MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
NIAT BURUK REKSA


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Sayang,kamu tidak apa-apa kan kalo aku tinggal sebentar untuk bertemu dengan Reksa di restaurant?" tanya Rafa pada Shera ketika Shera sedang berdandan.


"Tidak apa-apa kok kak,kak Rafa antar Shera saja dulu ke rumah Oma Anggita,nanti kalo Kak Rafa sudah selesai dengan urusan Kak Rafa bersama Kak Reksa,kamu bisa datang ke rumah Oma Anggita dan Opa Aditya,kita kan sudah janji akan menginap di rumah mereka," ucap Shera pada Rafa sambil tersenyum cantik.


"Iya sayang,ngomong-ngomong kamu kenapa cantik sekali sih sayang? aku kan jadi makin cinta sama kamu,jadi pengen di cium deh sama kamu," pinta Rafa pada Shera sambil memuji Shera ketika Rafa melihat wajah cantik Shera setelah selesai berdandan.


"Gombal ya? sayangnya aku tidak akan memberikanmu ciuman," ucap Shera pada Rafa dengan tersenyum jahil.


"Yaaaahhh... malang sekali nasibku,istriku sendiri tidak mau menciumku,padahal aku hanya minta 1x saja walaupun aku menginginkannya ribuan x," ucap Rafa pada Shera dengan wajah memelasnya


"Duuuhhh kaciiaaannn sekali sayangnya aku... sini aku cium,biar suami aku semangat menjalani hari,uuuucchhh tayangnya aku ini hihi," ucap Shera pada Rafa sambil tersenyum lucu melihat Rafa tengah memelas kepadanya.


Shera pun menciun bibir Rafa dengan lembut dan penuh kasih sayang,sambil tangannya bergelayut di pundak Rafa,sedangkan Rafa memegang pinggang Shera yang seksi sambil menikmati ciuman yang di berikan Shera untuknya.


Setelah Shera selesai berciuman dengan Rafa,shera pun melepaskan gelayutan tangannya di pundak Rafa.


"Ayuk kita berangkat sekarang ke rumah Oma," ajak Shera pada Rafa.


"Oke Tuan Puteri," sahut Rafa pada Shera sambil tersenyum tampan.


Rafa merasa senang setelah mendapatkan ciuman lembut dari bibir seksi Shera.


Rafa dan Shera pun pergi ke rumah Oma Anggita dan Opa Aditya untuk mengantarkan Shera.


Karena rencananya Rafa dan Shera akan menginap di rumah Oma Anggita dan Opa Aditya.


Namun setelah Rafa mengantarkan Shera ke rumah Oma Anggita dan Opa Aditya,rafa akan menemui Reksa dulu,karena Reksa mengajaknya untuk bertemu.


Rafa dan Shera pun sudah sampai di kediaman Oma Anggita dan Opa Aditya.


Ting nong.. Ting nong...


Rafa menekan bel pintu rumah Oma Anggita dan Opa Aditya.


Tak lama pintu pun pun di buka oleh Oma Anggita.


"Rafaaa.. Sheraaa.. akhirnya kalian datang lagi ke rumah Oma,kalian mau menginap di rumah Oma dan Opa kan?" tanya Oma Anggita pada Rafa dan Shera.


"Iya Oma,rafa dan Shera akan menginap di rumah Oma dan Opa,tapi Rafa ada urusan dulu sebentar di luar,rafa mau bertemu dengan Reksa teman Rafa,tapi shera tidak ikut dengan Rafa,karena ini urusan bisnis,shera akan Rafa tinggal di rumah Oma," ucap Rafa pada Oma Anggita.


"Oh begitu,ya sudah kamu hati-hati ya sayang,biar Oma yang akan menjaga Shera,kamu tidak perlu khawatir," ucap Oma Anggita pada Rafa.


"Makasih ya Oma,kalo begitu Rafa pergi dulu ya Oma.. Shera Sayang,kamu baik-baik ya sama Oma,aku enggak lama kok ke luarnya cuma sebentar,kalo ada apa-apa langsung hubungi aku ya," ucap Rafa pada Shera.

__ADS_1


Rafa pun mengelus-ngelus rambut Shera dan mencium kening Shera sebelum pergi untuk bertemu dengan Reksa.


"Iya Kak,hati-hati ya,sampai jumpa kembali suamiku sayang," ucap Shera mesra pada Rafa.


"Sampai jumpa juga sayang,daaahh," pamit Rafa pada Shera sambil melambaikan tangannya.


