
Mama Keyla tadi malam sudah menghubungi kedua orang tua Shera untuk memberitahu kedua orang tua Shera jika anaknya Rafa menginginkan pernikahannya dengan Shera di percepat.
Kedua orang Shera pun menyetujuinya,namun Shera sempat tidak setuju dengan keinginan Rafa yang ingin mempercepat pernikahannya tersebut,walaupun pada akhrinya Shera menurutinya.
☆☆☆
Hari ini pukul 12 siang
Rafa sudah berada di kediaman kedua orang tuanya.
Karena sore harinya Rafa akan menikah dengan Shera.
Rafa duduk di sofa ruang keluarganya bersama Azel adik perempuan satu-satunya.
"Kak Rafa serius mau menikah dengan Kak Shera?" tanya Azel pada Kakaknya dengan menyenderkan kepalanya pada bahu Rafa,lalu tangannya memegang tangan Kak Rafa manja.
"Iya Dek,kamu setuju tidak kalo Kakak menikah dengan Kak Shera?" tanya Kak Rafa pada Azel adiknya sambil mengelus-ngelus rambut Azel.
"Azel setuju banget Kak,kak Shera kan baik banget sama Azel,shera senang Kak Shera akan menjadi Kakak ipar Azel," ucap Azel pada Kak Rafa.
"Azel,kamu mau tidak membantu Kakak?" tanya Kak Rafa pada Azel sambil menengok ke wajah Azel.
"Bantu apa Kak? kalo Azel bisa pasti Azel bantu," ucap Azel pada Kak Rafa,menatap wajah kakaknya penasaran.
"Azel,kak Shera tidak menyukai Kakak,kamu kan sangat dekat dengan Kak Shera,kamu mau kan bujuk Kak Shera supaya Kak Shera tidak membenci Kakak?" pinta Kak Rafa pada Azel sambil tersenyum penuh harap.
"Kalo itu sih Kak Rafa tenang saja,nanti Azel akan bantu Kakak supaya Kak Shera menyukai Kakak,tapi harus ada syaratnya Kak hihihi," ucap Azel pada Rafa sambil tertawa kecil.
"Apa syaratnya? kamu sama Kakak sendiri kok pake syarat-syarat segala sih,coba sebutin apa syaratnya," ucap Kak Rafa pada Azel.
"Syaratnya adalah,kak Rafa harus ngebolehin Azel punya pacar hehehe," ucap Azel pada Rafa sambil tertawa malu.
"Tidak boleh,kamu masih kecil,baru juga 15 tahun kok mau pacaran,kamu harus sekolah dulu sampai kuliah,baru kamu boleh pacaran," ucap Rafa pada Azel.
"Iiikkkhhh Kak Rafa,kak Shera saja yang baru 17 tahun boleh menikah sama Kak Rafa,kak Shera kan masih sekolah juga Kak," ucap Azel pada Rafa sambil memanyunkan bibirnya.
Rafa terdiam,rafa takut jika Azel mengalami nasib yang sama seperti Shera.
Rafa merasa selalu bersalah jika membicarakan tentang Shera,shera seharusnya menikmati masa remajanya,namun Rafa malah merenggutnya.
"Azel,kamu sayang kan sama Kakak? Kakak ingin kamu menjadi orang yang sukses,kakak tidak mau kamu menikah muda sama seperti kak Shera,semua yang terjadi pada Kak Shera karena kesalahan Kakak,kakak harap kamu tidak mencontohnya ya Dek,kakak sayang sama kamu," ucap Rafa pada adik perempuannya.
"Iya Kak,azel mengerti,azel akan nurut deh apa kata mama,papa dan Kak Rafa,azel juga sayang sama Kaka Rafa," ucap Azel pada Rafa sambil memeluk Kakaknya tersebut.
Tak lama mama Keyla menghampiri Rafa dan Azel yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.
"Rafa,coba kamu lihat perhiasan-perhiasan ini,kira-kira Shera akan suka tidak?' tanya mama Keyla pada Rafa sambil memperlihatkan perhiasan mewah dan malah untuk di berikannya pada Shera nanti.
"Waaahhhh,bagus sekali mah perhiasaanya,azel juga pengen deh di kasih kaya gini sama calon mertua Azel nanti hihihi," ucap azel pada mamanya.
"Hussssss...... kamu masih kecil tidak boleh bicara tentang pernikahan," ucap mama Keyla pada Azel sambil mengerutkan wajahnya.
