
Reksa pun pergi dari Showroom Shera setelah melakukan pembayaran mobil-mobil mewahnya.
Reksa ke luar dari parkiran Showroom Shera dengan memakai mobil mewahnya.
Dan di saat yang bersamaan Rafa masuk ke dalam parkiran mobil Showroom Shera.
"itu bukannya Reksa? iya benar itu reksa,aku tidak mungkin salah lihat,tapi ada urusan apa Reksa datang ke Showroom Shera? jangan-jangan Reksa ingin mendekati Shera!!!" batin Rafa ketika melihat Reksa ke luar dari dalam parkiran Showroom Shera.
Namun Reksa tidak melihat Rafa masuk ke dalam parkiran Showroom Shera,melainkan hanya Rafa saja yang melihat Reksa.
Rafa pun ke luar dari dalam mobilnya ketika sudah sampai di parkiran Showroom mobil Shera.
Lalu Rafa masuk ke dalam Showroom mobil milik Shera.
"Eh ada Pak Rafa,selamat siang pak Rafa," sapa Lia dan pegawai Shera yang lainnya yang terlihat tengah sibuk mengurus-ngurus pembelian mobil Reksa.
"Selamat siang juga,sepertinya kalian lagi sibuk banget?" tanya Rafa pada Lia dan pegawai Shera yang lainnya.
"Iya nih pak,barusan ada temannya Bu Shera membeli 5 unit mobil mewah,kita saja pada kaget pak," jawab Lia pada Rafa dengan santainya.
"Teman istri saya membeli 5 unit mobil mewah? siapa namanya?" tanya Rafa pada Shera dengan penasarannya.
"Namanya pak Reksa pak,katanya pak Reksa temannya pak Rafa juga,tadi saya dengar dari pak Reksa saat berbicara dengan ibu shera,baru saja orangnya pergi dari Showroom ini,langsung di bayar semuany pak 25M," jawab Lia pada Rafa sambil tersenyum senang karena Lia akan mendapatkan tips dari Shera.
DEG... DEG.. DEG....
Rafa yang mendengar penuturan Lia begitu kaget ketika mengetahui jika Reksa lah yang sudah membeli banyak mobil mewah di Showroom milik Shera.
"Berarti benar kalo yang aku lihat itu adalah Reksa,reksa pasti sudah mencari tahu semuanya tentang Shera.kurang ajar sekali luh Reksa,luh udah berani-beraninya mencoba deketin istri gue dengan cara kaya gini," batin Rafa merasa begitu kesal dan marah pada Reksa.
"Apa kamu bilang? Reksa?" tanya Rafa pada Lia dengan kagetnya.
"Iya benar pak Rafa,yang membeli banyak mobil mewah ini adalah pak Reksa," jawab Lia pada Rafa.
Lia tidak tahu jika hubungan Rafa dan Reksa sedang tidak baik,lia juga tidak tahu jika Rafa begitu cemburu melihat Reksa mendekati Shera.
"Lia,sekarang dimana Istri saya?" tanya Rafa pada Lia dengan wajahnya yang mulai berubah menjadi tidak bersahabat.
Rafa ingin segera menemui Shera untuk meminta penjelasan pada Shera.
"Ibu Shera sudah naik ke lantai atas pak ke ruangan kerjanya,pak Rafa naik saja ke atas," titah Lia pada Rafa.
"Baiklah,terimakasih," ucap Rafa pada Lia datar.
" Sama-sama pak Rafa," sahut Lia pada Rafa.
Rafa pun langsung naik menuju lantai atas dimana ruang kerja Shera berada.
__ADS_1
Sementara para pegawai Shera masih saja membicarakan tentang Reksa yang tajir melintir karena sudah membeli banyak mobil.
"Lia,kenapa pak Reksa seperti tengah menyukai bu Shera ya?" tanya Rani teman satu kerjaan Lia pada Lia.
"Iya luh benar,gue juga tadi mikir kaya gitu,soalnya ya keliatan banget itu pak Reksa kaya naksir ke ibu Shera,dari cara bicaranya dan tatapan matanya itu nyesssss bangettt ke bu Shera,gue enggak bohong,ya tapi kita jangan suudzon dulu,bisa jadi kita salah menilai" ucap Lia pada Rani dan teman-teman yang lainnya.
