MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
MEMBUJUK SHERA


__ADS_3

"Shera... kamu kenapa?" tanya Rafa pada Shera saat Shera berjalan dengan cepat ke luar dari dalam mall menuju parkiran.


Namun Shera tak menjawab pertanyaan Rafa,shera hanya diam dengan perasaan malu dan sedihnya.


Setelah sampai di parkiran,shera dan Rafa masuk ke dalam mobil Rafa.


Rafa langsung menancap gas melajukan mobilnya untuk pulang ke apartemennya.


Di perjalanan Shera hanya diam saja sambil menatap ke arah jendela mobil dengan tatapan sendu.


Matanya terlihat berkaca-kaca seperti menyimpan kesedihan.


Rafa merasa sangat khawatir melihat raut wajah sedih Shera.


"Hey,kamu kenapa? apa aku berbuat salah? apa ada orang yang menyakiti kamu?" tanya Rafa lembut pada Shera sambil memegang tangan Shera dengan tangan kirinya,sementara tangan kanan Rafa sedang memegang stir mobil.


Shera tak menjawab pertanyaan Rafa dan malah melepaskan tangannya dari tangan Rafa.


"Shera,jangan membuatku bingung,katakan ada apa denganmu? kenapa kamu terlihat sedih?" ucap Rafa pada Shera dengan perasaan bingungnya.


Namun Shera tetap tak menjawab pertanyaan Rafa.


Mereka pun sudah sampai di apartemen Rafa,shera masuk ke dalam apartemen Rafa berjalan mendahului Rafa dan langsung masuk ke dalam kamarnya dengan mengunci pintu kamar.


Tok... Tok... Tok...


Rafa mengetuk pintu kamar Shera karena Shera mengunci pintu kamarnya dari dalam.


"Sheraaa... kenapa kamu mengunci pintu kamar kita? ada apa sebenarnya dengan kamu? katakan Shera?" teriak Rafa pada Shera,rafa dapat melihat jika Shera saat ini sedang marah dan sedih,namun Rafa tidak tahu apa penyebabnya.


"Huuuuuuuaaaaaaa..... huuuuuuaaaaaa hiks hiks hiks,kamu bodoh Shera kamu bodoh," ucap Shera pada dirinya sendiri sambil menangis sesegukan di samping tempat tidur.


"Sheraaa.... ayok buka pintunya? aku tidak suka kalo kamu menyembunyikan sesuatu dariku,cepat buka pintunya,asal kamu tahu ya,aku bisa menyulap pintu kamar ini menjadi pintu doraemon ketika aku sudah marah sama kamu,cepat buka pintunya Shizuka," ucap Rafa pada Shera mencoba untuk menghibur hati Shera.


Namun tetap saja Shera tidak membuka pintu kamarnya,karena saat ini Shera begitu malu pada semua orang,shera malu untuk mengatakan bahwa dirinya hamil karena sebuah kecelakaan yang tidak di inginkannya.


"Huuuuuuaaaaaaa.... pergiiii dari sini... aku benci sama kamuuuuu... aku benci sama kamuuu Rafaaa... hiks hiks hiks," teriak Shera pada Rafa dari dalam kamarnya,merasa begitu kesal dan marah pada Rafa.


"Kenapa aku harus pergi dari sini? ini kan apartemenku? mana bisa aku pergi dari apartemenku,coba saja usir aku kalo kamu bisa!!! ayo ke luar dulu dari dalam kamar,kalo kamu sudah ke luar,kamu bisa usir aku,serius deh aku enggak bohong,kalo aku bohong nanti hidung aku panjang kaya pinokio," ucap Rafa pada Shera mencoba membujuk Shera agar Shera ke luar dari dalam kamarnya.

__ADS_1


"Baiklah,aku yang akan pergi dari apartemenmu ini,tapi beri aku waktu 1 jam di dalam kamar dan jangan ganggu aku dulu hiks hiks hiks," teriak Shera pada Rafa sambil menangis sendu.


