
Keesokan harinya..
Meira masuk ke dalam kamar rawat inap Rafa dengan mengantarkan sarapan pagi untuk Rafa.
Meira tidak tahu jika Shera berada di dalam kamar mandi,sehingga Meira merasa bebas untuk berduaan dengan Rafa.
"Sarapannya sudah siap Pak Rafa,saya suapin ya?" ucap Meira pada Rafa sambil memegang piring yang berisi buah-buahan.
"Saya bisa makan sendiri,saya bahkan sudah bisa berjalan sendiri," ucap Rafa pada Meira.
"Tidak apa-apa,biar saya saja yang suapin," ucap Meira pada Rafa.
"Baiklah," jawab Rafa pada Meira.
Meira pun menyuapi Rafa sarapan pagi dengan perasaan senangnya.
"Apa kamu benar-benar sudah menikah?" tanya Meira pada Rafa sambil menyuapi Rafa.
"Sepertinya begitu,aku pun tidak mengingatnya," jawab Rafa pada Meira.
"Aku melihat istri kamu sepertinya sangat angkuh dan sombong,bagaimana bisa kamu menikahi wanita seperti dia yang usianya masih sangat kecil?" tanya Meira pada Rafa dengan berani.
"Ntahlah,aku tidak ingat apapun tentangnya,tapi mamaku mengatakan jika Shera adalah istriku," jawab Rafa pada Meira.
"Kata Dokter 3 hari lagi kamu sudah di perbolehkan pulang ke Indonesia,bagaimana jika kita makan malam sebelum kamu pulang ke Indonesia?" ajak Meira pada Rafa mencoba untuk mendekati Rafa.
"Baiklah," jawab Rafa singkat pada Meira.
Rafa hanya menganggap Meira sebagai teman saja,karena Meira lah yang selama ini merawatnya.
"Hmmmmm hmmmmmm...." shera berdeheum sambil ke luar dari dalam kamar mandi dengan memakai dress cantik berwarna putih selutut.
Rupanya Shera mendengar semua pembicaraan Rafa dan Meira.
Hati Shera terasa begitu sakit saat Rafa mengatakan tidak mengingatnya di depan Meira,rafa seolah memberikan harapan pada Meira yang begitu mengharapkan cinta Rafa.
Rasanya Shera ingin menangis,namun Shera menahannya karena Shera tidak mau menangis di hadapan wanita yang ingin merebut suaminya tersebut.
Meira justru akan merasa menang dan menertawakan Shera jika sampai melihat Shera menangis.
Rafa yang sedang menyantap sarapan paginya menoleh ke arah Shera,rafa memandang wajah cantik Shera yang baru selesai mandi dengan wajah terkesimanya.
"Shera sangat cantik sekali,pantas saja jika mama Keyla mengatakan kalo aku begitu mencintai Shera," batin Rafa ketika memandang wajah Shera yang baru ke luar dari dalam kamar mandi.
Sementara Meira merasa kaget melihat Shera berada di dalam kamar Rafa,meira tidak tahu jika Shera tadi malam tidur di kamar rawat inap Rafa.
Meira melirik ke arah Rafa yang seperti tengah terbius oleh kecantikan Shera.
"Menyebalkan sekali gadis kecil ini,kenapa dia masih berada di kamar Rafa? sedangkan Rafa tidak ingat kepadanya," batin Meira ketika melihat wajah Shera.
"Biar saya saja yang akan menyuapi suami saya,kamu bisa ke luar sekarang," titah Shera pada Meira dengan wajah juteknya.
__ADS_1
Meira merasa semakin muak dan kesal melihat sikap angkuh dan sombong Shera terhadapnya.
Namun Meira tidak ingin bersikap tidak baik di hadapan Rafa laki-laki yang ingin Meira dekati,karena Meira begitu menyukai Rafa.
"Baiklah,kalo begitu saya permisi dulu," ucap Meira pada Rafa dan Shera dengan perasaan kesalnya pada Shera.
Meira pun ke luar dari dalam kamar rawat inap Rafa dengan wajah muramnya.