Rafa pun pergi dari kediaman Oma Anggita untuk menemui Reksa di restaurant milik kedua orang tua Reksa.


"Ayuk kita masuk ke dalam sayang," ajak Oma Anggita pada Shera.


"Baik Oma ,oya Oma,opa kemana?" tanya Shera pada Oma Anggita.


"Opa sedang ke kantor sayang,kamu sudah makan siang atau belum?" tanya Oma Anggita pada Shera.


"Belum Oma,nanti Shera nunggu Kak Rafa saja membeli makanan," jawab Shera pada Oma Naggita.


"Ya ampun Shera,kamu anggap Oma ini siapa sih sayang? kenapa harus nunggu Kak Rafa membelikan makanan,di rumah Oma saja banyak makanan,kita makan siang bareng yuk," ajak Oma Anggita pada Shera.


"Baik Oma hihihi," sahut Shera pada Oma Anggita.


Shera pun makan siang bersama Oma Anggita dengan penuh canda dan tawa.


Sementara itu Rafa sudah berada di restaurant milik kedua orang tua Reksa.


Kedua orang tua Reksa rupanya memiliki restaurant mewah di London.


"Perusahaan gue baik-baik saja,kenapa memangnya?" tanya Rafa pada Reksa.


"Tidak apa-apa,jika luh membutuhkan bantuan apapun itu,katakan saja sama gue,gue pasti akan bantu luh," ucap Reksa pada Rafa.


Rafa merasa ada yang aneh dengan Reksa,kenapa Reksa tiba-tiba saja menawarkan bantuan kepada Rafa.


"Ada niatan apa dia sebenarnya? kenapa Reksa sangat aneh sekali menawarkan bantuan terhadap perusahaan gue?" batin Rafa ketika mendengar ucapan Reksa.


"Rafa,apakah gue bisa menanam saham di perusahaan luh?" tanya Reksa pada Rafa dengan wajah datarnya.


"Tidak bisa,perusahaan gue masih aman-aman saja dan tidak membutuhkan saham dari manapun,ada apa sebenarnya dengan luh? kenapa gue seperti tengah mencium niatan yang tidak baik dari luh?" tanya Rafa pada Reksa dengan penuh pertanyaan di kepalanya.


"Hey.. kenapa luh berburuk sangka seperti ini terhadap gue? ya,gue tahu luh sangat kaya Raya,luh tidak mungkin membutuhkan saham dari gue,hanya saja siapa yang akan tahu nasib perusahaan luh kedepannya? sementara luh memiliki istri yang sangat cantik yang harus luh Nafkahi," ucap Reksa pada Rafa dengan beraninya memuji Shera di hadapan Rafa.


Reksa seolah ingin membalaskan dendamnya pada Rafa dengan menghancurkan rumah tangga Rafa,tapi ini bukan hanya sekedar dendam saja,melainkan Reksa benar-benar menyukai Shera.


Menurut Reksa,shera adalah wanita idamannya.


Dengan begitu,reksa akan berusaha untuk mendapatkan Shera dari tangan Rafa.

__ADS_1


Rafa semakin curiga dengan keinginan Reksa untuk menanam saham di perusahaanya setelah mendengar ucapan Reksa yang membawa-bawa nama Shera istrinya.


Reksa rupanya sedang mencoba untuk menghancurkan perusahaan Rafa jika Reksa nanti tidak bisa mendapatkan Shera.


"Apa maksud ucapan luh? gue sanggup menafkahi istri gue,bahkan gue bisa nafkahin istri gue lebih dari cukup,jadi ini tujuan luh sebenarnya ngajak gue ketemu? gue sudah menduganya Reksa,gue enggak bodoh untuk melihat tujuan luh itu,luh suka kan sama istri gue?" teriak Rafa pada Reksa dengan wajah emosinya serta rahangnya yang mulai mengeras.


"Santai dulu dong bro,kenapa luh jadi curang seperti ini? Luh dulu pernah ngerebut Sonia dari gue sampai-sampai Sonia membenci gue dan mutusin gue di saat gue sedang sayang banget sama Sonia,tapi kenapa luh sekarang malah enggak mau kalo gue ngerebut Shera dari luh di saat luh lagi sayang-sayangnya sama istri cantik luh itu? hahaha," ucap Reksa pada Rafa sambil tertawa meledek.


"Kurang ajar luh BUG... BUG... BUG...," rafa memukul wajah Reksa dengan kepalan tangannya yang keras hingga membuat Reksa tersungkur ke lantai dan mengeluarkan darah di sudut bibirnya.


