MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
TERBAKAR API CEMBURU


__ADS_3

"Rafa,shera,kenapa kalian tidak menginap saja di rumah Oma dan Opa?" tanya Oma Anggita pada Rafa dan Shera.


"Nanti saja Oma,rafa dan Shera nanti akan main ke rumah Oma dan Opa lagi,rafa di London masih lama kok,rencananya 2 mingguan," jawab Rafa pada Oma Anggita.


Rafa mencari-cari alasan untuk tidak menginap di rumah Oma dan Opa nya malam ini.


Karena Rafa ingin segera kembali ke hotelnya untuk menerkam Shera di kamar hotelnya tersebut.


"Baiklah kalo begitu,nanti kalian harus ke sini lagi,kalo tidak,oma dan Opa tidak akan menganggap kalian sebagai cucu Oma dan Opa lagi," ucap Oma Anggita pada Rafa dan Shera dengan nada mengancam.


"Jangan gitu dong Omaku sayang,rafa dan Shera janji nanti kita akan menginap di rumah Oma dan Opa,kita juga tadi ingin memberikan Oma dan Opa hadiah tapi malah tertinggal di hotel," ucap Rafa pada Oma Anggita,mencoba untuk membuat Oma Anggita tidak ngambek.


"Benarkah? cucuku ingin memberikan Oma hadiah? baiklah,akan Oma tunggu hadiahnya,awas saja kalo kamu bohong," ucap Oma Anggita pada Rafa.


"Rafa mana pernah berbohong pada Oma dan Opa,rafa kan sayang sama Oma dan Opa," ucap Rafa pada Oma dan Opanya.


"Iya Nak,opa percaya sama kamu,kamu adalah cucu Opa yang tidak suka berbohong dari kecil,opa tahu itu," ucap Opa Aditya pada Rafa.


"Oma dengar kan apa kata Opa? Rafa tidak akan pernah bohong sama Oma dan Opa," ucap Rafa pada Oma dan Opa nya.


Shera tersenyum geli ketika melihat Rafa meyakinkan Oma Anggita.


Shera tahu betul jika Rafa malam ini tidak akan pernah mau melewati keinginannya untuk melakukan sesuatu dengannya.


"Ya sudah kalo begitu,jaga Shera baik-baik ya,kalo ada apa-apa hubungi Oma dan Opa segera," ucap Oma Anggita pada Rafa dan Shera.


"Baik Omaku sayang,rafa dan Shera akan pamit untuk pulang dulu ke hotel," pamit Rafa pada Oma dan Opa nya.


"Iya cucuku yang paling tampan,kalian hati-hati ya," ucap Oma Anggita pada Rafa dan Shera.


"Iya Oma," jawab Rafa dan Shera pada Oma Anggita.


Rafa dan Shera pun pulang dari rumah Oma Anggita dan Opa Aditya pada sore hari.


☆☆☆


"Sayang,sebelum kita kembali ke hotel,kita beli jaket dan semua kebutuhan kamu dulu ya di toko," ajak Rafa pada Shera saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Oke Boss,dengan senang hati," sahut Shera pada Rafa sambil tersenyum senang,rafa juga tersenyum bahagia melihat Shera terlihat senang.


Tak lama Rafa dan Shera sudah sampai di pusat toko-toko branded termahal di London untuk berbelanja segala kebutuhan Shera seperti jaket dan sebagainya.


Namun ketika Rafa dan Shera baru saja ke luar dari dalam mobil dan hendak masuk ke sebuah toko pakaian yang akan mereka tuju,rafa malah mendapat telpon dari Tama.


Drrrrttt... Drrrtttt... Drrrr....

__ADS_1


Panggilan telpon dari Tama untuk Rafa di handphone Rafa.


"Siapa yang menelpon?" tanya Shera pada Rafa dengan rasa ingin tahunya.


"Ini Tama yang menelpon sayang,kamu masuk saja dulu ya ke dalam toko,aku akan mengangkat telpon dari Tama dulu sebentar di dalam mobil," ucap Rafa pada Shera.


"Baiklah,enggak pake lama ya Kak," ucap Shera pada Rafa sambil tersenyum.


"Iya sayang," jawab Rafa pada Shera.


Rafa kemudian kembali ke mobilnya yang tidak begitu jauh dari toko yang akan Shera kunjungi untuk mengangkat telpon dari Tama.


Sementara itu,shera yang berjalan hendak masuk ke dalam toko pakaian yang ia tuju malah harus bertabrakan dengan seorang laki-laki tampan yang baru saja ke luar dari dalam toko pakaian tersebut.


"Bruuuukkk... Awwww...." pekik Shera ketika bertabrakan dengan seorang laki-laki tampan dan keren yang usianya tidak beda jauh dari Rafa.


Tas Shera terjatuh ke lantai,sementara tubuh Shera berada di pangkuan laki-laki yang menabraknya.


Laki-laki tampan yang menabrak Shera itu dengan sigap menangkap tubuh Shera yang hendak terjatuh ke lantai.