"Perhiasannya bagus kok mah,siapkan lebih banyak mah perhiasannya,semuanya harus yang bagus," pinta Rafa pada mamanya
"Iya Nak,mama sudah menyiapkan semuanya untuk Shera," ucap mama Keyla pada Rafa.
__ADS_1
Mama Keyla pun meninggalkan Rafa dan Azel di ruang keluarga mereka.
"Kak Rafa,kak Rafa sebentar lagi akan punya anak ya?" tanya Azel pada Kak Rafa sambil menatap wajah Kakaknya tersebut.
"Iya Dek,kamu akan punya keponakan,kamu seneng tidak?" tanya Kak Rafa pada Azel.
"Azel jelas senang dong kak,azel udah enggak sabar deh pengen mgeliat anak Kak Rafa,pasti anak Kak Rafa dan Kak Shera lucu dan gemesin banget,duh rasanya Azel pengen uwek-uwel bayinya Kak Shera hehehe," ucap Azel pada Kak Rafa.
"Bayi itu bayinya Kakak juga dong Zel,kamu siap tidak di jadikan nomor 2 sama papa dan mama?nanti kamu enggak di sayang lagi sama papa dan mama kalo anaknya Kak Rafa udah lahir," ucap Rafa pada adiknya sambil tersenyum lucu.
"Ya enggak apa-apa dong,yang penting nanti Azel bobonya sama dekek bayi yang lucu,dedek bayinya tinggal di rumah ini saja,biar Kak Rafa dan Kak Shera bikin Dedek lagi hihihi " ucap Azel pada Kak Rafa sambil tertawa geli.
"Kamu tuh ya ngeselin bangeeetttt,ya sudah,kamu mandi gih dandan yang cantik,kakak juga mau mandi dan ganti baju,sebentar lagi kita akan pergi ke rumah Kak Shera" ucap Rafa pada Azel,lalu Rafa naik ke lantai atas menuju kamarnya yang berada di rumah mama Keyla untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya.
☆☆☆
Sore harinya keluarga Rafa sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah Shera.
Sore ini Rafa dan Shera akan resmi menikah.
Rafa sudah memakai setelan Jas berwarna biru langit yang keren,sehingga membuat karisma Rafa semakin terlihat gagah dan tampan.
Rafa merasa gugup dan cemas karena akan mengucapkan Ijab qabul di hadapan penghulu.
Rencananya ketika nanti anak Rafa dan Shera lahir,rafa ingin ijab qabul lagi dan mengadakan resepsi pernikahan yang mewah dengan Shera,namun Rafa juga masih ragu apakah Shera mau menikah lagi dengannya atau tidak.
Rafa,papa Juna,mama Keyla dan Azel pun langsung menaiki mobil alphard milik mama Keyla yang harganya 1,5M.
"Sayang,kamu terlihat begitu gugup," ucap mama Keyla pada Rafa.
"Itu wajar Nak,tapi kamu nanti harus 1x saja mengucap ijab qabulnya," ucap mama Keyla pada Rafa.
"Rafa,kalo kamu niat tulus ingin menikahi Shera,kamu harus yakin bisa mengucapkan Ijab qabul 1x hentakan," ucap papa Juna pada Rafa.
"Iya pah,rafa yakin Rafa bisa," jawab Rafa pada papanya.
"Senyum dong Kak,jangan tegang," ucap Azel pada Kak Rafa sambil tersenyum manis menggoda Kakaknya yang tampan tersebut.
"Iya bawel," jawab Rafa pada adiknya sambil mencubit pipi adiknya,.
"Adududu sakit dong Kak pipi Azelnya kalo di cubit terus," ucap Azel pada Rafa sambil cemberut.
"Iya maaf maaf... jangan ngambek ya adik Kakak yang paling cantik," rayu Rafa pada Azel sambil mengelus-ngelus rambut Azel.
Rafa dan kedua orang tuanya serta Azel sudah sampai di kediaman Shera.
Kedua orang tua Shera menyambut hangat kedatangan Rafa dan kedua orang tua Rafa serta adik Rafa.
"Selamat datang di rumahku Key,mas Juna,rafa,azel," sambut mama Sherly dan papa Kevin pada Rafa dan kedua orang tua Rafa serta adik Rafa.
"Terimakasih Sher,udah kaya sama siapa saja hihihi," ucap mama Keyla pada Sherly.
"Kamu kan akan jadi besanku Key,mari masuk" ucap mama Sherly pada mama Keyla sambil tersenyum dsn mengajak
Rafa dan kedua orang tuanya serta Azel adiknya sudah berada di dalam rumah Shera.
