MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
RASANYA HAMIL


__ADS_3

"Shera,aku tahu kamu tidak senang dengan pernikahan ini,aku harap kamu tidak bersikap egois pada anak kita,anak kita membutuhkan orang tuanya Shera," ucap Rafa pada Shera dengan manatap wajah Shera.


"Anak ini tidak membutuhkan papa yang breng**ek seperti kamu,anak ini tidak akan bangga terhadapmu," ucap Shera pada Rafa dengan tajamnya,membuat dada Rafa sakit saat mendengarnya.


"Shera,kamu benar-benar keterlaluan,kamu menilaiku dengan begitu buruk tanpa tahu aku seperti apa," ucap Rafa pada Shera marah.


"Hanya orang bodoh saja yang tidak bisa menilaimu,kamu jelas-jelas sering melakukan hal yang menjijikan dengan wanita lain termasuk dengan Nesya di apartemenmu itu,iya kan? waaahhh sepertinya aku harus siap-siap menyambut Nesya di apartemenmu atau jangan-jangan Nesya yang akan menyambutku sebagai istri simpananmu?" ucap Shera pada Rafa semakin menyakitkan hati Rafa.


Shera sudah salah paham tentang Nesya yang mengupload poto Rafa di apartemen Rafa.


Shera berpikir jika Rafa dan Nesya telah melakukan hal-hal yang kotor di apartemen Rafa.


Hal itulah yang membuat Shera semakin tidak menyukai Rafa.


"Aku dan Nesya tidak pernah melakukan hal kotor seperti yang kamu tuduhkan Shera,tapi jika kamu menginginkan aku untuk melakukannya,aku akan tunjukan di hadapanmu langsung supaya kamu puas dan semakin membenciku," ucap Rafa pada Shera dengan perasaan kecewanya karena Shera telah menuduhnya berbuat yang tidak-tidak dengan Nesya.


Rafa pun beranjak dari duduknya,lalu berjalan ke luar dari kamar Shera,meninggalkan Shera yang sudah menilainya dengan buruk.


"Hey,aku tidak akan menginjakan kakiku di apartemenmu yang kotor itu,camkan itu," teriak Shera pada Rafa saat Rafa berjalan ke luar dari dalam kamarnya.


"Dia pikir aku bodoh,bahkan nenek-nenek sekalipun bisa tahu dia seperti apa,aku hanya anak kecil yang polos,mungkin dia pikir aku bisa di bohongi ? tidak akan bisa ferguso," batin Shera ketika melihat Rafa pergi meninggalkan kamarnya dengan marah.


Rafa tidak menggubris ucapan tajam Shera padanya.


Rafa benar-benar marah pada Shera,lalu Rafa berjalan menuju lantai bawah,dimana kedua orang tuanya dan kedua orang tua Shera sedang berbincang-bincang bersama.


"Rafa... kamu tidak mengajak Shera turun ke bawah dengan kamu?" tanya mama Sherly pada Rafa.


"Tidak mah,rafa ada urusan dulu sebentar mah,rafa titip Shera ya,besok Rafa akan jemput Shèra untuk pindah ke apartemen Rafa," ucap Rafa pada mama Sherly.


Rafa merasa begitu marah pada Shera,namun Rafa tidak ingin orang tua Shera tahu akan hal itu.


"Rafa,kamu kan baru menikah,kenapa malah meniggalkan Shera nak?" tanya mama Keyla pada Rafa.


"Shera perlu istirahat mah,biarkan Shera tenang dulu,rafa ada urusan dengan rekan bisnis Rafa," ucap Rafa pada mamanya beralasan,padahal Rafa akan pulang ke apartemennya untuk mengistirahatkan tubuhnya.


"Baiklah Nak,kamu hati-hati ya," ucap mama Keyla dan mama Sherly pada Rafa.


Mama Sherly tahu persis jika Shera pasti sudah membuat Rafa marah dan ke luar dari dalam kamar Shera.


Rafa pun pulang ke apartemen miliknya untuk beristirahat,rafa di jemput oleh sopir kantornya.


Sesampainya di apartemen,rafa langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.

__ADS_1


"Shera,kenapa kamu begitu keras kepala,kamu menilaiku begitu buruk,tapi aku akan buktikan padamu jika aku adalah pangeran impianmu," batin Rafa sambil memejamkan matanya.


Rafa merasa tubuhnya begitu lelah setelah melangsungkan akad nikah dan setelah menghadapi sikap Shera yang jahat terhadapnya.


☆☆☆


Pagi harinya Rafa sudah bersiap-siap menjemput Shera ke rumahnya untuk membawa Shera ke apartemen miliknya.


Rafa membawa mobilnya dengan kecepatan yang tinggi agar segera bisa sampai di kediaman Shera.


Sesampainya di kediaman Shera,rafa langsung masuk ke dalam rumah Shera.


"Rafa,kamu mau jemput Shera ya Nak?" tanya mama Sherly pada Rafa.


"Iya mah,shera sudah bangun belum mah?" tanya Rafa pada mama Sherly.


"Shera belum bangun Nak,kamu lebih baik sarapan pagi dulu saja," ucap mama Sherly pada Rafa.


