
Shera yang berjalan ke luar dari apartemennya dengan mendahului Rafa membuat Rafa begitu resah karena Shera bukannya memakai sepatu melainkan memakai heels.
Rafa dengan segera berlari mengejar Shera lalu menggendong Shera ala bridal style ketika menaiki lift menuju lantai bawah.
"Heyyy... lepaskan aku,kenapa kamu menggendongku? aku bisa jalan sendiri Rafaaaa," teriak Shera pada Rafa ketika Rafa menggendongnya masuk ke dalam lift menuju lantai bawah.
"Diaaammm... jangan berisik," bentak Rafa pada Shera sambil terus menggendong Shera menuju parkiran mobil.
"Kau membuatku malu,lepaskan aku," ucap Shera pada Rafa sambil menatap tajam mata Rafa.
Rafa sudah sampai di parkiran mobil dengan masih menggendong Shera,rafa tidak perduli walaupun banyak orang yang melihatnya.
"Buka pintu mobilnya," titah Rafa pada Shera,kemudian Shera pun membuka pintu mobilnya.
Rafa mendudukan Shera di kursi mobil depan berdampingan dengan kursi kemudinya.
Lalu Rafa menutup pintu mobilnya setelah Shera duduk di dalam mobil.
Kemudian Rafa juga masuk ke dalam mobilnya dan duduk di kursi kemudi.
Rafa menatap wajah Shera dengan kesal karena Shera akan pergi ke mall dengan memakai heels,walaupun heelsnya tidak begitu tinggi tetap saja Rafa tidak mau jika Shera memakai heels di saat sedang hamil.
"Shera,kenapa kamu memakai heels? aku minta ganti heelsnya dengan sepatu saja,bahaya jika ibu hamil memakan heels," ucap Rafa pada Shera dengan begitu protektifnya,membuat Shera menatap tajam wajah Rafa.
"Heels ini tidak begitu tinggi,aku pun akan berjalan dengan pelan kok,aku tidak mau memakai sepatu," shera membantah keinginan Rafa.
Namun Rafa tetap memaksa Shera untuk memakai sepatu
Rafa mengambil 3 box sepatu yang sudah ia beli untuk Shera.
Sebelumnya Rafa pernah ingin memberikan sepatu olahraga untuk Shera,namun Rafa belum sempat memberikannya.
Dan kemarin Rafa juga membeli 2 sepatu kets untuk Shera,karena Rafa ingin Shera memakai sepatu saat akan bepergian ketika sedang hamil,sehingga ada 3 pasang sepatu untuk Shera di dalam mobil Rafa.
"Kapan Kak Rafa membeli sepatu ini? jangan-jangan ini sepatu bukan untukku melainkan untuk wanita lain," batin Shera ketika melihat 3 box sepatu yang Rafa berikan padanya.
"Sekarang pilih sepatu yang mana yang mau kamu pakai hari ini?" tanya Rafa pada Shera dengan membuka box-box sepatu tersebut.
"Yang mana saja,asalkan ini bukan sepatu yang akan kamu berikan pada wanita lain," ucap Shera pada Rafa ketus.
__ADS_1
"Kamu ingat waktu kamu,anindy dan Fara masuk ke sebuah toko dimana ada aku dan Neysa waktu itu? sepatu olahraga ini aku sengaja belikan untuk kamu,tapi aku belum punya waktu yang pas untuk ngasih sepatu olahraga ini,sepatu olahraga ini nanti kamu pakai kalo kita sedang olahraga saja,sekarang kamu pilih sepatu kets saja,kamu mau pakai sepatu kets mana?" tanya Rafa pada Shera dengan membuka 2 box sepatu kets.
"Terserah," ucap Shera pada Rafa.
"Yang moca saja ya,sesuai dengan dress yang kamu pakai,sini kaki kamunya,biar aku pakaikan sepatunya ala pangeran dan cinderella haha," ucap Rafa pada Shera sambil tertawa lucu,rafa sangat suka menggoda Shera si Ratu jutek.
Rafa pun memakaikan sepatu kets berwarna moca senada dengan dress Shera pada kaki Shera yang mulus.
Shera memandang Rafa yang tengah memakaikan sepatu untuknya.
Shera tersenyum kecil melihat perhatian Rafa kepadanya.
"Bisa saja ayam jago nyari perhatiannya,sok baik biar hati aku luluh kayanya," batin Shera ketika melihat Rafa memakaikan sepatu kets di kakinya.
"Sudah selesai,kalo kaya gini kan enak di bawa jalannya,kakinya enggak takut keseleo dan sebagainya," ucap Rafa pada Shera.
Rafa adalah laki-laki idaman kaum hawa,karena dirinya bisa bucin,rafa rela ngelakuin apa saja jika sudah cinta pada 1 wanita.
Hanya saja Shera tidak dapat melihat ketulusannya.
Rafa pun mengemudikan mobilnya menuju sebuah mall untuk mengantarkan Shera bertemu dengan Anindy dan Fara.
"Hey Shera sini," panggil Anindy pada Shera yang terlihat sangat cantik dengan memakai dress berwarna moca selutut dan memakai sling back shoes berwarna senada sedang berjalan menuju ke arahnya bersama dengan Rafa.