__ADS_1
Bapak penghulu juga sudah berada di kediaman kedua orang tua Shera untuk menikahkan Rafa dan Shera.
Sementara Shera berada di dalam kamarnya,
shera menangis meraung-raung karena dirinya akan di nikahkan dengan Rafa oleh kedua orang tuanya.
Sekeras apapun Shera menolak,tetap saja Shera tidak akan bisa melawan kedua orang tuanya,karema Shera begitu menyayangi kedua orang tuanya.
"Kenapa aku harus menikah dengan laki-laki breng**k itu,aku tidak mencintainya,aku benci dia,dia jelas-jelas sudah berduaan di apartemennya bersama Nesya,ntah apa yang mereka lakukan di apartemen itu,ntah akan ada berita buruk apa nanti jika Nesya mengalami hal serupa sepertiku,sepertinya dia akan menikahi 2 wanita sekaligus,hebat sekali laki-laki breng**k itu," batin Shera merasa begitu membenci Rafa.
Ijab qabul pun di mulai,dengan lantang dan jelas Rafa mengucapkan Ijab qabulnya di hadapan penghulu dan para saksi-saksi pernikahan.
"Bagaimana para saksi?" tanya bapak penghulu pada para saksi pernikahan.
"Sah.. Sah... Sah... Alhamdulillah"
Bapak penghulu,para saksi,kedua orang tua Rafa dan kedua orang tua Shera mengucap Syukur atas kelancaran Rafa mengucap Ijab qabul.
Rafa begitu lega karena dirinya kini sudah menjadi suami Shera dan Shera sudah menjadi istrinya.
Rafa mencium tangan kedua orang tuanya dan kedua orang tua Shera,rafa juga memohon Do'a dari mereka.
"Pah,mah maafkan Rafa jika Rafa sudah membuat papa dan mama kecewa," ucap Rafa pada kedua orang tuanya sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
"Papa dan mama sudah memaafkan kamu Rafa,kamu sekarang sudah memiliki tanggung jawab yang lebih besar yaitu menjaga istri dan calon anak kamu,papa dan mama berharap agar kamu bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk Shera dan anak kalian," ucap kedua orang tua Rafa pada Rafa.
Kedua orang tua Shers pun sudah memaafkan Rafa,mereka percaya jika Rafa bisa menjaga anak mereka.
Mama Sherly mengantar Rafa ke lantai atas menuju kamar Shera bersama mama Keyla dan Azel untuk menemui Shera yang berada di dalam kamarnya.
Sebelum Rafa masuk ke dalam kamar Shera,rafa mendengar suara tangisan Shera di dalam kamarnya dengan jelas.
Rafa yakin Shera merasa sedih telah menikah dengannya.
Mereka pun masuk ke dalam kamar Shera,di lihatnya oleh Rafa,shera tengah menangis sesegukan karena menyesali pernikahannya dengan Rafa.
"Shera...ini ada Kak Rafa,mama Keyla dan Azel sayang,kamu jangan menangis terus dong sayang,sekarang Kak Rafa sudah menjadi suami kamu,ayo cium tangan tangan Kak Rafa sayang," titah mama Sherly pada Shera yang sedang menangis karena merasa begitu sedih dengan memakai dress simple berwarna putih yang menampilkan kecantikannya.
Rafa mengakui jika Shera benar-benar sangat cantik walaupun tanpa make up.
Rafa pun mendekati Shera yang tengah menangis di atas tempat tidurnya.
Shera menatap tajam wajah Rafa dengan penuh kebencian ketika Rafa duduk di dekatnya,bagi Shera,rafa adalah laki-laki paling jahat.
Rafa tahu betul jika Shera saat ini begitu membencinya,namun Rafa tidak memperdulikan itu,rafa yakin suatu saat Shera akan mencintainya.
Shera mencium tangan Rafa karena Shera masih menghargai mama Keyla yang selama ini sudah Shera anggap sebagai mamanya.
Rafa pun mencium kening Shera lembut,dengan perasaan bahagianya,tanpa perduli dengan perasaan Shera saat ini.
"Kak Shera,selamat ya,sekarang Kak Shera sudah menjadi Kakak aku," ucap Azel pada Shera sambil tersenyum memeluk Shera.
"Makasih ya Azel," sahut Shera pada Azel lirih dengan air mata yang terus menetes di pipinya.
Mama Sherly,mama Keyla dan Azel membiarkan Rafa berdua dengan Shera,agar Rafa dan Shera saling bicara.
__ADS_1