MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
MIMPI BURUK


__ADS_3

"Shera sayang,malam ini kamu mau tidur di kamar hotel mama atau di rumah sakit nemenin Kak Rafa?" tanya mama Keyla pada Shera.


"Mah,shera mau tidur di sini saja nemenin Kak Rafa,nanti Kak Rafa kesepian kalo tidur sendirian hihihi," ucap Shera pada mama Keyla sambil tertawa lucu.


"Tidak tidak... aku lebih baik tidur sendiri dari pada harus di temani olehmu,tidurlah sana bersama mamaku," ucap Rafa pada Shera,rafa tidak mau jika Shera menginap di rumah sakit.


"Rafaaa... biarkan Shera tidur di sini,shera hanya ingin menjaga kamu kok Nak," ucap mama Keyla pada Rafa.


"Mah,rafa bukan anak kecil yang harus di jaga saat tidur,rafa bisa tidur sendiri," sahut Rafa pada mama Keyla kesal.


"Pokoknya aku akan tetap menemani Kak Rafa tidur di sini titik," ucap Shera pada Rafa,shera langsung duduk di sofa yang ada di kamar rawat inap Rafa sambil menyandarkan tubuhnya sofa.


Sebenarnya Shera merasa sedih mendapatkan penolakan dari Rafa,tapi Shera harus tetap berusaha untuk bisa membuat Rafa mengingatnya kembali,walaupun Shera harus kehilangan harga dirinya di hadapan Rafa,karena Shera saat ini sudah seperti wanita yang tidak tahu malu di hadapan Rafa.


Mama Keyla tersenyum melihat Shera duduk di sofa saat ingin menemani Rafa,mama Keyla sebenarnya kasihan pada Shera yang selalu mendapat penolakan dari Rafa,tapi mama Keyla ingin Shera berusaha untuk membuat Rafa mengingat Shera kembali.


"Mama pulang ke hotel dulu ya sayang,kamu baik-baik ya di sini," ucap mama Keyla pada Shera sambil mengelus-ngelus rambut Shera.


"Oke mah,mama hati-hati ya," ucap Shera pada mama Keyla sambil tersenyum.


"Iya sayang,jaga Kak Rafa dengan baik ya,jangan sampai lolos hihihi," bisik mama Keyla di telinga Shera sambil tertawa lucu.


"Oke oke mah," sahut Shera pada mama Keyla.


Shera pun tertawa senang bersama mama Keyla.


Sementara Rafa merasa kesal mendengar mamanya dan Shera berbisik-bisik dan tertawa seperti itu.


"Mereka pasti sedang menertawakanku dan sedang bersekongkol untuk membuatku kesal," batin Rafa ketika melihat mama Keyla dan Shera tengah berbisik-bisik sambil tertawa.


"Jangan menertawakanku,aku bisa dengar kalo kalian sedang bersekongkol untuk membuatku kesal," ucap Rafa pada mama Keyla dan Shera dengan wajah kesalnya


"Siapa yang menertawakanmu Rafa? kami hanya berbisik-bisik tentang kami saja kok,kamu tidak perlu tahu urusan kami,karena ini adalah rahasia perempuan," ucap mama Keyla pada Rafa.


"Rafa tidak mau tahu urusan mama dan gadis ingusan itu,tapi tertawa kalian membuat Rafa kesal dan sulit tidur," ucap Rafa pada Mama Keyla dan Shera.


"Maaf ya Nak,perempuan memang seperti ini kalo punya rahasia,mama pulang ke hotel dulu ya Nak,ingat pesan mama,jangan bikin Shera menangis,kalo sampai Shera menangis karena kamu,itu sama saja kamu sudah membuat mama menangis,karena Shera itu sudah mama anggap sebagai anak mama juga," ucap mama Keyla pada Rafa.

__ADS_1


Rafa hanya geleng-geleng kepala ketika melihat tingkah mama Keyla dan tingkah Shera.


Mama Keyla pun ke luar dari dalam kamar rawat inap Rafa untuk beristirahat di kamar hotel.


Hanya ada Rafa dan Shera berdua di kamar rawat inap Rafa.


Rafa langsung memejamkan matanya ketika mama Keyla ke luar dari dalam kamar rawat inapnya.


"Kak Rafa sudah tidur?" tanya Shera pada Rafa,shera tidak dapat memejamkan kedua matanya.


"Sudah," jawab Rafa pada Shera sambil memejamkan matanya.


"Sudah tidur tapi kok bisa jawab pertanyaan aku?" tanya Shera pada Rafa.


Shera membaringkan tubuhnya di atas sofa yang berada di dalam kamar rawat inap Rafa.


