MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
AIRPORT


__ADS_3

Juna sudah berada di villa milik orang tua Keyla untuk mengantarkan Keyla dan mama Anggita ke bandara.


Perasaan juna hancur lebur ketika akan mengantarkan Keyla pergi meninggalkannya.


Juna duduk di kursi yang berada di teras depan sambil menyandarkan kepalanya di kursi tersebut.


Sejujurnya Juna merasakan tubuhnya sedang tidak sehat,tubuhnya terasa panas dan lemas.


Sudah beberapa hari ini Juna jarang sekali makan,bahkan tidurnya pun sangat kurang,sehingga tubuhnya kurang beristirahat dengan baik,


di tambah lagi pikirannya dan tenaganya sudah terkuras habis untuk mempertahankan Keyla.


Namun Juna tetap memaksakan dirinya untuk bisa mengantar Keyla dan mama Anggita ke bandara untuk bertemu dengan Keyla terakhir kalinya,karena berpisah dengan Keyla rasanya begitu berat bagi Juna.


Keyla dan mama Anggita pun ke luar dari dalam villa,mereka melihat Juna tengah duduk di kursi teras seperti sangat kelelahan,bahkan Juna terlihat pucat dan matanya pun begitu sembab seperti habis menangis.


Mama Anggita dan Keyla sudah dapat menduganya,juna pasti sangat frustasi memikirkan perpisahannya dengan Keyla.


"Juna,ayuk kita berangkat,ucap mama Anggita pada Juna yang sedang menyandarkan kepalanya di kursi teras"


"Iya mah,ucap Juna pada mama Anggita sambil memandang ke arah Keyla dengan wajah sedihnya namun Keyla mengalihkan pandangannya dan tidak melihat ke arah Juna"


Sebelum berangkat ke bandara Keyla dan mama Anggita berpamitan pada mang Ujang dan Teh Asih.


"Mang ujang,teh Asih,terimaksih ya sudah menjaga dan membantu Keyla selama Keyla di villa ini,ucap mama Anggita pada mang Ujang dan teh Asih"


"Iya mang Ujang,teh Asih,maaf ya kalo Keyla sudah merepotkan kalian,terimakasih banyak sudah mau di repotkan oleh Keyla,ucap Keyla pada mang Ujang dan Teh Asih"


"Sama-sama bu Anggita,non keyla,bu Anggita dan Non Keyla sama sekali tidak merepotkan kami kok,kami senang bisa membantu ibu Anggita dan Non Keyla,ucap mang Ujang kepada mama Anggita dan Keyla"


"Ya sudah mang Ujang,teh Asih,saya dan anak saya Keyla pamit dulu ya,kami akan pergi ke London,ucap mama Anggita pada mang Ujan dan Teh Asih"


"Iya bu Anggita,non Keyla hati-hati di perjalanan ya,semoga selamat sampai tujuan,ucap Teh Asih pada mama Anggita dan Keyla"


Arjuna pun ikut berpamintan juga pada mang Ujang dan Teh Asih untuk mengantarkan Keyla dan mama Anggita ke bandara.


Juna,keyla dan mama Anggita pun masuk ke dalam mobil Juna.


Di dalam mobil sudah ada Kevin asistennya Juna yang akan menyetir mobilnya.


Juna duduk di sebalah kevin yang sedang mengemudi,sementara Keyla dan mama Anggita duduk di kursi belakang.

__ADS_1


Di dalam mobil perjalanan menuju bandara,juna lebih banyak diam,badannya benar-benar terasa remuk tak bertenaga.


Tubuhnya sudah tidak bisa di ajak lagi berkompromi.


Juna sudah merasakan tubuhnya demam sejak juna berada di penginapannya tadi namun Juna menahannya demi bisa mengantar Keyla dan mama Anggita ke bandara.


Kevin sudah tahu jika bos nya sedang sakit,bahkan Kevin sudah meminta Juna untuk di rawat di rumah sakit karena tubuh Juna sangat demam,namun Juna malah menolak untuk di bawa ke rumah sakit.


Juna tetap kekeh ingin mengantarkan Keyla ke bandara.


Kevin sebagai orang yang sudah lama mengenal Juna,tahu betul Juna seperti apa,dulu Juna begitu cuek pada wanita manapun,tapi kini ketika sudah menikah dengan Keyla,semuanya berubah drastis.


Juna sudah seperti budak cinta yang di butakan segalanya.


Apa lagi setelah tahu Keyla hamil,juna begitu bersemangat untuk memperhatikan Keyla dan memanjakannnya.


