
PUKUL 21.00 MALAM
Rafa sedang berkumpul bersama teman-temannya di apartemen miliknya.
"Bro!!! luh ada apa nyuruh kita kumpul di apartemen luh?" tanya Dino pada Rafa.
"Iya bro!!! ada hal penting apa yang mau luh sampein ke kita?" tanya Alex pada Rafa penasaran.
"Shera hamil,gue sebentar lagi akan memiliki anak dari Shera," ucap Rafa pada teman-temannya sambil tersenyum bahagia.
"Apa bro??? Shera hamil??? luh enggak bercanda kan???" tanya Dino pada Rafa dengan wajah tidak percayanya.
"Lu jangan bohong bro,mana mungkin Shera hamil,luh kan baru sekali doang ngelakuin hal itu sama Shera," ucap Anton pada Rafa.
"Eh dodol,sekali juga bisa jadi anak kalo langsung tokcer,jangan maen-mae luh sama Rafa,sekali tancep udah bisa bikin anak hahaha," ucap Alex pada Dino dan Anton.
"Sialan luh,gue juga enggak sadar udah ngelakuin hal kaya gitu,tapi Shera saat ini sedang mengandung anak gue,ntah kenapa gue ngerasa bahagia akan memiliki anak dari Shera,walaupun gue tahu Shera benci banget sama gue,tapi gue enggak perduli akan hal itu,yang penting gue tulus mencintai Shera," ucap Rafa pada teman-temannya.
"Waaaahhh kalo begitu selamat bro,luh sebentar lagi bakalan jadi papa muda,haduh gue berasa jadi tua pas denger luh bentar lagi mau punya anak,padahal kita kan baru 22 tahun hahaha," ucap Anton pada Rafa sambil tertawa.
"Selamat bro,gue yakin luh akan jadi suami dan ayah yang baik untuk istri dan anak luh nanti," ucap Galang pada Rafa sambil menepuk-nepuk pundak Rafa.
"Eh Raf,luh harusnya ngucapin terimakasih tuh sama Galang,walaupun ini sebuah kecelakaan yang enggak di sengaja,tapi kan yang nyuruh Shera jemput luh dari klub gue itu Galang,jadi deh luh sekarang nikah sama cewek idaman luh hahaha," ucap Dino pada Rafa sambil tertawa lucu.
"Sialan luh Din,gue juga enggak mau di benci kaya gini sama Shera,gue juga kasian sama Shera,gara-gara perbuatan gue Shera harus sekolah di rumah,karena Shera pasti akan malu jika sampai teman-temannya tahu kalo Shera sedang hamil," ucap Rafa pada Dino.
"Sorry bro gue cuma bercanda,tapi luh kayanya kelihatan seneng banget sekarang,kemarin luh malah kusut banget kaya kanebo kering," ucap Dino pada Rafa.
"Gue bahagia karena Shera mau menikah dengan gue dan gue bisa merawat anak gue nantinya," ucap Rafa pada Dino.
"Syukurlah kalo luh bahagia,kita sebagai teman-teman luh juga ikut bahagia kalo luh bahagia," ucap Dino pada Rafa.
__ADS_1
BRUUUUUKKKKKK....
Pintu apartemen Rafa di buka dengan kasar oleh Nesya,membuat Rafa dan teman-temannya kaget.
Nesya masuk ke dalam aprtemen Rafa,berdiri di hadapan Rafa dan teman-teman Rafa yang sedang duduk di sofa ruang tv.
Nesya menatap wajah Rafa dengan kesedihan mendalamnya dan air matanya yang mengalir di dengan deras di pipinya
"Nesya,kamu kenapa menangis? tanya Rafa pada Nesya,rafa berdiri dari sofanya,menghampiri Nesya yang terlihat begitu sedih.
"PLAAAAKKKK PLAAAAKKK.." Nesya menampar wajah Rafa dengan emosinya.
"Nesya,kenapa kamu menapar Kakak?" tanya Rafa pada Nesya sambil Rafa memegang pipinya yang di tampar oleh Nesya.
Teman-teman Rafa yaitu Dino,galang,alex dan Anton begitu kaget melihat Nesya menapar wajah Rafa,namun mereka hanya menyaksikan saja,karena itu urusan Rafa dan Nesya,mereka tidak ingin ikut campur.
"Kenapa? Kak Rafa bilang kenapa Nesya menampar Kak Rafa? Nesya yang harusnya bertanya sama Kak Rafa,kenapa Kak Rafa mau di bodohi dan di bohongi oleh Shera? kenapa Kak Rafa mau di jebak oleh Shera sampai Shera hamil? buka mata Kak Rafa lebar-lebar,buka hati Kakak juga,siapa yang pantas untuk Kakak Nikahi? Nesya juga bisa menjadi wanita murahan seperti Shera,nesya juga bisa mengandung anak Kak Rafa seperti Shera,ayo kita lakukan sekarang Kak," teriak Nesya pada pada Rafa membuat amarah Rafa meledak.
