
PUKUL 12 SIANG.
Shera sudah terbangun dari tidurnya,kemudian Shera melihat Rafa masih berada di dalam kamarnya.
"Kamu sudah bangun? apa masih mual?" tanya Rafa pada Shera penuh perhatian.
"Sudah tidak mual," jawab Shera singkat.
"Apa kamu lapar? apa kamu Mau aku pesankan makanan jepang?" tanya Rafa pada Shera.
"Terserah," jawab Shera jutek pada Rafa,sebenarnya Shera memang sudah sangat lapar karena dari pagi belum makan.
Rafa hanya tersenyum melihat wajah jutek Shera yang terlihat sedang menahan lapar.
"Tunggu sebentar ya,aku akan menghubungi restaurant jepang milik temanku,aku akan memesan makanan jepang,kebetulan restaurantnya tidak begitu jauh dari sini," ucap Rafa pada Shera sambil tersenyum lucu melihat istri juteknya itu kelaparan.
Shera merasa sebal melihat Rafa tersenyum seperti itu kepadanya,sementara dirinya kini sudah benar-benar merasa lapar karena sedari tadi belum makan.
Setelah menunggu sekitar hampir setengah jam,makanan yang di pesan oleh Rafa untuk Shera pun sudah tiba,makanan itu di antarkan oleh asisten di rumah Shera ke dalam kamar Shera.
"Permisi mas Rafa,mbak Shera,barusan ada yang mengantarkan makanan jepang,katanya pesanannya mas Rafa," ucap asisten di rumah Shera pada Rafa,memberikan pesanan makanan jepang yang di pesan oleh Rafa di restaurant jepang milik temannya.
"Makasih bi," ucap Rafa pada asisten di rumah Shera.
"Sama-sama mas Rafa,saya permisi dulu ke bawah," ucap asisten di rumah Shera pada Rafa dan Shera .
Shera merasa senang karena makanannya sudah sampai,perutnya benar-benar sudah sangat lapar,shera pun sudah tidak sabar untuk segera memakan makanan jepang tersebut.
"Apa mau aku suapin?" tanya Rafa pada Shera dengan penuh perhatian.
"Aku bisa makan sendiri kok," sahut Shera pada Rafa.
"Ya sudah kalo begitu,kamu pegang sushinya,aku yang akan bantu kamu untuk memegang kimukatsunya,makanannya harus di habiskan dan jangan sampai tersisa," ucap Rafa pada Shera,sambil memberikan sushi pada Shera.
Kemudian Shera mulai memakan makanannya,shera merasa senang karena bisa makan makanan jepang tanpa rasa mual,namun Shera masih gengsi untuk mengucapkan terimakasih pada Rafa.
Rafa dapat melihat raut wajah senang dari Shera ketika Shera melihat makanan yang di pesan oleh Rafa tersebut.
Rafa pun merasa senang ketika melihat Shera makan dengan begitu lahapnya.
Shera terlihat sangat lapar.
Rafa memperhatikan Shera ketika Shera memakan makanannya.
"Aku tidak suka di perhatikan ketika sedang makan,nanti aku tidak mau menghabiskan makanannya," ucap Shera pada Rafa jutek.
"Oke oke Tuan puteri,jangan kepedean dulu,aku memperhatikanmu karena kamu makannya terlalu terburu-buru seperti orang yang tidak makan selama 1 bulan,pelan-pelan saja makannya,aku tidak akan memintanya kok haha," ucap Rafa pada Shera sambil tertawa dan senang melihat Shera makan dengan lahap.
Shera tidak menjawab ucapan Rafa pada shera, karena dirinya sedang mengunyah makanan yang di makannya.
Setelah Shera selesai makan,shera sibuk memainkan handphonenya tanpa melihat ke arah Rafa yang sejak tadi pagi menjaganya.
"Shera,orang tua kamu dan orang tuaku menginginkan kamu untuk tinggal bersamaku di apartemenku,jika kamu menolak keinginan mereka,mereka pasti akan kecewa," ucap Rafa pada Shera yang sedang sibuk dengan handphonenya.
"Aku tidak mau tinggal di apartemen itu," ucap Shera singkat pada Rafa.