Ingin rasanya Meira berkata kasar pada Shera yang sudah bersikap angkuh dan sombong terhadapnya.
"Aku akan menyuapi Kak Rafa,sekarang buka mulutnya," titah Shera pada Rafa sambil Shera duduk di bangku yang berada di dekat ranjang Rafa dengan perasaan kecewanya,karena Shera mendengar semua ucapan Rafa pada Meira.
Rafa pun membuka mulutnya tanpa protes seperti biasanya,matanya masih memandang kagum wajah Shera.
Rafa seolah terhipnotis dengan kecantikan Shera.
"Kenapa memandangku seperti itu? apa kamu sudah mulai mengingatku?" tanya Shera pada Rafa.
"Siapa juga yang mandangin kamu? aku hanya heran saja kenapa aku bisa menikah dengan anak kecil sepertimu," ucap Rafa pada Shera dengan mengalihkan pandangannya.
"Kamu tidak perlu heran,aku hanya ingin mengambil milikku,jika kamu bukan suamiku,aku juga tidak akan mengejarmu,aku lebih cantik dari wanita manapun,suamiku pasti akan kembali padaku," jawab Shera pada Rafa dengan rasa percaya dirinya.
Shera merasa tidak suka dengan kedekatan Rafa dan Meira,hatinya merasa cemburu melihat suami yang di cintainya berduaan dengan wanita lain.
"Banyak yang lebih cantik dari kamu,tapi mereka tidak sesombong kamu," akh aku begitu tidak percaya kalo aku sudah menikahi wanita yang sok cantik seperti kamu,kamu bahkan terlihat galak dan jutek,," ucap Rafa pada Shera dengan ucapan ketusnya.
"Kamu akan rugi jika tidak mengingatku,karena banyak sekali laki-laki yang ingin mendekatiku," ucap Shera sombong pada Rafa.
"Ya,baiklah,jika itu keinginanmu,aku pastikan kamu akan menyesalinya karena sudah tidak mengingatku sebagai istrimu lagi,aku mengharapkanmu untuk kembali kepadaku,tapi aku juga tidak akan memaksamu jika aku tidak ada di hatimu lagi," ucap Shera pada Rafa dengan wajah sendunya.
Shera merasa begitu sedih mendengar ucapan Rafa terhadapnya,rafa benar-benar tidak akan pernah mengingatnya lagi sebagai istrinya.
Rafa hanya terdiam saat Shera mengatakan tidak akan memaksa Rafa untuk kembali pada Shera,rafa dapat melihat wajah kecewa Shera pada Rafa saat Rafa mengucapkan kata-kata yang menyakitkan pada Shera.
Rafa merasa bersalah sudah berkata hal-hal yang tidak baik pada Shera.
"Kenapa hatiku merasa sakit ketika melihat wajah sedih Shera ketika mendengar semua ucapan ketusku pada Shera? aku merasa tidak tega melihat Shera,shera sepertinya sangat kecewa terhadapku," batin Rafa ketika memandang wajah sendu Shera.
"Ayolah,kenapa kamu malah memasang raut wajah sedih seperti itu di hadapanku? aku pun tidak tahu harus menjelaskan apa lagi padamu,aku benar-benar tidak mengingatmu," ucap Rafa pada Shera dengan perasaan bingungnya.
"Besok aku akan pulang ke Indonesia,aku yakin kamu akan senang karena aku tidak mengganggumu lagi,habiskan sarapanmu sekarang,aku akan mencari udara segar dulu di luar," ucap Shera pada Rafa sambil menyerahkan piring yang berisi makanan pada Rafa.
Rafa merasa kaget saat mendengar Shera akan pulang ke Indonesia,rafa yakin Shera sudah putus asa menghadapi sikap Rafa terhadap Shera.
Shera pun ke luar dari dalam kamar rawat inap Rafa dengan perasaan kecewanya.
Shera berlari menuju taman yang ada di rumah sakit tersebut.
"Huuuuaaaaaaa..... hiks hiks hiks," shera menangis kecewa sambil duduk di bangku taman..
Dari kejauhan nampak seorang laki-laki tampan berbadan tinggi dan berkulit putih,ketampanannya tidak beda jauh dari Rafa.
