MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
SHERA


__ADS_3

Shera dengan perasaan takutnya memberanikan diri untuk mentespek dirinya.


Shera membuka tespek dan mempelajari terlebih dahulu cara memakai alat tespek tersebut yang sudah ia beli di apotek dengan perasaannya yang cemas.


Setelah Shera mengerti caranya,shera langsung mencobanya.


"Semoga saja aku tidak hamil," batin Shera ketika meletakan tespek tersebut ke dalam air kemihnya.


Setelah Shera meletakan tespek di gelas kecil yang berisi air kemihnya,shera merasakan kecemasan yang begitu hebat,shera bolak balik di dalam kamar mandi dengan perasaan takutnya sambil menggigit kuku tangannya sembari menunggu hasil dari tespeknya tersebut yang ia letakan di dekat wastafel.


Setelah menuggu beberapa menit,shera pun mengambil tespeknya dari gelas kecil yang berisi air kemihnya itu.


DEG.... DEG... DEG... DEG... DEG...


Mata Shera membulat dan tubuhnya seketika lemas saat melihat hasil tespeknya.


Tangan Shera berpegangan pada tembok yang berada di dalam kamar mandinya agar dirinya tidak terjatuh.


Lalu Shera duduk perlahan sambil menyandarkan tubuhnya di tembok tersebut.


Shera melihat ada 2 garis di tespek miliknya itu.


Air matanm Shera langsung jatuh mengalir di pipi mulusnya tersebut.


Seketika dada Shera terasa begitu sakit dan sesak dengan perasaanya yang sedih.


"Astaga.... tidak... ini tidak mungkin terjadi... aku tidak mungkin hamil..." batin Shera merasa kaget dan takut saat melihat hasil tespeknya yang terlihat dua garis dengan jelas.


Shera tidak percaya jika dirinya benar-benar hamil,lalu Shera mencoba kembali tespek yang ke dua untuk memastikan apakah dirinya benar-benar hamil atau tidak.


Hasil dari tespek yang ke dua pun tidak berubah,hasilnya tetap garis 2,yang artinya Shera benar-benar positif hamil.


"Ya Tuhan,bagaimana ini? bagaimana dengan nasibku? bagaimana caranya agar aku bisa mengatakan semua ini pada papa dan mama,bagaimana ini? hiks hiks hiks," batin Shera merasakan ketakutan yang luar biasa.


Shera takut membuat kedua orang tuanya kecewa padanya,karena Shera adalah harapan satu-satunya di keluarganya.


Shera tidak akan sanggup membuat kedua orang tuanya bersedih dan terluka jika mengetahui dirinya kini telah hamil.


Di usianya yang baru 17 tahun,shera harus mengandung janin yang tidak di harapkannya.


"Aaaaaaaaaahhhhhhhh... ini tidak mungkin... ini tidak mungkin.. Kenapa nasibku seperti ini? huuuuuuaaaaaaaa huuuuuuuaaaaaa hiks hiks hiks," Shera berteriak dan menangis sesegukan di dalam kamar mandinya.


Tidak ada yang mendengar teriakan dan tangisan Shera,karena kedua orang tuanya sedang bekerja,sementara asisten rumah tangganya juga sedang tidak di rumah.


Shera duduk di lantai kamar mandimya dengan memeluk kedua kakinya,lalu menunduka kepalanya sambil menangis sesegukan.

__ADS_1


Shera merasakan tubuhnya begitu lemas tak bertenaga.


Untuk berdiri saja rasanya tidak kuat.


Shera begitu panik dan takut atas kehamilannya,shera tidak tahu harus bagaimana cara menjelaskannya kepada kedua orang tuanya.


"Rafaaa... kamu benar-benar breng**k Rafaaa... aku tidak akan pernah mau mengandung anak dari kamu,aku benci kamu Rafaaa... aku benci anak ini hiks hiks hiks," batin Shera merasa begitu membenci Rafa dan janin dalam kandungannya.


Shera harus mengandung di usianya yang masih sangat muda,hal ini begitu menakutkan bagi Shera,apa lagi jika sampai teman-teman sekolahnya tahu akan hal ini.


Shera duduk di lantai cukup lama karena tubuhnya yang tak bertenaga,hingga akhirnya Shera mencoba menguatkan tubuhnya berjalan ke arah bathup yang berada di dalam kamar mandinya.


Shera merendamkan tubuhnya di dalam air yang berada di bathup kamar mandinya tersebut dengan perasaannya yang hancur.


Shera memejamkan kedua matanya dengan linangan air mata yang tanpa henti mengalir di wajahnya.


"Rasanya hatiku begitu sakit,tidak ada lagi harapan yang indah bagiku,masa depanku hancur karenamu Rafa,aku tidak akan pernah mau memaafkanmu," batin Shera menangis dengan begitu pedih.


Shera rasanya ingin mati saja setelah mengetahui bahwa dirinya saat ini mengandung anak dari Rafa,laki-laki yang paling di bencinya.


