
Rafa turun ke lantai bawah dengan nafasnya yang ngos-ngosan serta keringat yang bercucuran karena harus melewati puluhan anak tangga.
Semua pegawai di kantor Rafa merasa bingung dengan apa yang terjadi pada Bosnya itu yang terlihat begitu khawatir.
Rafa yang sudah berada di lantai bawah langsung mencari-cari keberadaan Shera.
"Laras,apa kamu melihat wanita cantik ke luar dari dalam lift memakai dress warna biru?" tanya Rafa pada receptionist.
"Oh wanita itu baru saja ke luar dari sini pak," jawab Laras pegawai Rafa pada Rafa.
Rafa melihat Shera berlari menuju jalan raya untuk menaiki sebuah taxi.
"Sheraaaa... sayaaang... tunggu aku Sher..." teriak Rafa pada Shera sambil mengejar Shera yang hendak menyebrang jalan.
Namun Shera tetap berlari ke arah jalan dengan perasaan hancurnya serta air mata yang mengalir di pipinya.
Rafa yang melihat Shera hendak menyebrang jalan merasa begitu khawatir,karena Shera sepertinya tidak memperhatikan banyaknya lalu lalang kendaraan di jalanan.
"Sheraaaaa awaaaassssss," teriak Rafa pada Shera sambil berlari mengejar Shera.
Rafa dengan cepat langsung menarik tangan Shera ke pinggir jalan ketika sebuah mobil melaju dengan cepat di jalanan.
Sementara Rafa terpeleset lalu tertabrak oleh mobil tersebut hingga terpental cukup jauh ke tengah jalan
" kiiiiigggg....kiiigggg" suara klakson mobil berbunyi.
BRUUUUUUKKKKKK... Aaaaaaaaaahhhhhh....
Teriak Rafa saat tubuhnya terpental.
"Kak Rafaaaaaaaaaaa," teriak Shera pada Rafa ketika Shera melihat Rafa terpental cukup jauh ke tengah jalan,rafa tertabrak oleh sebuah mobil yang melaju dengan kencang.
Semua kendaraan berhenti ketika melihat Rafa tertabrak dan terpental di jalanan,termasuk mobil yang menabrak Rafa.
Shera langsung menangis ketika melihat Rafa dari jarak yang cukup,di lihatnya oleh Shera wajah Rafa sudah bercucuran darah.
Hati Shera begitu pedih melihat Rafa mengeluarkan banyak darah di kepala dan wajahnya.
Sementara Shera yang berada di pinggir jalan hanya luka sedikit saja di bagian tangan karena Rafa telah menyelamatkanya.
Shera langsung berlari ke arah Rafa yang sudah terkapar di tengah jalan sambil menangis pedih.
"Tidaaaakkk... Kak Rafa tidak boleh ninggalin aku,kak Rafa harus hidup hiks hiks hiks," batin Shera ketika berlari ke arah Rafa yang sudah di kerumini banyak orang.
"Awwwww..... perutku," Shera merasakan sakit di perutnya saat Shera berlari menghampiri Rafa.
Shera begitu kaget ketika melihat darah mengalir di kakinya,namun Shera tidak menghiraukannya,karena di pikiran Shera hanya ada Rafa.
Rafa masih bisa melihat wajah Shera dengan matanya ketika Shera berlari hendak menghampirinya,walaupun kepala dan wajah Rafa sudah di penuhi darah,namun Rafa masih bisa melihat dan mendengar Shera berteriak memanggil namanya dan berlari ke arahnya.
Rafa juga melihat Shera terlihat menahan rasa sakit di perutnya.
__ADS_1
"Sheraaaa... jaga anak kita," batin Rafa.
Shera menangis histeris ketika melihat Rafa terkulai tak berdaya dengan darah yang mengalir di wajahnya.
"Aaaaaaaaaaaaahhhhh.... Kak Rafaaaa... banguuun Kak.... maafin Sheraaa Kak,sheraaa mohon jangan tinggalin Shera Kak huuuuuaaaaa hiks hiks hiks," teriak Shera pada Rafa.
Shera langsung memeluk Rafa ke dalam pelukannya.
Wajah Rafa nampak sedih dan matanya berkaca-kaca ketika memandang wajah Shera yang tengah memeluknya sedih.
"Sayaaang... aku mencintaimu,aku mencintaimu Shera," ucap Rafa pelan dan lirih pada Shera sambil meneteskan air matanya,tak lama kedua mata Rafa terpejam.
"Shera juga mencintai Kak Rafa,shera mohon jangan tinggalin Sheraaa Kak,shera sayang sama Kak Rafa huuuuuuaaaaa hiks hiks hiks,"
"Mbak maafkan saya,saya tidak sengaja menabrak suami mbak,ambulance nya sebentar lagi akan datang mbak," ucap laki-laki yang menabrak Rafa.
Namun Shera hanya diam saja dengan kesedihannya,hatinya begitu sakit dan pedih melihat Rafa bercucuran darah.
"Mbak,sepertinya mbak pendarahan," ucap salah satu orang yang mengerumuni Rafa dan Shera.
Namun Shera tidak perduli tentang dirinya yang juga tengah merasakan sakit di perutnya,yang Shera perdulikan saat ini hanyalah Rafa.
"Kak Rafaaaa... maafkan Shera Kak,shera selalu bersikap tidak baik sama Kakak,shera sayang sama Kak Rafa Kak,shera janji Shera akan selalu menyayangi Kak Rafa... Shera janji Kak," hiks hiks hiks," batin Shera begitu sedih melihat Rafa tak sadarkan diri.