Dalam hati Rafa merasakan kesedihan ketika mendengar Shera menangis sedih,hatinya terasa sakit melihat wanita yang di cintainya merasakan kesedihan.


Namun Rafa bukan laki-laki yang suka terlihat lemah di hadapan wanita,rafa ingin selalu terlihat kuat di hadapan Shera,agar Shera merasa aman berada di sampingnya.


Rafa pun tidak suka melihat Shera menangis,karena Rafa akan terluka jika Shera menangis,yang dapat Rafa lalukan hanyalah berusaha untuk menguatkan Shera dan membujuk Shera dengan cara Rafa sendiri.


Rafa kemudian menghubungi Anindy untuk menanyakan apa yang terjadi pada Shera.


"Hallo Anindy," sapa Rafa pada Anindy yang masih berada di mall bersama Fara.


"Hallo Kak Rafa,ada apa Kak Rafa nelpon aku?" tanya Anindy pada Rafa.


"Kakak mau tanya sama kamu,apa yang terjadi sama Shera ketika kalian makan di restaurant teman Kakak?" tanya Rafa pada Anindy.


"Memangnya Shera kenapa Kak?" tanya Anindy pada Rafa,merasa takut jika Shera kenapa-kenapa.


"Shera sejak tadi pulang dari restaurant hanya diam saja dan terlihat sedih,setelah sampai di apartemen pun Shera tetap diam tanpa bicara apapun sama Kakak,sekarang Shera malah mengurung diri di dalam kamarnya sambil menangis dan marah sama Kakak,kakak bingung karena Kakak tidak tahu kenapa Shera menangis dan marah sama Kakak,coba kamu katakan sejelas-jelasnya sama kakak,apa yang terjadi dengan Shera sampai Shera bisa menangis dan marah seperti ini sama Kakak?" tanya Rafa pada Anindy dengan perasaan ingin tahunya.


"Sebenarnya,tadi itu," ucapan Anindny pada Rafa terhenti.


"Tadi itu temannya Kak Rafa yang bernama Kak Sandra menyinggung perasaan Shera Kak,kak Sandra bilang usia Shera kan baru 17 tahun tapi kenapa Shera tidak memikirkan pendidikan dan malah memilih menikah dengan Kak Rafa,kak Sandra juga bilang kenapa Shera hamil di saat usianya masih sangat muda,namun Shera tadi tidak menjawab pertanyaan Kak Sandra,shera memilih untuk pergi ke toilet,anindy dan Fara kasihan sama Shera,karena Shera tadi terlihat sedih dan malu saat Kak Sandra bertanya tentang kehamilan Shera,anindy yakin Shera saat ini marah dan sedih karena hal itu Kak," ucap Anindy pada Rafa.


Anindy menjelaskan dengan sejelas-jelasnya pada Rafa,agar Rafa tahu semuanya.


Rafa merasa begitu marah pada Sandra yang sudah menyinggung perasaan Shera dan sudah membuat Shera malu.


"Siiiiaaaallllll.... berani-beraninya Sandra membuat Shera sedih seperti ini,ya sudah Nindy,terimakasih atas informasinya," ucap Rafa pada Anindy dengan perasaan marahnya pada Sandra.


"Tunggu Kak,Ada lagi hal yang bikin Shera sedih," ucap Anindy pada Rafa.


"Hal apa itu? hal apa lagi yang membuat Shera sedih?" tanya Rafa pada Anindy.


"Kak Sandra tadi bilang kalo Kak Sandra pernah menginap di rumah oma dan opanya Kak Rafa yang ada di London selama dua hari,kak Sandra juga bertanya pada Shera,apakah Kak Rafa sudah mengajak Shera pergi ke rumah oma dan opa Kak Rafa yang ada di London atau belum? Terus jawaban Shera katanya belum,Nindy tahu Shera pasti sedih mendengar ucapan Kak Sandra,nindy juga tadi kesal sama Kak Sandra,karena ucapannya benar-benar menyebalkan," ucap Anindy pada Rafa.


Rafa yang mendengar semua penjelasan Anindy tentang kejadian di restauran Bimo,hatinya merasa begitu marah pada Sandra.


