MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
RINDU


__ADS_3

Keesokan harinya


Shera sudah di perbolehkan untuk pulang oleh Dokter.


"Mah,pah,kita pulang ke apartemen Shera ya," pinta Shera pada mama Sherly dan papa Kevin.


"Iya sayang,kamu harus semangat ya sayang,supaya kamu cepat sehat kembali dan bisa pergi ke singapore untuk menjenguk Kak Rafa," ucap mama Sherly pada Shera sambil tersenyum.


"Iya mah,makasih ya mama dan papa selalu ada untuk Shera," ucap Shera pada mama dan papanya,sambil Shera memeluk kedua orang tuanya.


"Ini sudah kewajiban dan tanggung jawab mama dan papa sebagai orang tua kamu sayang,kami akan selalu ada untuk kamu," ucap papa Kevin pada Shera sambil memeluk Shera.


"Azel boleh peluk gak?" tanya Azel pada Shera,mama Sherly dan papa Kevin.


Azel merasa terharu melihat Shera berpelukan dengan kedua orang tuanya.


"Boleh Dek,sini sayang," ucap Shera pada Azel sambil menarik tangan Azel lalu Shera memeluk Azel bersama mama Sherly dan papa Kevin.


Mereka kemudian pulang ke apartemen Rafa,karena Shera begitu merindukan apartemen Rafa.


Sesampainya di apartemen Rafa,shera,azel dan kedua orang tua Shera melihat bi Tari sudah berada di depan pintu apartemen Rafa.


"Bi Tari," panggil Shera pada bi Tari ketika Shera baru saja sampai di lantai atas ke luar dari dalam lift bersama Azel dan kedua orang tua Shera.


"Mbak Shera.. mbak Shera dari mana? kenapa wajahnya pucat sekali mbak? bibi sedari tadi menekan bel pintu apartemen mbak Shera tapi tidak ada yang membukanya,biasanya pak Rafa yang membuka pintu apartemennya,bibi pikir mbak Shera dan pak Rafa masih tidur," ucap bi Tari pada Shera.


Bi Tari tidak tahu dengan apa yang terjadi pada Rafa dan Shera.


Kedua mata Shera langsung berkaca-kaca saat bi Tari menyebut nama Rafa,hal itu membuat Shera berlari memeluk bi Tari.


"Huuuuuuuaaaaaaaa...... bibi... hiks hiks hiks," tangis Shera kembali pecah saat memeluk bi Tari yang selama ini selalu memuji Rafa sebagai suami yang baik.


"Mbak Shera kenapa menangis mbak? ada apa dengan mbak Shera? pak Rafa kenapa tidak pulang bersama mbak Shera?" tanya bi Tari pada Shera dengan ketidak tahuannya.


"Biii.... Kak Rafa biii.... Kak Rafa koma biii huaaaaa hiks hiks hiks" ucap Rafa dengan suara tercekatnya menangis di pelukan bi Tari.


Tenggorkan Shera terasa sakit dan lidahnya terasa kelu ketika memberitahu bi Tari tentang Rafa.


"Ya Allah,bagaimana ini bisa terjadi mbak? Mbak Shera harus kuat ya mbak," ucap bi Tari pada Shera mencoba untuk menguatkan Shera.


"Sayang,kita masuk masuk dulu yuk ke dalam,kamu harus banyak istirahat sayang," titah mama Sherly pada Shera yang sedang memeluk bi Tari.


Kemudian Shera pun melepaskan pelukannya pada bi Tari yang begitu memilukan itu.


"Iya mah," sahut Shera pada mamanya.


Shera langsung membuka pintu aprtemen Rafa dengan kunci apartemen yang ada di dalam tasnya.


Cekleekkk...

__ADS_1


Pintu apartemen milik Rafa terbuka,ketika Shera membuka pintunya.


Lalu Shera,azel,bi Tari dan kedua orang tua Shera masuk ke dalam apartemen Rafa.


Dilihatnya oleh Shera setiap sudut ruangan yang ada di dalam apartemen Rafa.


Sofa ruang tv itu adalah tempat favoritenya duduk santai bersama Rafa,lalu meja makan itu adalah tempat Rafa dan Shera selalu makan bersama dengan canda tawa,lalu Shera melihat ke arah dapur yang paling mengingatkannya akan Rafa.


Di dapur inilah Rafa selalu membuatkan Shera nasi goreng dan steak daging sapi yang enak.


Shera kemudian berjalan ke arah dapur,sambil menyentuh semua peralatan masak di dapur apartemen yang selalu Rafa gunakan untuk masak.


