
PUKUL 07.00 PAGI
Rafa hari ini akan mulai masuk kerja dengan memakai setelan jas kantornya yang membuat Rafa terlihat sangat tampan
Rafa sedang menunggu kedatangan calon asisten rumah tangga di apartemennya untuk membersihkan apartemennya dan untuk menemani Shera di apartemennya.
Asisten rumah tangga Rafa akan bekerja sampai sore saja dan tidak tinggal di rumah Rafa.
Rafa meminta tolong pada sopir kantornya untuk mencarikan asisten rumah tangga yang jarak rumahnya tidak begitu jauh dengan apartemen Rafa.
Ting nong... Ting nong...
Bel apartemen Rafa berbunyi,rafa pun membuka pintu apartemennya tersebut.
"Selamat pagi pak Rafa,saya bi Tari yang akan bekerja di rumah bapak," sapa bi Tari pada Rafa dengan ramah.
"Selamat pagi juga bi Tari,silahkan masuk," titah Rafa pada bi Tari.
Bi Tari pun masuk ke dalam apartemen mewah Rafa dengan memandang takjub sekeliling apartemen Rafa yang begitu luas dan mewah.
"Maaf pak Rafa,saya tugasnya apa saja ya di apartemen bapak? tanya bi Tari pada Rafa.
"Bi Tari saya tugaskan untuk membersihkan apartemen saya dan mencuci pakaian saya serta pakaian istri saya,tapi itu tidak setiap hari,karena saya sebelumnya sudah punya laundry langganan,jika bi Tari sedang capek,bi Tari bisa menaruh pakaian saya dan istri saya di laundry langganan saya,ada 1 lagi bi,saya minta bi Tari menjaga dan menemani istri saya di apartemen sampai saya pulang dari kantor,karena istri saya sedang hamil dan tidak berani sendirian,jika istri saya ingin di masakkan sesuatu,saya harap bi Tari bisa memasaknya,tapi jima tidak bisa tidak masalah," ucap Rafa pada bi Tari dengan jelas.
"Baik pak Rafa,saya mengerti," jawab bi Tari pada Rafa.
Bi Tari merasa senang dapat bekerja di apartemen Rafa karena tugasnya tidak begitu berat,gajinya pun cukup besar.
"Sekarang istri saya masih tidur bi,kalo pagi-pagi biasanya istri saya suka mual muntah,sediakan buah-buahan saja untuk istri saya,kalo sudah siang hari istri saya baru bisa makan makanan yang berat," ucap Rafa pada bi Tari.
"Baik pak Rafa," jawab bi Tari pada Rafa.
"Ya sudah bi,selamat bekerja,saya sebentar lagi akan berangkat ke kantor," ucap Rafa pada bi Tari.
Kemudian Rafa masuk ke dalam kamarnya untuk melihat Shera yang masih tertidur pulas.
Rafa memandang lekat wajah cantik Shera ketika tertidur,rafa mengelus-ngelus wajah mulus Shera sambil tersenyum.
Kemudian Rafa mencium kening Shera sebelum dirinya berangkat kerja ke kantor.
Namun Shera tidak merasakan ciumaan Rafa itu,karena Shera masih asyik dengan mimpi indahnya.
Kemudian Rafa menaruh kartu black card di atas meja lampu kamar,agar Shera bisa memakainya dengan membeli apa saja yang di inginkannya.
Setelah itu Rafa ke luar dari dalam kamarnya untuk segera pergi ke kantor.
"Bi,saya berangkat ke kantor dulu ya,saya sudah memesan banyak buah-buahan dan makanan,sebentar lagi akan di antar ke apartemen,saya titip istri saya ya bi,kalo ada apa-apa segera hubungi saya," ucap Rafa pada bi Tari.
"Baik pak Rafa," jawab bi Tari pada Rafa.
Rafa sedikit lebih tenang ketika meninggalkan Shera bekerja,karena ada bi Tari yang akan menemani Shera di apartemennya.
__ADS_1
☆☆☆
Pukul 09.00 pagi
Shera sudah bangun dari tidurnya,lalu melihat ke sekeliling kamarnya tidak ada Rafa di dalam kamar.