"Iya Rafa,kamu sarapan saja dulu," titah papa Kevin pada Rafa.


"Rafa sudah sarapan mah,pah," jawab Rafa pada mama Sherly dan papa Kevin.


"Ya sudah kalo begitu kamu naik naik ke atas saja ke kamar Shera," titah mama Sherly pada Rafa.


Rafa kemudian naik ke lantai atas menuju kamar Shera untuk membangunkan Shera yang masih tidur.


Rafa membuka pintu kamar Shera yang tidak di kunci,di lihatnya oleh Rafa,shera masih tertidur dengan nyenyak.


Rafa pun masuk ke dalam kamar Shera dan duduk di samping tempat tidur Shera untuk membangunkan Shera.


"Shera... ayo bangun," titah Rafa pada Shera,sambil memandang wajah cantik Shera ketika sedang tidur.


Shera membuka matanya,namun ketika Shera membuka matanya,perutnya twrasa begitu mual,dengan segera Shera lari ke dalam kamar mandinya untuk memuntahkan isi perutnya.


Hoooooeeeeekkkk.... Hoooooeeeeekkkkk...


Shera memuntahkan isi perutnya di wastafel kamar mandinya hingga perutnya terasa kosong.


Rafa langsung menghampiri Shera yang tengah mual muntah di dalam kamar mandi.


"Shera,kamu stiap pagi selalu muntah seperti ini?" tanya Rafa pada Shera sambil memijit tengkuk kepala Shera.


"Lepasin,jangan sentuh aku," ucap Shera pada Rafa,lalu Shera kembali berjalan ke tempat tidurnya dengan lemas.

__ADS_1


Rafa merasa kasihan melihat Shera muntah-muntah,namun Shera si keras kepala ini tidak bisa di kasihani olehnya.


Rafa pun duduk di samping tempat tidur Shera,memandang wajah Shera yang terlihat pucat dan lemas sambil Shera menyandarkan kepalanya di atas bantal.


"Shera,kamu ingin makan apa?" tanya Rafa pada Shera perhatian.


"Aku tidak mau makan," jawab Shera pada Rafa.


"Shera,kamu harus makan,kasihan janinnya," ucap Rafa pada Shera.


"Biarkan saja," sahut Shera ketus pada Rafa.


"Shera,aku tidak akan membiarkan anakku mati kelaparan,kamu harus makan Shera,kamu mau makan apa?" tanya Rafa kesal pada Shera,karena Shera sudah membuatnya kesal.


"Aku bilang aku tidak mau makan Rafa,lidahku sangat pahit,aku tidak berselera makan,makanan yang masuk akan ke luar lagi,apa kamu mengerti? semua ini gara-gara kamu,aku harus mengalami hal kaya gini,lebih baik kamu pergi dari sini hiks hiks hiks," Shera marah terhadap Rafa sambil meneteskan air matanya,karena Shera merasa sangat lelah terus-terusan mual muntah seperti ini.


Berat badannya pun jadi turun,karena Selama awal kehamilan ini Shera benar-benar tidak nafsu makan.


Rafa terdiam ketika melihat Shera menangis,sebelumnya Rafa sudah membaca buku-buku kehamilan.


Rafa tahu jika awal-awal kehamilan itu sangat berat,karena si ibu akan memgalami mual muntah biasanya,walapun tidak semua ibu mengalaminya.


"Shera,aku tahu kamu saat ini merasa lelah,tapi aku minta supaya kamu makan sedikit saja,agar anak kita bisa tumbuh dengan sehat," ucap Rafa pada Shera lembut,karena Rafa tahu perjuangan Shera melawan rasa mualnya itu sangat berat.


Shera hanya diam karena merasakan pusing di kepalanya,rasanya ia tidak sanggup untuk makan di pagi hari.


Tak lama mama Sherly masuk ke dalam kamar Shera membawakan Shera sarapan pagi yaitu roti dan susu.


"Rafa,shera kenapa?" tanya mama Sherly pada Rafa yang duduk di samping Shera,mama Sherly melihat Shera memejamkan matanya.


"Shera mual muntah mah,mama bawa sarapan untuk Shera ya?" tanya Rafa pada mama Sherly.


"Iya Nak,ini sarapan buat Shera,kamu suapin ya supaya Shera mau makan,kalo nanti kamu bawa Shera tinggal di apartemen kamu,kasih tau mama ya,mama dan papa hari ini mau ke showroom,biar nanti pulang dari Showroom mama dan papa mampir ke apartemen kamu," ucap mama Sherly pada Rafa


"Baik mah,mama dan papa hati-hati ya," ucap Rafa pada mama Sherly.


"Iya Nak,mama titip Shera ya," ucap mama Sherly pada Rafa.


Sementara Shera masih memejamkan matanya menahan rasa pusing di kepalanya.


Mama Sherly pun mencium kening Shera sebelum ke luar dari dalam kamar Shera.


Setelah itu mama Sherly pergi untuk bekerja.

__ADS_1


Meninggalkan Rafa dan Shera berdua di kamar Shera.


__ADS_2