Sebelumnya Anindy dan Fara sudah tahu dari orang tua mereka jika Shera dan Rafa sudah menikah.
Anindy dan Fara begitu baik pada Shera,mereka selalu mendukung Shera,apa lagu jika menikah dengan Rafa.
"Hey,kalian pasti sudah lama nunggu ya?" tanya Shera pada Anindy dan Fara.
"Tidak kok Sher,kita sampai mall baru beberapa menit yang lalu,kamu cantik sekali Sher pakai sepatu itu,selamat ya atas pernikahanmu dan Kak Rafa," ucap Fara pada Shera.
"Makasih Far,sepatunya biasa saja kok,akupun tidak suka dengan sepatunya,karena terpaksa saja aku pakai sepatu ini," jawab Shera pada Fara sambil melirik ke arah Rafa.
"Sepatunya bagus kok Sher,pasti Kak Rafa yang belikan sepatu ini untuk kamu? iya kan Kak? tanya Anindy pada Rafa sambil tersenyum.
"Iya dong,kakak tidak akan membeli sepatu yang jelek untuk istri tercinta Kakak," jawab Rafa pada Anindy sambil tersenyum meledek ke arah Shera.
"Kak Rafa mau ikut nonton juga bareng kita?" tanya Anindy pada Rafa.
__ADS_1
"Iya,kakak mau ikut nonton,sudah lama Kakak tidak ke bioskop," jawab Rafa pada Anindy.
"Kamu bukannya mau makan siang saja di mall? ya sudah sana makan di restaurant,biar aku,anindy dan Fara saja yang nonton," ucap Shera pada Rafa dengan wajah jutek.
"Aku makan siangnya nanti saja setelah nonton,kakak boleh ikut kalian nonton kan nindy,fara? tenang saja,kakak yang akan bayarin tiket nonton kalian," ucap Rafa pada Anindy dan Fara.
"Waaahhhh....boleh dong Kak,asyiiikkkk kita di bayarin sama Kak Rafa hehe," ucap Anindy dan Fara serentak.
Shera yang mendengar Rafa ingin ikut nonton bersamanya dan bersama Anindy serta Fara merasa begitu kesal.
"Benar kan dugaanku,si tuan menyebalkan ini pasti akan membuatku kesal," batin Shera ketika melihat Rafa ingin ikut nonton bersamanya.
"Aku tidak jadi nonton,aku mau pulang saja,kalian saja yang nonton," ucap Shera pada Anindy dan Fara,merasa kesal pada Rafa yang tiba-tiba saja ingin ikut nonton,sementara Shera tidak mau jika Rafa ikut nonton bersamanya.
"Eeehhhh eeeehhhh... jangan gitu dong Sher,kak Rafa kan tidak akan ganggu kita,iya kan Kak?" ucap Anindy pada Rafa.
"Shera,jangan pergi... aku tidak akan ikut nonton bersama kamu,aku akan menunggu kamu di restaurant temanku yang tidak begitu jauh dari bioskop,jangan marah,aku mohon," ucap Rafa pada Shera sambil Rafa memegang tangan Shera yang mencoba untuk pergi.
"Memangnya kamu tidak kembali lagi ke kantor? kenapa kamu harus menunggu aku?" tanya Shera pada Rafa dengan wajah juteknya.
"Aku sudah tidak ada pekerjaan di kantor,aku akan menunggu kamu sampai kamu selesai nonton,nanti kalo kamu sudah selesai nonton datang saja ke restaurant yang tidak jauh dari bioskop,sekalian kamu,anindy dan Fara makan siang juga di sana.Sekarang kamu,anindy dan Fara nonton saja,kamu sudah memgambil kartu yang aku taruh di atas meja lampu kamar kan?" ucap Rafa pada Shera.
"Tidak,aku tidak melihatnya," jawab Shera pada Anindy.
"Ya sudah,pakai kartu ini saja,pakaianlah untuk kamu,anindy dan Fara nonton,nanti kartu yang aku taruh di meja lampu kamar harus kamu simpan untuk keperluan kamu," ucap Rafa pada Shera dengan memberikan kartu debit untuk Shera.
"Aku punya uang kok," ucap Shera pada Rafa dengan menolak kartu debit yang Rafa berikan.
"Jangan pakai uang kamu sedikit pun,pakai kartu ini saja,jangan pernah membantah perintahku,ambil lah," ucap Rafa pada Shera dengan memberikan kartu debitnya pada Shera.
"Ambil saja Sher,punya suami yang baik kaya Kak Rafa gue juga mau kali hahaha," ucap Anindy pada Shera sambil tertawa.
"Baiklah," ucap Shera pada Rafa dengan mengambil kartu debit dari Rafa.
Rafa sebenarnya tidak suka nonton,hanya saja Rafa tadinya ingin ikut nonton supaya bisa terus ada di sisi Shera.
Namun Shera rupayanya merasa risih jika terus-terusan di ikuti oleh Rafa.
Rafa pun pergi ke sebuah restaurant temannya sambil menunggu Shera,anindy dan Fara selesai nonton.
__ADS_1