Seperti biasa Shera selalu mual muntah di pagi hari,memuntahkan isi perutnya yang tadi malam baru di isi oleh nasi goreng lezat buatan Rafa.
Hoooooeeeekkkk Hooooeeeeekkk...
Shera merasa begitu lemas sehabis mengeluarkan isi perutnya.
Kemudian Shera berjalan ke luar dari dalam kamarnya menuju dapur apartemen untuk mengambil buah,karena dirinya tetap harus mengisi perutnya walaupun hanya makan buah-buahan saja.
Ketika Shera ke luar dari dalam kamarnya,shera melihat ada seorang wanita yang usianya mungkin sekitar 40 tahun an sedang mencuci piring di wastafel dapur apartemen Rafa.
Wanita itu ialah bi Tari,asiten rumah tangga yang di pekerjakan oleh Rafa untuk menjaga Shera.
"Maaf,ibu siapa ya?" tanya Shera pada bi Tari saat Shera menghampiri bi Tari yang sedang mencuci piring.
"Saya bi Tari mbak,eh.. bu maksud saya,saya sekarang bekerja di apartemen pak Rafa dan di minta untuk menjaga istrinya pak Rafa bu," ucap bi Tari pada Shera.
Bi Tari bingung harus memanggil Shera mbak atau ibu,karena Shera masih sangat muda,bi Tari juga belum tahu apakah Shera ini istrinya Rafa atau bukan.
Karena Shera terlihat seperti masih sekolah.
"Jadi Kak Rafa meminta bi Tari untuk menemani aku di apartemen?" batin Shera.
"Saya Shera,saya istrinya Pak Rafa,panggil saya Shera saja bi," ucap Shera pada bi Tari,membuat bi Tari sedikit tidak percaya jika Shera adalah istrinya Rafa.
"Istrinya pak Rafa masih kecil ternyata,tapi sangat cantik,pantas saja pak Rafa begitu perhatian dan terlihat sayang pada istrinya," batin bi Tari.
"Terserah bi Tari saja mau memanggil saya Shera atau mbak Shera,semoga bi Tari betah ya bekerja di sini,apa lagi punya bos yang nyebelin seperti Kak Rafa hihihi," ucap Shera pada bi Tari sambil tertawa kecil.
"Pak Rafa orangnya sangat baik mbak Shera,saya senang bisa bekerja di sini karena pak Rafa dan mbak Shera orangnya sangat baik,kenapa mbak Shera terlihat pucat sekali wajahnya? pasti habis muntah-muntah ya mbak?" tanya bi Tari pada Shera.
"Iya bi,saya kalo pagi-pagi selalu mual muntah,rasanya benar-benar tidak enak,bi Tari,suami saya kemana ya?" tanya Shera pada bi Tari.
"Pak Rafa sudah berangkat ke kantornya mbak,tadi pak Rafa minta saya untuk menjaga dan menemani mbak Shera,mbak Shera kasihan sekali mual muntah,saya juga dulu mual muntah mbak waktu hamil," ucap bi Tari pada Shera.
"Iya bi,rasanya lidah terasa pahit,saya bisa makan kalo sudah siang hari saja,kalo pagi-pagi saya hanya bisa makan buah,oya bi Tari apakah di lemari pendingin sudah ada buah? saya ingin makan salad buah bi," ucap Shera pada bi Tari.
"Buahnya sudah ada mbak Shera,tadi jam 7 pak Rafa sudah memesan banyak buah-buahan dan makanan untuk mbak Shera,semuanya sudah bibi taruh di lemari pendingin,mbak Shera tunggu saja ya di meja,akan bibi siapkan salad buahnya," ucap bi Tari pada Shera.
"Terimakasih ya bi," ucap Shera pada bi Tari.
"Sama-sama mbak Shera," jawab bi Tari pada Shera.
Shera pun duduk di sofa ruang tv sambil menyandarkan kepalanya yang terasa pusing.
Sementara bi Sari sedang menyiapkan salad buah untuk Shera.
__ADS_1
☆☆☆
Pukul 10 siang.
