
"Menyusahkan sekali Kak Rafa ini,kalo mama Keyla sampai tahu Kak Rafa mabuk berat seperti ini,pasti mama Keyla akan marah besar," batin Shera ketika turun dari dalam taxi dengan memapah Rafa.
Shera memapah Rafa dari loby apatemen Rafa sampai ke lantai atas menuju kamar apartemen Rafa.
Shera naik lift ke lantai 10 menuju apartemen mewah Rafa dengan memapah tubuh Rafa yang begitu berat.
"Sheraaaaaa..... aku sayang kamu," ucap Rafa tak sadar mengucapkan kata sayang pada Shera yang di dengar langsung oleh Shera.
"Apaaa??? apa aku tidak salah dengar? Kak Rafa sayang sama aku???" batin Shera merasa kaget mendengar langsung ucapan Rafa,sebelumnya Shera tidak percaya mendengar ucapan Galang tadi padanya bahwa Rafa mencintai Shera.
Shera menatap wajah Rafa ketika ke luar dari dalam lift.
Namun ternyata Rafa malah membuka matanya hingga membuat Shera kaget dan mendorong Rafa dari gandengannya.
"Aaaaahhhh...." Shera berteriak sambil mendorong tubuh Rafa yang masih lunglay itu ke arah tembok.
"Ya ampun,apa Kak Rafa melihatku saat aku menatap wajahnya barusan," batin Shera bertanya-tanya.
Shera kemudian mendekat ke arah Rafa yang terkulai lemas di lantai.
Shera menepuk-nepuk pipi Rafa karena Shera takut jika Rafa ternyata sudah sadar.
"Huuuuuhhh... untung saja belum sadar," batin Shera.
Shera lalu mencari-cari kunci apartemen Rafa di saku Rafa.
Setelah Shera menemukan kunci apartemen Rafa,shera langsung membuka pintunya.
CEKLEK...
Pintu aparteman Rafa sudah terbuka,kemudian Shera memapah kembali tubuh Rafa menuju apartemen Rafa.
Apartemen Rafa sangat luas dengan memiliki 3 kamar di dalamnya,serta ruang Tamu dan ruang keluarga.
Ada tempat olahraga serta ruang kerja Rafa juga.
Apartemennya sangat mewah hingga membuat Shera takjub.
Shera lalu masuk ke dalam kamar apartemen Rafa untuk merebahkan tubuh Rafa di tempat tidurnya yang berukuran cukup besar tersebut.
"Waaaahhhhh mewah sekali kamarnya,banyak koleksi-koleksi barang-barang mahal di kamar Kak Rafa.**Y**a pantas saja lah dia memiliki ini semua,dia kan kaya raya," batin Shera ketika masuk ke dalam kamar Rafa yang terdapat banyak koleksi jam tangan serta sepatu-sepatu mahal di dalamnya.
Shera kemudian melepaskan sepatu yang di pakai oleh Rafa.
"Huuuuhhh.. Dasar cowok arogant,bisanya menyusahkan orang lain saja," ucap Shera ketika merasa kesulitan melepaskan sepatu yang di pakai oleh Rafa.
Ketika Shera hendak berdiri dari tempat tidur Rafa,rafa menarik tangan Shera ke dalam dekapannya.
"Sheraaaaa" panggil Rafa lirih pada Shera sambil menarik tangan Shera hingga membuat Shera kaget dan terjatuh di atas tubuh Rafa.
"Aaaaahhhhhh," teriak Shera kaget ketika Rafa menarik tangannya.
"Sheraaaa... Aku sayang sama kamu," ujar Rafa pada Shera sambil membuka matanya lalu memandang wajah cantik Shera yang ada di hadapannya.
Hal itu membuat Shera begitu kaget medengar Rafa mengungkapkan perasaannya pada Shera.
"Lepasin tangan Shera Kak," ujar Shera pada Rafa sambil mencoba untuk bangun dari tidurnya.
Namun Rafa malah memeluk Shera dan membalikan tubuh Shera,hingga Rafa berada di atas tubuh Shera.
Shera terhenyak kaget dan membulatkan matanya saat Rafa menidih tubuhnya.
__ADS_1
"Shera,aku sayang sama kamu,aku cinta sama kamu Sher," ucap Rafa lirih pada Shera sambil Rafa membelai rambut Shera.
Tercium bau alkohol dari mulut Rafa ketika Rafa mengucapkan kata sayang dan cinta pada Shera.
"Lepasin aku Kak,jangan sampai aku berteriak," ucap Shera pada Rafa mencoba untuk melepaskan dirinya dari tubuh kekar Rafa yang berada di atas tubuhnya.
Namun Rafa justru malah mencium Shera bibir merah Shera yang mungil dengan ganas,seperti tengah kerasukan.
"Mmmmmmmpppppp mmmmmmmppppp," Shera menggeleng-gelengkan wajahnya ketika Rafa mencium bibirnya,shera mencoba untuk menghindar dari ciuman Rafa,namun tidak bisa.
