
RUMAH SAKIT
Shera sudah berada di ruang rawat inap VVIP nya dan baru saja sadar dengan membuka kedua matanya.
"Pah,shera sudah sadar pah," panggil mama Sherly pada papa Kevin yang sedang berbicara dengan Dokter yang menangani Shera di luar kamar.
Papa Kevin dan Dokter yang menangani Shera pun dengan segera menghampiri Shera.
Lalu Dokter memeriksa keadaan Shera terlebih dahulu.
"Keadaan anak bapak dan ibu sudah membaik,anak bapak dan ibu sudah bisa di ajak berbicara,tapi pelan-pelan saja ya pak,bu,jangan sampai nanti anak bapak dan ibu stres karena banyak pikiran,saya permisi dulu" ucap Dokter yang menangangi Shera pada kedua orang tua Shera.
"Baik Dok,terimakasih banyak," ucap mama Sherly dan papa Kevin pada Dokter.
"Sama-sama pak,bu," jawab Dokter tersebut.
Dokter itu pun ke luar dari ruang rawat inap Shera setelah memeriksa keadaan Shera.
Kedua orang tua Shera bersyukur karena Shera masih sudah sadar,walaupun mereka merasa kecewa pada Shera,tapi mereka tidak ingin marah dulu pada Shera sebelum tahu dengan jelas semuanya dari Shera.
Karena kedua orang tua Shera yakin anaknya tersebut tidak akan melakukan hal seperti itu.
Kedua orang tua Shera harus pelan-pelan ketika berbicara dengan Shera,karena mereka takut jika mereka marah pada Shera,malah Shera akan berbuat yang macam-macam.
"Mah,pah,shera dimana?" tanya Shera pada mama dan papanya dengan suaranya yang masih lemas.
"Sayang kamu sekarang berada di rumah sakit,kamu tadi tidak sadarkan diri di dalam kamar mandi sayang," ucap mama Sherly pada Shera sambil tangan kanannya memegang tangan Shera dan tangan sebelah kirinya mengelus-ngelus kepala Shera.
Shera baru ingat jika dirinya berendam di dalam bathup karena merasa begitu tertekan dengan kehamilannya.
Shera pun langsung memegang perutnya yang masih rata setelah ingat jima dirinya saat ini tengah hamil.
Kedua orang tua Shera melihat Shera memegang perutnya,lalu mama Sherly dan papa Kevin saling menatap satu sama lain.
Mereka sekarang yakin jika Shera saat ini tengah hamil.
"Sayang,kamu kenapa bisa seperti ini? coba katakan sama mama dan papa sayang,kami pasti akan selalu ada untuk kamu," ucap mama Sherly pada Keyla.
__ADS_1
"Iya Nak,ceritakan semuanya pada kami,kami ingin tahu semuanya,kamu tidak perlu takut Nak," ucap papa Kevin pada Shera.
Mama Sherly dan papa Kevin berbicara dengan hati-hati pada Shera karena mereka tidak ingin Shera sampai tertekan dengan permasalahannya.
"Maaaahhhhh... paaaaaahhh hiks hiks hiks," Shera menangis sambil memeluk mamanya,kemudian papa Kevin juga memeluk Shera dan mama Sherly.
"Tenang ya sayang,ada mama dan papa di sini yang akan selalu menjaga kamu,kamu jangan pernah menyembunyikan apapun dari kami,kamu jangan pernah memendam masalahku sendiri sayang," ucap mama Sherly pada Shera menenangkan anaknya yang teihat begitu sedih dan takut.
Kemudian Shera melepaskan pelukannya pada kedua orang tuanya.
Mama Sherly menghapus air mata Shera yang menetes di pipi mulus Shera.
"Sayang,kami sudah tahu jika kamu saat ini tengah mengandung,kami hanya ingin tahu siapa ayah dari janin yang kamu kandung saat ini sayang?" tanya mama Sherly pada Shera sambil memegang tangan anaknya.
Shera semakin menangis ketika mama Sherly bertanya tentang siapa ayah dari janin yang di kandungnya.
Shera hanya diam tanpa menjawab pertanyaan kedua orang tuanya.
"Shera sayang,katakan pada kami siapa ayah dari janin yang kamu kandung saat ini,? papa dan mama harus tahu sayang,supaya laki-laki itu mau bertanggung jawab sama kamu," ucap papa Kevin pada Shera sambil menatap wajah putrinya.
"Mah,pah,sebelumnya Shera mau minta maaf sama mama dan papa,shera sudah membuat mama dan papa kecewa,tapi Shera tidak mau jika harus menikah dengan laki-laki yang menghamili Shera mah,pah,shera benci laki-laki itu,shera juga tidak ingin mengandung anak laki-laki itu mah,pah,shera mohon gugurkan kandungan Shera sekarang,shera malu sama teman-teman Shera huuuuaaaaa hiks hiks hiks," ucap Shera pada kedua orang tuanya sambil menangis sesegukan.
Rafa dan mama Keyla saling menatap,rafa merasa semakin sedih karena Shera bukan hanya membenci Rafa,melainkan juga membenci janin yang di kandungnya.
Sedangkan mama Keyla merasa sedih juga ketika mendengar Shera begitu membenci Rafa dan tidak ingin mengandung buah hati dari Rafa yang tak lain adalah cucunya mama Keyla sendiri.
"Sayang,menggugurkan kandungan itu dosa besar,mama mohon jangan gugurkan kandungan kamu ya sayang,biar mama yang akan merawatnya nanti jika laki-laki itu tidak mau bertanggung jawab," ucap mama Sherly pada Shera.
