
Rafa mendatangi sebuah Mansion yang sangat luas dan mewah milik Reksa.
Mansion milik Reksa tersebut hanya di isi oleh Reksa dan 20 asisten rumah tangganya serta 20 orang penjaga keamanan yang menjaga Mansion milik Reksa tersebut.
Sebenarnya Reksa sangat jarang tinggal di Mansion mewah miliknya,karena Reksa lebih sering pergi ke luar Negeri untuk mengurus bisnisnya dan bertemu dengan kedua orang tuanya.
Bagi Reksa sangat menyedihkan bila dirinya tinggal di Mansion sebesar ini tanpa seseorang yang menemani dan menunggunya pulang.
Sedangkan Rafa,bukannya tidak mampu memiliki Mansion semewah milik Reksa,hanya saja Rafa tidak begitu suka tinggal sendirian di tempat yang sangat besar.
Tetapi bukan tidak mungkin jika Rafa nanti akan membuat sebuah Mansion yang megah untuk Shera.
Rafa pun mengakui jika kekayaan Reksa sangatlah luar biasa,hal itu pula yang membuat Rafa takut kehilangan Shera.
Rafa sudah tahu seluk beluk Mansion milik Reksa,karena 2 tahun yang lalu Rafa sering main ke Mansion milik Reksa tersebut bersama teman-temannya yaitu Dino,anton,alex dan Galang.
Rafa pun naik ke lantai 7 paling atas menggunakan lift yang ada di Mansion Reksa menuju sebuah ruangan yang selalu di jadikan Reksa tempat berkumpul bersama teman-temannya.
Ruangan ini sangat lengkap dengan berbagai permainan laki-laki seperti bilyard dan sebagainnya.
Namun saat Rafa sampai di sebuah ruangan favorite Reksa,Rafa mendengar suara teman-temannya yaitu Dino,alex,anton dan Galang sedang berada di ruangan Reksa.
"Reksa,kita minta sama luh,luh jangan bikin masalah lagi sama Rafa,luh tahu kan Rafa kaya gimana kalo udah marah,kita pengennya luh itu baikan sama Rafa," ucap Dino pada Reksa.
Dino dan teman-temannya ingin membantu Rafa agar Reksa tidak mengganggu rumah tangganya lagi.
Dino dan teman-temannya juga tahu kalo Reksa lah yang sudah mengirimkan 10 unit mobil mewah untuk Shera ke apartemen Rafa.
"Iya Reks,gue nyesel udah ngajak luh ketemuan sama Rafa dan Shera kalo ujung-ujungnya luh bakal ganggu hubungan Rafa dan Shera,ayolah Reks,kita ini kan temenan sudah lama,luh itu hanya salah faham doang sama Rafa,rafa itu tidak pernah menyukai Sonia,gue takut kalo ngeliat Raga lagi marah,gur mohon luh jangan ganggu rumah tangga Rafa dan Shera Reks," ucap Alex pada Reksa.
Alex berusaha untuk membuat Reksa tidak mendekati Shera lagi.
"Tapi gue suka sama Shera,gue bukan hanya dendam pada Rafa,melainkan gue benar-benar menyukai Shera,bagi gue Shera berbeda dengan wanita yang pernah gue kenal sebelumnya,sheta sangat menarik," ucap Reksa pada Alex dengan wajahnya yang terlihat berseri-seri.
__ADS_1
Rafa yang berada di balik pintu ruangan Reksa langsung masuk ke dalam ruangan favorite Reksa dengan menendang pintu ruangan tersebut ketika mendengar ucapan Reksa pada Alex yang mengatakan bahwa Reksa sangat menyukai Shera dan tertarik pada Shera.
Rafa menghampiri Reksa yang tengah duduk di sofa bersama Dino,anton,alex dan Galang.
"Dasar breng**k luh BUG.... BUG... BUG..." Rafa menarik baju Reksa yang sedang duduk di sofa,lalu Rafa memukul wajah Reksa dengan membabi buta hingga membuat Reksa tersungkur dan berdarah di hidung dan sudut bibirnya.
"Rafaaa..cukup Rafa,luh jangan kaya gini Raf,reksa bisa mati kalo luh pukul terus," ucap Dino,anton,alex dan galang sambil memegangi tubuh Rafa agar Rafa tidak memukul Reksa lagi.
Sementara Reksa tidak membalas pukulan Rafa,melainkan hanya pasrah saja menerima pukulan Rafa
"Lepasin gue... luh semua enggak tahu perasaan gue,dia ini orang paling breng**k yang gue kenal," ucap Rafa pada teman-temannya yang sedang menahan tubuhnya.
Tubuh Rafa bergetar,jantungnya berdebar dengan sangat cepat ketika amarahnya terhalangi oleh teman-temannya.
"Raf,kita tahu yang luh rasain,kita juga lagi berusaha untuk membuat Reksa mengerti,luh tenang ya," pinta Alex pada Rafa yang sangat marah pada Reksa.
