
Rafa sudah sampai di kediaman Oma Anggita dan Opa Aditya dengan membawakan burger dan minuman untuk Shera dan Oma Anggita.
"Kak Rafa kok sudah pulang? sebentar sekali perginya?" tanya Shera pada Rafa.
"Iya sayang,aku takut kamu menungguku terlalu lama,ini aku bawakan burger,makanlah bersama Oma Anggita," titah Rafa pada Shera sambil memberikan burger dan minuman pada Shera
"Tapi Shera dan Oma Anggita baru saja selesai makan,oma Anggita juga baru saja naik ke lantai atas untuk tidur siang,kak Rafa saja yang makan ya,kak Rafa belum makan siang kan?" tanya Shera pada Rafa.
"Kak Rafa tidak lapar sayang,kamu kenapa tidak tidur siang juga sayang?" tanya Rafa pada Shera,sambil Rafa duduk di sofa dengan wajah murungnya.
"Tidak apa-apa,shera tidak mengantuk,shera ingin nungguin Kak Rafa pulang,kak Rafa kenapa? apakah ada masalah? wajah Kak Rafa terlihat murung sekali," tanya Shera pada Rafa.
Shera melihat wajah Rafa terlihat murung setelah pulang dari restaurant milik kedua orang tua Reksa.
"Aku tidak apa-apa sayang,aku hanya merasa sedikit lelah,peluk aku sayang dong sayang," pinta Rafa pada Shera dengan merentangkan tangannya,meminta Shera memeluknya.
"Baiklah Tuan manja hihi,jangan terlalu lelah ya,nanti siapa yang akan menggendongku kalo Kak Rafa lelah hihi?" ledek Shera pada Rafa sambil memeluk Rafa dengan tertawa kecil.
"Tentu saja aku dong sayang yang akan menggendongmu,hanya aku boleh menggendongmu sampai ke ujung dunia," sahut Rafa pada Shera dengan mengeratkan pelukannya pada tubuh Shera.
Rafa merasakan ada kekhawatiran di dalam dirinya ketika tahu bahwa Reksa begitu menyukai Shera.
Rafa takut jika Shera sampai berpaling darinya dan meninggalkannya.
"Shera sayang... jangan pernah tinggalkan aku demi laki-laki lain,karena aku sangat mencintaimu sayang,aku rela berkorban apapun demi kamu," batin Rafa ketika Shera berada di dalam pelukannya.
Rafa kemudian mencium kening Shera lembut dengan penuh kasih dan sayang.
Ntah mengapa semenjak menikah dengan rafa,shera seolah tahu ketik Rafa sedang memiliki masalah atau tidaknya.
"Kak,jangan menyembunyikan masalah apapun dariku,aku ingin kita terbuka jika ada masalaah di antara kita," pinta Shera pada Rafa dengan masih memeluk tubuh Rafa sambil duduk di atas sofa.
"Iya sayang,kamu jangan mengkhawatirkanku,karena aku tidak ada masalah apa-apa," sahut Rafa pada Shera.
"Baiklah,tapi jika nanti aku tahu dengan sendirinya,maka aku tidak mau lagi percaya dengan Kak Rafa," ucap Shera pada Rafa dengan wajah masamnya.
"Hey,kenapa seperti itu? aku ingin kamu selalu percaya padaku sayang...Shera sayang,apa aku boleh bertanya padamu?" tanya Rafa pada Shera dengan memandang wajah cantik Shera.
"Kak Rafa ingin bertanya apa?" tanya Shera pada Rafa dengan penasaran.
__ADS_1
"Jika suatu saat aku terjatuh,apa kamu akan meninggalkanku? apa kamu akan mencari laki-laki lain yang lebih dariku?" tanya Rafa pada Shera dengan perasaan sedang tidak percaya dirinya.
"Tidak...karena aku percaya Kak Rafa pasti akan selalu bangkit walaupun terjatuh,aku akan selalu berada di sampingmu untuk menemanimu bangkit kembali," jawab Shera pada Rafa dengan senyuman terindahnya.
Hal itu membuat Rafa merasa senang dan lega,rafa percaya jika Shera tidak akan berniat meninggalkannya,tapi Reksa? Rafa tahu Reksa seperti apa.
Reksa akan melakukan hal apapun demi bisa mendapatkan Shera.
Rafa tidak boleh kalah dari Reksa,rafa harus bisa melawan Reksa,karena Shera adalah miliknya.
"Aku tidak akan membiarkan Reksa mengambil milikku,aku akan hancurkan Reksa jika sampai hal itu terjadi," batin Rafa dengan perasaan khawatirnya.
Tak lama Oma Anggita turun ke lantai bawah untuk menemui Shera.
Namun ketika Oma Anggita turun ke lantai bawah,oma Anggita melihat Rafa dan Shera sedang duduk di sofa sambil berpelukan.
"Semoga kalian tetap saling mencintai seperti ini ya cucuku,aku sangat bahagia melihat Rafa begitu mencintai Shera," batin Oma Anggita ketika melihat Rafa dan Shera berpelukan.
