MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
TERHARU


__ADS_3

Rafa,aksa,shera dan Meira sudah berada di sebuah restaurant yang berada di singapore milik kedua orang tua Rafa.


Shera memakai gaun berwarna silver yang yang sangat cantik dengan rambutnya yang bergelombang terurai dengan indah.


Mata Rafa tak henti-hentinya memandang wajah cantik Shera.


Bagitupun dengan Aksa,aksa memandang wajah Shera dengan penuh kekaguman.


Bahkan Aksa memuji penampilan cantik Shera dengan terang-terangan di hadapan Rafa.


"Shera... malam ini kamu sangat cantik sekali," puji Aksa pada Shera ketika melihat Shera memakai gaun indah yang simple.


"Terimaksih Kak Aksa,setiap hari juga Shera selalu cantik hihihi," ucap Shera sombong pada Aksa.


"Oh jelas dong,setiap hari kamu selalu cantik karena dari lahir kamu memang sudah sangat cantik," puji Aksa pada Shera sambil tersenyum tampan.


Aksa sengaja memuji kecantikan Shera di depan Rafa,supaya Rafa cemburu terhadapnya.


Aksa ingin membuat Rafa bisa mengingat Shera kembali,walaupun Aksa sebenarnya begitu menyukai Shera,namun Aksa tidak mau merebut Shera yang masih berstatus sebagai istrinya Rafa yang tak lain adalah sodara sepupunya sendiri.


Tapi,jika sampai Rafa meninggalkan Shera,aksa akan dengan senang hati mengambil Shera dari Rafa dan menyambut Shera untuk menjadi pasangannya.


Ntah mengapa Rafa merasa tidak suka mendengar pujian Aksa pada Shera,rafa pun merasa heran mengapa dirinya bisa tidak suka ketika mendengar laki-lain memuji Shera.


Padahal Rafa sendiri tidak ingat dengan Shera.


Di samping Rafa ada Meira yang sedang memandang ke arah Rafa,meira dapat melihat tatapan mata Rafa pada Shera seperti tatapan rasa suka.


Meira sendiri merasa heran,rafa yang tidak mengingat Shera mengapa bisa sampai terlihat cemburu melihat kedekatan Shera dan Aksa.


"Kalian pesanlah makanan yang kalian suka," titah Rafa pada Aksa,shera dan Meira.


"Baik Kak,oya Kak,sebelum m Kak Rafa dan Shera pulang ke Indonesia,kalian main lah dulu ke apartemenku,biar kalian tahu tempat tinggalku," ajak Aksa pada Rafa.


"Baiklah Aksa,aku nanti akan main ke apartemenmu," jawab Rafa pada Aksa.


Mereka pun kemudian memesan makanan yang akan mereka nikmati untuk makan malam.


"Meira,kamu sudah berapa lama mengenal Kak Rafa?" tanya Aksa pada Meira.


"Sudah 1 bulan,dari awal Pak Rafa di rawat aku di minta oleh pihak rumah sakit untuk merawat pak Rafa," jawab Meira pada Aksa dengan rasa percaya diri.

__ADS_1


"Oh begitu,tapi kamu tahu kan kalo Kak Rafa sudah menikah?" tanya Aksa pada Meira.


Meira kaget mendengar pertanyaan Aksa,aksa sepertinya tahu jika Meira ingin berusaha mendekati Rafa.


Meira cukup cantik dengan postur tubuh yang hampir sama dengan Shera,sehingga Meira merasa percaya diri untuk mendekati Rafa.


'Iya saya tahu,tapi saya cukup prihatin melihat Pak Rafa di rawat selama 1 bulan tanpa istrinya yang mendampingi,setelah Kak Rafa sadar,bu Shera baru lah menjenguk pak Rafa,lebih memprihatinkan lagi saat pak Rafa mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan ibu Shera,jujur saya sangat sedih ketika mengetahui hal itu," jawab Meira pada Aksa dengan menyindir Shera yang berada di hadapannnya.


Meira tidak tahu kalo Shera mengalami keguguran dan harus istirahat total dengan waktu yang cukup lama,meira hanya tahu jika Rafa mengalami kecelakaan karena menyelamatkan Shera,namun Meira tidak tahu jika Shera pun begitu menderita akibat kecelakaan itu.


"Benarkah ?" kamu tahu dari mana kalo Kak Rafa kecelakaan karena menyelamatkan istrinya?" tanya Aksa pada Meira.


"Saya tidak sengaja mendengar semua cerita ini dari kedua orang tua pak Rafa langsung saat mereka berbicara dengan Dokter,tentu saja saya merasa miris mendengarnya,seorang suami yang rela mengorbankan nyawanya demi seorang istri,tapi istrinya tidak pernah ada di sampingnya.," jawab Meira pada Aksa dengan berani.


"Cukuppp... kamu tidak tahu hal menyakitkan apa yang sudah saya lalui selama 1 bulan ini,kamu tidak tahu kesakitan hati saya ketika saya harus melihat suami saya mengalami kecelakaan di depan mata saya,kamu juga tidak tahu jika saya tidak bisa menjaga suami saya karena saya mengalami musibah,janin yang ada dalam kandungan saya keguguran hingga membuat saya harus beristirahat cukup lama sehingga saya tidak bisa menemani suami saya,apa kamu tahu semua itu hah? kamu tidak akan pernah tahu karena kamu tidak tahu apa yang terjadi pada saya," teriak Shera pada Meira marah sambil berdiri dari tempat duduknya dan meneteskan air matanya yang tiba-tiba saja mengalir di pipi mulusnya.