Baru kali ini Rafa menampar seorang wanita yaitu Nesya,rafa tidak bisa lagi menahan emosinya saat Nesya mengatakan hal yang tidak baik tentang Shera.
Rafa melihat telapak tangannya yang ia pakai untuk menampar Nesya.
Rafa merasa menajdi lelaki pengecut karena telah menampar Nesya,namun Rafa tidak bisa mengendalikannya ketika mendengar Neysa mengata-ngatai Shera di hadapan Rafa.
Teman-teman Rafa hanya diam melihat Rafa menampar Nesya,mereka pun begitu kesal melihat Nesya yang berani berbicara lancang pada Rafa dan menjelek-jelekan Shera di hadapan Rafa.
"Tampar aku lagi Kak? tampar Kak? Kakak berani menampar aku hanya untuk membela wanita murahan itu hahahaa,sungguh menyedihkan,"ucap Nesya pada Rafa sambil tertawa namun hatinya menangis pilu.
"Kamu.... jangan pernah kamu mengucapkan hal yang tidak-tidak lagi tentang Shera di hadapanku,jika aku tidak menghargai orang tuamu,aku pasti sudah menyeretmu ke jalanan," ucap Rafa pada Nesya menunjuk-nunjuk wajah Nesya,rafa hampir menampar wajah Nesya lagi,namun Rafa menahannya,karena Rafa tadi sudah menampar Nesya.
"Aku tidak takut,aku tidak akan membiarkan Kakak menikah dengan Shera,lihat saja nanti," ucap Nesya mengancam Rafa,lalu Nesya ke luar dari apartemen Rafa sambil menangis dan marah.
__ADS_1
"Huuuuhhhhhh Huuuuuuuhhhhh ," Rafa menarik nafas panjangnya,lalu duduk di sofa ruang tv nya bersama teman-temannya.
"Sabar bro,gue jadi ngeri liat si Nesya itu,masih kecil tapi udah punya pikiran yang jahat," ucap Alex pada Rafa sambil menepuk-nepuk pundak Rafa.
"Iya luh bener Lex,gue juga sebagai laki-laki jadi takut itu sama si Nesya,kalo udah marah dan cemburu bisa kaya kesetanan gitu ya," ucap Anton pada Alex.
"Gue mau ngehubungi nyokap gue dulu di kamar,luh semua di sini saja," ucap Rafa pada teman-temannya.
Rafa pun masuk ke dalam kamarnya untuk menghubungi mama Keyla.
Rafa mengambil handphonennya yang berada di atas tempat tidur lalu menekan nomor telpon mama Keyla.
"Hallo Rafa," sapa mama Keyla pada anaknya.
"Hallo mah,mama belum tidur?" tanya Rafa pada mama keyla.
"Belum Nak,sebentar lagi,ada apa Rafa?" tanya mama Keyla pada Rafa.
"Mah,barusan Nesya datang ke apartemen Rafa,dia marah-marah sama Rafa,dia tahu jika Rafa akan menikah dengan Shera dan dia tidak mau Rafa menikah dengan Shera," ucap Rafa pada mama Keyla.
"Ya ampun,nesya kenapa nekat sekali Rafa? memangnya Nesya beneran suka sama kamu?" tanya mama Keyla pada Rafa.
"Iya mah,nesya suka sama Rafa,nesya sepertinya tidak terima jika Rafa menikah dengan Shera,rafa minta mama percepat pernikahan Rafa dan Shera dan jangan undang tante Diva atau sahabat mama yang lain dulu,rafa maunya besok Rafa bisa menikah dengan Shera,dengan begitu Rafa bisa menjaga Shera," pinta Rafa pada mamanya.
"Ya sudah Rafa,mama akan hubungi tante Sherly dulu,tadi sih kata tante Sherly,besok pagi Shera sudah boleh pulang ke rumahnya," ucap mama Keyla pada Rafa.
"Iya mah,pokoknya Rafa mau menikah secepatnya dengan Shera tanpa perlu mengundang siapapun,cukup keluarga kita dan keluarga Shera saja yang tahu," pinta Rafa pada mamanya.
"Iya Nak,jawab mama Keyla pada Rafa.
Kemudian Rafa pun mematikan telponnya setelah menghubungi mama Keyla.
__ADS_1
Rafa merebahkan tubuhnya di tempat tidur miliknya dengan perasaan kesalnya pada Nesya.