MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
SHERA TAKUT


__ADS_3

Rafa sudah sampai di apartemennya untuk menjemput Shera makan siang di luar.


Ting nong.. Ting nong...


Rafa menekan bel pintu apartemennya.


Shera yang mendengar suara bel pintu apartemen berbunyi,sudah yakin bahwa itu adalah Rafa.


"Bi Tari,biar Shera saja yang buka pintunya," ucap Shera pada bi Tari dengan antusiasnya menyambut suami tampannya tersebut.


"Baik mbak Shera," sahut bi Tari pada Shera sambil tersenyum.


Shera pun bejalan ke arah pintu apartemen untuk membuka pintu apartemen dengan penampilannya yang sangat cantik mempesona.


Ceklek ...


Shera membuka pintu apartemennya,lalu di lihatnya oleh Shera suaminya itu tengah terpana oleh kecantikannya.


"Kak,kok bengong saja sih?" tanya Shera pada Rafa yang masih mematung di depan pintu apartemennya karena Rafa benar-benar sangat terpesona dengan kecantikan Shera.


"Shera,kamu benar-benar sangat cantik sayang,pantas saja banyak laki-laki yang ingin memilikimu,tapi aku tidak akan biarkan itu sayang," batin Rafa ketika memandang wajah cantik Shera.


"Sayang,kamu benar-benar cantik seperti bidadari dari surga,kamu sungguh sangat cantik sekali sayang," puji Rafa pada Shera dengab wajah kagumnya melihat kecantikan Shera.


"Gombal lagi ya?" tanya Shera pada Rafa sambil tersenyum malu ketika mendapatkan pujian dari Rafa.


"Tentu saja aku tidak gombal sayang,aku memuji kecantikan istriku sesuai dengan kenyataan," ucap Rafa pada Shera.


"Ya sudah ayuk kita ke luar sekarang Kak,aku sudah lapar," ajak Shera pada Rafa sambil memegang perutnya.


"Siiiaaappp Tuan puteri,laksanakan," sahut Rafa pada Shera dengan senyuman tampan di wajahnya.


Rafa merasa begitu bahagia karena Shera mau tersenyum lagi setelah seminggu yang lalu Shera mendiamkan Rafa karena rasa cemburu Rafa yang berlebihan.


Namun,kebahagiaan Rafa seketika sirna,ketika ada 2 security apartemen yang datang menghampirinya dan Shera.

__ADS_1


"Selamat siang pak Rafa dan ibu Shera," sapa 2 security di apartemen Rafa pada Rafa dan Shera sebelum Rafa dan Shera pergi ke luar untuk makan siang bersama.


"Selamat siang juga pak,ada apa ya?" tanya Rafa pada 2 security yang menghampirinya ke apartrmen miliknya.


"Begini pak Rafa,di bawah ada yang mengirimkan 10 unit mobil mewah untuk ibu Shera,katanya untuk wanita istimewa,saya pikir yang mengirim mobil mewah tersebut pasti pak Rafa,silahkan bapak lihat dulu mobil-mobil mewah yang pak Rafa beli untuk ibu Shera di parkiran apartemen," titah 2 security itu pada Rafa.


DEG.. DEG.... DEG....


Rafa begitu kaget saat mendengar ada yang mengirimkan 10 unit mobil mewah untuk Shera.


Rafa tahu siapa orangnya,siapa lagi kalo bukan Reksa yang mengirimkan 10 unit mobil mewah tersebut untuk Shera.


"Ini pasti ulah Reksa,aku yakin Reksa lah yang sudah mengirimkan mobil-mobil mewah itu untuk Shera.Kenapa dia tidak ada kapoknya sama sekali berurusan denganku? dasar breng**k luh Reksa,tunggu saja apa yang akan gue lakuin sama luh," batin Rafa dengan wajahnya yang terlihat mulai kesal.


Sementara Shera yang berdiri di samping Rafa juga tak kalah kagetnya saat mendengar ada yang mengirimkan 10 unit mobil mewah untuknya.


"Siapa yang mengirimkan mobil-mobil mewah itu untukku? kenapa selalu saja ada masalah di rumah tanggaku ini? apa jangan-jangan Kak Reksa yang sudah mengirimkan mobil-mobil mewah itu untukku? karena hanya dia yang ada niatan ingin membeli banyak mobil mewah waktu itu,tapi dia bilang mobil-mobil mewah itu untuk pacaranya,tidak mungkin untukku," batin Shera dengan perasaan sedihnya,karena Shera merasa takut jika sampai Rafa marah lagi dan berbuat yang tidak-tidak,shera pun tidak yakin kalo Rafa lah yang membelikan mobil-mobil mewah itu untuknya,karena Rafa sendiri belum memperbolehkan Shera untuk membawa mobil,pasti orang lain yang membelikan mobil-mobil itu untuk Shera.


Shera melirik ke wajah Rafa,di lihatnya oleh Shera sorot mata Rafa yang menunjukan wajah kesal dan marahnya.


