
Ting nong... Ting nong....
Suara bel pintu apartemen Shera berbunyi.
Bi Tari langsung membuka pintu apartemennya Shera.
"Hay,bi Tari,kak Sheranya ada kan?" tanya Azel pada bi tari.
"Ada mbak Azel,mbak Shera sedang nonton drama di ruang tv,silahkan masuk mba Azel," titah bi Tari pada Azel.
"Oke bi," sahut Azel,lalu Azel langsung masuk ke dalam apartemen Shera menghampiri Shera yang tengah asyik nonton drama.
"Duuuuaaaaarrr.... hahaha" azel membuat Shera kaget.
"Azeeelll.... kamu ngagetin Kakak deh,kamu ke sini sama siapa?" tanya Shera pada Azel.
"Maaf Kak,habisnya Kakak serius banget nontonnya,azel ke sini di antar sama pak supir,tapi pak supirnya sudah pulang lagi ke rumah," sahut Azel pada Shera.
"Kamu sudah makan? sini duduk kita nonton drama bareng-bareng," titah Shera pada Azel.
"Oke kak,azel belum makan Kak,kita makan siang di mall yuk kak!!!" ajak Azel pada Shera.
"Boleh,sekalian ajak bi Tari juga ya,jadi kita ke mall nya bertiga," ucap Shera pada Azel.
"Oke Kak," ya sudah Kakak sekarang ganti baju Kakak dulu gih," titah Azel pada Shera.
"Oke oke Dek,tapi Kakak ajakin bi Tari dulu ya," ucap Shera pada Azel.
Shera pun menghampiri bi tari yang sedang berada di dapur apartemen.
"Bi,kita makan siang di mall yuk?" ajak Shera pada bi Tari.
"Tidak usah mbak Shera,bi Tari makan siang di apartemen saja,mbak Shera saja sama mbak Azel yang pergi ke mall," ucap bi Tari pada Shera.
"Ayolah bi,kan bibi juga belum masak untuk makan siang,kita makan siangnya di mall saja bi,yuk yuk... cepat ganti baju bibi dengan baju yang kemarin Shera belikan," titah Shera pada bi Tari.
"Baik mbak Shera,bibi ganti baju dulu ya," ucap bi Tari pada Shera.
"Oke bi,shera juga mau ganti baju dulu," sahut Shera pada bi Tari.
Shera lalu masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya,karena Shera,azel dan bi Tari akan pergi ke mall.
Setelah Shera dan bi Tari sudah mengganti pakaiannya,shera,azel dan bi Tari pun langsung pergi menuju sebuah mall untuk makan siang bersama.
Mereka menaiki sebuah taxi menuju mall,karena Shera belum boleh menyetir mobil.
Sesampainya di mall mereka langsung masuk ke ke sebuah restaurant jepang untuk makan siang.
"Azel,bi Tari silahkan pesan makanan yang kalian suka," titah Shera pada Azel dan bi Tari.
"Oke kak," sahut Azel pada Shera.
"Baik,mbak Shera," sahut bi Tari pada Shera.
__ADS_1
"Kakak ke toilet dulu ya sebentar," ucap Shera pada Azel.
"Oke kak," sahut Azel pada Shera.
Ketika Shera berada di toilet,rafa rupanya menghubungi bi Tari untuk menanyakan keadaan Shera.
"Hallo,pak Rafa," sapa bi Tari pada Rafa.
"Hallo,bi Tari,bi Tari lagi dimana? kok seperti rame sekali?" tanya Rafa pada bi Tari.
"Bibi dan mbak Shera sedang makan siang di mall pak Rafa bersama mbak Azel juga,tadi mbak Shera mengajak mbak Azel dan bi Tari ke mall," jawab bi Tari pada Rafa.
"kenapa Shera tidak izin dulu padaku kalo mau makan siang di mall? aku takut Shera kenapa-kenapa," batin Rafa ketika mendengar bahwa Shera pergi ke mall bersama Azel dan bi Tari untuk makan siang.
"Sekarang Sheranya dimana bi?" tanya Rafa pada bi Tari.
"Mbak Shera sedang ke toilet dulu pak Rafa," jawab bi Tari pada Rafa.
