MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
KHAWATIR DAN TAKUT


__ADS_3

Sore harinya Rafa pulang ke apartemennya.


Saat Rafa masuk ke dalam apartemen,rafa tidak menemukan Shera di apartemennya.


Sementara bi Tari sudah pulang ke rumahnya.


"Sheraaa... kamu dimana sayang?" panggil Rafa pada Shera sambil mencari-cari keberadaan Shera namun Rafa tidak menemukan Shera.


"Sheraaa... kamu jangan bercanda sama aku,kamu pasti sedang bersembunyi kan sayang?" teriak Rafa pada Shera.


Rafa sudah mencari-cari keberadaan Shera di setiap sudut ruangan,namun tak menemukan keberadaa keberadaan istrinya tersebut.


"Shera pergi kemana ya? kenapa Shera tidak berada di apartemen? biasanya Shera selalu minta izin dariku jika ingin ke luar dari apartemen,apa shera takut aku tidak mengizinkannya main jika dia minta izin padaku? mungkin Shera tidak suka jika aku mengikutinya jalan-jalan seperti kemarin di mall," batin Rafa.


Rafa pun mencoba untuk menghubungi Shera namun nomornya tidak aktif.


"Kenapa nomor Shera tidak aktif? ada apa dengan Shera? apa Shera marah terhadapku?" batin Rafa bertanya-tanya dan merasa kesal karena Shera tidak ada di apartemennya.


Rafa pun menghubungi Anindy untuk mencari tahu keberadaan Shera.


"Hallo Anindy," sapa Rafa pada Anindy yang berada di rumahnya.


"Hallo Kak Rafa,ada apa Kak Rafa nelpon aku?" tanya Anindy pada Rafa.


"Anindy,kakak mau tanya sama kamu,apa Shera ada bersama kamu? apa kalian jalan-jalan ke mall lagi?" tanya Rafa pada Anindy.


'Shera tidak bersama Anindy Kak,kita tidak janjian ke mall lagi kok hari ini,anindy sekarang ada di rumah Anindy,memangnya Shera pergi dari apartemen Kak Rafa ya?" tanya Anindy pada Rafa.


"Kakak juga tidak tahu kemana Shera pergi,pas Kakak pulang ke apartemen,kakak tidak melihat Shera di apartemen Kakak,kakak khawatir takut Shera pergi dan takut Shera kenapa-kenapa," ucap Rafa pada Anindy.


"Ya ampun,tapi Anindy tidak bohong sama Kak Rafa kalo Anindy sekarang tidak sedang bersama Shera kak,coba hubungi mama Sherly saja Kak,siapa tahu Shera pulang ke rumahnya," ucap Anindy pada Rafa.


"Kamu benar,baiklah Anindy,kakak akan menghubungi mama Sherly dulu," ucap Rafa pada Anindy.


Kemudian Rafa pun mematikan telponya dengan Anindy,lalu Rafa mencoba menghubungi mama Sherly untuk menanyakan keberadaan Shera.


"Hallo Rafa," sapa mama Sherly pada Rafa di sambungan telponnya.


"Hallo mah,mah Rafa mau tanya sama mama,apakah Shera ada di rumah mama?" tanya Rafa pada mama Sherly dengan perasaan khawatirnya.


"Shera tidak ada di rumah mama Nak,memangnya Shera tidak memberitahu kamu kemana Shera pergi?" tanya mama Sherly pada Rafa,berpura-pura tidak tahu jika Shera berada di rumah mama Keyla.


Sebelumnya mama Shera dan mama Keyla sudah memberitahu mama Sherly jika mama Keyla dan Shera akan mengerjai Rafa.


Sehingga mama Sherly harus berpura-pura tidak tahu tentang keberadaan Shera.


"Shera biasanya memberitahu Rafa jika ingin ke luar dari apartemen mah,tapi hari ini Shera tidak bilang apa-apa sama Rafa," ucap Rafa pada mama Sherly.


"Rafa,kamu harus mencari Shera nak,mama tidak mau Shera kenapa-kenapa,mama takut jika terjadi sesuatu pada Shera nak," ucap mama Sherly pada Rafa,mama Sherly ingin tahu sebesar apa rasa sayang Rafa pada anaknya.


"Mama jangan bicara seperti itu dulu ya,shera pasti baik-baik saja mah,rafa yakin Shera tidak akan kenapa-kenapa,mama tenang ya,rafa pasti akan mencari keberadaan Shera," jawab Rafa pada mama Sherly.


"Iya Nak,semoga kamu bisa segera menemukan Shera," ucap mama Sherly pada Rafa.


Rafa sebelumnya juga sudah menghubungi bi Tari untuk menanyakan tentang keberadaan Shera.

__ADS_1


Namun bi Tari juga tidak tahu kemana Shera pergi.


Hal itu membuat Rafa sangat khawatir dan takut jika sesuatu terjadi pada Shera.