__ADS_1
Laki-laki tersebut berjalan ke arah taman untuk menghampiri Shera yang terlihat sedang sedih.
"Shera...." panggil seorang laki-laki pada Shera dari arah belakang Shera.
Shera yang sedang menangis seakan mengenal suara laki-laki yang memanggilnya tersebut.
Shera pun berdiri dari kursi yang di dudukinya lalu Shera menoleh ke arah belakangnya,dilihatnya oleh Shera laki-laki yang sangat di kenal olehnya.
"Kak Aksa," panggil Shera pada Aksa dengan wajah kagetnya.
Aksa adalah anak dari Om Gio,masih saudara sepupu Rafa.
Aksa berusian 21 tahun lebih muda dari Rafa,saat ini Aksa masih kuliah di Singapore dan sedang merintis usahanya juga di Singapore.
"Shera,kamu kenapa menangis?" tanya Aksa pada Shera sambil menghapus air mata Shera.
"Shera tidak apa-apa kok Kak hiks hiks hiks," jawab Shera pada Aksa dengan perasaan sedihnya.
Aksa pun memeluk Shera yang terlihat menangis sedih,aksa mencoba untuk menenangkan Shera dalam pelukannya.
"Tenang ya,kamu bisa ceritakan semuanya padaku," ucap Aksa pada Shera mencoba untuk menenangkan Shera.
Aksa sudah tahu jika Shera sudah menikah dengan Rafa,sejak itulah Aksa tidak berani lagi mendekati Shera karena papanya yang melarangnya.
"Kak,shera capek,shera sakit Kak hiks hiks hiks," ucap Shera pada Aksa sambil menangis.
Dari kejauhan rupanya Rafa melihat Shera dan seorang laki-laki sedang berpelukan di taman.
Rafa tadi mengikuti Shera dari belakang karena Rafa khawatir dengan Shera yang terlihat sedih,namun Rafa tidak tahu jika laki-laki yang memeluk Shera adalah Aksa sodara sepupunya.
"Siapa laki-laki yang sedang memeluk Shera? kenapa hatiku terasa begitu sakit melihat Shera berpelukan dengan laki-laki lain," batin Rafa ketika melihat Shera berpelukan dengan Aksa.
Rafa pun kembali masuk ke dalam kamar rawat inapnya dengan perasaan gamangnya.
Sementara Aksa dan Shera masih berada di taman yang berada di rumah sakit tempat Rafa di rawat.
"Shera... jangan memendam beban yang ada di hatimu,ceritakan semuanya padaku," ucap Aksa pada Shera.
Shera melepaskan pelukannya dari Aksa,shera merasa tidak enak jika berpelukan dengan laki-laki yang bukan suaminya.
"Nanti Shera akan ceritakan pada Kak Aksa,tapi kalo boleh tahu,kenapa Kak Aksa berada di rumah sakit ini?" tanya Shera pada Aksa penasaran.
"Aku ke sini ingin menjenguk Rafa suami kamu,rafa adalah sodara sepupuku,aku dengar Rafa sudah sadar dari komanya,tapi pas aku mau masuk ke dalam,aku malah melihat kamu berlari ke taman sambil menangis,bukankah kamu harusnya bahagia melihat Rafa sudah sadar dari koma nya?" tanya Aksa pada Shera.
"Shera baru ingat kalo Kak Aksa adalah sodara sepupunya Kak Rafa,shera bahagia kok Kak melihat Kak Rafa sudah sadar,shera bersyukur melihat Kak Rafa masih selamat," ucap Shera pada Aksa.
Shera pun menceritakan semuanya pada Aksa tentang Rafa yang tidak mengingatnya sama sekali.
Hal itu membuat Aksa begitu kasihan pada Shera,ingin rasanya Aksa menggantikan Rafa di hati Shera,karena Aksa sudah begitu lama menyukai Shera.
HAY SEMUANYA AKU UDAH NULIS NOVEL INI DARI BEBERAPA JAM YANG LALU TAPI TIDAK MUNCUL JUGA MUNGKIN LAGI ADA GANGGUAN.
__ADS_1