Rafa dan Shera pun menginap di rumah Oma Anggita dan Opa Aditya.
Karena mereka sudah berjanji akan menginap di rumah Oma Anggita dan Opa Aditya.
Mereka juga akan pamit sekalian untuk pulang ke indonesia lusa.
"Oma,opa,lusa Rafa dan Shera akan kembali ke indonesia,tapi sebelum Rafa dan Shera kembali ke indonesia,rafa dan Shera akan memberikan Oma dan Opa hadiah," ucap Rafa pada Oma Anggita dan Opa Aditya.
"Hadiah apa itu sayang? jangan buat Oma dan Opa penasaran deh," ucap Oma Anggita pada Rafa.
Rafa pun meminta Shera memberikan hadiah tersebut pada Oma Anggita dan Opa Aditya.
"Oma,opa,ini hadiah untuk Oma dan Opa,semoga kalian suka," ucap Shera pada Oma Anggita dan Opa Aditya.
"Terimakasih ya cucu-cucuku sayang,oma akan buka ya hadiahnya," ucap Oma Anggita pada Shera dan Rafa.
"Iya Oma," jawab Shera pada Oma Anggita.
Oma Anggita pun membuka hadiah dari Rafa dan Shera yaitu berupa 2 buah cincin mewah yang di pesan khusus untuk Oma dan Opa nya.
"Waaaahhhh cantik sekali sayang hadiahnya,oma dan opa sangat menyukainya," ucap Oma Anggita pada Rafa dan Shera dengan perasaan senangnya.
__ADS_1
"Terimakasih ya cucuku,ini pasti akan kami pakai," ucap Opa Aditya pada Rafa dan Shera dengan perasaan senang.
"Sama-sama Oma,opa,semoga kalian selalu bahagia dan jangan lupa jaga kesehatan kalian ya,supaya kalian bisa ngeliat anak-anak Rafa dan Shera," ucap Rafa pada Oma Anggita dan Opa Aditya.
"Iya sayang,oma dan Opa akan menjaga kesehatan kami,supaya kami bisa melihat anak-anak kamu dan Shera,kami sudah tidak sabar untuk melihat cicit-cicit kami," ucap Oma Anggita pada Rafa dan Shera sambil tersenyum bahagia.
"Iya Oma,doakan kami terus ya,ya sudah kalo begitu Rafa dan Shera pamit dulu,kami akan kembali ke hotel,besok lusa kami baru akan pulang ke Indonesia," ucap Rafa pada Oma Anggita dan Opa Aditya.
"Tunggu dulu sayang,oma akan memberikan sesuatu untuk kamu dan Shera," ucap Oma Anggita pada Rafa dan Shera.
"Tidak perlu Oma,oma tidak perlu memberikan kami apapun," sahut Rafa pada Oma Anggita.
"Jangan menolak pemberian Oma dan Opa,tunggu saja sebentar," pinta Oma Anggita pada Rafa dan Shera.
Oma Anggita naik ke lantai atas untuk mengambil sesuatu yang akan di berikannya pada Rafa dan Shera.
Rafa dan Shera saling melirik satu sama lain,mereka tidak tahu apa yang akan Oma Anggita berikan pada mereka.
Tak lama Oma Anggita turun dari lantai atas dengan membawa kotak kecil untuk Rafa dan Shera.
"Buka kotak ini,ini untuk kalian berdua," titah Oma Anggita pada Rafa dan Shera dengan memberikan sebuah kotak perhiasan pada Shera.
"Ini apa Oma?" tanya Shera pada Oma Anggita ketika Shera menerima kotak perhiasan yang di berikan oleh Oma Anggita pada Shera.
"Buka saja sayang," pinta Oma Anggita pada Shera.
Shera pun membuka kotak hadiah yang di berikan oleh Oma Anggita kepadanya.
"Cincin? oma serius akan memberikan sepasang cincin ini pada Shera dan Kak Rafa? oma tidak usah memberikan kami sepasang cincin ini,cincin ini pasti sangat berharga untuk Oma dan Opa," ucap Shera pada Oma Anggita merasa tidak enak hati.
"Sayang,sepasang cincin ini memang sangat berharga untuk kami,karena ini adalah cincin pernikahan kami,kami ingin memberikannya pada kalian agar rumah tangga kalian bisa bertahan selamanya,kami berharap kalian bisa menghadapi segala bentuk ujian yang menimpa rumah tangga kalian,jangan lupa di pakai ya sayang,doa kami selalu menyertai kalian," ucap oma Anggita pada Rafa dan Shera.
"Omaaa.. makasih ya,shera sangat terharu bisa mendapatkan cincin ini dari Oma," ucap Shera pada Oma Anggita.
Shera pun memeluk Oma Anggita dengan erat dan penuh kasih sayang.
Rafa dan Opa Aditya tersenyum bahagia melihat Shera memeluk Oma Anggita.
Lalu Shera dan Rafa memakai cincin yang di berikan oleh Oma Anggita dan Opa Aditya pada mereka sebagai kenang-kenangan.
__ADS_1