"Baiklah,tolong nanti suruh Shera untuk menghubungi saya ya bi,karena saya barusan menghubungi nomor telpon Shera tapi tidak di angkat-angkat," ucap Rafa pada bi Tari.
"Baik pak Rafa,handphone mbak Shera sepertinya ketinggalan di apartemen pak," ucap bi Tari pada Rafa
"Kenapa handphoennya Shera bisa ketinggalan bi?" ya sudah bi kalo begitu,jangan lupa bilang pada istri saya untuk segera mengabari saya," ucap Rafa pada bi Tari.
Rafa merasa kesal pada Shera karena Shera tidak izin kepadanya ketika ingin pergi ke mall,lebih kesal lagi saat Rafa tahu jika Shera tidak membawa handphonenya ketika pergi ke mall.
"Apa Shera sengaja tidak membawa handphoennya karena takut jika aku mengganggunya," batin Rafa.
"Mbak Shera,barusan pak Rafa telpon ingin berbicara dengan mbak Shera,nanti mbak Shera di minta untuk menghubungi pak Rafa," ucap bi Tari pada Shera.
"Iya bi makasih ya udah ngasih tahu," ucap Shera pada bi Tari.
Shera,azel dan bi Tari pun menikmati makan siang bersama dengan nikmat.
Setelah makan siang,shera mengajak Azel dan bi Tari untuk berbelanja.
Shera sangat suka menyenangkan hati orang lain,sama halnya dengan Rafa.
Shera membelikan Azel dan bi Tari pakaian dan make up.
"Kak,makasih ya udah belanjain Azel hihhi," ucap Azel pada Shera.
"Sama-sama Dek,semoga kamu senang ya," ucap Shera pada Azel.
"Seneng banget malah,azel beruntung banget punya Kakak ipar sebaik Kak Shera,azel sayang banget sama Kak Shera," ucap Azel pada Shera sambil Azel memeluk Shera.
"Kakak juga sayang sama kamu,karena dengan adanya kamu Kakak jadi ngerasain gimana rasanya punya Adek," ucap Shera pada Azel.
"Mbak Shera,terimakasih banyak ya sudah belanjain bibi,bibi senang banget bisa kerja di rumah mbak Shera,karena mbak Shera dan Pak Rafa sangat baik sama bibi," ucap bi Tari pada Shera.
"Akh bibi terlalu berlebihan deh,sama-sama ya bi,shera juga makasih banget sama bibi karena udah selalu nemenin Shera," ucap Shera pada bi Tari.
"Sama-sama mbak Shera,itu sudah menjadi kewajiban bibi karena kan bibi bekerja untuk mbak Shera dan pak Rafa," ucap bi Tari pada Shera.
__ADS_1
Bi Tari merasa sangat senang memiliki bos seperti Shera dan Rafa.
Shera di usianya yang baru 17 tahun sudah memegang usaha Showroom milik kedua orang tuanya,karena orang tua Shera mempunyai beberapa Showroom sehingga Shera memiliki banyak uang tanpa harus memakai uang pemberian Rafa.
Walaupun Shera memegang beberapa kartu yang di berikan oleh Rafa untuk berbelanja,namun Shera jarang memakainya,sebenaranya Shera tahu Rafa pasti akan marah jika Shera berbelanja menggunakan uang pribadi Shera.
Setelah puas dengan jalan-jalanya di mall dan waktu sudah menunjukan pukul 5 sore,
shera,azel dan bi Tari pun pulang ke apartemen Shera menggunakan taxi.
Sesampainya di apartemen Shera langsung masuk ke dalam kamarnya untuk segera menghubungi Rafa,karena Rafa akan sangat marah jika Shera sulit di hubungi.
"Dek,kakak masuk ke kamar dulu ya sebentar,kakak mau telpon Kak Rafa," ucap Shera pada Azel.
"Oke Kak," sahut Azel pada Shera,azel langsung duduk di sofa ruang tv setelah pulang dari mall.
Shera mencari-cari keberadaan handphoennya,lalu Shera pun menemukan handphonenya tertutup oleh selimut tebal yang berada di atas tempat tidurnya.