Juna meminta Kevin agar tidak memberitahu Keyla tentang sakitnya,karena Juna tidak ingin Keyla mengetahuinya.


Di dalam mobil Keyla menyandarkan kepalanya di bahu mama Anggita,keyla merasa sangat mual berada di dalam mobil.


Sebelumnya Keyla tidak pernah merasa mual berada di dalam mobil,apa lagi ketika Keyla pergi dari rumah sakit menuju villa bersama Sherly,keyla tidak merasakan mual sama sekali.


Tapi kali ini perutnya begitu mual tak tertahankan,mungkin karena ada Juna di dekatnya dan bayinya menginginkan perhatian dari papanya.


Arjuna dapat mendengar ucapan Keyla yang merasakan mual dan ingin muntah.


Juna langsung meminta Kevin menghentikan mobilnya di pinggir jalan supaya Keyla bisa memuntahkan isi perutnya.


Arjuna pun ke luar dari mobilnya dan membuka pintu mobil Keyla.


"Sayang kamu benar ingin muntah? Ayuk kita turun dulu supaya kamu bisa ngeluarin isi perut kamu,ucap Juna pada Keyla sambil membuka pintu mobil Keyla"


"Iya key,sana ke luar dulu sama mas Juna kalo kamu merasa mual dan ingin muntah,ucap mama Anggita pada Keyla"


Keyla pun turun dari mobilnya Juna sambil menutup mulutnya dan memegang perutnya berjalan bersama Juna ke arah semak-semak yang berada di pinggir jalan untuk memuntahkan isi perutnya.


Hhooooeeeekkkk.... Hhooooeeeeekkkkkk....


"Keluarin semuanya sayang biar kamu lega,ucap Juna pada Keyla sambil tangannya yang sebelah kiri memijat-mijat tengkuk kepala Keyla sedangkan tangannya yang sebelah kanan memegang perut Keyla."


Hhooooeeeekkkk.... Hhooooeeeeekkkkkk....

__ADS_1


Semua isi perut Keyla sudah ke luar semua,,namun tubuh Keyla menjadi lemas setelah mengeluarkan isi perutnya itu.


Keyla memegang tangan Juna agar tubuhnya tidak hilang keseimbangan.


Keyla merasa sangat lemas dan pusing.


Juna mengelap bibir Keyla yang masih menempel sisa muntahan dengan tangannya,rasanya tidak tega melihat Keyla muntah-muntah seperti ini.


"Apa sudah enakan perutnya? tanya Juna pada Keyla sambil mengelus pipi Keyla"


"Iya mendingan,sahut keyla mengangguk"


"Sabar ya sayang,kamu pasti kuat,ucap Juna pada Keyla,namun Keyla hanya diam mendengar ucapan Juna"


Juna langsung memeluk tubuh Keyla agar Keyla tidak hilang keseimbangan karena merasakan pusing di kepalanya.


Walaupun tubuh Juna sendiri rasanya sudah tidak karuan karena menahan demamnya yang belum ia obati.


Namun Juna menguatkan tenaganya demi Keyla dan anak yang berada di kandungan Keyla.


Keyla merasakan tubuh Juna sangat panas ketika Keyla berada dalam pelukan Juna.


Keyla merasa kasian pada Juna,keyla tahu Juna sekarang pasti sedang sakit,tapi Juna menahannya dan berusaha agar tidak terlihat sakit di depan Keyla.


"Mas Juna,tubuh kamu sangat panas sekali mas,kamu pasti demam mas,kamu pasti berusaha terlihat sehat di depan aku supaya aku tidak mengetahuinya,batin Keyla ketika berada di pelukan Juna"


Keyla merasa begitu nyaman berada dalam pelukan suaminya,mungkin karena anak dalam kandungannya sangat merindukan papa nya.


Setelah Keyla merasa lega telah memuntahakan semua isi perutnya.


Juna pun menggedong Keyla untuk masuk ke dalam mobil Juna karena tubuh keyla sangat lemas setelah muntah-muntah tadi.


Keyla menatap wajah Juna ketika Juna sedang menggendongnya,keyla dapat merasakn jika tubuh Juna sedang tidak baik-baik saja.


Setelah Juna dan Keyla masuk ke dalam mobil


Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju bandara.


MOHON DUKUNGANNYA YA


DENGAN CARA LIKE COMMENT AND VOTE

__ADS_1


SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT NULIS NOVELNYA🥰🥰🥰🥰


MAKASIH YA UDAH BACA NOVEL AKU🥰🥰🥰


__ADS_2