"Sorry... are you oke?" tanya Laki-laki yang tidak sengaja menabrak Shera tersebut pada Shera.


"Yes,i am fine," jawab Shera pada laki-laki yang menabraknya.


Beberapa saat Shera sempat terdiam ketika tatapan laki-laki tampan itu memandang wajah cantik Shera.


Kemudian setelah itu Shera melepaskan dirinya dari pangkuan laki-laki tersebut karena merasa tidak enak jika Shera berads di pangkuan laki-laki yang bukan suaminya sendiri.


Rupanya Rafa yang sedang menerima telpon penting dari Tama melihat Shera dari kejauhan tengah berada di dalam pangkuan seorang laki-laki.


Rafa tidak dapat melihat dengan jelas siapa laki-laki yang memangku Shera tersebut.


Namun Rafa langsung membulatkan matanya,menatap tajam ke arah Shera yang berada di pangkuan seorang laki-laki yang tidak di kenalnya.


Hati Rafa terasa panas seakan terbakar api,rafa juga mengepalkan tangannya dan menjadi tidak fokus ketika Tama sedang mengajaknya berbicara.


"Siapa laki-laki yang berani memangku dan menyentuh istriku?kurang ajar sekali dia menyentuh milikku" batin Rafa.


Laki-laki yang menabrak Shera itu kemudian mengambil tas Shera yang terjatuh di lantai.


"Ini tas kamu,sorry kalo boleh tahu apakah kamu dari Indonesia?" tanya laki-laki tampan tersebut pada Shera,sambil memberikan tas Shera yang jatuh di lantai pada Shera.


"Iya,saya dari Indonesia," jawab Shera singkat.


"Kalo begitu kita sama,saya juga dari Indonesia,oh ya tas kamu sedikit kotor,saya akan mengganti tas kamu dengan tas yang baru," ucap laki-laki tersebut pada Shera.

__ADS_1


"Tidak perlu,tas saya tidak apa-apa," jawab Shera pada laki-laki tampan yang menabraknya.


"Saya tetap akan mengganti tasmu,kamu boleh memilih tas apa saja yang kamu suka," ucap laki-laki tersebut pada Shera.


"Saya bilang tidak perlu,saya bisa mengganti tas saya sendiri,saya permisi dulu untuk masuk ke dalam toko," ucap Shera pada laki-laki tersebut.


"Baiklah,sekali lagi saya minta maaf,lain kali kalo kita bertemu lagi,saya akan mengganti tas kamu," ucap laki-laki tersebut pada Shera.


Dari dalam mobil,rafa yang sedang berbicara di telpon dengan Tama langsung mematikan telponnya,karena Rafa melihat laki-laki itu masih berbincang-bincang dengan Shera.


"Tama,nanti kita lanjutkan lagi pembicaraan kita," ucap Rafa pada Tama dengan mematikan telponnya.


Rafa langsung ke luar dari dalam mobilnya untuk menghampiri Shera dan laki-laki yang memangku Shera tersebut.


Namun,saat Rafa berjalan ke arah Shera,laki-laki yang tadi bersama Shera sudah pergi dan Shera pun sudah masuk ke dalam toko pakaian.


Rafa kemudian masuk ke dalam toko pakaian untuk menyusul Shera dengan hatinya yang panas membara.


Rafa merasa cemburu melihat Shera di pangku oleh laki-laki lain,ingin rasanya Rafa menghajar laki-laki itu.


Namun laki-laki itu malah sudah pergi.


"Kak Rafa,jaket yang ini bagus tidak?" tanya Shera pada Rafa dengan menunjukan sebuah jaket pilihannya pada Rafa ketika Shera melihat Rafa sudah berada di dalam toko.


Namun Rafa hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Shera.


Rafa merasa marah dan cemburu pada Shera.


"Bisa-bisanya Shera berada di pangkuan laki-laki itu,siapa laki-laki itu sebenarnya? dari postur tubuhnya sepertinya tidak asing lagi bagiku," batin Rafa memikirkan laki-laki yang berani-beraninya menyentuh Shera.


"Kak Rafa kenapa diam saja? ayok pilihkan jaket yang bagus untuk Shera Kak," pinta Shera pada Rafa dengan menunjukan jaket-jaket yang ada di toko tersebut.


"Pilih semua jaket yang kamu suka,aku bisa membelikannya untukmu,jangan pernah remehkan kekuatan uangku," jawab Rafa pada Shera dengan wajah dinginnya.


Hal itu membuat Shera kaget ketika mendengar ucapan Rafa yang terdengar angkuh dan dingin.


Rafa sepertinya sedang marah pada Shera.


Rafa kemudian ke luar dari dalam toko meninggalkan Shera sendiri,rafa pergi ke sebuah toko yang menjual pakaian-pakaian seksi wanita.


Rafa membelikan banyak pakaian seksi tersebut untuk Shera pakai di hotel.


Rafa merasa sangat cemburu melihat Shera di sentuh oleh laki-laki lain.


JANGAN LUPA LIKE COMMENT TIP RAT VOTE AND FOLLOW🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2