"Laki-laki itu mau menikahi Shera mah,pah,tapi Shera yang tidak mau menikan dengan dia,shera benci sama dia mah,pah,shera juga benci dengan anak ini,anak ini hanya akan menghancurkan masa depan Shera mah,pah,sheraaa benciiiii anak ini hiks hiks hiks," ucap Shera pada mama dan papanya sambil meremas-remas perutnya karena Shera begitu membenci janin yang ada dalam kandungannya.
"Shera sayang,jangan nak,kamu jangan menyakiti kandungan kamu sayang,mama mohon nak,jangan seperti ini sayang,mama tahu begitu berat dan tertekan dengan kehamilan kamu ini,tapi kamu akan berdosa jika menggugurkan bayi ini sayang," ucap mama Sherly pada Shera sambil menangis dan memeluk tubuh Shera.
Rafa emosi mendengar Shera ingin menggugurkan calon anaknya,bagaimanapun juga janin yang ada dalam kandungan Shera tidak bersalah.
"Sheraaa.....aku minta jangan pernah kamu mencoba untuk menggugurkan anakku,aku yang akan merawat anakku nanti jika kamu tidak mau merawatnya" teriak Rafa pada Shera dari arah pintu ruang rawat inapnya berjalan ke arah Shera bersama mama Keyla,membuat kedua orang tua Shera kaget mendengar ucapan Rafa yang mengatakan bahwa anak yang ada di dalam kandungan Shera adalah anaknya.
"Apaaaa? Anak? jadi anak yang di kandung Shera adalah anak?" tanya mama Sherly pada Rafa dengan kagetnya.
__ADS_1
"Om,tante,rafa minta maaf sama om dan tante,rafa tidak sadar sudah melakukan hal yang salah pada Shera,rafa mohon maafkan Rafa,rafa akan bertanggung jawab dengan apa yang telah Rafa perbuat," ucap Rafa pada kedua orang tua Shera dengan bersujud di kaki mama Sherly dan papa Kevin.
Kedua orang tua Sherly tidak menyangka jika Rafa lah ayah dari anak yang di kandung oleh Shera.
Tak lama papa Juna datang ke rumah sakit dan masuk ke dalam kamar rawat inap Shera.
Papa Juna melihat anaknya sedang bersujud di kaki kedua orang tua Shera.
"Dasar anak kurang ajar kamu Rafa,kamu sudah membuat papa dan mama malu dengan ulah kamu."
PLAAAAKKKK PLAAAAKKKKK PLAAAAKKKK PLAAAAKKKK...
Papa Juna menarik Rafa yang sedang bersimpuh di kaki kedua orang tua Shera,lalu menampar Rafa habis-habisan sampai Rafa tersungkur di lantai.
"Sudah pak,sudah cukup,kita bisa bicarakan ini secara baik-baik,yang penting Rafa mau mengakui kesalahannya," ucap papa Kevin pada papa Juna,mencoba menghentikan papa Juna yang begitu marah pada Rafa.
Shera hanya bisa menangis sesegukan sambil memeluk erat mamanya,shera benar-benar tidak mau jika harus menikah dengan Rafa.
"Kevin,aku sebagai orang tua Rafa benar-benar minta maaf atas apa yang telah Rafa perbuat pada Shera,rafa mungkin tidak sadar telah melakukan semua itu,karena Rafa dalam keadaan mabuk berat,tapi tetap saja Rafa harus bertanggung jawab atas kehamilan Shera," ucap papa Juna pada Kevin.
"Sherly,aku benar-benar merasa malu atas semua ini,aku minta maaf Sherly,mas Kevin,aku minta maaf karena Rafa sudah melakukan kesalah pada Shera,aku harap kalian mau memaafkan Rafa,karena Rafa sudah mau mengakui kesalahannya dan mau bertanggung jawab juga atas kehamilan Shera," ucap mama Keyla pada mama Sherly dan papa Kevin.
"Aku hanya ingin Rafa bertanggung jawab Key sama Shera,itu saja," pinta mama Sherly pada mama Keyla dan Rafa.
"Shera tidak mau mah menikah dengan Kak Rafa,shera tidak mau hiks hiks hiks," ucap Shera pada mama Keyla sambil berderai air mata.
"Sayang,anak kamu harus memiliki ayah,mama mohon sayang kamu mau menikah dengan Kak Rafa," pinta mama Sherly pada Shera.
AKU MINTA UNTUK PARA PEMBACA NOVEL AKU AGAR MENDUKUNG NOVEL AKU DENGAN CARA LIKE COMMENT VOTE TIP RAT AND FOLLOW.
KARENA NOVEL AKU SAAT INI BELUM MASUK RANGKING VOTE.
AKU AKAN SANGAT BERTERIMAKASIH PADA PARA PEMBACA SETIA NOVEL KU JIKA KALIAN MEMBERIKAN DUKUNGAN PADA NOVEL AKU YAITU BERUPA LIKE COMMENT VOTE TIP RAT AND FOLLOW.
KARENA MENULIS 1 BAB SAJA BISA MEMBUTUHKAN WAKTU BERJAM-JAM.
JANGAN LUPA VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA JIKA KALIAN INGIN AKU MENULIS NOVEL INI SAMPAI TAMAT.
__ADS_1
AYO DUKUNG AKU SEKARANG JUGA🥰🥰🥰
TERIMAKASIH🥰🥰🥰