MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
FRUSTASI


__ADS_3

Shera sudah berada di rumahnya.


Shera masuk ke dalam kamarnya lalu menangis sesegukan di atas tempat tidurnya.


"Tidak akan ada laki-laki yang ingin menikah dengan wanita sepertiku,aku sudah benar-benar kotor,aku benci Kak Rafa,aku benci laki-laki arogant itu hiks hiks hiks," batin shera begitu pedih merasa hidupnya tak berarti lagi.


Shera tidak tahu apa ia harus mengatakan yang sejujurnya pada kedua orang tuanya atau tidak,


kedua orang tuanya pasti akan syok jika tahu tentang semua ini.


Shera juga takut jika dirinya hamil,kalo sampai hal itu terjadi,shera tidak akan pernah mau mengandung anak dari Rafa.


Shera begitu membenci Rafa.


Shera merasa tubuhnya begitu lelah dan sakit,lalu shera memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang sudah terkuras habis oleh Rafa.


☆☆☆


Sementara Rafa di apartemennya tidak dapat tidur,rafa terus saja memikirkan Shera,rafa ingin bertanggung jawab dengan apa yang di lalukannya pada Shera.


Namun Shera sepertinya sudah begitu membenci Rafa.


Sampai pukul 07.00 pagi Rafa tidak dapat tidur,sampai-sampai Rafa tidak bekerja pada hari ini.


Rafa sedari tadi sudah mencoba menghubungi Shera namun handphone Shera tidak aktif.


Dddrrrrtttt drrrrtttt....


Handphone Rafa berbunyi,panggilan dari papanya yaitu Arjuna Bagaskara.


Rafa langsung mengangkat telpon dari papanya tersebut.


"Hallo pah," sapa Rafa pada papanya.


"Hallo Rafa,kamu tadi malam tidur apartemen atau tidur di mana?" tanya papa Juna pada Rafa anaknya.


"Rafa tidur di apartemen pah," sahut Rafa pada papa Juna.


"Kenapa suara kamu terdengar berat?" tanya papa Juna pada Rafa.


"Tidak apa-apa pah,rafa kurang tidur,hari ini Rafa tidak masuk kantor dulu," ucap Rafa pada papanya.


"Kamu tadi malam pasti merasayakan ulang tahun kamu sambil mabuk kan? makanya kamu tidak pulang ke rumah," tanya papa Juna pada Rafa.

__ADS_1


Namun Rafa tidak menjawab pertanyaan papanya tersebut.


"Pah,rafa ngantuk,rafa mau tidur dulu sebentar," ucap Rafa pada papanya.


"Ingat Rafa,kamu jangan pernah mabuk lagi,papa dan mama kamu khawatir kamu di jebak," ucap papa Juna pada Rafa anaknya.


Rafa hanya terdiam mendengar ucapan papanya,karena saat ini dirinya sudah melakukan sebuah kesalahan akibat mabuk berat.


Setelah selesai berbicara dengan papanya di telpon,rafa langsung menghubungi temannya yaitu Dino.


"Hallo,gue mau tanya sama luh,siapa yang meminta Shera untuk mengantarkan gue ke apartemen?" tanya Rafa para Dino kesal.


"Gue enggak tahu bro,gue saja tadi malam mabuk berat,gue di antar oleh Galang ke apartemen gue,emangnya kenapa bro?" tanya Dino pada Rafa penasaran.


"Gue udah bilang sama kalian,jangan ada yang jebak gue kalo gue lagi mabuk,luh semua sengaja mau celakain gue kan?" ucap Rafa pada Dino marah.


"Bro!!! tenang dulu,gue beneran enggak tahu apa-apa,memangnya ada apa? mungkin Galang yang minta cewek luh buat anterin luh ke apartemen,tapi gue yakin Galang enggak ada niat buat jebak luh," ucap Dino pada Rafa.


"Aaaaaahhhhhh.... perse**n.... luh semua enggak tahu apa yang terjadi sama gue dan Shera,semua ini pasti udah kalian rencanain kan? panggil Galang ke apartemen gue sekarang juga," ucap Rafa marah pada Dino dan teman-temannya karena sudah meminta Shera untuk mengantarkannya pulang ke apartemen,hingga membuat Rafa melakukan hal-hal yang tidak di inginkan.


Rafa mematikan telponnya dengan perasaan marahnya.


Sementara Dino juga takut mendengar kemarahan Rafa.


Dino langsung menghubungi Galang dan meminta Galang untuk datang ke apartemen Rafa.


"Hallo Lang,gue mau tanya,apa luh yang tadi malam udah ngehubungi cewek Rafa buat jemput Rafa dari Klub gue?" tanya Dino pada Galang.


"Iya gue yang hubungin ceweknya Rafa buat jemput Rafa,soalnya gue enggak bisa nganter Rafa,gue kan nganterin eluh sama Alex pulang karena kalian berdua juga mabuk berat," ucap Galang pada Dino.


"Eh Lang,luh tau enggak kalo Rafa sekarang marah banget sama kita,barusan Rafa nelpon gue,dia nyangkanya kita udah ngejebak Rafa sama ceweknya,gue juga enggak tahu apa yang terjadi sama Rafa dan ceweknya itu,yang pasti Rafa marah banget sama kita,dia mau luh datang ke apartemannya sekarang juga," ucap Dino pada Galang.


