MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
KEPERDULIAN KEVIN


__ADS_3

Sherly baru siuman setelah menjalani operasi pengangkatan bayi dalam kandungannya yang sudah meninggal.


Kevin bersama kedua orang tua Sherly berada di ruangan Sherly ketika Sherly sudah siuman.


"Sherly sayang,kamu sudah sadar sayang?" tanya mama Sherly pada anaknya dengan wajah sedihnya.


"Mamaaa... anak Sherly udah enggak ada mah," ucap Sherly pada mamanya sambil menangis terisak-isak ketika baru sadar dari obat biusnya.


"Sabar ya sayang,kamu harus ikhlas,ini semua yang terbaik untuk kita,nanti akan ada waktu yang indah untuk kamu sayang,itu pasti," ucap mama Sherly pada Sherly,merasa begitu sedih melihat Sherly harus kehilangan bayi dalam kandungannya.


"Sabar ya sayang,papa yakin kamu akan mendapatkan kebahagiaan setelah kamu berhasil melewati ujian ini," ucap papa Sherly kepada anaknya,papa Sherly merasakan kesedihan pula seperti yang dirasakan oleh Sherly.


Sherly memeluk kedua orang tuanya,dengan perasaan yang berat merasakan hatinya begitu hancur kehilangan buah hatinya,ujiannya terasa begitu berat.


Sebelumnya kedua orang tua Sherly sudah berkenalan dengan Kevin,mereka juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Kevin Karena Kevin sudah membawa Sherly ke rumah sakit.


Kevin yang berada di ruangan Sherly merasa tidak tega melihat Sherly begitu sedih kehilangan buah hatinya.


"Mas Kevin,terima kasih ya sudah mengantarkan Sherly ke rumah sakit dan sudah mau direpotkan oleh Sherly," ucap Sherly kepada Kevin sambil menitikan air matanya Karena hati Sherly begitu sedih.


"Sama-sama Sher,kamu tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan sama saya jika kamu kenapa-kenapa,selama saya bisa membantu akan saya bantu,"ucap Kevin kepada Sherly.


Kevin sudah berada di rumah sakit cukup lama, menunggu Sherly sampai Sherly selesai di operasi.


"Mas Kevin pulang saja,ini sudah sangat malam,mas Kevin pasti kelelahan dan capek menunggu Sherly di rumah sakit," ucap Sherly kepada Kevin merasa tak enak hati.


"Saya tidak lelah Sher,namun saya akan pulang karena besok saya harus bekerja,besok sore setelah saya pulang kerja,saya akan kesini lagi untuk menjenguk kamu," ucap Kevin kepada Sherly.


"Terima kasih ya Mas Kevin,sherly tidak tahu harus membalasnya dengan apa," ucap Sherly kepada Kevin.


"Saya tidak mengharapkan balasan apapun Sher,saya tulus membantu kamu,kalo begitu saya pulang dulu ya," pamit Kevin pada Sherly.


Kevin juga tak lupa pamit kepada kedua orang tua Sherly.

__ADS_1


"Nak Kevin,terimakasih banyak ya sudah membantu Sherly," ucap mama Sherly dan papa Sherly pada Kevin.


"Sama-sama om,tante,kevin pamit pulang dulu ya om,tante," ucap Kevin pada kedua orang tua Sherly sambil mencium tangan mereka.


Semua biaya administrasi Sherly pun sudah di bayar oleh Kevin,namun Sherly belum mengetahuinya,biarkan Sherly tahu dengan sendirinya,karena Kevin sudah ikhlas membantu Sherly.


Kevin lalu pergi dari rumah sakit untuk pulang ke rumahnya karena sudah larut malam.


"Sher,kevin sepertinya laki-laki yang baik," ucap mama Sherly kepada Sherly.


"Iya Mah,mas Kevin laki-laki yang baik,mas Kevin asisten pribadinya suami Keyla mah," ucap Sherly kepada mamanya.


"Apapun pekerjaannya asalakan halal itu tidak masalah,yang pasti dia laki-laki yang baik dan bertanggung jawab,mama yakin dia juga orangnya giat bekerja,dia juga sepertinya menyukai kamu sayang," ucap mas Sherly kepada Sherly.


"Mah,mas Kevin menolong Sherly karena mas Kevin orang yang baik,bukan karena mas Kevin menyukai Sherly,mas Kevin tidak mungkin menyukai Sherly yang keadaanya seperti ini mah," ucap Sherly pada mamanya.


