
PUKUL 19.00 MALAM
Arjuna beserta kedua orang tuanya masih menuggu Keyla sadar,namun Keyla masih belum sadarkan diri.
"Mah,mama pulang saja ke rumah sama papa,biar Juna yang jagain Keyla di rumah sakit," ucap Juna pada mama Dewi.
"Tapi mama ingin menunggu Keyla sadar dulu,mama ingin berbicara dengan Keyla,karena besok pagi papa dan mama harus pergi ke singapore untuk pertemuan bisnis," ucap mama Dewi pada Juna.
"Mah,justru mama harus istirahat,hari ini mama pasti lelah,nanti juna akan kabarin mama kalo Keyla sudah siuman," ucap Juna pada mama Dewi,sementara papa Dito hanya diam saja.
"Ya sudah,nanti kalo Keyla sudah siuman,kamu harus langsung kabarin mama dan papa," ucap mama Dewi pada Juna.
"Iya mah,mama hati-hati besok ke singapore nya," ucap Juna pada mama Dewi.
"Juna,jujur papa dan mama masih sangat kecewa sama kamu,mama belum bisa maafin kamu kalo keyla belum memaafkan kamu,mama pulang dulu," ucap mama Dewi meninggalkan kamar inap Keyla.
Arjuna hanya terdiam mendengar ucapan mama Dewi padanya,juna pun sudah menyadari kesalahnya pada Keyla.
Mama Dewi dan papa Dito pun akhirnya pulang ke rumah,karena besok pagi papa Dito dan mama Dewi harus pergi ke singapore selama dua hari.
Arjuna duduk di atas ranjang di samping Keyla.
Menatap wajah Keyla sendu.
Ada gurat penyesalan di wajahnya melihat Keyla terbaring lemah.
"Sayang... maafin mas ya,mas sayang banget sama kamu key,bangun ya sayang." bisik Juna di telinga Keyla sambil mengelus-ngelus pipi Keyla.
Juna juga mengelus-ngelus perut Keyla dengan perasaan sedih.
"Maafin papa ya nak,papa sudah bikin mama kamu sakit,papa minta kamu bertahan di perut mama,papa ingin menggendong kamu sayang," ucap Juna lirih mengelus-ngelus perut Keyla dan menciumnya.
Keyla dapat mendengar semua ucapan Juna,karena Keyla sebenarnya sudah sadar.
Namun keyla tidak ingin Juna tahu,
keyla berpikir untuk pergi jauh dari Juna.
Keyla merasakan hatinya masih sakit dengan semua yang dilihatnya.
Keyla menunggu Juna ke luar dari kamar inapnya,dengan begitu Keyla bisa menghubungi sahabat-sahabatnya.
Keyla tadinya ingin menghubungi kedua orang tuanya,namun itu nanti saja pikir Keyla,karena orang tuanya akan pulang ke jakarta minggu depan.
Keyla akan meminta bantuan sahabatnya Sherly untuk membantunya pergi ke luar kota,sebelum kedua orang tua Keyla pulang ke jakarta.
Drrrrtttt....drrrrttttt....drrrrrrtttt...
Handphone Juna berbunyi,panggilan dari rekan bisnisnya.
__ADS_1
Juna pun ke luar dari kamar rawat inap Keyla untuk mengangkat telpon dari rekan bisnisnya.
Ini adalah kesempatan bagi Keyla untuk menghubungi sahabatnya Sherly.
Keyla langsung membuka matanya dan mengambil handphonenya yang berada di dalam tasnya yang berada di lemari sebelah ranjangnya.
Banyak panggilan tak terjawab dari sahabat-sahabatnya ketika Keyla mengaktifkan handphone nya.
"Hallo Sher," keyla menghubungi sherly.
"Hallo Key,luh baik-baik aja kan Key?" tanya Sherly pada Keyla
"Iya gue baik Sher,gue gak bisa ngomong lama sama luh Sher,gue butuh bantuan luh," ucap Keyla pada Sherly.
"Bantuan apa Key?" cepat katakan ucap Sherly pada Keyla
"Gue minta tolong sama luh untuk anterin gue ke villa orang tua gue yang di luar kota,ini sementara saja sebelum orang tua gue pulang ke jakarta,setelah orang tua gue pulang,mungkin gue akan pergi ke London,luh bisa kan jemput gue ke rumah sakit kalo mas Juna sudah lengah," ucap Keyla pada Juna.
"Key,luh mau pergi dari suami luh? tapi nanti suami luh bakal nyariin luh key," ucap Sherly pada Keyla.