Di kantor,rafa tengah bekerja di ruang kerjanya,ada pegawai kepercayaanya juga sekaligus asisten pribadinya Rafa yang bernama Tama yang selalu membantu pekerjaan Rafa ketika Rafa sedang tidak bisa masuk kantor.
Tama sudah tahu jika Rafa baru saja menikah dengan Shera gadis yang baru berusia 17 tahun karena Shera sedang mengandung anak Rafa.
Hari ini ntah kenapa kepala Rafa begitu pusing,sehingga dirinya tidak fokus mengerjakan pekerjaanya.
"Pak Rafa kenapa? apa sedang sakit?" tanya Tama pada Rafa ketika Tama melihat Rafa memijat-mijat kepalanya.
"Tidak apa-apa,hanya saja kepala saya sedikit pusing,perut saya juga agak mual,padahal saya sudah makan," jawab Rafa pada Tama asisten pribadinya.
"Kalo begitu saya akan ambilkan obat untuk bapak," ucap Tama pada Rafa.
"Tidak perlu Tam,saya malah ingin makan makanan yang segar,tolong kamu pesankan rujak yang pedas untuk saya,ntah kenapa saya ingin sekali makan rujak hari ini," ucap Rafa pada Tama membuat Tama kaget.
"Pak Rafa ingin makan rujak? sejak kapan pak Rafa suka makan rujak? seperti orang hamil saja," batin Tama.
"Bapak seperti orang ngidam saja pak haha,baiklah pak,akan saya pesankan rujak pedasnya," ucap Tama pada Rafa.
Tama mengotak ngatik handphoennya untuk memesan rujak buah untuk Bos nya yaitu Rafa.
"Tama,apa mungkin saya ngidam? saya kemarin membelikan rujak buah untuk istri saya yang sedang hamil,tapi hari ini malah saya yang ingin makan rujak buah," ucap Rafa pada Tama.
"Bisa jadi pak,banyak juga yang seperti pak Rafa,istrinya yang hamil tapi suaminya yang ngidam," ucap Tama pada Rafa
Rafa langsung mengingat Shera ketika membicarakan tentang rujak,rafa pun menelpon Shera untuk mengetahui keadaan Shera di apartemen,karena biasanya jam segini Shera masih belum mau makan nasi.
Shera yang tengah makan salad buah di ruang tv tidak tahu jika Rafa menghubunginya,karena handphone Shera berada di dalam kamarnya.
Rafa kemudian menghubungi bi Tari,karena sebelumnya Rafa sudah meminta nomor telpon bi Tari.
"Hallo pak Rafa," sapa bi Tari pada Rafa.
"Hallo bi,istri saya sudah bangun?" tanya Rafa pada bi Tari.
"Sudah pak,mbak Shera sedang makan salad buah di sofa ruang tv," jawab bi Tari pada Rafa.
"Iya bi,pantas saja istri saya tidak mengangkat telpon dari saya,mungkin handphoennya di dalam kamar," ucap Rafa pada bi Tari.
"Iya mas Rafa,sepertinya handphone mbak Shera tidak di pegang sama mbak Shera," ucap bi Tari pada Rafa.
"Ya sudah bi,kalo istri saya nanti mau makan,tanya saja pada istri saya ingin makan apa? kalo bibi tidak bisa memasaknya nanti bibi hubungi saya,biar saya yang akan memesankan makanannya untuk istri saya," ucap Rafa pada bi Tari,begitu perhatian pada Shera istrinya.
"Baik pak Rafa," jawab bi Tari pada Rafa.
Sementara itu,rafa yang sedang menunggu rujak buahnya langsung sumringah ketika rujak pesanananya sudah ada di hadapannya.
Rafa memakan rujak buah tersebut dengan perasaan senangnya,hal itu membuat Tama menelan ludah karena melihat Rafa memakan rujak buah yang pedas dan asam.
__ADS_1
DUKUNG AKU YA DENGAN CARA LIKE COMMET TIP RAT VOTE AND FOLLOW🥰🥰🥰
VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA TERIMAKASIH🥰🥰🥰