Shera melihat banyak panggilan tak terjawab dari Rafa,belum lagi pesan WhatsApp yang di kirimkan Rafa pada Shera,shera yakin Rafa akan marah terhadapnya karena tidak izin pergi ke mall dan juga lupa membawa handphonenya.
Tanpa menunggu lama Shera pun langsung menghubungi nomor Rafa.
"Hallo,tuan puteri,apa jalan-jalan ke mall nya sudah puas?" tanya Rafa pada Shera dengan nada bicaranya yang terdengar kesal.
"Maaf ya,aku tadi lupa membawa handphone dan juga lupa menaruh handphoneku fimana," jawab Shera pada Rafa.
"Lupa atau sengaja? kenapa kamu paling suka membuatku khawatir Tuan Puteri? kenapa tidak kamu buang saja handphonemu itu jika tidak kamu gunakan untuk mengabariku," ucap Rafa pada Shera semakin kesal.
"Aku benar-benar lupa,lagian aku pergi ke mall kan tidak sendirian,aku di temani oleh Azel dan bi Tari,kenapa kamu harus marah?" tanya Shera pada Rafa.
"Hey.... aku ini merindukanmu,apa kamu tidak mengerti? kamu pergi ke mall tanpa mengabariku agar bisa bebas bertemu dengan laki-laki lain kan? jangan sampai anakku melupakan papanya hanya karena mamanya sudah menemukan papa baru di mall," ucap Rafa pada Shera kesal.
"Kamu jangan menuduhku yang tidak-tidak ya,aku tahu aku cantik,semua laki-laki pasti akan menyukaiku,tapi bukan berarti aku akan mencari papa baru untuk anakmu,mungkin nanti aku akan mencarinya setelah anak ini lahir," ucap Shera pada Rafa sambil tersenyum lucu,shera ingin membuat Rafa lebih kesal kepadanya.
"Apa kamu bilang? coba katakan sekali lagi? ayo katakan tuan puteri jutek?" ucap Rafa pada Shera,rafa merasa kesal saat Shera berkata seperti itu kepadanya.
"Yaaaa... aku akan mencari papa baru ketika anakmu nanti sudah lahir,karena kamu begitu protektif dan menyebalkan,aku akan mencari suami yang lebih tampan darimu dan tidak arogant sepertimu,apa kamu puassss?" ucap Shera pada Rafa,membuat Rafa gemasss mendengar ucapan Shera.
"Oooohhhhh jadi begitu rupanya,untung saja aku tidak di dekatmu saat ini,jika aku ada di sana,aku akan langsung cium bibir kamu yang menggemaskan itu supaya kamu tidak bicara yang macam-macam terhadapku sayang,harus kamu tahu ya Tuan Putri,tidak akan ada yang menandingi ketampananku sampai kapanpun," ucap Rafa pada Shera,merasa kesal tapi gemasss mendengar Shera ingin mencari laki-laki lain.
"Kamu terlalu percaya diri sekali Tuan menyebalkan,anakmu pun merasa bosan dengan papanya,dari itulah aku akan mencari papa baru untuk anakmu," ucap Shera pada Rafa sambil tersenyum lucu karena sudah membuat Rafa marah dan cemburu.
"Jangan bawa-bawa anakku ya,anakku pasti akan memilih papanya dari pada mamamya,tunggu saja aku pulang ya Tuan puteri,aku pasti akan menghukummu dan aku tidak akan memberikanmu ampun," ucap Rafa pada Shera dengan nada mengancam.
Setelah mereka berdebat cukup lama,shera pun mematikan telponnya,shera tertawa lucu mendengar Rafa yang marah terhadapnya.
Baru saja Shera mematikan telponnya,rafa malah mengirimkan poto-poto dirinya melalui pesan WhatsApp.
"Lihatlah ketampananku sayang,tidak akan ada laki-laki lain yang lebih tampan dariku," pesan Rafa pada Shera di sertai poto-potonya yang tampan.
"Hahahaha... lucu sekali Tuan Arogant ini ketika sedang cemburu," ucap Shera sambil tertawa lucu saat melihat poto-poto Rafa yang di kirimkan oleh Rafa kepadanya.
YUK VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA SUPAYA CERITANYA MAKIN MENARIK🥰🥰🥰🥰
__ADS_1