
Keyla berjalan menuju Caffe milik Brian,temannya Juna.
Keyla mencari-cari Caffe Brian lalu tersenyum setelah melihat Caffe Brian berada tidak jauh dari pandangan Keyla.
Keyla pun berjalan masuk ke dalam Caffe Brian lalu matanya mencari-cari keberadaan suaminya Juna.
Caffe milik Brian cukup luas sehingga Keyla harus mencari-cari keberadaan suaminya di setiap meja.
"Mas Juna di sebelah mana ya," batin Keyla.
Tak lama Keyla melihat Juna dari jarak yang lumayan tidak begitu jauh.
Namun langkah Keyla terhenti ketika melihat meja yang Juna tempati begitu rame,di meja tersebut ada Juna dan teman-temannya serta ada wanita-wanita cantik yang duduk di meja Juna.
Keyla ragu untuk mendekat menghampiri Juna,namun batin Keyla meminta Keyla untuk menghampiri suaminya.
Keyla melihat Juna duduk di samping seorang wanita,namun Keyla tidak dapat melihat siapa wanita itu,karena Juna dan Sisil duduk membelakangi Keyla.
"Siapa wanita yang duduk di samping mas Juna itu,kenapa perasaanku jadi tidak enak begini," batin Keyla.
Keyla pun melangkah semakin dekat dengan meja Juna.
Suara-suara teman-teman Juna sangat terdengar dengan jelas di telinga Keyla karena jarak Keyla dan meja Juna sudah dekat.
"Bro,lu gimana sih? luh sendiri kemarin yang bilang kalo luh gak akan pernah mencitai Keyla,mending luh balikan lagi aja sama Sisil," ucap Brian pada Juna.
Namun Juna tidak menjawab ucapan Brian,juna malah memainkan handphonenya sambil meminum kopi.
"Mas Brian benar,kenapa gak balikan saja pada Sisil,bukannya mas Juna tidak suka menikah dengan anak kecil yang manja," ucap Angel yang tak lain adalah kekasih Brian dan juga sahabatnya Sisil,memanas-manasi Juna.
DEG.... DEG....DEG....
Jantung Keyla bergetar mendengar Brian dan kekasihnya berbicara seperti itu pada Juna,rasanya Keyla ingin pingsan mendengar ucapan mereka yang begitu menyakitkan.
Mereka tidak menyadari jika Keyla ada di belakang Juna.
"Luh katanya mau ngasih Keyla ke Gio,jangan-jangan luh sekarang malah kemakan sama omongan luh sendiri lagi,hahahaha" ucap Rico tertawa bersama teman-temannya.
"Berisik luh semua," sahut Juna pada teman-temannya..
Juna mengakui dalam hatinya kalo Juna sudah kemakan dengan ucapannya sendiri,awalnya Juna tidak menyukai Keyla yang masih anak kecil dan manja baginya,tapi sekarang Juna malah sangat mencintai Keyla,namun Juna masih gengsi untuk mengakuinya di hadapan teman-temannya.
Sementara Keyla sudah tidak dapat lagi membendung air matanya mendengar ucapan-ucapan yang menyakitkan yang ke luar dari mulut teman-teman juna.
Semakin sakit lagi melihat Juna hanya diam saja ketika teman-temannya membicarakan keyla.
__ADS_1
"Mas Juna,ternyata mas juna tidak pernah mencintai aku,ternyata selama ini mas Juna hanya berpura-pura baik dan berpura-pura mencintai aku,tapi di belakang aku mas Juna masih suka ketemu dengan mantan pacarnya,rasanya begitu sakit mas," batin Keyla,sambil menangis memegang perutnya yang tiba-tiba terasa begitu sakit.
Tubuh Keyla bergetar tanpa kendali,dadanya semakin sesak,tangisannya pun begitu pedih melihat Juna duduk bersama mantannya dan juga mendengar ucapan-ucapan teman-teman Juna.
Tidak lama,brian melihat ke arah belakang Juna dan melihat Keyla dengan sangat kagetnya.
Brian sampai membulatkan matanya melihat Keyla istrinya Juna yang ternyata berdiri tidak jauh dari belakang Juna.
Juna dan teman-temannya yang lain heran melihat Brian membulatkan matanya ke arah belakang tempat duduk Juna.
Lalu Juna dan teman-temannya pun menengok berbarengan ke arah belakangnya Juna mengikuti arah mata Brian yang seperti menatap seseorang tanpa berkedip.
JRENG.... JRENG... JRENG....
Alangkah kagetnya Juna dan teman-temannya melihat seseorang yang berada di belakang punggungnya Juna tak lain adalah Keyla istrinya Juna.
Juna melihat Keyla berdiri di belakangnya dengan wajah Keyla yang sudah berurai air mata,sangat terlihat jelas raut wajah kekecewaan pada wajah Keyla.
"Keyla,apa Keyla mendengar semuanya," batin Juna tidak karuan melihat istrinya berurai air mata sambil memegang perutnya.
Juna pun langsung berdiri dan menghampiri keyla yang menatapnya dengan tatapan kecewa dan sedih.
"Keyla sayang,kamu kok ke sini? kenapa tidak menelpon mas buat jemput kamu di mall?" tanya Juna pada Keyla dengan perasaan khawatir melihat wajah Keyla begitu pucat dengan air mata yang mengalir di pipi Keyla.
Begitupun teman-teman Juna,terlihat sangat kaget dan bingung melihat Keyla menangis,mereka sudah mengerti bahwa Keyla pasti mendengar ucapan mereka,namun mereka hanya bisa diam tidak dapat berbuat apa-apa melihat Keyla.