"Kenapa kamu sangat bawel sekali?" cepat tidur,aku sudah sangat ngantuk," titah Rafa pada Shera,padahal Rafa pun sama-sama tidak bisa tidur,namun Rafa tidak tahu harus bicara apa pada Shera,sehingga Rafa memutuskan untuk berpura-pura tidur saja.


"Tapi aku tidak bisa tidur Kak,aku boleh tidak tidur di samping Kak Rafa? aku takut Kak," rengek Shera pada Rafa dengan wajah takutnya.


"Tidak boleh,penakut sekali kamu,tempat tidurku sangat sempit,tidak akan muat kalo untuk 2 orang,cepat tidurlah,membuatku pusing saja," ucap Rafa pada Shera.


Shera merasa kecewa mendengar ucapan Rafa terhadapnya,walaupun dirinya begitu takut tidur di sofa,namun tidak ada pilihan lagi untuknya.


Shera pun tertidur di sofa yang berada di dalam kamar rawat inap Rafa tersebut.


Ketika Rafa sudah tertidur,rafa mendengar suara isak tangis Shera pada malam hari.


"Jangan tinggalin Shera Kak,shera mohon,shera sayang sama Kak Rafa,hiks hiks hiks," shera memimpikan kecelakaan yang menimpa Rafa waktu itu,hal itulah yang membuatnya mengeluarkan air mata sedihnya.


Rafa yang mendengar isak tangis Shera langsung terbangun dari tidurnya.


Rafa kemudian turun dari atas ranjangnya lalu menghampiri Shera yang tertidur di atas sofa yang berada di dalam kamar rawat inapnya.


Rafa memandang wajah Shera yang tengah mengeluarkan air mata sedihnya.


Lalu Rafa menghapus air mata yang membasahi pipi mulus Shera dengan jari tangannya.

__ADS_1


"Mimpi apa gadis ini sampai-sampai menangis sedih seperti ini? kenapa dia menyebut-nyebut namaku dalam mimpinya? apakah Dia bermimpi tentang kejadian yang menimpaku?" batin Rafa bertanya-tanya ketika melihat Shera bermimpi dan menangis sedih


"Maafin Shera Kak,shera tidak bisa menjaga anak kita,shera benar-benar minta maaf hiks hiks hiks," shera masih mengigo dalam tidurnya.


"J**adi kandungan Shera keguguran? mama bilang anak yang di kandung oleh Shera adalah anakku,berarti anakku sudah meninggal?" batin Rafa merasa kesal karena tidak dapat mengingat apapun tentang Shera.


"Shera bangun... jangan menangis Shera," ucap Rafa pada Shera sambil menepuk-nepuk pipi Shera.


Kemudian Shera pun terbangun dengan air mata yang membasahi pipinya.


"Kak Rafa," panggil Shera pada Rafa yang sudah berada di hadapannya,lalu Shera memeluk tubuh Rafa dengan erat.


"Kak Rafaaaa.... jangan tinggalin Shera Kak hiks hiks hiks," ucap Shera pada Rafa dengan pelukan sayangnya pada Rafa.


Rafa hanya terdiam ketika Shera memeluk tubuhnya.


"Kenapa jantungku berdegub kencang seperti ini setiap kali Shera memelukku? apa aku benar-benar pernah mencintai Shera? Ya Tuhan,tolong kembalikan ingatanku tentang Shera." batin Rafa merasa begitu bingung.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Rafa pada Shera yang masih memeluknya.


"Aku bermimpi Kak Rafa kecelakaan seperti waktu itu,aku takut Kak Rafa pergi lagi," jawab Shera pada Rafa sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Rafa.


"Itu hanya mimpi,sekarang tidurlah,jangan menggangguku lagi,aku tidak bisa istirahat jika kamu selalu saja menggangguku," ucap Rafa pada Shera dengan menatap waiah Shera lekat.


"Maaf,aku tidak bermaksud mengganggu tidurmu,aku juga tidak tahu kenapa aku sering bermimpi seperti ini," ucap Shera pada Rafa merasa tak enak hati karena sudah mengganggu istirahat Rafa


"Shera sering bermimpi buruk seperti ini? kasihan sekali Shera," batin Rafa saat mendengar ucapan Shera yang sering bermimpi buruk.


"Tidurlah,kamu tidak akan mimpi seperti itu lagi," titah Rafa pada Shera.


Rafa pun kembali ke atas ranjang tempat tidurnya untuk beristirahat.


Begitupun dengan Shera,shera merasa sangat tenang ketika dirinya tadi memeluk tubuh Rafa.


Shera melanjutkan tidurnya dan tidak bermimpi buruk seperti itu lagi.


VOTE NYA TIDAK NAIK-NAIK SEDIH AKUTUH☹☹☹☹

__ADS_1


NULISNYA JADI KURANG SEMANGAT☹☹☹


__ADS_2