Rafa semakin buas,mencium bibir merah muda Shera dengan rakusnya.
"Aku sayang kamu Shera,aku tidak akan membiarkan kamu di miliki oleh laki-laki lain," ucap Rafa pada Shera ketika Rafa melepaskan ciumannya.
"Lepaskan aku Kak,aku mohon lepaskan aku huuuuuuuuaaaaaaaa.... hiks hiks hiks," teriak Shera pada Rafa sambil menangis ketakutan akan Rafa berbuat yang tidak-tidak padanya.
Namun Rafa tidak mau melepaskan Shera,rafa malah membuka pakaian Shera dengan mulutnya,sementara tangan Rafa memegang kedua tangan Shera.
Rafa mencium dua gundukan mungil milik Shera yang putih mulus,lalu memberikan banyak tanda kepemilikan pada 2 gundukan Shera tersebut.
"Kak Rafaaaa.... kamu gilaaa kak,lepasin aku Kak,aku mohon lepasin aku hiks hiks hiks.." teriak Shera ketika merasakan bibir Dafa mencium seluruh tubuh Shera dengan rakusnya.
Rafa hanya diam saja,rafa terus melakukan aksinya dengan menikmati tubuh indah Shera yang masih suci.
"Jangan Kak.... jangan lakukan ini Kak Rafaaa.. aku benci sama Kak Rafa... aku jijik sama Kak Rafaaa huuuuaaaaaaa hiks hiks hiks," air mata Shera mengalir tanpa ampun membasahi pipinya ketika merasakan sentuhan-sentuhan Rafa pada tubuh mulusnya.
"Shera.... aku mau kamu menjadi milikku," ucap Rafa lirih tanpa sadar dengan apa yang di lakukannya pada Shera sambil melanjutkan aksinya.
Rafa membuka dress mini berwarna merah muda yang Shera pakai,sampai terlihat dengan jelas lekuk tubuh indah Shera.
Rafa juga membuka seluruh pakaian yang di pakainya,dengan cepat Rafa memasukan adik kecilnya itu pada kepunyaan Shera.
"Jangan Kak.... mama tolong Sheraaaaa mah... Aaaaaaawwwwww...... saaakiiittttt Kak... sakiitttt sekaliiii huuuuaaaaaaa huuuuaaaaaa hiks hiks hiks" Shera memanggil mamanya saat Rafa memasukan adik kecilnya pada kepunyaan Shera,rasanya begitu sakit sampai Shera hampir pingsan di buatnya.
"Mmmmmmmmm..... mmmmmmmmmm" Shera mengindarkan bibirnya dari bibir Rafa.
"Apa yang terjadi padaku? apa yang akan terjadi pada hidupku,aku sudah tidak suci lagi,bagaimana jika nanti aku hamil? bagaimana nasibku setelah ini,kamu benar-benar bereng**k Kak Rafa,kamu tidak lebih dari seekor hewan," batin Shera merasa begitu membenci Rafa yang sudah merenggut kesuciannya dengan air mata yang terus mengalir di pipi mulusnya.
Raffa menghentakan gerakan demi gerakan di milik Shera dengan getaran di tubuhnya yang menandakan dirinya sedang merasakan sebuah kenikmatan.
"Shera.... aku sayang kamu," ucap Rafa pada Shera sambil terus memainkan permainannya dengan menggebu-gebu.
"Aaaaaaaaaa...... saaakiiiitttttt hiks hiks hiks,kamu jahaaaaatttt... kamu breng**k," teriak Shera pada Rafa sambil berurai air mata.
Shera terkulai lemas dengan perasaannya yang hancur karena kini dirinya sudah tidak suci lagi.
Sementara Rafa tertidur dengan nyenyak sambil memeluk tubuh Shera yang polos setelah melakukan aksi bejadnya.
"Mamaaaa..... papaaaaa.... maafin Shera mah,pah,shera udah kotor mah,pah.. hiks hiks hiks," batin Shera merasa bersalah pada kedua orang tuanya dan begitu benci dengan dirinya sendiri yang tidak mampu menjaga kesuciannya.
Shera bangun dari tidurnya,lalu duduk di lantai dengan menggunakan selimut yang menutupi tubunya sambil menangis sesegukan.
Shera merasa hidupnya tidak berguna lagi karena dirinya kini sudah tidak suci lagi.
1 jam kemudian Rafa membuka matanya saat mendengar suara tangisan seorang wanita di kamarnya.
Rafa bangun dari tidurnya,lalu melihat Shera sudah berada di dalam kamarnya dengan tangisan Shera yang terdengar begitu menyayat hati di dalam kamarnya.
Rafa melihat ada bercak merah di atas tempat tidurnya.
Perasaanya langsung cemas,jantungnya juga langsung lemas karena dirinya yakin terjadi sesuatu antara dirinya dan Shera.