Rafa yang mendengar semua ucapan Shera,hatinya terasa begitu sakit seperti tertusuk jarum,terlebih ketika Rafa melihat Shera meneteskan air mata sedihnya.


Rafa merasa tidak kuat melihat Shera menangis.


Selama ini Shera pasti menyimpan banyak luka dan rasa bersalah di hatinya ketika Rafa mengalami kecelakaan.


Sementara Meira hanya diam saja saat mendengar ucapan Shera terhadapnya.


Meira sudah kehilangan kata-katanya saat Shera mengatakan kejadian yang sebenarnya mengapa Shera tidak dapat menjaga Rafa di Singapore.


"Kamu itu kan seorang wanita,harusnya sesama wanita kamu memiliki rasa empati yang tinggi,bukan malah mengambil kesempatan untuk mendekati suami saya... Kamu tahu betul saat ini Kak Rafa tidak ingat dengan saya,tapi kamu malah hadir di tengah-tengah kebingungan Kak Rafa terhadap saya,saya tahu Kak Rafa tidak mudah jatuh cinta,apa lagi dengan wanita seperti kamu,tapi saya akan ikhlas jika memang saya dan Kak Rafa tidak bisa bersama lagi," ucap Shera pada Meira dengan perasaannya yang kecewa, tapi hati Shera terasa lebih lega karena bisa mengungkapkan semuanya di hadapan Meira dan Rafa.


Shera pun pergi meninggalkan Rafa,aksa dan Meira.


Shera berlari meninggalkan restaurant milik kedua orang tua Rafa dengan perasaan hancurnya.


Hatinya begitu terluka dan sedih karena Shera mau tidak mau harus bisa menerima jika Rafa tidak akan bisa mengingatnya lagi sebagai istrinya.


Rafa yang melihat Shera pergi meninggalkannya,langsung berdiri dari tempat duduknya dan berlari kencang mengejar Shera dengan perasaan khawatirnya.


Sedangkan Aksa dan Meira hanya terdiam ketika melihat Rafa berlari mengejar Shera.


Meira merasa begitu kesal karena Rafa terlihat khawatir pada Shera.


"Sheraaaa...." Teriak Rafa pada Shera,rafa berlari mengejar Shera yang berlari kencang ke luar dari dalam restaurant.

__ADS_1


Shera tetap berlari tanpa mengindahkan panggilan Rafa kepadanya.


Rafa yang berlari mengejar Shera begitu khawatir ketika melihat Shera hendak menyebrang jalan.


Namun,tiba-tiba saja langkah kaki Rafa terhenti.


"Aaaahhhhhh,kepalaku," teriak rafa sambil memegang kepalanya yang terasa sakit saat mengejar Shera.


Ingatan-ingatan Rafa seolah muncul kembali ketika Rafa melihat Shera hendak menyebrang jalan.


Rafa menjadi teringat kembali kejadian yang menimpanya 1 bulan yang lalu.


Rafa teringat dengan jelas saat Rafa mengejar Shera yang berlari ke jalan hingga membuatnya tertabrak sebuah mobil dan koma.


"Sheraaaa.... sheraaa ingin berlari ke jalanan,shera tidak boleh terluka... Shera adalah istriku..... " batin Rafa ketika melihat Shera hendak menyebrang jalan.


Rafa sudah mengingat semua kejadian yang menimpanya,rafa juga mengingat semua tentang Shera,shera adalah istrinya.


"Aku harus mengejar Shera,shera tidak boleh celaka," batin Rafa merasa khawatir ketika melihat Shera berlari ke jalanan.


"Sheraaaa..... sayaaaang...." teriak Rafa pada Shera,rafa mengejar Shera dengan berlari kencang,lalu Rafa menarik tangan Shera hingga Shera berada di dalam pelukannya.


"Lepaskan aku," teriak Shera pada Rafa saat Shera berada di dalam pelukan Rafa.


"Sayang... aku sudah ingat dengan kamu Sheraaa... kamu adalah istriku,kamu adalah cintaku sayang," ucap Rafa pada Shera sambil Rafa memeluk Shera erat dengan perasaan bersalahnya dan rasa harunya.


Shera merasa kaget ketika mendengar Rafa sudah mengingatnya kembali,rafa memeluk tubuh Shera dengan erat dengan penuh kerinduan.


"Huuuuaaaaa.... Aku benci sama kamu Kak,aku benciiiiii... kamu sudah melupakan aku hiks hiks hiks," teriak Shera pada Rafa sambil menangis sedih dan memukul-mukul dada bidang Rafa.


"Awwww.... sakit sayang...!!!" rafa merasa sakit saat Shera memukul-mukul dada bidangnya.


"Jangan panggil aku sayang,aku benci sama kamu,kamu sudah melupakan aku Kak hiks hiks hiks," teriak Shera pada Rafa dengan isak tangisnya.


"Sayang,aku tidak pernah berniat untuk melupakan kamu,itu semua bukan keinginanku,aku minta maaf sayang karena aku sudah melukai hatimu,aku mohon maafkan aku,aku mohon jangan menangis lagi," pinta Rafa pada Shera dengan pelukan hangatnya.


Aksa dan Meira rupanya melihat Rafa dan Shera sedang berpelukan di pinggir jalan.


Aksa tersenyum haru melihat Rafa dan Shera kembali bersatu lagi,walaupun hati Aksa merasa sedikit terluka karena Aksa tidak akan pernah bisa memiliki Shera.


Sementara Meira,meira mengepalkan tangannya pertanda hatinya sedang marah ketika Meira harus melihat Rafa memeluk Shera begitu erat.

__ADS_1


__ADS_2