Keyla terus saja memegang perutnya,hanya diam tidak menjawab pertanyaan Juna,hatinya hancur sampai-sampai lidahnya terasa kelu.
Juna semakin khawatir melihat Keyla hanya terdiam lemas tanpa bicara,juna tau Keyla pasti sudah mendengar pembicaraan teman-temannya tadi yang mengatakan bahwa Juna tidak mencintai Keyla.
"Awwwww......" Keyla memegang perutnya yang terasa sakit sambil menangis.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Juna pada Keyla dengan perasaan khawatir.
"Jangan sentuh aku....jangan sentuh perutku..."
keyla berteriak pada Juna sambil terus menitikan air matanya dengan menatap tajam mata Juna.
Para pengunjung di Caffe Brian melihat ke arah Keyla dan Juna,mereka berbisik-bisik dengan pikiran mereka masing-masing ketika melihat adegan gratis di hadapan mereka.
"Key,kamu kesakitan sayang,kita ke rumah sakit saja ya," ucap juna pada Keyla berusaha memegang tubuh Keyla namun Keyla menghindar darinya.
"Aku sudah bilang,jangan sentuh aku...." Keyla berteriak sambil merasakan sakit di perutnya.
"Key mas bisa jelasin semuanya sayang,ini gak seperti yang kamu dengar,";ucap Juna pada Keyla,namun Keyla tidak mau mendengarnya.
__ADS_1
"Saaaakiiiittttttt..... huuuuuaaaaaaa," tangisan Keyla terdengar begitu menyayat hati,merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya sambil berjongkok,membuat Juna khawatir.
"Kita ke rumah sakit ya sayang," ajak Juna pada Keyla membujuk Keyla agar mau di bawa ke rumah sakit karena Juna melihat Keyla kesakitan sambil memegang perutnya.
"Jangan sentuuuhhhh akuuuu massss,jangan sentuuuhhh akuuuu....kamuuu jahaaattt.... hiks hiks hiks" suara Keyla terdengar gemetar sambil terus menangis.
Keyla begitu kecewa pada suaminya,sehingga Keyla tidak ingin di sentuh walau sedikit pun oleh Juna.
"Key,kamu ke luar darah sayang," juna melihat darah segar mengalir di paha Keyla,sehingga membuat Juna panik.
Keyla pun panik dan takut melihat darah yang ke luar dari rahimnya,keyla takut terjadi apa-apa pada janinnya.
"Aaaaaaaakkkkkkhhhhh.... saaakiittttt,mamaaaa tolong Keyla," jerit Keyla merasa kesakitan pada perutnya memangil mamanya,lalu terduduk lemas di lantai dengan keringat yang bercucuran di wajah Keyla.
"Sayang kita kerumah sakit sekarang juga," ucap Juna pada Keyla sambil mengangkat tubuh Keyla ke pangkuannya untuk menggendong Keyla.
Juna begitu sedih melihat Keyla tidak ingin di sentuh olehnya bahkan Keyla memanggil mamanya untuk dapat menolongnya,bukan memanggil Juna yang jelas-jelas berada di hadapannya.
Gio sepupu Juna dan Titan teman Juna memberanikan diri menghampiri Juna dan Keyla karena melihat darah ke luar dari perut Keyla,mereka menduga Keyla tengah hamil dan mereka takut keyla kenapa-kenapa.
"Jun,cepat bawa istri luh ke rumah sakit,gue dan Titan akan siapin mobilnya," ucap Gio pada Juna lalu berlari mengambil mobil di parkiran bersama Titan untuk membawa Keyla ke rumah sakit.
Sementara Brian dan yang lainnya juga terlihat panik dan khawatir melihat Keyla kesakitan dan mengalami pendarahan,mereka semua tidak tahu jika Keyla tengah hamil,karena Juna pun tidak memberitahu mereka.
"Puasssss luh semua ngeliat istri gue kesakitan kaya gini," ucap Juna menatap tajam pada Brian dan yang lainnya,merasa begitu sedih melihat istrinya lemah tak berdaya.
Keyla mulai tak sadarkan diri,juna pun langsung menggendong Keyla berlari menuju mobil yang telah di siapkan oleh Gio dan titan menuju rumah sakit.
Mereka sudah berada di dalam mobil Gio,gio menyetir mobilnya dan Titan duduk di kursi sebelahnya.
Sementara Juna duduk di kursi belakang sambil memangku Keyla yang sudah tak sadarkan diri akibat menahan rasa sakit di perutnya.
Juna begitu takut melihat keyla tak sadarkan diri dengan wajah Keyla yang pucat dan tubuhnya yang terasa dingin serta keringat yang bercucuran di tubuh Keyla.
"Key,sayang,bangun sayang,kamu harus kuat sayang,kamu harus bertahan key," juna mencoba membangunkan Keyla dengan menepuk-nepuk pipi keyla.
Juna merasa begitu sakit melihat Keyla kesakitan.
Juna menangis karena takut kehilangan Keyla.
Pikirannya sudah tidak karuan,terbayang hal-hal yang tidak di inginkannya
"Key,banguuun key... jangan bikin mas takut sayang,jangan tinggalin mas key,mas minta maaf sayang,ayok bangun sayang," ucap Juna lirih pada Keyla sambil menangis memeluk tubuh Keylam
Gio dan Titan bisa merasakan apa yang juna rasakan saat ini.
__ADS_1
Mereka berdua menyadari Jika Juna sudah mencintai Keyla.
Mereka merasa bersalah karena tadi mereka mentertawakan Juna.