"Sayang,tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, kamu Cantik,kamu baik,kamu cocok sayang dengan dia,kalo Kevin sampai menyukai kamu mama setuju sayang,walaupun mama baru mengenalnya tapi mama dapat melihat jika Kevin itu laki-laki yang baik," ucap Mama Sherly kepada Sherly.


"Iya sayang,mama mengerti perasaan kamu saat ini,tapi mama hanya ingin kamu tahu jika feeling mama selalu kuat,mama dulu waktu kamu mau menikah dengan Niko tidak setuju,namun kamu tetap memaksa agar kamu bisa menikah dengan Niko,al hasil ya seperti ini kejadiannya," ucap mama Sherly kepada Sherly.


"Pah,mah,maafin Sherly ya,seandainya waktu itu Sherly tidak memaksakan kehendak Sherly untuk menikah dengan Nico,mungkin Sherly tidak akan merasakan hal seperti ini,maafin Sherly yang sudah membuat mama dan papa terluka," ucap Sherly kepada mama dan Papanya sambil menangis.


"Iya sayang,mama dan papa sudah memaafkan kamu,kalau suatu saat nanti mama dan papa menyetujui kamu untuk menikah dengan laki-laki lain,itu berarti kami benar-benar merasa yakin pada pilihan kami untuk kamu Sayang," ucap mama Sherly kepada Sherly.


"Makasih ya pah,mah,kalian selalu ada untuk Sherly," ucap Sherly kepada kedua orang tuanya.


Mama dan papa Sherly memeluk Shelry dengan rasa sedih,mereka sebenarnya tidak tega melihat Sherly harus seperti ini,namun ini semua sudah jalan hidup Sherly yang harus dari lalui.


☆☆☆


Keesokan harinya.


Kevin sudah selesai bekerja di kantor Juna pada sore harinya dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit untuk menjenguk Sherly.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah sakit,kevin mengintip dari jendela kamar Sherly,di lihatnya Sherly sedang menangis.


Sbelumnya Kevin sudah berpapasan dengan kedua orangtua Sherly,kedua orang tua Sherly akan pulang ke rumahnya saat berpapasan dengan Kevin di pintu kamar Sherly.


Ke dua orang tua Sherly meninggalkan Kevin di rumah sakit bersama Sherly,agar Sherly mempunyai teman untuk berbagi cerita karena Sherly membutuhkan seseorang untuk menghiburnya.


Kedua orang tua Sherly berharap Sherly bisa mendapatkan kebahagiaan dari laki-laki yang tulus mencintainya.


Kevin masuk ke dalam kamar Sherly mengagetkan Sherly yang tengah menangis karena merindukan buah hatinya.


"Mas Kevin,mas Kevin Sejak kapan berdiri di pintu?" tanya Sherly kepada Kevin.


"Baru saja kok Sher,kamu sudah makan?" tanya Kevin kepada Sherly sambil jalan ke arah Sherly yang sedang menangis,lalu Kevin duduk di samping ranjang Sherly,


"Sherly tidak nafsu makan mas,sherly rindu anak Sherly,sherly merasa bersalah karena tidak mampu menjaga anak Sherly," ucap Sherly kepada Kevin dengan rasa sedih dan penyesalannya.


"Kamu yang tabah ya,anak kamu pasti sudah bahagia,ini bukan kesalahan kamu Sher,ini sudah takdir yang di atas,kita tidak bisa mencegahnya,kamu harus yakin bahwa nanti kamu akan memiliki buah hati lagi yang akan membuat kamu bahagia," ucap Kevin kepada Sherly.


"Terima kasih ya Mas Kevin,mas Kevin sudah menenangkan Sherly," ucap Sherly pada Kevin.


"Sama-sama,kamu makan ya,aku sudah bawain kamu makanan nih,apa kamu mau aku suapin?" tanya Kevin pada Sherly.


"Tidak perlu di suapin,sherly bisa sendiri kok mas,sherly malu kalo di suapin," ucap Sherly pada Kevin sambil tersenyum malu sambil menghapus air matanya.


"Kenapa harus malu? aku mau kok nyuapin kamu,sekarang kamu makan ya,supaya badan kamu cepat sehat dan kuat," ucap Kevin kepada Sherly.


Sherly akhirnya mau di suapi oleh Kevin dengan perasaan malunya,ada perasaan tenang di hatinya karena di pedulikan oleh Kevin.


Kevin juga merasa senang karena Sherly mau di suapi olehnya.


DUKUNG NOVEL AKU TERUS YA DENGAN CARA LIKE COMMENT VOTE AND FOLLOW.


TERIMAKASIH🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2