"Tapi kelihatan loh Lia,gue kan tadi ada di dalam tuh pas Pak Reksa sama Bu Shera lihat-lihat mobil,ucapan dan tatapan pak Reksa ke bu Shera itu kaya orang yang lagi jatuh cinta tau gak,kita kan enggak bodoh buat ngeliat itu Lia," ucap Rani pada Lia pegawainya Shera.
"Ya sebenarnya sih wajar saja kalo Pak Reksa suka sama bu Shera,bu Shera kan cantik banget,body nya oke kulitnya oke semuanya Oke,gue juga kalo jadi pak Reksa pasti naksir tuh sama bu Shera,cuma kan pak Reksa itu temannya pak Rafa,walaupun misalkan pak Reksa suka sama bu Shera ya pasti mikir ribuan x lah buat maju,kan bu Shera udah nikah sama pak Rafa,pak Rafa juga tampan dan tajir," ucap Lia pada Rani dan yang lainnya.
"Iya sih,tapi kalo gue lihat ya,cowok kaya pak Reksa itu kelihatannya agak arogant,sama kaya pak Rafa gitu,mereka para laki-laki yang ketika punya keinginan atau hal yang mereka suka,itu harus mereka dapetin,keren gak tuh bu Shera di rebutin sama para laki-laki tajir melintir kaya gitu?" tanya Rani pada Lia.
"Luh liat gak barusan wajah pak Rafa langsung berubah pas tahu kalo pak Reksa yang udah membeli banyak mobil mewah di Showroom ini? kayanya ada sesuatu deh.Nasib jadi orang cantik ya begitu deh jadi rebutan laki-laki tajir,lah kita mah apa atuh Rani? hahaha," ucap Lia pada Rani sambil tertawa keras.
Lalu pegawai Shera yang lainnya pun ikut tertawa karena ucapan Lia begitu lucu.
Rafa sudah naik ke lantai atas menuju ruang kerja Shera.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,rafa langsung masuk ke ruang kerja Shera dengan amarah yang sudah menyesakan dadanya.
Cekleekkk...
Rafa membuka pintu ruang kerja Shera,hal itu membuat Shera kaget.
Dilihatnya oleh Shera,suaminya itu masuk ke dalam ruang kerjanya dengan wajah dinginnya.
"Shera... apa kamu tidak ingat dengan ucapanku?" tanya Rafa pada Shera dengan kekesalan yang ada di hatinya ketika mengetahui jika Reksa sudah datang ke Showroomnya.
"Ucapan apa sih Kak? Shera enggak ngerti Kak Rafa bicara apa?" tanya Shera pada Rafa.
"Kenapa Shera? kenapa kamu sengaja membuat aku cemburu dan marah lagi? kenapa Reksa bisa datang ke Showroom ini?" tanya Rafa pada Shera dengan rasa cemburunya.
"Kak,shera juga tidak tahu kenapa Kak Reksa bisa tahu Showroom Shera,tapi Shera tidak mungkin mengusirnya dari sini,karena dia datang ke sini sebagai customer Shera Kak,shera harus profesional dengan pekerjaan Shera," ucap Shera pada Rafa dengan penjelasannya.
"Kamu tidak bisa mengusir dia karena uang kan? berapa banyak uang yang dia beri untuk membeli mobil-mobil itu? Berapa banyak Shera? aku bisa mengganti uang Dia supaya kamu tidak dekat-dekat dengan dia lagi!!! teriak Rafa pada Shera dengan kemarahannya.
Shera merasa takut melihat kemaraha Rafa,shera tahu Rafa pasti akan marah jika tahu Reksa datang ke Showroom mobilnya.
"Kak,di sini banyak orang-orang yang membutuhkan uang itu,mereka tidak sekaya Kak Rafa Kak,pegawai-pegawai aku mereka merasa senang bisa mendapatkan customer seperti Kak Reksa,karena itu adalah rezeki buat mereka,apa Kak Rafa tidak berpikir ke arah sana? tolonglah Kak jangan seperti ini,aku takut kalo ngeliat kamu marah kaya gini,aku minta kamu tenang dulu ya Kak," pinta Shera pada Rafa.