"Kak Rafa... Shera sangat merindukan Kak Rafa,shera rindu melihat Kak Rafa memasak di dapur ini untuk Shera,shera rindu Kak sama Kak Rafa,sangat rindu," batin Shera ketika mengingat kenangannya bersama Rafa.


Kedua orang tua Shera,azel dan bi Tari merasa begitu sedih melihat Shera menyentuh semua benda-benda yang ada di dapur apartemen Rafa.


Mereka tahu jika Shera saat ini pasti begitu merindukan Rafa.


Namun bi Tari sampai saat ini belum tahu kenapa Rafa bisa koma,karena setahu bi Tari kemarin itu Shera pergi ke kantornya Rafa untuk mengantarkan handphone Rafa yang tertinggal di apartemen.


Shera pun meminta bi Tari untuk pulang ke rumahnya ketika Shera akan pergi ke kantornya Rafa.


Selebihnya bi Tari tidak tahu lagi apa yang telah terjadi dengan Rafa dan Shera.


"Shera sayang,ayok istirahat dulu sayang di kamar kamu,kamu pasti lelah sayang," titah mama Sherly pada Shera yang sedari tadi menyentuh peralatan masak yang selalu Rafa gunakan untuk masak.


"Mah,shera boleh kan masuk ke dalam kamar Shera tanpa di temani mama? shera ingin istirahat dulu,mama,papa dan Azel istirahat siang saja di kamar sebelah," pinta Shera pada mamanya.


Shera pun masuk ke dalam kamarnya dengan membuka pintu kamarnya,lalu Shera menutup pintu kamarnya dari dalam.


Shera memandang setiap sudut kamarnya,dilihatnya oleh Shera pakaian-pakaian dan barang-barang milik Rafa yang berjejer rapih di dalam lemari kacanya milik Rafa.


Bayangan-bayangan dirinya dan Rafa berdua di dalam kamar itu muncul di dalam pikirannya,hal itu membuat Shera begitu pedih.


Tangis Shera kembali pecah ketika Shera melihat semua barang-barang milik Rafa yang biasa Rafa gunakan kini tak terpakai oleh Tuannya.


Shera mengambil salah satu pakaian kantor Rafa yang sering Rafa pakai,lalu Shera menciumi pakaian kantor Rafa tersebut,sangat tercium aroma wangi tubuh Rafa di pakaian Rafa itu.


"Kak Rafa... Shera sangat merindukan Kak Rafa,kak Rafa cepat pulang Kak,saat ini Shera benar-benar membutuhkan Kak Rafa huuuuaaa hiks hiks hiks," tangis Shera pecah ketika mencium aroma tubuh Rafa di baju yang biasa Rafa pakai.


"Ya Allah... jangan pisahkan aku dengan Kak Rafa,aku tidak mau kehilangan Kak Rafa,aku mohon sembuhkanlah Kak Rafa," batin Shera begitu pedih ketika terbayang-bayang semua kenangannya bersama Rafa di apartemen Rafa.


Shera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,menyelimuti tubuhnya dengan memakai pakaian kerja Rafa yang tercium aroma harum tubuh Rafa.


Shera baru ingat jika handphone Rafa masih berada di dalam tasnya,karena Shera belum sempat memberikannya pada Rafa.


Shera pun mengambil handphone Rafa dari dalam tasnya untuk mengetahui isi handphone Rafa.


Ketika Shera ingin memasukan password handphone Rafa,shera merasa kebingungan karena Shera tidak mengetahu password handphone Rafa.

__ADS_1


Berulang kali Shera mencoba memasukan password handphone di handphone Rafa namun tetap saja salah,lalu Shera memasukan tanggal lahirnya di password handphone Rafa,ternyata bisa terbuka.


Password handphone Rafa adalah tanggal lahir Shera.


Hal itu membuat Shera begitu sedih,karena Rafa memakai tanggal lahirnya sebagai password di handphonenya


"Kak Rafa sampai memakai tanggal lahirku di password handphonenya,kak Rafa benar-benar mencintaiku," batin Shera ketika membuka password handphone Rafa.


Kemudian Shera membuka galery di handphone Kak Rafa.


Shera begitu kaget dan sedih karena hampir semua isi galery di handphone Rafa adalah poto-poto Shera yang di potret langsung oleh Rafa.


"Maafin Shera Kak,selama ini shera benar-benar egois,shera tidak pernah memikirkan perasaan Kak Rafa," batin Shera ketika melihat banyak poto-poto dirinya di handphone Rafa.


Shera pun membuka semua isi pesan WhatsApp,di sana Shera membuka isi pesan Nesya dan Sandra pada Rafa,serta masih banyak lagi pesan dari banyak wanita untuk Rafa.


