
"Pah,kok Shera tidak menjawab panggilan mama? mama Khawatir pah sama Shera," ucap mama Sherly pada papa Kevin dengan wajah khawatirnya.
Kemudian papa Kevin juga mengetuk pintu kamar mandi Shera,karena papa Kevin merasa begitu cemas dengan anaknya.
"Sheraaaa..... DUG ... DUG... DUG.... ini papa sayang,buka pintunya," teriak papa Kevin menggedur-gedur pintu kamar mandi Shera,namun tetap tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi Shera.
"Pah,dobrak saja pintu kamar mandinya,mama takut Shera kenapa-kenapa di dalam kamar mandi," pinta mama Sherly pada papa Kevin cemas.
"Baik mah,mama mundur dulu ya,biar papa dobrak pintu kamar mandi Shera," ucap papa Kevin pada mama Sherly.
Papa Kevin pun mendobrak pintu kamar mandi Shera dengan sekuat tenaga.
BRUG... BRUG... BRUG...
Akhirnya kamar mandi Shera bisa di dobrak oleh papa Kevin.
Dan betapa terkejutnya papa Kevin dan mama Sherly ketika melihat Shera tak sadarkan diri di dalam bathup kamar mandi Shera.
"Sheraaaaa.... " teriak papa Kevin pada putri satu-satunya tersebut,papa Kevin begitu kaget melihat Shera tak sadarakan diri dengan wajahnya yang sudah sangat pucat.
"Sheraaaaa..... huuuuuuaaaaaaa.... hiks hiks hika .. sayaaang kamu kenapa bisa seperti sayang? ayo pah cepat angkat Shera,cepat paaaahhhh" teriak mama Sherly pada Shera sambil menangis histeris,merasa tidak tega melihat Shera tak sadarkan diri.
Para Asisten rumah tangga di rumah mama Sherly begitu kaget mendengar teriakan mama Sherly yang begitu kencang,mereka langsung menghampiri mama Sherly yang berada di dalam kamar Shera tersebut.
"Ada apa bu dengan mbak Shera?" tanya para asisten rumah tangga mama Sherly pada mama Sherly.
"Huuuuaaaaaa hiks hiks hiks.. Shera tidak sadarkan diri di bathup kamar mandi bi,cepat suruh supir untuk siapkan mobil,shera harus di bawa ke rumah sakit sekarang juga," titah mama Sherly pada asisten rumah tangganya.
"Baik bu," jawab para asisten rumah tangga mama Sherly,mereka langsung ke lantai bawah untuk menyuruh supir menyiapkan mobil.
"Ambil handuk kimono Shera mah,shera pasti kedinginan," ucap papa Kevin pada mama Sherly ketika hendak menggendong Shera.
"Iya pah,hiks hiks hiks,sheraaaa kenapa kamu bisa kaya gini sayang," ucap mama Sherly menangis sedih saat mengambilkan kimono untuk Shera.
Kemudian mama Sherly melepaskan pakaian Shera yang sudah basah,lalu mama Sherly memakaikan kimono pada tubuh Shera agar anaknya tidak kedinginan.
Papa Kevin langsung menggendong Shera untuk di bawa ke rumah sakit setelah Shera memakai kimononya,karena tubuh Shera sudah begitu dingin,wajahnya pun sudah sangat pucat.
Kedua orang tua Shera tidak menemukan tespek di dalam kamar mandi Shera,karena Shera langsung membuang tespek-tespek itu di tempat sampah kamar mandi Shera.
__ADS_1
"Cepat pah gendongnya,mama takut Shera kenapa-kenapa," ucap mama Sherly pada papa Kevin dengan paniknya.
"Iya mah," mama tenang ya," ucap papa Kevin pada mama Sherly.
Papa Kevin menggendong Shera sampai masuk ke dalam mobil.
Kemudian papa Kevin dan mama Sherly langsung membawa Shera ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit,shera langsung di bawa ke ruang IGD untuk segera di periksa oleh Dokter.
Sementara kedua orang tua Shera hanya menunggu di luar ruang IGD menunggu hasil pemeriksaan Dokter.
"Paaaahhhh.... Sheraaaa tidak akan ninggalin kita kan pah? Sheraaa akan selamat kan pah? hiks hiks hiks," tanya mama Sherly pada papa Kevin sambil menangis tersedu-sedu melihat Shera seperti itu.
Mama Sherly begitu takut kehilangan anak satu-satunya yang paling ia sayangi.
"Mama tenang ya,kita berdo'a saja supaya anak kita tidak kenapa-kenapa,kita berdo'a saja supaya Shera selamat mah," ucap papa Kevin pada mama Sherly sambil memeluk mama Sherly dan menguatkan istrinya tersebut.
Walaupun dalam hati papa Kevin,papa Kevin juga merasakan hal yang sama.
Papa Kevin juga sangat takut kehilangan Shera,apa lagi Shera adalah anak satu-satunya yang selama ini selalu membuatnya bangga.
