
Pukul 10 Siang di kediaman Keyla dan Arjuna.
Hari ini adalah hari kedua Keyla tanpa Juna di sampingnya.
Sejak tadi pagi Keyla mulai merasakan sakit di perutnya,namun Keyla belum memberitahu mama Dewi,karena sakitnya masih sedikit-sedikit.
Keyla berjalan-jalan di sekitaran ruang tv nya sambil memegang kedua pinggangnya merasakan sakit di perutnya.
"Keyla sayang,kamu kenapa kok seperti tengah merasakan sakit? tanya Mama Dewi yang sedang duduk di sofa kepada Keyla yang terlihat seperti tengah merasakan sakit.
"Perut Keyla sakit mah,tapi sakitnya sedikit-sedikit," ucap Keyla pada mama Dewi.
"Sayang,jangan-jangan kamu melahirkan,kita ke rumah sakit saja ya sayang," ajak mama Dewi kepada Keyla dengan wajahnya yang mulai panik.
Sejujurnya mama Dewi tidak berani jika harus menemani orang yang akan melahirkan,namun mama Dewi memberanikan diri untuk menjaga Keyla,karena Keyla adalah menantunya yang sudah seperti anak baginya.
"Ya sudah mah,kita ke rumah sakit saja sekarang,tapi kabarin mas Juna dulu mah,keyla ingin mas Juna mendampingi Keyla saat Keyla melahirkan," ucap Keyla pada mama Dewi dengan raut wajah sedihnya.
"Iya sayang,sebentar ya,mama akan menghubungi suami kamu dulu," ucap mama Dewi pada Keyla sambil memegang handphonenya.
Mama Dewi mencoba menghubungi Juna berulang kali,namun tidak ada jawaban dari Juna,begitupun dengan papa Dito,papa Dito pun tidak mengangkat telponnya.
"Gimana mah mas Juna? apa mas Juna mengangkat telponnya?" tanya Keyla pada mama Dewi.
"Sepertinya mas Juna sedang sibuk sayang,papa Dito juga tidak mengangkat telponnya,mereka mungkin sedang tidak memegang handphone," ucap mama Dewi pada Keyla.
Mama Dewi dapat melihat raut kesedihan dari Keyla ketika Juna belum mengangkat telpon mama Dewi,padahal Keyla begitu berharap Juna bisa segera pulang untuk mendapinginya melahirkan anak mereka.
"Ya sudah mah kalo mas Juna belum mengangkat telponnya,kita ke rumah sakit saja sekarang," ucap Keyla pada mama Dewi dengan perasaan sedih.
"Iya sayang,jangan sedih ya sayang,ada mama yang akan menemani kamu,kamu tunggu sebentar ya,mama dan bi Iyem akan mengambil tas-tas yang sudah kamu siapkan untuk keperluan kamu dan dedek bayi," ucap mama Dewi pada Keyla.
Mama Dewi meminta bi Iyem untuk membantunya menyiapkan segala keperluan Keyla dan calon anaknya,untuk di bawa ke rumah sakit.
"Bi,ayuk kita siapkan semuan keperluan untuk lahiran mantu saya,sepertinya mantu saya mau melahirkan," ucap mama Dewi pada bi Iyem.
"Iya bu,mari bu," jawab bi Iyem pada mama Dewi.
Setelah semua keperluan Keyla sudah siap,keyla dan mama Dewi berangkat ke rumah sakit menggunakan mobil mama Dewi yang di kemudikan oleh sopir Mama Dewi.
"Mah,perut Keyla sakit," ucap Keyla pada Mama Dewi,merasakan sakit di perutnya.
"Sabar ya sayang,sebentar lagi kita akan sampai ke rumah sakit," ucap Mama Dewi kepada Keyla sambil mama Dewi mengusap-ngusap perut Keyla.
Mama Dewi begitu kasihan pada Keyla dan tidak tega melihat Keyla kesakitan,apalagi ini pertama kali Keyla akan melahirkan.
__ADS_1
Mama Dewi pun dulu merasakan bagaimana sakitnya waktu melahirkan Juna sampai harus cesar,karena melahirkan Juna begitu sulit.
Perjalanan dari rumah keyla ke rumah sakit tempat Keyla akan melahirkan sekitar 30 menit.
Keyla dan mama Dewi akhirnya sudah sampai di rumah sakit.
Para perawat membawa Keyla ke dalam kamar VVIP untuk melakukan persalian Keyla nanti.
Mama Dewi selalu setia berada di sisi Keyla walaupun sebenarnya mama Dewi tidak berani mendekati orang yang akan melahirkan,tapi Demi Keyla mama Dewi memberanikan diri.
Dokter Cindy,dokter kandungan Keyla masuk ke ruang persalinan untuk memeriksa Keyla.
"Bagaimana dokter? anak saya sudah pembukaan berapa?" tanya mama Dewi kepada dokter Cindy,dokter kandungan keyla.
"Baru pembukaan satu bu,masih lama," ucap dokter kandungan Keyla pada mama Dewi.
Dokter menyarankan Keyla untuk berjalan-jalan di sekitaran ruangan agar pembukaan Keyla bertambah,sehingga Keyla bisa melahirkan dengan normal.
Keyla pun berjalan-jalan di sekitaran ruangannya agar Keyla bisa melahirkan dengan normal seperti keinginannya.
Sementara mama Dewi mencoba menghubungi Juna dan papa Dito lagi,namun belum juga di angkat oleh Juna dan papa Dito.
Dokter Cindy memeriksa Keyla kembali untuk dapat mengetahui pembukaan Keyla.
