudah gila,sekarang lebih baik kamu pergi dari kantorku,cepat pergi," teriak Rafa pada Shera.
"Kak Rafa tidak bisa giniin aku kaya gini Kak,aku bisa seperti Shera,ayok kita lakukan hal yang sama seperti yang Kakak lakukan pada Shera,ayok lakukan Kak," ucap Nesya pada Rafa dengan tidak tahu malunya.
"Aku minta sekali lagi padamu Nesya,cepat pergi dari sini sebelum aku meminta security untuk mengusir kamu dari Sini," teriak Rafa pada Neysa dengan kemarahannya.
Namun Nesya malah semakin menjadi dengan membuka pakaiannya di hadapan Rafa hingga menyisakan dalamannya saja,hal itu membuat Rafa begitu murka.
Sementara Shera yang tadi naik ke lantai atas kini sudah berada di depan pintu ruang kerja Rafa.
Shera ingin membuka pintu ruang kerja Rafa namun tangannya masih ragu.
Akan tetapi Rasa penasarannya begitu besar akan wanita yang ada di dalam ruang kerja Rafa.
"Apa yang kamu lakukan,hah?" teriak Rafa pada Nesya yang begitu nekat membuka pakaiannya di hadapan Rafa.
__ADS_1
Teriakan Rafa terdengar dengan jelas di telinga Shera,hingga membuat Shera tanpa ragu lagi membuka pintu ruang kerja Rafa.
BRRRRUUUUUUUKKKKK.....
Shera membuka pintu ruang kerja Rafa dengan keras.
Lalu apa yang Shera lihat di ruang kerja Rafa?
Shera melihat seorang wanita tidak memakai pakaiannya di hadapan Rafa dan hanya tersisa dalamannya saja di tubuh wanita itu.
Wanita itu adalah Nesya.
Tubuh Shera seketika gemetar dan air matanya pecah ketika melihat Rafa bersama Shera di dalam ruang kerjanya.
Hati Shera hancur,pikirannya berkecamuk.
Saat Shera mulai percaya terhadap Rafa,tapi Shera malah harus menyaksikan Rafa bersama Neysa di ruang kerjanya dengan pakaian Nesya yang sudah terbuka.
Rafa dan Nesya melihat ke arah pintu saat mereka mendengar suara pintu ruang kerja Rafa terbuka cukup keras.
Rafa begitu kaget melihat kedatangan Shera ke kantornya,rafa yakin Shera pasti sudah berpikir yang tidak-tidak tentangnya dan Nesya di dalam ruang kerjanya.
Namun Nesya malah tersenyum menang saat melihat Shera lah yang membuka pintu ruang kerja Rafa,nesya yakin Shera tidak akan pernah percaya lagi dengab Rafa.
Nesya langsung mengambil pakaiannya yang tergeletak di lantai,lalu memakainya kembali.
"Sayang,kamu kenapa bisa ada di kantor aku?" tanya Rafa pada Shera sambil menghampiri Shera yang tengah berdiri di dekat pintu.
Shera tidak menjawab pertanyaan Rafa,melainkan hanya berdiri mematung dengan meneteskan air matanya.
"Shera,ini tidak seperti yang kamu lihat sayang,nesya tiba-tiba saja datang ke kantorku,aku sudah mencoba mengusirnya tapi dia malah membuka pakaiannya,shera sayang aku harap kamu percaya dengan ucapanku," ucap Rafa pada Shera sambil mencoba memegang tangan Shera.
Rafa merasa bersalah telah membuat Shera menangis dan berpikir yang tidak-tidak terhadapnya.
Rafa menatap wajah sedih Shera yang menampakan rasa kekecewaan.
"Jangan sentuh aku!!! Kamu adalah laki-laki yang paling menjijikan yang pernah aku kenal,aku tidak akan pernah memaafkan semua perbuatanmu," teriak Shera pada Rafa dengan melepaskan tangan Rafa dari tangannya,lalu Shera berlari ke luar dari ruang kerja Rafa dengan perasaan hancurnya.
"Sheraaaaa.... Sheraaaa.... dengarkan penjelasanku Sheraaa.... kamu salah paham sayang," teriak Rafa pada Shera sambil mengejar Shera yang berlari dengan cepat ke arah lift.
Namun Shera tidak menggubris teriakan Rafa untuknya,shera tetap berlari ke arah lift.
Shera masuk ke dalam lift dengan sangat cepat,sedangkan Rafa tidak bisa masuk ke dalam lift karena pintu lift sudah tertutup.
Rafa pun turun melalui tangga darurat untuk mengejar Shera ke lantai bawah.
Rafa harus melewati banyak anak tangga demi mengejar Shera dan memberikan Shera penjelasan.
__ADS_1
VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA SUPAYA AKU BISA MASUK 100 BESAR RANGKIN VOTE
AKU AKAN SENENG BANGET KALO BISA MASUK 100 BESAR RANGKING VOTE APALAGI KALO RANGKING 1 HIHIHI🥰🥰🥰🥰