MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN

MENIKAH DENGAN OM TAMPAN KESAYANGAN
KESURUPAN???


__ADS_3

Rafa sudah 3 hari berada di luar kota dan rencananya malam ini Rafa akan pulang ke jakarta.


Rafa akan sampai ke apartemennya pada malam hari.


Sementara itu di apartemen Shera,shera hanya akan di temani oleh Azel,karena bi Tari harus pulang ke rumahnya di karenakan anaknya sedang sakit.


"Bi Tari kenapa? kok seperti sedang gelisah?" tanya Shera pada bi Tari.


"Anu mbak Shera,anak bi Tari katanya demam tinggi,sedangkan di rumah bi Tari tidak ada siapa-siapa," jawab bi Tari pada Shera.


"Ya ampun,kasihan sekali anak bi Tari,ya sudah bi Tari pulang saja sekarang,biar Shera di temani oleh Azel saja di sini,kak Rafa juga sebentar lagi akan sampai ke apartemen bi," titah Shera pada bi Tari.


" Mbak Shera beneran tidak apa-apa jika bibi pulang ke rumah bibi?" tanya bi Tari pada Shera.


"Shera tidak apa-apa bi,bibi cepatlah pulang,kasihan anak bi Tari," titah Shera pada bi Tari.


"Baik mbak,terimakasih ya mbak Shera," ucap bi Tari pada Shera.


"Iya bi,semoga anak bi Tari cepat sembuh ya," ucap Shera pada bi Tari.


Bi Tari pun pulang ke rumahnya untuk membawa anaknya berobat ke Dokter.


Di lain tempat Rafa yang sudah di perjalanan menuju pulang ke apartemen terus saja menghubungi Shera tanpa henti,hingga membuat Shera bosan mengangkat telpon dari Rafa.


"Hallo,ada apa lagi?" tanya Shera pada Rafa,merasa bosan karena Rafa terus saja menghubunginya.


"Kenapa sih sayang? kok ketus gitu jawab telpon dari suami sendiri? aku kan kangen sama kamu," ucap Rafa pada Shera.


"Kamu sudah berapa kali menelponku? aku sudah ngantuk sekali,aku ingin tidur," sahut Shera pada Rafa


"Jangan tidur dulu dong,aku kan sebentar lagi sampai ke apartemen,memangnya kamu tidak mau menyambut kedatangan pangeran tampanmu ini ya?" ucap Rafa manja pada Shera dengan percaya dirinya.


"Tidak mau,aku hanya ingin tidur titik," sahut Shera pada Rafa dengan matanya yang sudah terasa berat.


"Oke oke sayang,sekarang tidur ya tapi nanti bangun ya kalo aku udah sampai apartemen," pinta Rafa pada Shera.


"Hmmmmm," sahut Shera dengan matanya yang sudah mengantuk.


Rafa pun mematikan telponnya dengan Shera karena Rafa kasihan pada Shera yang sudah sangat mengantuk.


PUKUL 24.00 MALAM


Rafa baru saja sampai di rumahnya bersama Tama asisten pribadinya.


Rafa meminta Tama untuk menginap di apartemennya karena rumah Tama cukup jauh jika Tama harus pulang ke rumahnya.


Rafa membuka pintu apartemennya dengan kunci aparemen yang ia bawa,karena Rafa mempunyai 2 kunci pintu aparteman.


"Tama,kamu istirahalah di kamar tamu yang sebelah sana,kamu pasti capek," titah Rafa pada Shera.

__ADS_1


"Baik pak," jawab Tama pada Rafa.


Tama lalu masuk ke kamar tamu yang ada di apartemen Rafa.


Kemudian Rafa masuk ke dalam kamar Shera karena ingin segera bertemu dengan istri tercintanya itu.


Rafa sudah begitu rindu pada Shera dan ingin segera memeluk Shera.


Rafa melihat Shera dan Azel sudah tertidur dengan pulas.


Rafa kemudian duduk di samping Shera sambil tersenyum bahagia memandang wajah cantik Shera.


Rafa mencium kening Shera berulang kali,serta mencium pipi Shera,lalu Rafa mengelus-ngelus wajah Shera lembut.


"Kakak sudah pulang?" ucap Azel pada Rafa,azel terbangun dari tidurnya.


"Ssssttttttt.... kamu tidur lagi saja ya," ucap Rafa pada Azel meminta Azel untuk tidak berisik.


"Baik Kak," sahut Azel pada Rafa.


Azel pun kembali memejamkan matanya.


Ketika Rafa hendak ke luar dari kamarnya untuk mengambil minuman ke lemari pendingin yang ada di dapur,tiba-tiba saja Shera menjerit sambil menangis.


"Huuuuuuuuuuaaaaaa pergiiii.... pergiiiii kau dari sini.... jangan sentuh aku," teriak Shera sambil mengeluarkan air matanya,tapi matanya masih terpejam.


"Sheraaa... kamu kenapa sayang? Sheraa... ayok bangun sayang," titah Rafa pada Shera sambil menepuk-nepuk pipi Shera agar Shera membuka matanya.


"Kak Shera kenapa Kak?" tanya Azel pada Rafa dengan wajah paniknya,sementara Azel baru saja ingin memejamkan matanya.


