
Shera merasa takut saat Rafa menakut-nakutinya,shera pun membuka pintu kamar apartemennya karena Shera tidak mau jika di tinggalkan sendirian di apartemen.
Cekleeekkk....
Pintu kamar apartemen di buka oleh Shera,hal itu membuat Rafa senang dan lega.
Akhirnya Shera mau membuka pintu kamarnya setelah Rafa melakukan berbagai usaha dengan cara membujuk Shera.
Rafa menatap wajah Shera yang sembab karena menangis,hati Rafa rasanya begitu sakit saat melihat Shera meneteskan air mata sedihnya.
"Kenapa menangis,mmmm? air mata kamu itu sangat mahal,aku saja tidak akan sanggup untuk membeli air mata kamu,aku mohon jangan menangis," ucap Rafa pada Shera,kemudian Rafa menghapus air mata Shera yang mengalir deras di pipi mulusnya.
Rafa pun memeluk tubuh Shera dengan erat,lalu mengelus-ngelus rambut indah Shera,mencoba untuk membuat Shera nyaman di dalam pelukannya.
Ntah mengapa Shera tidak menolak pelukan Rafa,shera merasakan kehangatan saat tubuhnya berada di dalam pelukan Rafa.
Shera pun membalas pelukan Rafa terhadapnya dengan perasaan pilunya.
Shera memeluk erat tubuh atletis Rafa sambil menangis sesegukan.
Rafa semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Shera saat Rafa merasakan Shera membalas pelukannya.
"Kamu tahu Shera,aku tidak akan mengizinkanmu menangis sedih,aku juga tidak akan membiarkan siapapun membuatmu menangis,kamu harus meminta izin terlebih dahulu padaku jika kamu ingin menangis,itupun dengan 1 syarat,syaratnya adalah,kamu boleh menangis asalakan itu tangisan kebahagiaan,bukan tangisan kesedihan,karena aku tidak suka melihatmu terluka," ucap Rafa pada Shera dengan memeluk erat tubuh Shera.
"Diaaa... Diaaaa sudah hiks hiks hiks..." ucapan Shera tercekat karena bibirnya terasa kelu untuk berbicara tentang Sandra pada Rafa.
"Aku tahu sayang,aku hanya minta kamu jangan pernah memperdulikan ucapan orang-orang yang hidupnya tidak lebih baik dari kamu,orang-orang akan selalu menjatuhkan kita,disitu letak kelemahan mereka,sedangkan kita akan selalu kuat dengan kekuatan kita,karena mereka yang selalu menjatuhkan orang lain tidak akan pernah hidup di atas kita,mereka akan selalu berada di bawah kita Shera,jangan menangisi sesuatu yang tidak penting sayang," ucap Rafa pada Shera,mencoba menguatkan Shera.
"Tapi hati aku sakiiittt hiks hiks hiks," ucap Shera pada Rafa dengan tangisan sedihnya.
"Aku akan mengobati luka di hati kamu,mereka tidak pantas untuk menyakiti hati kamu,hati kamu tidak boleh terluka oleh ucapan-ucapan tidak layak dari mulut-mulut pencela sayang," ucap Rafa pada Shera,rafa dapat merasakan sakit hati yang Shera rasakan,namun Rafa tidak ingin Shera menangisi ucapan orang-orang yang tidak penting.
Setelah beberapa menit Shera berada di dalam pelukan Rafa,shera pun sudah tidak lagi merasakan kesedihan,hatinya menjadi lebih lega dan tenang mendengar ucapan-ucapan Rafa dan pelukan Rafa terhadapnya.
"Aku lapar," ucap Shera pada Rafa sambil melepaskan pelukan Rafa.
"Hahahaha.... kamu lucu sekali sayang,rupanya menangis bisa membuat perutmu kelaparan,baiklah aku akan masak sesuatu untuk kamu,kamu tinggal duduk di kursi dengan manis sampai masakannya nanti matang,oke Tuan puteri?" ucap Rafa pada Shera sambil tersenyum bahagia melihat Shera sudah tidak menangis lagi.
__ADS_1
"Baiklah,tapi kamu harus masak yang enak dan banyak untukku," ucap Shera pada Rafa dengan wajahnya yang masih terlihat sembab..
"Siaaappp laksanakan Tuan Puteri,aku akan masak yang banyak supaya Tuan puteri tidak kelaparan hehe," ucap Rafa pada Shera sambil tertawa lucu.
Shera tersenyum malu-malu melihat Rafa menghiburnya,ntah perasaan apa yang Shera rasakan saat melihat Rafa berusaha menghiburnya dan membuatnya nyaman.
Shera pun menunggu Rafa memasak sambil menonton tv,sementara Rafa sedang sibuk di dapurnya untuk memasak steak daging sapi.
Rafa begitu bahagia melihat Shera ceria kembali,karena melihat Shera menangis membuat separuh hidup Rafa terasa mati.
