
Keesokan harinya di apartemen Rafa dan Shera.
Mama Keyla,papa Juna,azel dan Tama sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.
Tinggal Rafa dan shera berdua yang berada di apartemen mereka,karena bi Tari hari ini izin tidak masuk kerja di karenakan anaknya bi Tari sedang sakit.
Rafa hari ini tidak masuk kerja karena tubuhnya masih lelah dan juga Rafa ingin menjaga Shera.
"Sayang,ayok minum susunya dulu," titah Rafa pada Shera sambil memberikan 1 gelas susu ibu hamil pada Shera.
"Baiklah," sahut Shera pada Rafa dengan mengambil 1 gelas susu ibu hamil untuknya.
"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Rafa pada Shera sambil Rafa dan Shera duduk di sofa ruang tv mereka.
"Aku ingin makan nasi goreng yang enak," pinta Shera pada Rafa.
"Siaaappp Tuan Puteri.... laksanakan hihihi," ucap Rafa pada Shera sambil tertawa.
Rafa pun langsung beranjak dari tempat duduknya menuju dapur untuk memasak nasi goreng untuk Shera,nasi goreng andalannya yaitu nasi goreng telor,sosis dan daging sapi.
"Jangan lama-lama,nanti perutku keburu tidak lapar lagi," teriak Shera pada Rafa yang sedang berada di dapur untuk memasak nasi goreng.
"Gimana ceritanua sih sayang perut kamu jadi tidak lapar? bukannya perut kamu sedari tadi sudah memanggil-manggil nasi goreng yang akan aku masak ya," ucap Rafa pada Shera mencoba untuk meledek Shera.
"Tapi kalo kelamaan aku malas makan nasi gorengnya," ucap Shera pada Rafa sambil Shera duduk di sofa menonton tv.
"Oke Tuan puteri,aku akan membuatkan nasi goreng kilat untukmu," jawab Rafa pada Shera.
Rafa sudah selesai membuat nasi goreng untuk Shera,rafa pun langsung membawa nasi goreng tersebut pada Shera yang sudah menunggunya di sofa ruang tv.
"Taraaaaa...... nasi gorengnya udah siap di santap oleh Tuan Puteri," ucap Rafa pada Shera sambil menyodorkan piring yang berisi nasi goreng pada Shera.
"Makasih," ucap Shera pada Rafa dengan mengambil piring yang berisi nasi goreng.
"Sama-sama Tuan puteri,aku suapin ya?" ucap Rafa pada Shera.
"Baiklah kalo kamu memaksa," sahut Shera pada Rafa.
Rafa tersenyum lucu mendengar jawaban dari Shera.
☆☆☆
Sore harinya Rafa mengajak Shera ke sebuah mall untuk jalan-jalan dan makan malam.
Rafa merasa begitu senang melihat Shera ceria kembali.
Rafa dan Shera masuk ke sebuah toko pakaian ibu hamil,di sana Rafa begitu antusias memilih- milih pakaian hamil untuk Shera.
"Aku mau yang ini saja," ucap Shera pada Rafa menunjuk 1 baju hamil.
"Sayang,kenapa kamu hanya membeli 1? memangnya kamu pikir aku tidak punya uang untuk membelikanmu pakaian-pakaian ini? aku bisa membeli 1 toko ini untuk kamu Tuan puteri," ucap Rafa pada Shera.
__ADS_1
"Tapi aku malas sekali berbelanja,kamu saja yang pilihkan untukku,kakiku pegal,aku ingin duduk saja," ucap Shera pada Rafa.
"Ya sudah sayang,aku akan meminta pegawai toko untuk melayani kamu,kamu tinggal duduk saja," titah Rafa pada Shera.
"Baiklah,terserah kamu saja," sahut Shera pada Rafa,shera merasa kaki dan pinggagnya begitu pegal sehingga Shera duduk di sofa yang ada di dalam toko tersebut.
Sementara itu Rafa menghampiri pegawai toko untuk meminta pegawai-pegawai toko tersebut memilih-milih pakaian untuk Shera.
"Mbak,tolong pilihkan 20 pakaian hamil yang bagus dan cantik untuk istri saya sekarang," titah Rafa pada pegawai toko.
"Baik pak,akan saya pilihkan yang cocok untuk istri bapak," jawab pegawai perempuan itu pada Rafa.
Rafa kemudian menghampiri Shera yang tengah duduk di sofa,lalu memijat-mijat kaki Shera yang pegal,karena Rafa tidak tega melihat Shera kelelahan.
"Tidak perlu memijatku,memangnya kamu tidak malu di lihat banyak orang?" tanya Shera pada Rafa.
"Kenapa aku harus malu,aku kan tidak memijat istri orang lain,aku memijat istriku sendiri,biarkan saja orang lain melihat,biar mereka tahu kalo aku sayang kamu," ucap Rafa pada Shera sambil tersenyum sayang.
"Gombal... sebesar apa cintamu padaku? aku rasa cintamu padaku hanya sebesar biji jagung saja hihihi," ucap Shera pada Rafa sambil tertawa lucu.
"Sebesar Dunia sayang,apapun akan aku lakukan dan aku korbankan untukmu,walau nyawa sekalipun," jawab Rafa pada Shera dengan wajah seriusnya.
Shera memandang Rafa yang sedang memijat kakinya.
Shera juga merasakan kalo Rafa begitu mencintainya.
Sebenarnya Shera pun mulai merasa nyaman dan sayang pada Rafa,shera juga mulai merasa cemburu jika Rafa di dekati wanita lain.
"Awas nanti kamu malah jatuh cinta beneran kalo mandangin aku kaya gitu terus" ucap Rafa pada Shera sambil Rafa memijat kaki Shera.