"Tenang ya mah,shera pasti baik-baik saja," ucap papa kevin pada mama Sherly.
Drrrrtttt.... drrrrrtttt..... drrrrtttt
Panggilan dari mama Keyla di handphone mama Sherly,ketika mama Sherly dan papa Kevin sedang duduk menunggu Shera di periksa oleh Dokter di ruang IGD.
Mama Sherly pun langsung mengangkat telpon dari mama Keyla.
"Hallo Key," sahut mama Sherly pada Keyla dengan suaranya yang terdengar sedih.
"Hallo Sher,kamu kenapa kok suaranya terdengar seperti sedang menangis?" ucap mama Keyla pada mama Sherly.
Mama Keyla menghubungi mama Sherly karena tadinya ingin mengajak mama Sherly untuk makan malam bersama mama Diva,mama Lidya dan mama Fani.
"Key,sheraaaa Key,shera anakku masuk rumah sakit,shera tadi tidak sadarkan diri di bathup kamar mandinya Key,aku benar-benar takut Shera kenapa-kenapa," ucap mama Sherly pada mama Keyla dengan perasaan sedihnya.
"Ya ampun Sher,kenapa Shera bisa tidak sadarkan diri seperti itu? apa Shera ada masalah sebelumnya?" tanya mama Keyla pada mama Sherly.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu Key,shera akhir-akhir ini begitu tertutup sama aku dan sama papanya,dari kemarin aku udah ngeliat kalo wajah Shera itu terlihat pucat dan tidak bersemangat,setiap aku tanya pada Shera,jawabannya tidak kenapa-kenapa terus,tapi hari ini Shera malah kaya gini Key,aku takut Shera ninggalin aku hiks hiks hiks," ucap mama sherly pada Keyla.
"Tenang ya Sher,semoga saja Shera tidak kenapa-kenapa,aku benar-benar sedih mendengar Shera sakit," ucap Keyla pada Sherly.
Tak lama Dokter yang menangani Shera ke luar dari ruang IGD,kemudain papa Kevin dan mama Sherly langsung menghampiri Dokter tersebut.
Mama Sherly belum mematikan panggilan telponnya dengan mama Keyla,sehingga mama keyla pun dapat mendengar apa yang terjadi pada Shera.
"Dokter,bagaimana keadaan anak kami?" tanya papa Kevin pada Dokter yang menangani Shera dengan perasaan takutnya.
"Maaf sebelumnya,berapa usia anak bapak?" tanya Dokter yang menangani Shera pada Shera.
"17 tahun Dok,anak kami masih sekolah kelas 3 SMA," jawab mama Sherly pada Dokter tersebut.
"Memangnya ada apa dengan anak saya Dok?" tanya papa Kevin penasaran pada Dokter yang menangani Shera.
"Pak,bu,anak bapak dan ibu yang bernama Shera saat ini sedang hamil,usia kandungannya di perkirakan baru 5 mingguan,mungkin itu sebabnya anak bapak dan ibu berendam begitu lama di batup,karena anak bapak dan ibu merasa stres dengan kehamilannya,sekarang kita tinggal menunggu saja anak bapak dan ibu siuman," ucap Dokter tersebut pada papa kevin dan mama Sherly.
JEEEEDDDAAAAAARRRRR....
Betapa kagetnya papa Kevin dan mama Sherly mendengar penuturan Dokter yang mengatakan bahwa Shera sedang mengandung.
Kedua orang tua Shera tidak percaya jika Shera anaknya saat ini tengah mengandung usia 5 mingguan.
"Apa Dok? anak kami hamil? itu tidak mungkin Dok,anak kami ini anak baik-baik,tidak mungkin bisa hamil seperti ini Dok," ucap papa Kevin pada Dokter dengan kagetnya.
"Dokter pasti salah,anak kami tidak mungkin hamil Dok,bahkan anak kami belum punya pacar,bagaimana mungkin anak kami bisa hamil?" ucap mama Sherly pada Dokter yang menangani Shera.
Begitupun dengan mama keyla,mama keyla yang belum mematikan telponnya merasa terkejut mendengar Shera tengah mengandung.
"Shera hamil? rasanya tidak mungkin kalo Shera hamil,shera anak baik-baik,mana mungkin Shera melakukan hal seperti itu," batin mama Keyla.
Kemudian mama Keyla mematikan telponnya yang tadi tersambung dengan mama Sherly.
Mama keyla tidak percaya jika Shera benar-benar tengah hamil.
"Siapa yang menghamili Shera? kurang ajar sekali laki-laki yang menghamili Shera,laki-laki itu sudah merusak masa depan Shera,aku yakin Shera pasti merasa takut dan tertekan dengan kehamilannya ini," batin mama Keyla.
Mama Keyla tidak tahu jika Rafa anaknya lah yang telah menghamili Shera.
__ADS_1