Shera mencium aroma masakan Rafa yang begitu menggugah selera,rasanya Shera ingin cepat-cepat menyantap makanan yang Rafa masak.
"Masih lama ya?" tanya Shera pada Rafa sambil melihat ke arah Rafa yang berada di dapur.
"Sebentar lagi,kamu sudah lapar banget ya?" tanya Rafa pada Shera.
"Bukan aku yang lapar,tapi anak kamu yang lapar," ucap Shera pada Rafa beralasan.
Rafa yang mendengar ucapan Shera hanya bisa tertawa,karena baginya Shera begitu lucu walaupun Shera sangat galak dan jutek.
"Ooohhhh... jadi yang lapar itu anak aku? aku pikir mamanya yang lapar?" tanya Rafa pada Shera dengan menggoda Shera karena Shera begitu lucu.
"Iya iya aku percaya kok,tunggu sebentar ya anaknya papa," ucap Rafa pada Shera seolah tengah berbicara dengan janin dalam kandungan Shera.
Shera yang mendengar ucapan lucu Rafa tersenyum mesem di buatnya.
Tak lama Rafa pun menghampiri Shera yang sedang duduk di sofa ruang tv dengan membawa steak daging dan steak kentang untuk Shera.
Shera menampakan wajah senangnya ketika melihat Rafa membawakan makanannya.
"Ini dia makanannya Tuan Puteri,semoga Tuan Puteri suka dengan makanannya," ucap Rafa pada Shera,menaruh steak daging dan steak kentang di atas meja.
"Sepertinya enak,tapi tidak tahu juga enak atau tidak?" ucap Shera pada Rafa dengan jaim.
"Pasti enak dong sayang,mau aku suapin?" tanya Rafa pada Shera.
"Baiklah,tapi jangan geer dulu,karena bukan aku yang mau di suapin melainkan anak ini yang mau di suapin," ucap Shera pada Rafa sambil memegang perutnya.
__ADS_1
"Shera... Shera... selalu saja mengatasnamakan anak kita,gengsi kamu itu benar-benar besar sekali sih Tuan puteri," batin Rafa ketika melihat tingkah lucu Shera.
"Iya iya,aku juga tahu kok,sekarang buka mulutnya,aaaaaaaaa," titah Rafa pada Shera dengan menyuapi Shera steak daging sapi.
"Aaaaaaaammmmmmm....." Shera mengunyah steak daging masakan Rafa.
"Enak sekali masakan Kak Rafa,aku jadi ketagihan di masakin sama Kak Rafa deh hihihi," batin Shera merasa senang saat memakan steak masakan Rafa.
"Enak?" tanya Rafa pada Shera dengan memandang wajah Shera sambil tersenyum.
"Lumayan,kalo di suruh nilai dari 1-10,nilainya 2," ucap Shera pada Rafa dengan wajah jaimnya.
"Kecil sekali nilainya? ya sudah kalo begitu steaknya tidak perlu di makan saja," ucap Rafa pada Shera berpura-pura ngambek.
"Eeehhh eeehhhh jangan dong... kan anak kamu masih laper," ucap Shera manja pada Rafa.
"Jujur dulu tapi,yang laper itu anak aku apa mamanya anak aku?" tanya Rafa pada Shera sambil menatap wajah cantik Shera.
"Yang laper ya aku dan anak aku,ya udah cepetan suapin lagi,keburu ngambek nih dedek di perut aku," ucap Shera pafa Rafa ingin segera memakan semua steak daging dan steak kentangnya.
"Hahaha,iya iya Tuan puteri,buka lagi mulutnya dan makan yang banyak," ucap Rafa pada Shera perhatian.
Rafa pun kembali menyuapi Shera sampai Shera merasa kenyang.
Shera yang merasakan perutnya begitu kenyang tiba-tiba saja merasa begitu ngantuk.
"Jangan tidur dulu,ini sudah mau magrib," ucap Rafa pada Shera.
"Tapi mata aku berat sekali,rasanya aku tidak kuat untuk membuka mata," ucap Shera pada Rafa sambil tiduran di atas sofa.
"Tahan ya,tidurnya habis magrib saja," ucap Rafa pada Shera sambil memijat-mijat Kaki Shera.
"Pijatan kamu membuatku semakin ingin tidur huaaaaaaaaaahhhhhhh," ucap Shera pada Rafa sambil menguap.
Rafa hanya bisa tertawa lucu mendengar ucapan dan tingkah Shera.
HAY JANGAN LUPA DUKUNG AKU YA DENGAN CARA LIKE COMMENT TIPS RAT AND FOLLOW.
__ADS_1
YUK FOLLOW AKU SEKARANG JUGA DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA SUPAYA AKU RAJIN MENULIS NOVELNYA😊😊😊😊🥰🥰🥰🥰