"Kita akan tinggal di apartemenku yang baru aku beli,tenang saja,aku tidak akan membawa wanita manapun ke apartemen kita nanti," ucap Rafa pada Shera mencoba meyakinkan Shera istri galak dan juteknya tersebut.
__ADS_1
"Jadi benar? kalo kamu suka membawa wanita-wanita itu ke apartemenmu? ya itu sih hak kamu,asalakan wanita-wanitamu itu tidak mengganguku saja di apartemen yang baru," ucap Shera pada Rafa dengan wajah juteknya.
"Tenang saja,wanita-wanita itu akan aku simpan di apartemenku yang lain,aku masih punya banyak apartemen,mereka akan aman di sana," ucap Rafa pada Shera sengaja membuat Shera cemburu.
Namun nyatanya Shera tidak cemburu,malah Shera semakin tidak menyukai Rafa.
Shera mengemas-ngemas barangnya di bantu oleh asisten rumah tangganya untuk tinggal di apartemen baru Rafa.
Barang-barang yang di bawa oleh Shera tidak banyak,karena Shera berpikir bahwa dirinya tidak akan lama tinggal di apartemen baru milik Rafa tersebut,setelah anaknya lahir,shera ingin berpisah dengan Rafa.
Shera dan Rafa berpamitan pada asisten-asisten rumah tangganya sebelum Shera pergi ke apartemen Rafa.
"Bi,jaga rumah baik-baik ya,jaga mama juga ya,shera pamit dulu," pamit Shera pada asisten-asisten rumah tangganya.
"Baik mbak Shera,mbak Shera hati-hati ya,semoga mbak Shera bahagia dan betah tinggal di apartemen mas Rafa," ucap salah satu asisten di rumah Shera pada Shera.
"Kayanya sih enggak betah bi,tapi mau bagaimana lagi,terpaksa," ucap Shera pada asisten di rumahnya dengan menarik bibirnya ke atas.
Rafa yang melihat dan nendengar Shera berbicara seperti itu hanya tersenyum melihat wajah jutek Shera.
"Bi,shera akan aman bersama saya,paling hanya lecet-lecet sedikit saja haha," ucap Rafa pada asiten di rumah Shera sambil tertawa keras.
Para asisten di rumah Shera pun ikut tertawa keras mendengar ucapan lucu dari Rafa.
Sementara Shera malah memasang wajah tidak sukanya mendengar Rafa dan asisten-asistennya tertawa keras.
Rafa dan Shera pergi ke apartemen Rafa menggunakan mobil Rafa.
Shera duduk di samping Rafa dengan wajah juteknya tanpa menoleh ke arah Rafa yang sedang mengemudikan mobil.
"Shera,kamu kenapa? tanya Rafa pada Shera ketika Rafa menoleh ke arah Shera.
Shera tidak menjawabnya melainkan hanya geleng-geleng kepala saja.
Namun tiba-tiba saja Shera muntah-muntah di dalam mobil mewah Rafa tersebut.
Hooooeeeeekkkk.... Hooooeeeekkkkkk...
Shera muntah-muntah karena tidak bisa menahan rasa mual dan pusingnya ketika berada di dalam mobil Rafa.
Rafa yang melihat Shera muntah-muntah langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Shera kamu muntah-muntah lagi? apa kepala kamu pusing?" tanya Rafa pada Shera khawatir.
Baru saja makanan jepang masuk di perut Shera,sekarang makanan itu sudah ke luar lagi dari perut Shera.
Shera menatap wajah Rafa,memasang wajah takut pada Rafa,shera takut jika Rafa akan marah kepadanya karena dirinya sudah mengotori mobil Rafa dengan muntahan-muntahannya.
Shera pun menatap wajah Rafa dengan rasa takutnya.
"Aku tidak sengaja,nanti akan aku bersihkan mobilnya," ucap Shera pada Rafa merasa takut jika Rafa akan marah,namun Shera enggan untuk meminta maaf pada Rafa.
"Tidak apa-apa,nanti biar aku saja yang akan membersihkannya,sekarang kamu minum air mineral dulu,nanti aku akan beli makanan lagi untuk kamu makan kalo kita sudah sampai di apartemen,kasian perut kamu,belum juga makanan itu menjadi daging malah sudah ke luar lagi," ucap Rafa pada Shera merasa kasihan pada Shera sambil Rafa mengelap-ngelap muntahan Shera dengan tisu di dalam mobilnya.