Keyla berjalan-jalan lagi di sekitaran ruangannya agar pembukaan bertambah lagi.
Sangat terlihat raut wajah Keyla yang sedang menahan rasa sakit di perutnya.
Mama Dewi tidak tega melihat Keyla kesakitan,namun keyla tetap kekeh ingin melahirkan normal.
"Sayang...kamu jangan lama-lama ya di dalam perut mamanya,cepat ke luar ya sayang," ucap Keyla pada bayi yang ada di dalam kandungannya sambil mengelus-elus perutnya.
"Tahan ya mama Keyla sayang,sebentar lagi dedek pasti ke luar,dedek juga udah enggak sabar ingin ketemu mama dan papa," ucap Mama Dewi pada Keyla sambil mama Dewi mengelus-ngelus perut Keyla,berusaha untuk menenangkan Keyla yang tengah merasakan sakit di perutnya.
"Mah,key ingin menelpon mama dan papa Keyla,key ingin meminta do'a dari mereka supaya Keyla melahirkannya lancar," ucap Keyla pada mama Dewi.
"Iya sayang," sahut mama Dewi pada Keyla.
Mama Dewi kemudian menelpon mama Anggita untuk memberitahu mama Anggita bahwa Keyla akan melahirkan.
Sambungan telepon pun sudah tersambung ke mama Anggita dan langsung diangkat oleh Mama Anggita.
"Hallo jeng Dewi,gimana kabarnya?" tanya Mama Anggita kepada Mama Dewi.
"Aku baik Jeng,jeng sepertinya Keyla akan melahirkan,Ini Keyla ingin berbicara dengan jeng Anggita," ucap mama Dewi kepada mama Anggita.
__ADS_1
"Oh iya jeng,mana Keylanya? tanya mama Anggita kepada Mama Dewi .
Kemudian Mama Dewi berikan handphonenya kepada Keyla agar Keyla berbicara dengan mamanya.
"Hallo Mah," sapa Keyla kepada Mama Anggita dengan suara lirih.
"Hallo sayang,kata mama Dewi kamu akan melahirkan ya sayang?" tanya mama Anggita kepada Keyla.
"Iya Mah,key sepertinya akan melahirkan,kata dokter key sudah pembukaan 3,key sudah 3 jam di rumah sakit,do'ain Keyla ya mah,supaya Keyla lahirannya lancar,maafin Keyla juga kalau Keyla punya banyak salah sama mama dan papa," ucap Keyla pada mamanya sambil meneteskan air matanya.
"Iya sayang,mama pasti do'ain kamu,semoga kamu lahirannya lancar ya sayang,semoga kamu dan anak kamu dalam keadaan sehat,mama yakin kamu kuat sayang,nanti mama akan pulang ke jakarta secepatnya," ucap mama Anggita pada Keyla dengan perasaan khawatirnya.
"Mama tidak perlu buru-buru pulang mah,yang penting mama do'ain Keyla terus,kalau mama masih banyak pekerjaan enggak apa-apa kok mah," ucap Keyla pada Mama Anggita sambil menahan rasa sakit di perutnya.
"Iya sayang,nanti kalau pekerjaan Mama sudah selesai Mama pasti akan pulang untuk menemui kamu dan cucu mama,kamu harus kuat ya sayang," ucap Mama Anggita pada Keyla.
Telepon pun terputus setelah Keyla dan mama Anggita selesai berbicara.
Keyla memberikan handphone mama Dewi kepada Mama Dewi.
"Makasih ya mah,keyla juga ingin minta maaf sama mama,karena Keyla pasti banyak salah sama mama Dewi dan papa Dito,keyla mohon do'a dari mama,supaya Keyla bisa melahiran dengan lancar," ucap Keyla pada mama Dewi sambil memeluk mama Dewi dan meneteskan air matanya.
"Iya sayang,mama akan selalu mendoakan kamu sayang,kamu itu udah seperti anak mama,mama sayang sama kamu,mama akan selalu doain kamu dan Juna," ucap mama Dewi pada Keyla.
Mama Dewi merekam video ketika Keyla sedang berjalan-jalan di sekitaran ruang bersalinnya.
Video itu akan mama Dewi Kirim kepada Juna, supaya juga bisa melihat perjuangan istrinya yang begitu besar untuk melahirkan anaknya.
Terlihat Keyla sedang menahan sakitnya sambil meneteskan air mata dan keringatnya ketika berjalan-jalan di sekitaran ruangannya.
Terdengar juga suara Keyla mengeluh sakit dan meminta Juna untuk segera pulang.
"Mah,mas Juna kok tidak mengangkat telpon mama,katanya mas Juna akan berada di dekat Keyla kalo Keyla melahirkan,keyla butuh mas Juna mah hiks hiks hiks," ucap Keyla pada mama Dewi sambil menangis sedih karena Juna tidak ada di sisinya.
"Sabar ya sayang,mas Juna pasti akan pulang," ucap mama Dewi pada Keyla,sambil mama Dewi merekam Keyla yang tengah merasakan sakit.
"Aduh sakit banget mah,sakit banget rasanya," ucap Keyla pada mama Dewi ketika Keyla merasakan kontraksi di perutnya dengan keringat yang bercucuran.
"Sayang,ayuk tiduran saja dulu ya di kasur," ajak mama Dewi pada Keyla.
Mama Dewi sudah mengirim video Keyla yang sedang kesakitan kepada Juna agar Juna bisa melihatnya.
DUKUNG AKU TERUS YA DENGAN CARA LIKE COMMENT VOTE TIP RAT AND FOLLOW.
TERIMAKASIH🥰🥰🥰
__ADS_1