"Gue mohon bantu gue,gue ingin sendiri dulu Sher,nanti gue akan cerita semuanya ke luh,gue mohon bantuin gue,gue tunggu luh di depan rumah sakit ya sekarang,luh harus stand by terus di depan rumah sakit nuggu kabar dari gue ya Sher," pinta Keyla pada Sherly.
"Oke Key,gue akan ajak cowok gue Niko buat jemput luh dari rumah sakit,kita pergi ke Villa luh yah nanti,luh jaga kondisi luh Key,gue takut luh kenapa-kenapa," ucap Sherly pada Keyla.
"Iya Sher,makasih ya Sher,ya udah gue matiin dulu telponnya ya takutnya mas juna dateng ke kamar gue," ucap Keyla pada Sherly.
"Oke Key,bye key," ucap Sherly pada Keyla sambil mematikan sambungan telponnya.
Tidak lama kemudian Juna masuk ke kamar rawat inap Keyla setelah Juna selesai berbicara di telpon dengan rekan bisnisnya.
Juna melihat ke arah Keyla masih belum terlihat tanda-tanda Keyla akan siuman.
Lalu Juna duduk di sofa kamar rawat inap Keyla,merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah.
Juna merebahkan tubuhnya di sofa yang jaraknya tidak begitu jauh dari ranjang Keyla.
Tidak menunggu waktu lama Juna pun tertidur di sofa tersebut dengan lelapnya.
Tenaganya seharian tadi begitu terkuras karena memikirkan Keyla.
Kemudian Keyla membuka sedikit matanya,lalu melihat ke arah Juna yang sudah tertidur.
Keyla pun langsung mengirim pesan pada Shelry agar Sherly menjemputnya di depan ruang rawat inapnya dengan hati-hati sambil membawa kursi roda yang tersedia di depan rumah sakit,karena Keyla tadi siang mengalami pendarahan.
Sehingga Keyla tidak mungkin berjalan kaki sampai ke depan rumah sakit.
Sherly pun turun dari mobil pacarnya yaitu Niko.
Sherly lalu masuk ke dalam rumah sakit sambil mendorong kursi roda yang berada di rumah sakit.
__ADS_1
Sherly naik ke lantai atas menuju ruang VVIP tempat Keyla di rawat.
Setelah Sherly berada di lantai atas,sherly menuggu keyla ke luar dari ruang rawat inapnya.
Sementara Keyla dengan hati-hati mencopot jarum infusan di tangannya sambil menahan rasa sakit tanpa suara agar Juna tidak mendengarnya.
Lalu Keyla mengambil tasnya dan memasukan handpone nya ke dalam tas.
Keyla turun dari atas ranjangnya dengan sangat hati-hati melangkah ke arah pintu agar Juna tidak terbangun.
Pintu kamar rawat inap di bukannya dengan sangat pelan.
Keyla pun akhirnya bisa ke luar dari ruang rawat inapnya dan melihat Sherly sudah berada di dekat kamarnya menunggunya.
Tanpa suara,keyla menghampiri Sherly lalu duduk di kursi roda yang Sherly bawa.
Sherly pun memakaikan jaket dan masker pada Keyla agar tidak ada orang yang melihat Keyla.
Setelah itu Sherly mendorong kursi roda yang di duduki Keyla menuju lantai bawah.
Sherly melewati meja receptionis dengan perasaan dag dig dug takut ketahuan.
Untungnya di meja receptionis sedang sepi,hanya ada satu pegawai namun tidak memperhatikan Keyla dan Sherly.
Akhirnya Sherly dan Keyla berhasil ke luar dari rumah sakit dan langsung menaiki mobil Niko.
Keyla dan Sherly sudah menaiki mobil Niko,dengan cepat Niko menancap gas untuk segera pergi dari rumah sakit.
keyla tidak mengaktifkan GPS di handphonenya,dengan begitu Juna tidak akan tahu keberadaannya.
Mereka bertiga sudah melaju jauh menuju villa orang tua Keyla.
Arjuna tidak mengetahui villa tersebut,karena keyla tidak pernah mengajaknya ke villa milik keluarga Keyla.
SAKIT GAK TUH JUNA DI TINGGAL KEYLA PERGI.
APA LAGI KALO SAMPAI PERGI KE LONDON.
BISA-BISA REMUK DEH HATI JUNA UDAH KAYA KEGILES BULDOZER HAHAHA....
KIRA-KIRA KEYLA AKAN MEMAAFKAN JUNA GAK YA???
ATAU MALAH MENINGGALKAN JUNA???
TUNGGU CERITA SELANJUTNYA YA😊😊😊
JANGAN LUPA LIKE,COMMENT AND VOTE YA KAKAK-KAKAK CANTIKKU.
SARAN DAN KRITIK DI PERSILAHKAN
__ADS_1
TERIMAKASIH🥰🥰🥰