Shera mengambil air mineral yang di berikan oleh Rafa kepadanya,lalu Shera menenggak air mineral tersebut.
Setelah Shera minum air mineral,tak lama rafa memandang mata Shera yang tengah melihat ke arah penjual rujak di pinggir jalan.
__ADS_1
Rafa yakin jika Shera ingin sekali memakan rujak di pinggir jalan itu.
Rafa tahu jika ibu hamil sangat menyukai rujak,namun Shera sepertinya sangat gengsi jika harus meminta Rafa membelikan rujak tersebut untuknya.
"Tunggu sebentar,aku akan ke luar dari mobil dulu,kamu jangan kemana-mana," ucap Rafa pada Shera.
Rafa ingin membelikan rujak di pinggir jalan untuk Shera,karena Rafa sedari tadi melihat pandangan Shera tertuju pada rujak segar itu.
Shera melihat Rafa berjalan ke arah pedagang rujak yang membuat air liurnya hampir terjatuh.
"Apa dia tahu jika aku ingin makan rujak itu? air liurku rasanya sudah hampir menetes karena rujak buah itu terlihat begitu segar," batin Shera ketika melihat Rafa membeli rujak.
Rafa kemudian masuk kembali ke dalam mobilnya dengan membawa rujak yang di belinya,lalu rafa memberikan rujak tersebut pada Shera.
"Ini rujak untuk kamu,makanlah... Jangan sampai anak kita ngeces nantinya,tapi ingat!!! jangan terlalu banyak makan rujaknya,karena rujak ini sangat pedas,kamu nanti bisa sakit perut kalo makan rujak terlalu banyak," ucap Rafa pada Shera perhatian.
Shera mengambil rujak yang di berikan oleh Rafa untuknya dengan malu-malu,lalu Shera memakan rujak segar tersebut dengan lahap.
"Segar sekali rujaknya,kepalaku yang pusing terasa tidak begitu pusing lagi," batin Shera menikmati rujak yang segar dan pedas yang di belikan oleh Rafa untuknya.
Rafa tersenyum bahagia melihat Shera memakan rujak segar tersebut.
Rafa pun melanjutkan perjalanannya menuju apartemen barunya yang akan ia tempati bersama Shera.
Setelah Rafa dan Shera sampai di apartemen baru milik Rafa,rafa langsung membuka pintu apartemen mewahnya agar Shera bisa segera masuk ke dalam apartemennya.
"Silahkan masuk Tuan puteri yang jutek," ledek Rafa pada Shera.
Shera hanya mengerenyitkan wajahnya mendengar Rafa memanggilnya tuan puteri yang jutek.
Shera di buat takjub ketika masuk ke dalam apartemen baru Rafa.
Apartemennya terlihat lebih luas dan lebih mewah dari apartemen Rafa sebelumnya.
Rafa membawa koper Shera masuk ke dalam kamar yang akan di tempati olehnya dan oleh Shera.
"Tunggu... aku tidak mau satu kamar denganmu,," ucap Shera pada Rafa dengan wajah galaknya.
"Memangnya kenapa? kita kan sudah menikah," ucap Rafa pada Shera.
"Kita menikah hanya sampai anak ini lahir saja,aku tidak mau tidur bersama laki-laki sepertimu," ucap Shera pada Rafa tegas.
"Tidak bisa,aku akan tetap tidur satu kamar denganmu,jangan pernah melawanku," ucap Rafa tegas pada Shera.
Shera merasa kesal dengan Rafa,shera membulatkan wajahnya dengan menatap tajam wajah Rafa.
"Kalo begitu aku akan pulang saja ke rumah kedua orang tuaku,aku tidak sudi jika harus tidur dengamu," ucap Shera pada Rafa dengan wajah marahnya.
"Shera,berhenti bersikap seperti ini,aku tidak akan segan-segan untuk mengurungmu di dalam kamar jika kamu tidak menuruti perintahku," ucap Rafa tegas pada Shera.
Rafa tidak benar-benar akan mengurung Shera,melainkan hanya menggertaknya saja agar Shera mau tidur satu kamar dengannya.
JANGAN LUPA LIKE COMNET VOTE TIP RAT AND FOLLOW YA😊😊😊
VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA.
TERIMAKASIH🥰🥰🥰
__ADS_1