☆☆☆


Asisten rumah tangga Shera mengetuk-ngetuk pintu kamar Shera,namun tidak ada jawaban dari Shera.


Tok... Tok...Tok...


Sudah beberapa kali memanggil Shera tetap tidak ada jawaban dari dalam kamar Shera.


Bi Yayu sebelumnya di telpon oleh mama Sherly untuk membangunkan Shera,karena mama Sherly sejak tadi menghubungi Shera namun tidak ada jawaban dari Shera.


Sehingga mama Sherly meminta bi Yayu untuk melihat keadaan Shera di kamarnya.


Kemudian bi Yayu masuk ke dalam kamar Shera,namun ternyata Shera tidak ada di dalam kamarnya.


"Mbak Sera... mbak Shera sedang mandi ya?" panggil bi Yayu pada Shera.


Kamar mandi Shera pintunya di tutup dari dalam,itu berarti Shera sedang berada di dalam kamar mandinya.


"Mbak Shera... mbak Shera lagi mandi ya?" panggil bi Yayu pada Shera,namun tetap tidak ada jawaban dari Shera.


Bi Yayu pun ke luar dari kamar Shera menuju lantai bawah untuk menghubungi mama Sherly.


"Bi,gimana Shera? Shera masih tidur atau sudah bangun?" tanya mama Sherly pada bi Yayu.


"Mbak Shera sedang mandi bu,tapi tidak ada suara air shower di dalam kamar mandinya,mungkin mbak Shera sedang berendam di bathup bu," ucap bi Yayu pada mama Sherly.

__ADS_1


"Shera tadi kelihatannya lagi tidak enak badan bi,tapi kenapa malah berendam di air ya?" tanya mama Sherly pada bi Yayu.


"Bibi juga tidak tahu bu,tadi mbak Shera di panggil-panggil olrh bibi tapi tidak ada jawaban," ucap bi Yayu pada mama Sherly.


"Ya sudah bi,sebentar lagi saya akan pulang ke rumah,saya khawatir takutnya Shera sakit," ucap mama Sherly pada Shera.


"Baik bu," jawab bi Yayu pada mama Sherly.


Mama Sherly memutuskan untuk pulang ke rumahnya bersama suaminya karena perasanya begitu tidak enak,takut Shera terjadi apa-apa pada Shera.


Kedua orang tua Shera memiliki beberapa usaha Showroom,sehingga mereka bisa pulang kapan saja dari Showroom ke rumah mereka.


"Shera kenapa ya pah? Kok akhir-akhir ini begitu murung dan terlihat pucat,apa Shera sakit ya pah? tapi kok Shera tidak mau jujur ke kita?" ucap mama Sherly pada papa Kevin ketik mereka sudah berada di dalam mobil mereka menuju rumah untuk menemui Shera anak satu-satunya mereka.


"Iya mah,sepertinya Shera tengah menyembunyikan sesuatu dari kita,papa juga bisa melihat dari raut wajah Shera," ucap papa Kevin papa mama Sherly.


Setelah hampir setengah jam perjalanan dari Showroom ke rumah Shera.


Kedua orang tua Shera pun sudah sampai di rumahnya.


Mereka langsung masuk ke dalam rumah mereka.


"Bi,shera sudah turun ke bawah belum?" tanya mama Sherly pada bi Yayu.


"Belum bu,mbak Shera masih di atas," ucap bi Yayu pada mama Sherly.


Setelah tahu jika Shera masih berada di dalam kamarnya,mama Sherly dan papa Kevin langsung naik ke lantai atas menuju kamar Shera.


Tok... Tok.. Tok...


"Shera sayang,ini mama sama papa nak," mama dan papa boleh masuk kan?" panggil mama Sherly pada Shera.


"Shera,apa kamu sakit sayang?" panggil papa Kevin pada Shera.


Namun tetap tidak ada jawaban dari Shera,hal itu membuat kedua orang tuanya khawatir.


"Kita masuk saja pah ke kamar Shera,mama khawatir takut Shera kenapa-kenapa," ucap mama Sherly pada papa Kevin.


"Iya mah,kita masuk saja," ucap papa Kevin pada mama Sherly.


Kedua orang tua Shera pun masuk ke dalam kamar Shera,namun mereka tidak melihat Shera berada di dalam kamarnya.


"Shera sepertinya sedang mandi mah," ucap papa Kevin pada mama Sherly.


"Tapi masa iya Shera mandinya lama banget pah,tadi pas mama nelpon bi Iyem,shera katanya sedang mandi,biasanya Shera enggak selama ini kalo mandi," ucap mama Sherly pada papa Kevin.

__ADS_1


"Coba mama saja yang panggil Shera di dalam kamar mandi," titah papa Kevin pada mama Sherly.


"Shera sayang... kamu masih mandi ya sayang?" panggil mama Sherly pada Shera,namun tidak ada jawaban juga dari Shera.


__ADS_2