MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
WAS-WAS


__ADS_3

Rafa bersama teman-temannya sedang menikmati liburan mereka di sebuah pulau yang indah dan memiliki penginapan yang begitu mewah.


"Bro,luh ada masalah apa sih sebenaranya? cewek yang tadi ke apartemen luh bukan yang namanya Shera itu kan? tanya Alex pada Rafa sambil mereka menikmati pemandangan di pulau tersebut.


"Iya bro,luh kalo ada masalah cerita dong ke kita,biar kita bantu cari solusinya," ucap Anton pada Rafa sambil menepuk pundak Rafa.


"Tanya saja sama Dino dan Galang,mereka tahu semuanya," ucap Rafa pafa Alex dan Anton.


"Wah parah luh bro,masa Dino sama Galang udah tahu masalah luh,tapi gue sama Anton enggak tahu masalah luh," ucap Alex pada Rafa merasa ketinggalan berita.


"Ya udah Raf,gue aja yang cerita ke Alex sama Anton,kita kan temenan udah lama,pokoknya kita harus nyari solusinya buat Rafa," ucap Dino pada Rafa,alex dan Anton.


"Ya udah luh buruan cerita ke gue sama Alex sekarang juga,bikin gue penasaran aja," ucap Anton pada Dino.


"Oke gue akan cerita ke luh berdua,jadi semua berawal pas Rafa ulang tahun 2 minggu yang lalu,rafa mabuk berat dan si Galang malah nelpon Shera,shera itu cewek yang Rafa suka.Galang meminta Shera datang ke klub malam gue buat jemput Rafa yang mabuk berat,lalu datanglah Shera ke klub malam gue buat jemput Rafa dan anter Rafa ke apartemennya,setelah Shera dan Rafa sampai di apartemen Rafa.... Rafa malah ngelakuin sesuatu yang salah pada Shera cewek yang Rafa sukai,luh berdua pasti ngertilah maksud gue apa yang terjadi pada Rafa dan She di malam itu,nah si Shera ini enggak punya perasaan sama Rafa alias enggak cinta,jadinya Shera marah besar dan benci ke Rafa,sekarang rafa kesulitan kalo mau tanggung jawab sama Shera,luh berdua sampe sini paham kan?" ucap Dino pada Alex dan Anton,menjelaskan dengan panjang lebar.


"Iya iya kita paham,ya kalo emang si Shera itu enggak mau luh tanggung jawab,ya udah biarin aja Raf,hari gini jarang loh cowok yang mau tanggung jawab kalo habis berbuat," ucap Alex pada Rafa.


"Masalahnya gue itu cinta sama Shera,gue mau Shera jadi milik gue,gue mau nikahin Shera tapi Shera benci banget sama gue," ucap Rafa pada Alex kesal.


"Ya eluh Raf kenapa cinta banget gitu sama cewek,perasaan dari dulu luh enggak gini-gini banget kalo punya pacar juga," ucap Anton pada Rafa.


"Iya gue juga heran sama Rafa,gue sih belum pernah lihat Shera ini kaya gimana orangnya,tapi gue juga heran kenapa Rafa bisa secinta ini sama Shera," ucap Dino pada Rafa dan pada teman-temannya yang lain.


"Jujur gue ngerasa bersalah banget sama luh Raf,karena gue yang udah nelpon Shera,pas gur ketemu sama Shera,gue akui Shera emang cantik banget sih,gue enggak heran kalo Rafa suka banget sama Shera,keliatannya Shera juga bukan cewek gampangan,karena dia keliatan galak dan jutek," ucap Galang pada Dino dan yang lainnya.


"Bro!!! kalo misalnya Shera hamil gimana? ini sih misalnya ya,sedangkan luh bilang kalo Shera itu benci banget sama luh," ucap Alex pada Rafa


"Semoga saja enggak hamil,kalo misal sampai hamil urusannya bisa makin runyam juga,gue nanti enggak tahu harus jelasin kaya gimana ke nyokap bokap gue,yang lebih sulitnya yaitu karena Sheranya yang tidak akan mau menikah dengan gue," ucap Rafa pada Alex dan teman-temannya.


"Iya gue ngerti,susah juga ya buat dapetin cewek yang luh suka,sabar ya bro!!!" ucap Alex pada Rafa.


☆☆☆


1 minggu kemudian...


Shera terbangun dari tidurnya karena merasakan perutnya begitu mual dan kepalanya begitu pusing.

__ADS_1


Shera dengan segera berlari ke arah kamar mandi menuju wastafel yang berada di dalam kamar mandinya.


"Hoooooeeeeekkkk.... Hooooooeeeeeekkkk... Hooooeeeeekkkk... huuuuhhh huuuuuhhhh," Shera memuntahkan seluruh isi perutnya,lalu Shera menarik nafasnya berulang-ulang.