"Kakak juga tidak tahu Dek,tiba-tiba saja Kak Shera berteriak dan menangis," sahut Rafa pada Azel


"Huuuuuuuaaaaa.... jangan sentuh aku... aku mohon jangan sentuh aku," teriak Shera sambil terus meneteskan air matanya,namun matanya tetap terpejam.


Shera seperti tengah menangis ketakutan.


"Sayang ayuk bangun,ini aku suami kamu Sher,aku udah pulang sayang,ayok buka mata kamu sayang," pinta Rafa pada Shera panik.


Rafa kemudian memangku tubuh Shera di pangkuannya karena Shera tidak mau terbangun dari tidurnya melainkan hanya berteriak dan menangis.


"Azel,cepat panggil Kak Tama di kamar tamu,suruh kak Tama ke kamar Kakak segera," pinta Rafa pada Azel.


"Iya Kak," sahut Azel pada Rafa.


Azel pun langsung berlari ke luar dari dalam kamar Shera untuk memanggil Tama yang berada di kamar tamu.


"Kak Tama... Kak Tama di suruh ke kamar Kak Rafa oleh Kak Rafa Kak sekarang,cepat Kak," panggil Azel pada Tama.


"Memangnya ada apa Azel? kenapa Kak Tama di suruh ke kamar Kak Rafa?" tanya Tama pada Azel dengan paniknya mendengar Azel memanggilnya.

__ADS_1


"Itu Kak Shera barusan teriak-teriak sambil menangis,azel juga tidak tahu kenapa Kak,cepat kita masuk saja ke kamar Kak Rafa," titah Azel pada Tama,menyuruh Tama untuk masuk ke dalam kamar Rafa.


Tama pun langsung masuk ke dalam kamar Rafa dan Shera,tama melihat Rafa sedang memangku Shera yang memakai baju tidur,namun Shera terlihat menangis tersedu-sedu.


"Pak,ada apa dengan istri bapak? kenapa bisa menangis seperti ini" tanya Tama pada Rafa.


"Tama,saya juga tidak tahu istri saya kenapa,tadi istri saya tidur nyenyak,tetapi ketika saya mau ke luar dari dalam kamar,istri saya malah berteriak sambil menangis,anehnya mata istri saya masih terpejam,apa istri saya ngigo atau kenapa Tama?"


"Saya juga tidak tahu istri bapak kenapa? apa jangan-jangan istri bapak kesurupan?" ucap Tama pada Rafa dengan wajah takutnya.


"Apa kamu bilang? istri saya kesurupan? bagaimana mungkin istri saya bisa kesurupan,saya tidak percaya hal-hal seperti itu Tama" ucap Rafa Tama.


"Kak Rafaaaa.... toooloooonng Sheraaa Kak hiks hiks hiks," ucap Shera lirih pada Rafa.


"Iya sayang,kamu kenapa sayang? Kakak bingung mau nolongin kamu kaya giman sayang? coba buka mata kamu pelan-pelan ya,katakan ada apa sama kamu sayang?" ucap Rafa pada Shera sambil menghapus air mata sedih dari pipi Shera,rafa merasa tidak tega melihat Shera seperti ini.


Namun Shera tetap saja tidak membuka kedua matanya.


Sementara Azel yang juga bingung dengan apa yang terjadi dengan Shera,azel langsung berinisiatif menghubungi mama Keyla.


"Hallo Azel,kamu kenapa malam-malam begini telpon mama?" tanya mama Keyla pada Azel.


"Mah,kak Shera mah.. Kak Shera tadi teriak-teriak sambil nangis kaya orang kesurupan,mama cepat ke sini ya," pinta Azel pada mama Keyla.


"Apa kamu bilang? kenapa bisa Kak Shera kesurupan seperti itu sayang? Apa Kak Rafa sudah pulang dari luar kota?" tanya mama Keyla pada Azel dengan perasaan khawatirnya.


"Kak Rafa sudah pulang mah,kak Shera nangis dan teriak-teriaknya justru setelah Kak Rafa pulang dari luar kota,kak Rafa juga bingung ada apa dengan Kak Shera," ucap Azel pada mama Keyla


Papa Juna yang mendengar ucapan mama Keyla di telpon tentang Shera yang kesurupan langsung bangun dari tidurnya.


"Shera kenapa mah?" tanya papa Juna pada mama Keyla dengan perasaan khawatir.


"Shera katanya kesurupan pah,ini Azel barusan bilang ke mama,kita harus ke aprtemen Rafa sekarang juga pah,mama takut Shera kenapa-kenapa," ucap mama Keyla pada papa Juna.


"Iya mah,ayuk kita ke sana sekarang," ucap papa Juna pada Keyla.


Mama Keyla dan papa Juna pun langsung bergegas menuju apartemen Rafa dan Shera.


KIRA-KIRA SHERA KENAPA YA BISA TERIAK-TERIAK DAN MENANGIS?


YUK DUKUNG AKU DENGAN CARA LIKE COMMENT AND VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA.


AKU BARU MASUK RANGKING VOTE 200 AN.


AKU HARAP TEMAN-TEMAN SELALU VOTE NOVEL AKU YA SUPAYA AKU BISA MASUK RANGKING VOTE 1 AAMIIN🤲🤲🤲


HIHIHI NGAYAL BOLEH KAN😆😆😆


TERIMAKASIH SUDAH BACA NOVEL AKU🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2