"Terus gue harus gimana bro kalo Rafa sampe mukulin gue? gue enggak ada niat buat jebak Rafa," ucap Galang pada Dino.


"Gue tahu luh enggak ada niat ngejebak Rafa,tapi Rafa kan sudah bilang ke kita,jangan sampe Rafa di jebak sama cewek,karena kalo Rafa mabuk,rafa bisa ngelakuin hal-hal yang macam-macam,itu sebabnya kenapa Rafa enggak mau mabuk lagi kan? karena dulu dia pernah mabuk malah mau di bawa ke apartemen si Angel sama di Angel,untungnya nyokap Rafa ngeliat,itu yang bikin nyokap Rafa enggak suka anaknya mabuk,karena nyokap Rafa takut Rafa di jebak sama cewek-cewek enggak jelas," ucap Dino pada Galang.


"Iya gue tahu,tapi gue enggak ada niat ngejebak Rafa,ya udah luh temenin gue ke apartemen Rafa sekarang,gue yakin Rafa bakalan marah besar ke gue," ucap Galang pada Dino.


"Ya udah gue temenin,kita jalan sekarang saja,rafa udah nugguin," ucap Dino pada Galang.


Dino dan Galang pun langsung pergi ke apartemen Rafa untuk menemui Rafa.


☆☆☆

__ADS_1


Rafa sudah menuggu kedatangan Galang di apartemennya untuk memberikan pelajaran pada Galang.


Tok... Tok...Tok...


Dino ngetuk pintu apartemen Rafa.


Dengan cepat Rafa membuka pintu apartemennya.


Di lihatnya Galang datang bersama Dino,lalu mereka masuk ke dalam apartemen mewah Rafa.


"Raf,gue minta maaf,gue enggak bermaksud untuk menjebak luh," ucap Galang pada Rafa.


"Jadi bener luh yang udah nyuruh Shera buat jemput gue ke klub malam? luh juga nyuruh Shera buat nganterin gue ke apartemen gue? benar luh yang nyuruh Shera Hahhh?" tanya Rafa pada Galang dengan nada emosi.


"Iya Raf,gue pikir Shera cewek luh," ucap Galang pada Rafa dengan perasaan takut melihat kemarahan Rafa padanya.


"Breng**k luh BUG... BUG..... BUG... " Rafa memukul wajah Galang karena telah berani menghubungi Shera untuk menjemputnya ke klub malam milik Dino dan mengantarnya ke apartemen.


"Raf udah Raf,galang enggak mungkin sengajak ngejebak luh," ucap Dino pada Rafa,mencoba menahan Rafa agar tidak memukuli Galang.


"Aaaaaaaahhh siiiiiaaaaallllll..." teriak Rafa sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya,lalu Rafa duduk di sofa yang berada di apartemennya dengan perasaan marahnya.


Sementara Galang merasa bersalah karena sudah lancang meminta Shera untuk menjemput Rafa dan mengantarkan Rafa ke apartemennya Rafa.


"Raf,sebenarnya ada apa antara luh sama Shera? Shera itu cewek luh kan?" tanya Dino pada Rafa penasaran sambil duduk di sofa sebelah Rafa.


"Shera bukan cewek gue,gue memang menyukai Shera,tapi Shera tidak menyukai gue," jawab Rafa pada Dino sambil terus memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.


"Apa yang terjadi antara luh dan Shera tadi malam?" tanya Dino pada Rafa.


"Luh pasti udah tahu apa yang gue lakuin sama Shera,gue mabuk berat,gue ngelakuin hal yang bikin Shera semakin membenci gue Din,gue juga enggak tahu kenapa Shera bisa ada di apartemen gue,gue pikir gue sedang mimpi," ucap Rafa pada Dino dengan perasaan kacaunya.


Dino dan Galang terdiam sesaat mendengar penuturan Rafa,mereka sudah bisa menyimpulkan jika Rafa telah melakukan sebuah kesalahan pada Shera.


"Luh suka kan sama Shera? luh bisa tanggung jawab atas apa yang luh perbuat," ucap Dino pada Rafa.


"Shera benci gue Din,shera tidak mau ngeliat wajah gue lagi,gue enggak tahu gimana caranya agar Shera mau memaafkan gue,orang tua gue dan orang tua Shera itu sahabatan,mau di taruh di mana muka gue dan muka orang tua gue kalo mereka tahu gue ngelakuin hal kaya gini sama Shera," ucap Rafa pada Dino merasa frustasi.


"Gue juga bingung kalo kaya gini,gue pikir Shera itu cewek luh,tapi ternyata cuma luh doang yang suka ke Shera," ucap Dino pada Rafa.


"Shera itu masih sekolah Din,dia baru 17 tahun,dia masih kecil.Gue juga mikir kalo Shera enggak akan mungkin suka sama cowok arogant kaya gue,dia semakin enggak menyukai gue setelah apa yang udah gue lakuin sama Shera tadi malam,dia udah nganggep gue cowok paling breng**k di dunia ini," ucap Rafa pada Dino.


Dino dan Galang merasa bersalah karena telah membuat Rafa mabuk berat tadi malam.

__ADS_1


Mereka tidak tahu jika akhirnya akan seprti ini.


__ADS_2