Shera berusaha untuk menenangkan Rafa agar Rafa tidak terbawa emosi.
"Ambil ini,ambil semua kartu-kartu ini,lalu kembalikan semua uang yang sudah Reksa berikan pada kamu,kalo sampai kamu belum mengembalikan semua uang Reksa sekarang juga,aku akan membunuh Reksa!!! aku tidak main-main Shera!!!" teriak Rafa pada Shera dengan ancamannya.
Rafa memberikan semua kartu-kartu miliknya yang berisikan uang lebih dari Ratusan Milyar pada Shera,itu hanya kartu yang di dompetnya saja,rafa masih punya banyak kartu yang tidak di bawanya di dalam dompet.
Shera membulatkan matanya ketika mendengar ancaman Rafa pada Reksa.
__ADS_1
Shera merasa takut kalo sampai Rafa melakukan hal yang tidak-tidak pada Reksa,apa lagi kalo sampai membunuh Reksa.
Shera tidak mau Rafa melakukan tindakan kejahatan.
"Oke,oke kak,aku akan kembalikan uang Kak Reksa,aku mohon Kak Rafa jangan marah seperti ini,jangn buat aku serba salah Kak,kalo Kak Rafa gegabah,aku benar-benar akan pergi ninggalin Kak Rafa,aku udah pernah ingatkan itu kan sama Kak Rafa?" ucap Shera pada Rafa dengan wajah tak berdayanya.
Mau tidak mau Shera harus mengembalikan seluruh uang Reksa,karena Rafa merasa harga dirinya di injak-injak jika sampai Reksa menggunakan uangnya untuk mendapatkan Shera.
Rafa pun diam dan duduk di sofa yang ada di ruang kerja Shera,rafa menunggu Shera untuk mengembalikan uang Reksa tersebut kepada Reksa.
Ternyata di luar ruang kerja Shera,lia dan Rani mendengar semua pertengkaran antara Rafa dan Shera bos nya.
Lia dan Rani saling melirik satu sama lain dengan rasa takutnya.
"Berarti dugaan kita benar Rani,pak Reksa itu menyukai ibu Shera," bisik Lia di telinga Rani dengan wajah tak tak percayanya.
"Iya Lia,seram sekali rupanya pak Rafa kalo sudah cemburu,sampai-sampai uang Pak Reksa harus di kembalikan," bisik Rani pada Lia.
Drrrrtttt Drrrttt Drrrttt.
Shera menghubungi Lia.
"Ini ibu Shera telpon gue,gimana ini?" tanya Lia pada Rani dengan paniknya,karena mereka berada tidak jauh dari ruang kerja Shera.
"Angkat saja,kita ke sebelah sana dulu ayok," ucap Rani pada Lia..
Rani dan Lia pun berlari ke ruangan sebelahnya untuk mengangkat telpon dari Shera.
"Hallo,ibu.," sapa Lia pada Shera di telpon.
"Hallo,lia,saya minta kamu ke ruangan saya dengan Rani sekarang,saya tunggu ya Lia," titah Shera pada Lia.
"Baik bu,saya akan ke ruangan ibu sekarang juga," sahut Lia pada Shera.
Shera pun mematikan telponnya dengan Lia.
Shera yang duduk di samping Rafa terus mencoba menenangkan Rafa.
"Kak,jangan marah kaya gini ya,aku akan kembalikan uang Kak Reksa sekarang juga,cuppp" ucap Shera pada Rafa,sambil Shera mencium pipi Rafa.
Rafa hanya diam saja sambil memejamkan matanya
Hatinya merasa begitu marah pada Reksa.
Ingin Rasanya Rafa menghabisi Reksa sekarang juga,tapi Shera pasti akan meninggalkan Rafa jika hal itu sampai terjadi.
HAY KAKAK-KAKAK SEMUA JANGAN LUPA VOTE NOVEL AKU SEBANYAK-BANYAKNYA YA DAN JANGAN LUPA VOTE LOMBA UPDATE TIM AKU JUGA SUPAYA NOVEL AKU BISA MASUK BANER REKOMENDASI MAKASIH🥰🥰🥰
__ADS_1