__ADS_1
"Sheraaaa.... apa yang terjadi padaku dan pada Shera? Ya Tuhan,apa yang aku lakukan pada Shera,kenapa aku bisa sejahat ini pada Shera,batin Rafa ketika melihat Shera menangis dan duduk di lantai dengan selimut yang menyelimuti tubuhnya.
Rafa tidak pecaya jika dirinya melakukan ini pada Shera,rafa pikir dirinya sedang bermimpi melakukan itu pada Shera.
Rafa memegang kepalanya dengan kedua tangannya,merasa frustasi atas apa yang terjadi pada dirinya dan Shera.
Rafa langsung memakai pakaiannya yang tergeletak di lantai karena ulahnya sendiri.
Lalu Rafa mendekat ke arah Shera,berjongkok di hadapan Shera dengan perasaan bersalahnya.
"Sheraaa.... maafkan Kak Rafa,kak Rafa tidak sadar Shera,maafkan Kak Rafa," rafa meminta maaf pada Shera sambil meneteskan air mata penyesalannya.
Rafa memang berharap Shera menjadi miliknya,namun Rafa benar-benar tidak sadar sepenuhnya saat melakukan itu pada Shera.
Shera menatap wajah Rafa dengan sorot mata tajamnya,lalu Shera menampar wajah Rafa berkali dengan keras.
PLAAAAKKKKK PLAAAAAAKKKKK PLAAAAKKKKK PLAAAAAAKKKKK....
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa....... Breng**k... baji**an kau," teriak Shera pada Rafa dengan raut wajah kemarahannya.
Rafa hanya pasrah menerima setiap tamparan Shera di pipinya.
Rafa memang pantas mendapatkan tamparan bahkan pukulan dari Shera.
"Shera,pukul aku lagi,pukul Kakak lagi Shera,kakak benar-benar minta maaf,kakak sudah melakukan ini sama kamu,kakak janji kakak akan bertanggung jawab sama kamu Sher," ucap Rafa pada Shera sambil memegang tangan Shera,meminta Shera untuk memukulnya lagi.
"Hhhhuuuuuuuuaaaaaaaa hiks hiks hiks," Shera menangis sekencang-kencangnya dadanya begitu sesak ketika harus menerima kenyataan ini.
Shera beranjak dari duduknya di lantai dengan memakai selimut sambil mengambil pakaian-pakaiannya yang berserakan di lantai dengan rasa sakit di area sensitifnya.
"Awwww...." teriak Shera ketika berjalan untuk mengambil pakaian-pakaiannya.
"Shera,kakak akan antar kamu pulang ya," ucap Rafa pada Shera,mencoba untuk menebus kesalahnya karena Rafa tahu Shera pasti merasakan sakit pada miliknya.
Namun Shera tidak memperdulikan ucapan Rafa,shera masuk ke dalam kamar mandi Rafa untuk memakai pakaiannya.
Setelah memakai semua pakaiannya,shera langsung mengambil tasnya yang berada di atas tempat tidur Rafa.
Rafa berusaha menghalangi Shera agar Shera tidak pulang sendiri,karena waktu menunjukan pukul 03.00 pagi.
Rafa tidak mungkin membiarkan Shera pulang sendiri.
"Shera,biar Kak Rafa yang akan antar kamu pulang ke rumah," ucap Rafa pada Shera.
"Jangan pernah ada di hadapanku lagi kau baji**an... aku tidak akan sudi untuk melihatmu lagi," ujar Shera pada Rafa dengan umpatan dan sorot mata tajamnya.
"Shera,kak Rafa mencintai kamu,kakak mohon izinkan Kakak untuk bertanggung jawab atas semua yang Kak Rafa lakukan sama kamu," ucap Rafa pada Shera sambil memegang tangan Shera.
"Lepaskaaaan tanganku,aku tidak akan pernah memaafkanmu,aku benci sama kamu," teriak Shera pada Rafa sambil berlari ke luar dari apartemen Rafa.
"Sheraaaa....." Rafa mencoba mengejar Shera namun Shera berlari dengan sangat kencang meninggalkan Rafa.
Rafa mencari-cari kunci mobilnya,namun Rafa baru sadar jika mobilnya berada di Club malam milik Dino temannya.
"Aaaaaaaaaaaahhhhh... siiiiaaaallllll," teriak Rafa ketika tahu jika mobilnya tidak berada di parkiran apartemennya.
Namun Rafa tetap turun ke lantai bawah untuk mengejar Shera,karena Rafa khawatir takut Shera kenapa-kenapa.
Setelah sampai di loby,rafa tidak melihat Shera.
"Pak,apa bapak melihat seorang gadis memakai dress berwarna merah muda?" tanya Daffa pada Security di apartemennya.
__ADS_1
"Barusan saja gadis itu naik taxi pak Rafa," jawab bapak Security pada Rafa.
Rafa merasa begitu kesal ketika Shera pulang sendiri.