Hanya tinggal mama Keyla yang belum Rafa huhungi,rafa pun langsung menghubungi mama Keyla untuk menanyakan keberadaan Shera.


"Shera sayang,ini Kak Rafa menghubungi mama hihihi," ucap mama Keyla pada Shera sambil tertawa lucu.


"Di angkat saja mah,shera ingin dengar Kak Rafa ngomong apa sama mama hihihi," ucap Shera pada mama Keyla sambil tertawa lucu.


"Oke sayang,azel kamu jangan berisik ya nak,mama mau angkat telpon dari Kakak kamu dulu," ucap mama Keyla pada Azel yang baru saja tertawa dengan Shera.


"Oke oke mah," sahut Azel pada mama Keyla.


Mama Keyla pun mengangkat telpon dari Rafa anaknya.


"Hallo Rafa," sapa mama Keyla pada Rafa,mama Keyla tahu jika Rafa anaknya menghubunginya pasti karena ingin menanyakan tentang keberadaan Shera.


"Hallo mah,mah Rafa mau tanya sama mama,apakah Shera ada di rumah mama?" tanya Rafa pada mama Keyla dengan perasaan khawatirnya.


"Memanganya Shera tidak ada di apartemen kamu Nak?" tanya mama Keyla pada Rafa sambil tersenyum lucu,karena mama Keyla berpura-pura tidak tahu tentang keberadaan Shera.


"Shera tidak ada di apartemen Rafa mah,makanya Rafa nanya sama mama,shera ada di rumah mama atau tidak?" tanya Rafa pada mama Keyla penasaran.


"Shera tidak ada di rumah mama Nak,kenapa Shera bisa pergi dari apartemen kamu Rafa? kamu apain istri kamu sampai-sampai Shera bisa pergi dari apartemen kamu?" tanya mama Keyla pada Rafa.


Mama Keyla beracting dengan sangat hebat,seolah Shera benar-benar kabur dari apartemen Rafa.


"Rafa juga tidak tahu kenapa Shera bisa pergi dari apartemen Rafa mah,rafa tidak merasa melakukan kesalahan apa-apa pada Shera,rafa bingung harus mencari Shera kemana,tadi Rafa sudah menghubungi Anindy,mama Sherly dan bi Tari untuk menanyakan keberadaan Shera,tapi mereka tidak tahu dimana Shera berada," ucap Rafa pada mama Keyla dengan wajah frustasinya.


"Iya mah,rafa akan mencari Shera sekarang juga," sahut Rafa pada mama Keyla.


Rafa pun mematikan sambungan telponnya dengan mama Keyla.


"Sheraaa kamu dimana sih sayang? aku khawatir banget sama Sher,jangan buat aku takut kaya gini sayang," batin Rafa merasa begitu takut kehilangan Shera.


Handphone Shera sengaja tidak di aktifkan agar Rafa tidak bisa menghubungi Shera.


Hal itu membuat Rafa sangat frustasi.


Rafa ke luar dari apartemennya untuk mencari keberadaan Shera,rafa mendatangi rumah Anindy dan Fara serta rumah orang tua Shera untuk benar-benar memastikan apakah Shera benar-benar bersama mereka atau tidak,karena Rafa sendiri tidak tahu harus mencari Shera kemana,sedangkan Rafa tidak tahu rumah teman-teman sekolah Shera.


Pukul 20.00 malam.


Rafa sudah hampir 4 jam mencari-cari keberadaan Shera namun tidak membuahkan hasil.


Akhirnya Rafa pergi ke rumah mama Keyla karena Rafa tidak mau pulang ke apartemennya sebelum menemukan keberadaan Shera.


Sesampainya di rumah mama Keyla,rafa langsung masuk ke dalam rumah menuju ruang keluarga,namun ketika Rafa berjalan menuju ruang keluarga,rafa seperti mendengar suara Shera sedang tertawa bersama Azel,mama Keyla dan papa Juna.


"Itu kan suara tertawa Shera,aku tidak mungkin salah dengar,itu benar suara Shera,siaaallll ... mereka semua sudah mengerjaiku habis-habisan,mereka tidak tahu jika aku merasa khawatir dan takut jika sampai Shera kenapa-kenapa,tubuhku juga sudah begitu lelah mencari-cari keberadaan Shera,tapi mereka malah asyik tertawa di sini," batin Rafa merasa kesal pada Shera dan orang tuanya.


Dan benar saja,ketika Rafa masuk ke ruang keluarga,rafa melihat Shera,azel dan kedua orang tuanya sedang tertawa senang sambil menonton film comedy di ruang keluarga.


"Oooohhh.... jadi begini cara kalian mengerjai aku,lanjutkan saja.... ayok lanjutkan," ucap Rafa pada Shera,azel dan kedua orang tuanya dengan wajah marahnya.

__ADS_1


Shera,azel dan kedua orang tua Rafa kaget dan langsung berhenti tertawa ketika melihat Rafa berada di ruang keluarga sambil menolak pinggang.