Kemudian Shera menatap wajahnya di cermin yang berada di dalam kamar mandinya.


Terlihat sekali wajahnya begitu pucat,serta keringat yang mengalir di seluruh wajah dan tubuh Shera.


"Ada apa denganku? ada apa dengan tubuhku? kenapa rasanya begitu tidak enak? apa aku sakit? atau jangan-jangan," batin Shera bertanya-tanya,namun ada rasa kekhawatiran di hatinya.


Shera takut jika dirinya sampai hamil,


setelah itu Shera kembali ke tempat tidurnya untuk melihat kalender menstruasi di handphonenya.


Mata Shera membulat,jantungnya berdetak dengan cepat,hatinya merasakan kecemasan dan ketakutan,karena Shera melihat di kalender menstruasinya jika Shera sudah telat menstruasi selama 1 minggu.


"Tidak... aku tidak mungkin hamil,aku tidak boleh hamil,aku harus membeli membeli tespek sekarang juga," batin Shera merasa begitu takut dan khawatir.


Shera takut jika dirinya benar-benar hamil,karena tidak seperti biasanya Shera terlambat datang bulan sampai 1 minggu.


Shera langsung ke luar dari rumahnya menuju apotek untuk membeli tespek dengan memakai masker yang menutupi wajahnya,karena Shera tidak mau bila ada yang mengenali wajahnya.


"Mba,saya ingin membeli 3 tespek," ucap Shera pada kasir di apotek tersebut dengan perasaan malunya.


"Iya mbak,Ini mbak tespeknya,lebih baik di tespeknya pada pagi hari ya mbak," ucap kasir apotek pada Shera.


Shera hanya diam dan mengangguk,kemudian Shera kembali lagi ke rumahnya.


Ketika Shera sampai di rumahnya,kedua orang tua Shera sedang sarapan pagi di meja makan,hal itu membuat Shera was-was.


"Shera sayang,kamu dari mana?" tanya mama Sherly pada Shera.


"Anu mah,shera... shera habis berolahraga," jawab Shera pada kedua orang tuanya.


Sebelumnya Shera sudah menaruh tespeknya di sweter yang di pakai olehnya,agar kedua orang tuanya tidak melihatnya.


"Sarapan bareng papa dan mama dulu gadis cantiknya papa,supaya kamu kuat," titah papa Kevin pada Shera,meminta anaknya untuk sarapan bersama.

__ADS_1


Kemudian Shera pun menghampiri kedua orang tuanya yang sedang sarapan pagi di meja makan,lalu Shera duduk di sebelah mamanya.


"Kamu mau makan roti atau makan buah sayang?" tanya mama Shera pada Shera.


"Buah saja mah," jawab Shera pada mamanya.


Ntah mengapa Shera merasa begitu mual melihat roti yang ada di meja makannya.


Shera merasa tubuhnya benar-benar tidak bersemangat.


"Shera,kamu terlihat pucat sekali Nak,kamu nanti tidur lagi saja ya,mungkin kamu kurang isitarahat," ucap papa Kevin pada Shera perhatian.


"Iya pah,nanti Shera akan istirahat" jawab Shera pada papanya.


"Apa kita ke rumah sakit saja sayang? kamu sepertinya sedang sakit," ucap mama Sherly pada Shera.


DEG... DEG... DEG...


Hati Shera semakin takut mendengar mamanya mengajak Shera ke rumah sakit.


Shera takut jika dirinya tengah hamil.


"Tidak usah mah,shera tidak sakit kok,shera hanya perlu istirahat saja mah,pah,ya sudah kalo begitu Shera ke kamar dulu ya mah,pah," ucap Shera pada mama dan papanya.


Lalu Shera kembali ke dalam kamarnya setelah selesai memakan buah di meja makan bersama kedua orang tuanya.


Sementara kedua orang tuanya pergi untuk bekerja.


Shera merasakan perutnya kembali mual,lalu dengan cepat Shera masuk ke dalam kamar mandinya untuk memuntahkan isi perutnya kembali.


Hoooooeeeeekkkk... Hoooooeeeeekkkkk... Hoooooeeeeekkkk...


"Ada apa dengan perutku ini? kenapa rasanya begitu mual ? makan pun terasa pahit dan tidak enak,aku harus segera mencoba tespek yang aku beli tadi di apotek,aku harus memastikan apakah aku hamil atau tidak," batin Shera merasa khawatir takut jika dirinya hamil.


DUKUNG AKU TERUS YA DENGAN CARA LIKE COMMENT VOTE TIP RAT AND FOLLOW.


KARENA DUKUNGAN DARI KALIAN BISA BIKIN NOVEL AKU JADI BERKEMBANG DAN LEBIH BAIK LAGI😊😊😊

__ADS_1


TERIMAKASIH🥰🥰🥰


__ADS_2