Namun dari balasan yang Rafa kirim ke mereka,rafa sepertinya tidak menggubris ucapan cinta mereka,bahkan terkesan banyak memuji Shera


Hati Shera di buat terenyuh ketika membaca semua pesan-pesan Rafa pada teman-temannya yaitu Dino,galang,alex dan Anton yang mengatakan bahwa Rafa sangat mencitai Shera.


Shera merasa benar-benar menyesal karena selama ini sudah menyia-nyiakan cinta Rafa untuknya.


Pakaian kerja Rafa yang Shera pakai sedikit mengobati rasa rindunya pada Rafa,aroma tubuh Rafa yang melekat di pakaian Rafa tersebut membuat Shera memejamkan matanya dan tertidur pulas.


Shera merasakan begitu lelah di tubuhnya akibat terus memikirkan Rafa dan menangis sejak kejadian kemarin,bahkan tadi malam pun saat Shera menginap di rumah sakit,shera benar-benar tidak dapat memejamkan matanya,karena hatinya begitu merindukan Rafa.


Sementara itu mama Sherly yang sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur di kamar yang berada di apartemen Rafa dengan Azel mendapatkan telpon dari mama Diva mamanya Nesya.


"Diva menelponku? Diva pasti ingin membicarakan tentang Nesya denganku," batin mama Sherly ketika melihat layar handphoennya ada panggilan dari Diva.


"Hallo,diva" sapa mama Sherly pada Diva.


"Hallo,sherly,aku ingin tanya sama kamu Sher,kenapa anakku Nesya bisa di jemput oleh polisi? kenapa Sher? kalian kan yang sudah melaporkan anakku ke kantor polisi?" tanya mama Diva pada mama Sherly.


"Div,aku dan Keyla sebenarnya tidak mau melaporkan anakmu ke kantor polisi,tapi kali ini perbuatan Nesya tidak bisa kami maafkan lagi Div," ucap mama Sherly pada Diva.


"Memangnya anakku melakukan kesalahan apa sampai-sampai kalian tega ingin memenjarakan anakku?" tanya mama Diva pada mama Sherly penasaran.


"Memangnya kamu tidak melihat berita di tv kalo ada pengusaha muda yang tertabrak mobil di tengah jalan? pengusaha muda itu adalah Rafa Div,kamu tahu apa yang terjadi pada Rafa sekarang? Rafa koma Div setelah mengalami kecelakaan itu,rafa sekarang di bawa ke singapore sama Keyla dan mas Juna untuk menjalani pengobatan supaya Rafa bisa cepat sembuh,belum lagi anakku Sherly harus kehilangan janin dalam kandungannya akibat semua itu," ucap mama Sherly pada mama Diva menjelaskan semuanya.


"Apa? jadi yang di berita itu adalah Rafa? Rafa koma? lalu apa hubungannya dengan anakku Sher?" tanya mama Diva pada mama Sherly.


"Jelas ada,karena itu semua berawal dari ulah Nesya yang datang ke kantor Rafa dengan melakukan hal-hal yang tidak terpuji,nesya membuka pakaiannya di hadapan Rafa,lalu anakku Shera melihatnya,shera marah pada Rafa dan lari sampai ke jalan,disitulah terjadinya sebuah kecelakaan,aku harap kamu bisa mendidik anak kamu Div,karena anak kamu sudah sering mengganggu Rafa hingga Rafa koma seperti sekarang ini," ucap mama Sherly pada mama Diva.


Mama Diva begitu kaget mendengar apa yang di katakan mama Sherly kepadanya,mama Diva merasa begitu malu pada mama Keyla dan mama Sherly.


"Sher,maafkan perbuatan anakku,aku benar-benar malu dengan perbuatan Nesya,aku tidak tahu lagi bagaimana caranya agar Nesya mau mendengarkam ucapanku,nesya beberapa hari yang lalu mengurung diri di dalam kamar karena Nesya begitu terpukul mendengar pernikahan Rafa dan Shera,namun kali ini aku benar-benar menyerah,aku akan serahkan semuanya pada polisi,jika memang anakku harus di penjara aku tidak akan membelanya,aku ingin Nesya jera Sher,aku malu sama kamu dan Keyla karena aku mempunyai anak seperti Nesya hiks hiks hiks," ucap mama Diva pada mama Sherly sambil menangis.


"Div,aku dan Keyla juga minta maaf karena kita sudah melaporkan Shera atas tindakan tidak terpujinya pada Rafa,aku harap kita masih tetap bisa bersahabat Div," ucap mama Sherly pada mama Diva.

__ADS_1


"Iya Div,sekali lagi aku minta maaf sama kamu dan Keyla,aku benar-benar tidak bisa mendidik anakku dengan baik," ucap mama Diva pada mama Sherly.


__ADS_2