"Kak...Ayooo bangun Kak,sheraaa mohoonn banguuun Kak,shera sayang sama Kakak,kakak jangan tingggalin Shera Kak,kakak tadi pagi janji sama Shera untuk selalu mencintai Shera dan berada di sisi Shera,kenapa Kak Rafa bohong sama Shera? kenapa Kak? huuuaaaaa hiks hiks hiks," isak tangis Shera begitu menyayat hati bagi setiap orang yang mendengarnya.
Tak lama ambulance pun datang untuk membawa Rafa ke rumah sakit.
"Ya Allah... aku mohon jangan ambil Kak Rafa,aku sangat membutuhkan Kak Rafa,aku sangat mencintainya Ya Allah," batin Shera ketika melihat Rafa tak sadarkan diri.
Shera menggenggam erat tangan Rafa sambil mencium tangan Rafa dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Shera bahkan belum mendengar penjelasan dari Rafa tentang keberadaan Neysa di ruang kerjanya namun Sehera malah langsung salah paham pada Rafa.
Setelah sampai di rumah sakit,rafa dengan cepat di bawa ke ruang IGD oleh para pekerja medis.
"Kak Rafaaaaa.....hiks hiks hiks" teriak Shera pada Rafa saat Rafa akan masuk ke ruang IGD.
"Ibu tunggu di luar saja ya,suami ibu akan kami tangani," ucap salah satu tenaga medis di rumah sakit tersebut.
Shera menangis di depan pintu ruang IGD sambil duduk di lantai dengan memeluk kedua kakinya.
"Jangan tinggalin Sheraaa Kak,sheraa mohon jangan tinggalin Shera hiks hiks hiks," batin Shera begitu pilu.
"Bu,ini tas ibu,tadi ada orang yang memberikan tas ibu pada saya," ucap perawat yang berads di rumah sakit
"Terimaksih," jawab Shera pada perawat tersebut.
"Aaaawwwww...," teriak Shera ketika merasakan sakit di perutnya yang begitu dahsyat.
"Bu,ibu harus segera di periksa,sepertinya ibu mengalami pendarahan," ucap perawat di rumah sakit tersebut pada Shera.
__ADS_1
"Saya harus menghubungi orang tua saya dulu," ucap Shera pada perawat sambil Shera mengambil handphoennya dari dalam tasnya.
Shera menghubungi mama Keyla untuk mengabari mama Keyla dan meminta mama Keyla agar segera datang ke rumah sakit.
"Mamaaaaa....," panggil Shera pada mama Keyla di telpon sambil menangis.
"Shera sayang,kamu kenapa Nak? ada apa dengan kamu?" tanya mama Keyla pada Shera khawatir.
"Maaaahhh Kak Rafa kecelakaan mah,mama cepat datang ke rumah sakit hiks hiks hiks" titah Shera pada mama Keyla sambil menangis tersedu-sedu.
"Apaaaaaa? Kak Rafa kecelakaan?" teriak mama Keyla kaget ketika mendengar Rafa kecelakaan.
Mama Keyla langsung lemas mendengarnya.
"Ada apa mah?" tanya papa Juna dan Azel pada mama Keyla ketika mendengar mama Keyla berteriak kaget serta melihat mama Keyla lemas.
"Rafaaa paaaahhh... Rafaaa kecelakaan pah hiks hiks hiks," ucap mama Keyla pada papa Juna sambil menangis.
Papa Juna dan Azel begitu kaget begitu mendengar Rafa kecelakaan.
Papa Juna langsung mengambil handphone mama Keyla dari tangan mama Keyla untuk berbicara dengan Shera.
"Hallo Shera,ini papa Nak,apa benar kalo Rafa kecelakaan?" tanya papa Juna pada Shera dengan rasa khawatirnya.
"Iyaaaa pah,kak Rafa beneran kecelakaan,kak Rafa sekarang di ruang IGD pah,papa cepat datang ke sini paaaahhh hiks hiks hiks," titah Shera pada papa Juna sambil nenangis.
"Iya Nak,kamu tenang ya,papa akan segera ke rumah sakit," ucap papa Juna pada Shera,mencoba menenangkan Shera yang tengah hamil.
"Mah,papa akan segera ke rumah sakit sekarang juga,mama di rumah saja ya," ucap papa Juna pada mama Keyla.
"Mama ikut pah,mama ingin ketemu Rafa hiks hiks hiks," ucap mama Keyla pada papa Juna.
"Tapi mama harus kuat mah,karena kasihan Shera kalo mama sedih kaya gini,kita harus menguatkan Shera," ucap papa Juna pada mama Keyla.
"Iya pah,mama akan kuat,ayok cepat kita ke rumah sakit sekarang juga pah," ajak mama Keyla pada papa Juna.
"Azel,kamu di rumah saja ya sama bibi,nanti kamu nyusul ke rumah sakit kalo papa dan mama sudah tahu keadaan Kakak kamu," ucap papa Juna pada Azel.
"Baik pah,papa dan mama hati-hati ya," ucap Azel pada papa Juna dan mama Keyla dengan perasaan sedihnya
Papa Juna dan mama Keyla langsung pergi ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan Rafa saat ini.
SEBENARNYA AKU MAU LANJUT BESOK SAJA NULISNYA
TAPI AKU BELA-BELAIN NULIS INI SEKARANG DEMI KALIAN WALAUPUN AKU UDAH NGANTUK BANGET HIHIHI😆😆😆
JANGAN SEDIH YA BACANYA
KALIAN PASTI BOSAN KALO CERITANYA TENTANG KEBUCINAN RAFA TERUS.
JANGAN LUPA VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA SUPAYA NOVEL AKU BISA BERKEMBANG DAN DAPAT RANGKING VOTE😊😊😊
__ADS_1