MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
JAUH DARIMU


__ADS_3

Shera masuk ke ruang IGD untuk menemui Rafa sebelum Rafa di bawa ke singapore oleh mama Keyla dan papa Juna untuk menjalani pengobatannya


Sementara orang tua Shera dan orang tua Rafa hanya menunggu di luar ruang IGD.


Shera duduk di kursi roda,matanya menatap sedih pada tubuh Rafa yang terbaring di atas ranjang pasien dengan keadaan koma dan juga terpasang peralatan medis yang menempel di tubuhnya.


"Kak Rafaaa..... ayoook banguuunnn Kaaaakkk... ini Shera,shera mohon bangun Kak,maafin Shera karena udah bikin Kak Rafa kaya gini hiks hiks hiks," ucap Shera pada Rafa sambil memegang tangan Rafa dengan erat dan mencium tangan lembut Rafa dengan perasaan sedihnya.


Air mata Shera menetes di tangan Rafa,hatinya benar-benar hancur melihat Rafa terbaring tak sadarkan koma.


"Kak Rafa,shera mohon maafkan kesalahan Shera,shera tidak bisa menjaga anak kita,shera sudah membuat Kak Rafa kecewa sama Shera,kak Rafa boleh marahin Shera sekarang juga,ayok Kak marahin Sheraaa... shera rindu dengan kemarahan Kakak pada Shera,shera rindu dengan perhatian Kakak pada Shera,shera juga rindu di masakin nasi goreng oleh Kak Rafa,shera rindu semuanya Kak huuuuuaaaaa hiks hiks hiks," ucap Shera pada Rafa dengan tangisan kerinduannya pada Rafa.


Rafa meneteskan air matanya seolah Rafa mendengar jeritan hati Shera dan kerinduan Shera untuknya.


"Kenapa Kak Rafa bisa meneteskan air matanya? apa Kak Rafa mendengar tangisanku?" batin Shera ketika melihat Rafa meneteskan air matanya dengan matanya yang terpejam.


Shera menghapus air mata yang mengalir di pipi Rafa dengan tangan lembut Shera.


"Shera yakin Kak Rafa juga merindukan Shera,kak Rafa selalu bilang itu sama Shera,kak Rafa selalu bilang kalo Kak Rafa akan selalu merindukan Shera tapi Shera malah selalu mengatakan tidak akan pernah merindukan Kak Rafa,shera benar-benar bodoh,shera tidak pernah membalas ketulusan cinta Kak Rafa pada Shera,sekarang Kak Rafa malah menghukum Shera dengan cara seperti ini,selamat ya Kak,kak Rafa berhasil membuat Shera merindukan Kak Rafa hiks hiks hiks,shera sayang sama Kak Rafa," ucap Shera pada Rafa sambil mencium kening Rafa dengan lembut.


"Shera akan selalu mendoakan Kak Rafa,shera yakin kita akan bersama lagi seperti yang selalu Kak Rafa harapkan. I love U sayang," bisik Shera di telinga Rafa dengan lirih.


Rasanya Shera enggan untuk melepaskan tangan Rafa dari genggaman tangannya,shera ingin sekali selalu berada di sisi Rafa,namun keadaan tidak memungkinkan untuk Shera berada di sisi Rafa saat ini,karena Shera masih perlu banyak istirahat.


Shera pun ke luar dari ruang IGD dengan perasaannya yang begitu berat.


"Shera,kamu harus kuat ya sayang,kak Rafa pasti sembuh dan akan berkumpul kembali bersama kita," ucap mama Keyla pada Shera sambil memeluk Keyla dengan erat.


"Shera sayang sama Kak Rafa mah,shera rindu sama Kak Rafa hiks hiks hiks," ucap Shera pada mama Keyla dengan hatinya yang menahan sakit karena merindukan Rafa di sisinya.


Sementara papa Juna dan papa Kevin sedang mengurus-ngurus keberangkatan Rafa ke rumah sakit di singapore dengan pesawat pribadi milik papa Juna.

__ADS_1


☆☆☆


Pukul 22.00 malam


Rafa dan kedua orang tuanya beserta tim medis yang akan membantu mengantarkan Rafa ke singapore sudah siap menuju landasan pesawat pribadi milik papa Juna dengan menaiki ambulance rumah sakit.


Shera dan kedua orangtuanya hanya bisa melihat kepergian Rafa di halaman rumah sakit.


Azel adiknya Rafa juga berada di rumah sakit setelah mama Keyla menyuruhnya untuk datang ke rumah sakit.