"Ya sudah Nindy,kakak akan membujuk Shera dulu supaya Shera tidak marah lagi," ucap Rafa pada Anindy.

__ADS_1


"Baik Kak," jawab Anindy pada Rafa.


Rafa merasa kepalanya sudah mendidih ketika mendengar apa yang terjadi pada Shera karena ulah Sandra.


"Siiiiaaallll..... kurang ajar sekali Sandra berbicara seperti itu pada Shera.Apa maksud Sandra bertanya seperti itu pada Shera? Apa Sandra tidak menyukai Shera karena aku menikah dengan Shera? ini tidak bisa di biarkan,aku harus memberikan Sandra pelajaran," batin Rafa merasakan kemarahan pada Sandra.


Rafa meminta nomor telpon Sandra pada Bimo,karena Rafa ingin menghubungi Sandra untuk memberikannya pelajaran.


Dulu Rafa mempunyai nomor telpon Sandra,namun Rafa mengganti nomornya karena Sandra selalu mengganggunya.


Rafa pun menghubungi Sandra dengan menyembunyikan nomor telponnya.


"Hallo Sandra," ucap Rafa pada Sandra.


"Hallo,ini Rafa ya? suaranya seperti Rafa," ucap Sandra pada Rafa,sandra langsung mengenali suara Rafa.


"Iya,gue Rafa,gue cuma mau ngasih tau sama luh,jangan pernah coba-coba untuk membuat Shera istri gue sedih,karena gue enggak akan biarkan istri gue terluka," ucap Rafa pada Sandra to the point.


"Maksud kamu apa Raf? aku tidak mengerti,memangnya aku bikin salah apa sama Shera?" ucap Sandra pada Shera pura-pura tidak mengerti


"Alaaaaahhhhh.... luh enggak usah pura-pura enggak tahu,gue tahu kalo luh tadi udah menyinggung perasaan istri gue,maksud luh apa San? luh mau bikin malu istri gue,hah?" tanya Rafa pada Sandra dengan nada emosinya.


"Jadi si anak ingusan itu udah ngadu-ngadu sama Rafa tentang gue,berani-beraninya dia bikin gue di salahin dan di marahin kaya gini sama Rafa," batin Sandra ketika mendengar Rafa memarahinya.


"Rafa,kamu salah paham,istri kamu juga salah paham Rafa,aku tidak bermaksud untuk menyakiti Shera," ucap Sandra pada Shera.


"Sandra,gue tahu luh orangnya kaya gimana,ingat Sandra,gue bisa ngelakuin apa saja sama luh kalo luh berani nyakitin hati Shera,gue juga enggak akan segan-segan untuk nyakitin luh jika sampai hal seperti ini terjadi lagi," ucap Rafa pada Sandra dengan nada ancaman.


Rafa pun mematikan telponnya dengan Sandra,rafa merasa begitu bersalah pada Shera karena sudah membuat Shera sedih,walaupun Sandra lah yang menyakiti hati Shera,namun Rafa tetap saja merasa bersalah.


Rafa menghampiri pintu kamar Shera dan mencoba untuk membujuk Shera lagi.


"Shera... ayok buka pintunya,katanya kamu takut kalo sendirian di apartemen,kalo kamu tidak membuka pintu kamar ini,aku akan pergi,aku akan menginap di rumah mama Keyla,bi Tari juga sudah pulang ke rumahnya sedari tadi,kamu akan sendirian di apartemen kita,memangnya kamu tidak takut hantu ya? aku dengar dari penghuni apartemen lain kalo apartemen kita banyak penghuninya loh Sher," ucap Rafa pada Shera,rafa menakut-nakuti Shera karena Rafa tahu jika Shera begitu penakut.


AKU NULIS SAMPAI BEBERAPA BAB DEMI KALIAN.


AKU HARAP KALIAN MAU MENDUKUNG NOVEL AKU DENGAN CARA LIKE COMMENT VOTE TIP RAT AND FOLLOW.


VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA TERIMAKASIH🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2