Sangat terlihat wajah kesal Rafa karena kelelahan setelah mencari-cari keberadaan Shera.


"Rafa,kamu jangan marah dong nak,kita cuma pengen ngeliat reaksi kamu kalo Shera tidak ada di apartemen," ucap mama Keyla pada Rafa.


"Memangnya Rafa akan kenapa kalo Shera tidak ada di apartemen? Rafa biasa saja tuh kalo Shera pergi,silahkan saja pergi,pergi ke ujung dunia sekalian,aku tidak akan mencarinya,jangan berharap Rafa akan mencari Shera," ucap Rafa kesal pada Shera dan mama Keyla.


Rafa berbicara seperti itu hanya untuk menutupi perasaan khawatirnya saja pada Shera,karena Rafa merasa begitu kesal.


Shera yang mendengar ucapan Rafa seperti itu terhadapnya langsung menundukan wajahnya.


Sementara papa Juna dan Azel hanya diam saja melihat kemarahan Rafa.


"Mama minta maaf ya nak,ini semua idenya mama,shera tidak salah apa-apa,tadi mama yang merencanakan ide ini," ucap mama Keyla pada Rafa dengan perasaan bersalahnya.


Rafa melirik ke arah Shera yang terlihat menundukan wajahnya,rafa benci dengan dirinya sendiri karena Rafa tidak bisa memarahi Shera,sementara hatinya ingin sekali marah pada Shera,akan tetapi Rafa takut jika menyakiti hati Shera.


"Hey Tuan Puteri,kenapa diam saja? cemen sekali kamu,beraninya hanya kabur ke rumah orang tuaku saja,kenapa kamu tidak kabur ke luar angkasa saja biar aku tidak menemukan keberadaanmu,sebaiknya kamu belajar dulu dari aku jika kamu ingin mengerjaiku,aku tidak akan bisa kau kerjai," ucap Rafa pada Shera sambil melipat kedua tangannya di dada.


Ntah kenapa Shera merasa jika Rafa begitu marah kepadanya,tanpa permisi air mata Shera menetes di pipinya,dulu Shera bukan wanita yang mudah menangis,tapi semenjak hamil hatinya begitu sensitif,di bentak sedikit saja akan langsung meneteskan air mata.


Shera tidak tahu jika Rafa hanya berpura-pura marah terhadapnya.


"Kenapa menangis? aku sudah bilang kan kalo aku tidak suka melihatmu menangis? Dasar cengeng,sudah berbuat salah bukannya minta maaf malah menangis," ucap Rafa pada Shera dengan perasaan tak teganya melihat Shera menangis.


"Kenapa Shera menjadi cengeng seperti ini,secara tidak langsung aku sudah membuat istriku menangis,shera tidak tahu bagaimana khawatirnya aku terhadapnya," batin Rafa.


"Rafa,jangan bicara seperti itu nak,kasihan Shera,kamu sudah membuat Shera sedih," ucap mama Keyla pada Rafa,lalu mama Keyla memeluk Shera yang tengah duduk di sebelahnya untuk menenangkan Shera.


"Kak Rafa enggak punya perasaan,kakak udah bikin Kak Shera nangis tau," ucap Azel pada Rafa mencoba membela Shera.


"Hebat sekali rupanya kamu Shera,mamaku dan adikku saja sampai membela kamu daripada membelaku," ucap Rafa pada Shera yang sedang menangis di pelukan mama Keyla.


"Papa kaburrr dulu akh,mama,azel ayuk kita kabur ke atas," titah papa Juna pada mama Keyla dan Azel,papa Juna ingin Rafa dan Shera menyelesaikan permasalahannya.


Papa Juna,mama Keyla dan Azel pun meninggalkan Rafa dan Shera berdua di ruang keluarga.


Rafa melihat mata Shera sudah sembab dengan air mata yang menetes di pipinya.


"Berdiri,cepat berdiri," titah Rafa pada Shera,meminta Shera berdiri dari duduknya di sofa.


Shera pun berdiri,merasa takut melihat Rafa terlihat marah terhadapnya.


"Peluk aku sekarang,cepat peluk aku," titah Rafa pada Shera sambil merentangkan tangannya menyambut pelukan dari Shera.


Shera pun memeluk tubuh Rafa yang berdiri merentangkan tangannya di hadapannya.


"Jangan mengerjaiku lagi,aku bisa mati kalo kamu pergi dariku," ucap Rafa pada Shera sambil memeluk tubuh Shera dan mencium rambut Shera lembut.


"Maaf...hiks hiks hiks," ucap Shera pada Rafa sambil menangis.


"Kali ini akan aku maafkan,tapi jika terjadi hal seperti ini lagi,aku akan hukum kamu di dalam kamar selama 1 bulan," ucap Rafa pada Shera sambil tersenyum memeluk erat tubuh Shera.


Hati Rafa begitu lega karena bisa menemukan keberadaan Shera.

__ADS_1


__ADS_2