"Shera sayang,mama dan papa pamit dulu ya,doakan Kak Rafa supaya Kak Rafa bisa segera pulih kembali,nanti kalo kamu sudah sembuh kamu bisa pergi ke singapore bersama Azel untuk menjenguk suami kamu sayang," ucap mama Keyla pada Shera sambil memeluk Shera sedih.


"Iya mah,mama dan papa hati-hati ya,hiks hiks hiks," ucap Shera pada mama Keyla dan papa Juna,tak henti-hentinya Shera menangisi kepergian Rafa.


"Iya sayang,kamu juga cepat pulih ya,mama akan tunggu kedatangan kamu di singapore," ucap mama Keyla pada Shera.


"Hati-hati ya Key,doaku menyertai kepergian kalian," ucap mama Sherly pada mama Keyla dengan raut wajah sedihnya.


"Iya Sher,tolong jaga Shera dan Azel ya Sher,di rumah ada bibi tapi Azel pasti kesepian kalo tidak ada aku di rumah," ucap mama Keyla pada mama Sherly.


"Mama dan papa hati-hati ya,azel di sini akan menemani Kak Shera dan menjaga Kak Sehera,"' ucap Azel pada mama Keyla dan papa Juna dengan perasaan sedihnya melihat Kakak satu-satunya mengalami musibah dan menyebabkan Kakaknya koma.


"Iya sayang,mama pamit dulu ya,sampai jumpa sayang," ucap mama Keyla pada Azel sambil memeluk dan mencium kening Azel.


"Aku pamit dulu ya Vin,tolong jaga Shera dan Azel," pinta papa Juna pada papa Kevin.


Tentu saja aku akan menjaganya,hati-hati di perjalanan,semoga segera ada kabar baik dari Rafa," ucap papa kevin pada papa Juna.


Rafa dan kedua orang tuanya beserta tenaga medis yang membantu Rafa lanngsung pergi menuju landasan pesawat pribadi milik papa Juna.


"Kak Rafaaaaaa.... hiks hiks hiks," teriak Shera memanggil nama Rafa saat ambulance yang membawa Rafa pergi dari rumah sakit.

__ADS_1


"Sabar ya Kak,kak Shera pasti kuat,azel yakin Kak Rafa pasti akan sembuh," ucap Azel pada Shera sambil memeluk Shera yang duduk di kursi roda.


"Makasi yak Dek," sahut Shera pada Azel sambil memeluk Azel.


"Azel,kamu besok nginep di rumah mama Sherly saja ya temenin Kak Shera,kalo malam ini kita masih menginap di rumah sakit,besok siang Kak Shera baru di perbolehkan pulang oleh Dokter," ucap mama Sherly pada Azel.


"Baik mah,azel akan menemani Kak Shera terus," sahut Azel pada mama Sherly.


Azel merasa kasihan pada Shera kakak iparnya, karena Shera harus merasakan ujian yang begitu berat.


"Mah,boleh tidak kalo Shera tetap menginap di apartemen Kak Rafa bersama Azel? shera sangat rindu dengan apartemen Kak Rafa mah," pinta Shera pada mama Sherly sambil menangis sedih.


"Sayang,kalo kamu menginap di apartemen Kak Rafa,kamu akan semakin sedih karena teringat dengan Kak Rafa terus," ucap mama Sherly pada Shera.


Mama Sherly begitu tidak tega dengan ujian yang menimpa Shera,mama Sherly teringat akan dirinya ketika dulu kehilangan anak dalam kandungannya,namun nasib Shera lebih berat dari mama Sherly,karena Shera harus merasakan kerinduan pada suaminya yang terbaring sakit tak berdaya.


Akan sangat berat bagi Shera menjalani hidup tanpa canda tawa Rafa di sisinya.


Apa lagi Rafa adalah suami yang begitu perhatian pada Shera.


"Shera mohon mah,shera ingin tidur di apartemen saja,di sana juga ada bi Tari yang akan menemani Shera," ucap Shera pada mama Shera dengan wajah memelasnya.


"Baiklah sayang,tapi kamu harus selalu kabarin mama,takutnya kamu kenapa-kenapa," ucap mama Sherly pada Shera.


"Baik mah," sahut Shera pada mamanya.


"Ayuk Nak,Kita masuk ke ruang rawat inap kamu," ajak papa Kevin pada Shera.


"Baik pah," ucap Shera pada papanya.


Shera,azel dan kedua orang tua Shera masuk ke dalam kamar ruang inap VVIP Shera.

__ADS_1


Di hati dan pikiran Shera hanya ada Rafa.


HAY JANGAN LUPA VOTE NOVEL AKU SEBANYAK-BANYAKNYA YA🥰🥰🥰


__ADS_2