"Pak security,bawa mobil-mobil itu pergi dari apartemen ini,kalo kalian mau ambil lah mobil-mobil itu," titah Rafa pada 2 security di apartemennya dengan penuh penekaan.


"Pak Rafa serius mau ngasih mobil-mobil mewah itu pada kami pak?" tanya 2 security yang wajahnya terlihat sangat kaget dan senang karena akan mendapatkan mobil-mobil mewah itu.


"Saya serius,bawalah semua mobil-mobil itu pergi dari sini,saya tidak membutuhkannya,bawa pergi sekarang juga," titah Rafa pada kedua security di apartemennya itu dengan wajahnya yang mulai memerah menandakan kemarahannya.


"Baik,pak.. terimakasih banyak pak,kami akan segera membawa mobil-mobil mewah itu," ucap kedua security di apartemen Rafa pada Rafa dengan wajah senangnnya.


Bagaimana tidak senang? mobil-mobil mewah itu harganya sangatlah mahal,kedua security itu ibarat mendapatkan rezeki nomplok.


Kedua security di apartemen Rafa langsung pergi meninggalkan Rafa dan Shera menuju lantai bawah untuk membawa pergi mobil-mobil mewah tersebut.


Rafa yang merasakan hatinya seperti terbakar api menatap tajam wajah Shera dengan wajah marahnya,hal itu membuat Shera merasa sangat takut.


"Kak,aku tidak tahu siapa yang sudah mengirimkan mobil-mobil mewah itu untukku," ucap Shera pada Rafa dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


Shera berusaha untuk berkata jujur pada Rafa,karena dirinya benar-benar tidak tahu siapa orang yang sudah mengirimkan mobil-mobil mewah itu untuknya.


"Kamu jangan bohong padaku,kamu pasti tahu kalo yang mengirimkan mobil-mobil mewah itu adalah Reksa," ucap Rafa pada Shera dengan tatapan kemarahannya pada Shera.


"Kak,aku berani bersumpah,aku tidak tahu sama sekali dengan semua ini,kak Rafa harus percaya sama aku Kak," ucap Shera pada Rafa dengan wajah memelasnya.


"Aaaaaahhhhhh..... aku akan membunuh Reksa sekarang juga," ucap Rafa dengan kemarahannya pada Shera.


Rafa masuk ke dalam apartemennya,lalu masuk ke dalam kamarnya untuk mencari sebuah pistol yang Rafa sembunyikan di laci rahasia.


Shera yang mengejar Rafa masuk ke dalam kamarnya merasa sangat kaget karena Rafa ternyata mempunyai pistol yang di sembunyikan di kamar mereka.


Shera melihat Rafa memgambil pistol tersebut dari sebuah laci rahasia di kamar mereka.


"Kak,kak Rafa mau ngapain Kak? aku mohon jangan lakukan ini Kak,aku mohon," pinta Shera pada Rafa dengan wajah takutnya sambil memegangi tangan Rafa.


Shera takut jika Rafa sampai menembak Reksa dan membunuhnya.


Shera tidak mau mempunyai suami seorang penjahat.


"Lepaskan tanganku,kamu lebih suka harga diriku di injak-injak oleh orang lain hah? kenapa kamu selalu membela laki-laki itu Shera? kenapa?" teriak Rafa pada Shera dengan tatapan tajamnya pada Shera yang sedang memegangi tangan Rafa agar Rafa tidak pergi untuk menemui Reksa.


"Kak,aku tidak membela dia,aku hanya tidak mau jika Kak Rafa menjadi orang jahat,aku takut Kak,aku sayang sama Kak Rafa," ucap Shera pada Rafa dengan wajah sedihnya.


"Lepaskan tanganku,aku akan membunuh Reksa sekarang juga," teriak Rafa pada Shera dengan kemarahannya sambil membawa pistol di tangannya.


Reksa pergi meninggalkan Shera dengan kemarahannya itu.


Meninggalkan Shera yang tengah memohon kepadanya agar Rafa tidak melakukan hal yang tidak di inginkan.


Shera berusaha untuk mengejar Rafa ke lantai bawah,tapi Rafa berlari dengan begitu cepat menaiki mobilnya meninggalkan Shera.


"Kak Rafa,aku mohon jangan lakukan hal yang jahat Kak,aku mohon Kak... Bagaimana ini? aku harus tahu alamat Reksa sekarang juga supaya aku bisa menghalangi niat kaka Rafa," batin Shera.


Shera pun menghubungi Lia pegawai di Showroomnya untuk meminta alamat Reksa,karena Lia punya alamat rumah Reksa.

__ADS_1


HAY SEMUANYA DUKUNG AKU TERUS YA DENGAN CARA LIKE COMMENT TIP RAT AND VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA KARENA VOTE AKU LAGI TURUN BANGET.


DUKUNGAN DARI KALIAN BISA BIKIN AKU SEMANGAT BUAT NULIS😊😊😊


__ADS_2