"Hmmmmm.... aku haus," ucap Shera pada Rafa,mencoba mengalihkan ucapan Rafa kepadanya.
"Kamu haus? tunggu sebentar ya,aku akan membelikanmu minuman,jangan kemana-mana karena pegawai itu sedang memilihkan baju hamil untukmu," pinta Rafa pada Shera.
"Baiklah Tuan," sahut Shera pada Rafa.
Rafa lalu ke luar dari dalam toko pakaian untuk membelikan Shera minuman yang segar.
Sementara Shera masih duduk di sofa sambil menunggu pakaiannya yang sedang di pilihkan oleh pegawai toko selesai.
Tak lama kemudian Rafa datang dengan membawa minuman yang segar untuk Shera.
"Sayang,aku lama ya beli minumnya? ini cepat di minum sayang," ucap Rafa pada Shera dengan memberikan minuman segar untuk Shera.
"Tidak begitu lama kok,makasih ya," ucap Shera pada Rafa.
"Sama-sama sayang," jawab Rafa pada Shera.
2 pegawai toko menghampiri Rafa dan Shera yang sedang duduk di sofa sambil meminum minuman yanh segar,mereka menunjukan 20 pakaian yang sudah mereka pilih untuk Shera.
"Permisi pak,ini 20 pakaian ibu hamil untuk istri bapak sudah selesai kami pilih," ucap salah satu pegawai pada Rafa.
__ADS_1
Shera kaget mendengar pegawai itu mengatakan bahwa mereka sudah memilih 20 pakaian ibu hamil untuk Shera.
"Kenapa banyak sekali pakaiannya?" tanya Shera pada Rafa.
"Memangnya kenapa sayang? ini kan bisa kamu pakai setiap hari kalo kamu lagi di apartemen,pakaian ini sangat nyaman untuk ibu hamil sayang," ucap Rafa pada Shera.
"Tapi ini terlalu banyak," ucap Shera pada Rafa dengan wajah kagetnya.
"Sayang,kamu diam saja,atau jangan-jangan kamu mau aku membeli pakaian 1 toko ini untuk kamu? aku minta kamu cukup memakainya saja sayang supaya aku senang," ucap Rafa pada Shera.
"Baiklah,terserah apa katamu saja," sahut Shera pada Rafa.
Shera pun hanya menurut saja pada Rafa,walaupun sebenarnya Shera merasa kaget kalo Rafa membeli baju hamil sebanyak ini untuknya.
Rafa sudah membayar semua pakaian yang di belinya untuk Shera.
Lalu mereka memutuskan untuk pulang ke apartemen karena Shera merasa sudah lelah,mereka tidak jadi makan malam di restaurant dan hanya membeli makanannya saja untuk di bawa pulang ke apartemen.
Sesampainya di apartemen,rafa meminta Shera untuk mencoba semua baju hamil yang sudah Rafa belikan untuk Shera.
"Sayang,aku mau kamu coba semua baju hamil ini,aku ingin melihatnya," titah Rafa pada Shera ketika mereka sudah berada di dalam kamar mereka.
"Apa? semua? aku tidak mau,ini sangat banyak,mana mungkin aku mencoba semuanya,kamu pikir aku patung?" ucap Shera pada Rafa sambil cemberut.
"Ayolah sayang,aku ingin melihat kamu memakai baju yang aku beli,kamu pasti terlihat semakin cantik sayang," puji Rafa pada Shera.
"Jangan semua,aku hanya ingin mencoba 5 baju saja,aku sangat capek dan lelah," ucap Shera pada Rafa dengan wajah lelahnya.
"Oke oke,5 saja tidak apa-apa,cepat di pakai sayang," titah Rafa pada Shera.
"Aku mau menggantinya di ruang ganti saja,jangan mengintip,kalo kamu sampai ngintip, aku tidak akan mau mencoba baju ini," ucap Shera pada Rafa dengan wajah juteknya.
"Iya sayangku,aku janji aku tidak akan mengintip," jawab Rafa pada Shera sambil tersenyum gemas melihat tingkah Shera.
Tak lama Shera ke luar dari ruang gantinya dengan memakan baju hamil di atas lutut berwarna pink muda yang menampilkan kecantikan dan keseksiannya.
Rafa terlihat membulatkan matanya ketika memandang wajah cantik Shera.
"Sheraaaa... kamu cantik sekali sayang,ingin rasanya aku menerkammu tanpa ampun," batin Rafa ketika memandang lekuk tubuh Shera yang cantik ketika memakai baju hamil.
"Kenapa bengong saja? bagaimana baju ini? bagus tidak?" tanya Shera pada Rafa.
"Eh iya sayang,maaf aku barusan terpesona dengan kecantikan kamu memakai baju hamil ini,kamu benar-benar cantik sayang,aku sangat suka melihatmu memakai baju ini," puji Rafa pada Shera membuat Shera tersenyum malu.
"Benarkah? tapi sepertinya baju ini terlihat seksi,aku tidak begitu suka," ucap Shera pada Rafa berpura-pura tidak menyukai baju hamil yang di pakainya.
"Eeehhh eeehhhh bajunya jangan di ganti sayang,baju ini sangat cantik di tubuh kamu,aku tidak bohong sayang," puji Rafa pada Shera.
Shera merasa senang di puji oleh Rafa,dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.
MAAF YA HARI INI AKU LAMA NULIS NOVELNYA KARENA AKU LAGI ADA KESIBUKAN.
__ADS_1
TAPI AKU AKAN USAHAKAN UNTUK UPDATE SETIAP HARI
JANGAN LUPA VOTE NOVEL AKU SEBANYAK-BANYAKNYA YA🥰🥰🥰