Reksa dengan tanpa dosanya tersenyum sinis melihat Rafa memukul wajahnya.


"Gue enggak pernah ngerebut Sonia dari luh,luh salah faham sama gue,sonia datang ke apartemen gue hanya untuk meminta bantuan sama gue karena kedua orang tuanya punya banyak hutang,ngerti luh?" ucap Rafa pada Reksa sambil menunjuk-nunjuk wajah Reksa yang tersungkur di lantai.


"Hahahaha... Luh pikir gue percaya hah? gue pacarnya Sonia!!! kenapa Sonia enggak minta tolong ke gue? kenapa Sonia malah minta tolong sama luh yang jelas-jelas luh bukan siapa-siapanya Sonia.. Luh pasti udah buat Sonia jatuh hati sama luh,iya kan? dan sekarang,gue ingin mengatakan sejujurnya sama luh kalo gue menginginkan Shera bukan hanya sekedar dendam melainkan gue benar-benar suka sama Shera,gue akan buat Shera jatuh ke pelukan gue,gue bisa hancurin perusahaan luh jika luh masih mempertahankan Shera," teriak Reksa pada Rafa dengan tatapan tajamnya.


"Luh benar-benar laki-laki breng**k... BUG.. BUG.. BUG..." teriak Rafa pada Reksa dengan kemarahannya memukul wajah Reksa habis-habisan.


Para pelayan di restauran milik kedua orang tua Reksa langsung datang dan menahan tubuh Rafa agar Rafa tidak memukul Reksa lagi.


Untung saja restaurant milik kedua orang tua Reksa belum buka,hanya ada Rafa dan Reksa di restaurant milik kedua orang tua Reksa tersebut,sehingga tidak adsma orang yang melihat Rafa memukul Reksa kecuali para pegawai di restaurant.


"Gue peringatin sekali lagi!!! jangan pernah luh berharap bisa dapetin Shera istri gue,karena gue enggak akan biarkan siapapun merebut Shera dari tangan gue,gue bisa bunuh luh jika sampai hal itu terjadi,camkan kata-kata gue," ucap Rafa pada Reksa dengan tangannya yang masih di pegangi oleh pegawai di restaurant milik kedua orang tua Reksa.


Reksa kemudian bangun dari lantai,lalu berdiri menatap tajam pada wajah Rafa.


"Sebaiknya luh ikhlasin saja Shera buat gue sebelum perusahaan luh hancur di tangan gue," ucap Reksa pada Rafa dengan menepuk-nepuk wajah Rafa.


"Lepaskan dia," titah Reksa kepada para pegawai di restaurant kedua orang tua Reksa..


Para pegawai di restaurant pun melepaskan kedua tangan Rafa yang di pegangi oleh mereka agar Rafa tidak memukul Reksa kembali.


"Gue akan bunuh luh jika luh sampai merebut istri gue,gue enggak akan takut buat bunuh orang kaya luh,dasar breng**k," ancam Rafa pada Reksa sambil menunjuk wajah Reksa dengan jari telunjuknya.


Lalu Rafa pergi dari restaurant milik kedua orang tua Reksa tersebut.


Rafa pergi menuju rumah Oma Anggita dan Opa Aditya dengan kemarahan di hatinya.


"Aaaaahhhhhhh.... dasar breng**k luh Reksa,luh mau nyari mati sama gue,gue pikir luh akan percaya dengan ucapan gue,tapi luh malah mau ngerebut istri gue dari tangan gue,luh benar-benar kurang ajar Reksa...." teriak Rafa dengan kemarahannya pada Reksa ketika Rafa sedang mengendarai mobilnya menuju rumah Oma Anggita dan Opa Aditya.


Rafa benar-benar merasa sangat marah pada Reksa,wajahnya menjadi bringas ketika mendengar Reksa ingin merebut Shera darinya.


Rafa tidak habis pikir dengan Reksa,namun Rafa sudah menduga sebelumnya.


Rafa sudah dapat melihat sejak tadi malam jika pandangan Reksa dan pujian-pujian Reksa pada Shera seperti pujian-pujian seorang laki-laki yang menyukai seorang wanita.

__ADS_1


AUTHOR SEDIH BANGET VOTE RANGKINNYA TURUN DRASTIS.


KIRA-KIRA CERITA INI LANJUT ATAU TIDAK YA😔😔😔


__ADS_2