"Luh semua enggak tahu kalo si breng**k ini udah ngirim banyak mobil mewah ke apartemen gue buat Shera? coba luh semua jadi gue? kalo istri luh semua mau di rebut oleh laki-laki lain,apa luh semua bakal diem aja? apa luh semua enggak bakal marah kaya gue? haaahhh," teriak Rafa pada Teman-temannya dengan amarahnya pada Reksa yang membuncah.
"Kita tahu Raf,kita tahu Reksa udah berbuat salah sama luh,lebih baik kita bicarakan semua ini baik-baik,jangan sampai luh ngelakuin hal-hal kaya gini," ucap Dino pada Rafa.
Sementara Reksa yang tersungkur di lantai langsung berdiri di bantu oleh Anton,lalu Reksa menatap wajah Rafa.
"Luh egois Raf,gue sejak dulu merasa kalo luh orang yang paling egois,gue hanya meminta Shera tapi luh enggak ngasih Shera ke gue,padahal gue bisa ngasih perusahaan gue atau harta gue buat luh,asalkan Shera menjadi milik gue.Gue akan izinin luh buat pukulin gue sepuas luh,gue enggak akan membalas semua pukulan luh,yang penting luh mau kasih Shera buat gue hahaha," ucap Reksa pada Rafa sambil tertawa.
Rafa semakin marah ketika mendengar ucapan Reksa terhadapnya,reksa benar-benar tidak bisa berubah walau dengan cara apapun.
Dino,anton,alex dan Galang pun merasa kaget mendengar ucapan Reksa.
Reksa benar-benar keras kepala.
Padahal Dino,anton,alex dan Galang sudah mencoba untuk menasehati Reksa,tapi tetap saja Reksa tidak mau mendengarnya.
"Aaaaaahhhhhhhh dasar breng**k luh," teriak Rafa pada Reksa dengan melepaskan tangannya dari pegangan Dino,alex dan Galang,hingga membuat Dino,alex dan Galang tersungkur ke lantai.
__ADS_1
Rafa mengambil sebuah pistol yang ada di saku celananya,lalu Rafa menyodorkan pistol tersebut ke arah wajah Reksa.
"Raf,luh jangan main-main Raf,lepaskan pistol itu Raf," pinta Dino,alex,anton dan Galang pada Rafa dengan wajah ketakutannya.
Mereka takut jika sampai Rafa menembak Reksa dengan pistol yang di miliki oleh Rafa.
Namun,reksa yang melihat Rafa menyodorkan pistol ke arah wajahnya malah tersenyum menyeringai,reksa bukannya takut terhadap Rafa malah seolah semakin menantang Rafa.
"Ayo tembak gue kalo luh berani!!! ayo tembak sekarang Rafa Mahanta Bagaskara," titah Reksa pada Rafa yang sedang menyodorkan sebuah pistol ke arah wajah Reksa
"Baiklah,tanpa luh minta gue pasti akan nembak luh sampai luh mati," ucap Rafa pada Shera dengan sorot mata tajamnya itu.
"Ayo lakukan sekarang juga Rafa Mahanta Bagaskara hahaha," titah Reksa pada Rafa seolah tidak takut dengan pistol yang ada di tangan Rafa.
"Luh semua dengar kan apa kata si breng**k ini,luh semua harus menjadi saksi kematiannya,karena gue enggak akan main-main dengan apa yang akan gue lakuin pada si breng**k ini," ucap Rafa pada Dino,alex,anton dan Galang.
"Raf,kita mohon,jangan lakukan ini Raf,ini semua bisa di selesaikan dengan baik-baik," ucap Dino pada Rafa.Dino mencoba mendekati Rafa dan membujuk Rafa.
"Udah cukup gue bersabar dengan ulah si breng**k ini terhadap gue dan istri gue,kali ini gue enggak akan bisa lagi bersabar,karena gue enggak akan biarkan siapapun ngerebut Shera dari tangan gue," teriak Rafa pada Dino dan teman-temannya.
Shera rupanya sudah berada di Mansion milik Reksa,shera mendengar semua yang di bicarakan oleh Rafa,reksa dan teman-temannya.
Shera datang ke Mansion Reksa setelah Shera mendapatkan alamat Mansion Reksa dari Lia pegawainya.
Sebelumnya Shera sudah bertanya pada asisten rumah tangga Reksa dimana keberadaan Reksa dan Rafa
Para asisten di rumah Reksa pun mengatakan bahwa Rafa berada di lantai 5 di ruangan Reksa.
Namun para asiten rumah tangga Reksa tidak mengetahui dengan apa yang terjadi di dalam ruangan Reksa,karena ruangan Reksa sangat besar dan berada di lantai paling atas.
Shera yang sudah berada di depan pintu ruangan Reksa langsung masuk ke ruangan Reksa dimana Rafa dan Reksa berada,lalu di lihatnya oleh Shera suaminya,yaitu Rafa sedang menyodorkan pistol ke arah wajah Reksa.
Betapa kagetnya Shera ketika melihat Rafa ingin menembakan pistol yang di pegangnnya itu pada Reksa.
__ADS_1
HAY SEMUANYA JANGAN LUPA VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA SUPAYA AKU BISA MASUK RANGKING VOTE.KARENA AKU LAGI KURANG SEMANGAT NULIS NIH NGELIAT VOTE AKU YANG MENURUN😔😔😔