
“Sa, Mommy bukannya tidak mau mendukungmu. Tapi, kamu tahu sendiri bagaimana Daddy kalau sudah menginginkan sesuatu.” Veronica membuka suara.
Tak kuasa menolak permintaan Ersa secara terang-terangan. Kalau beberapa waktu lalu, ia mungkin akan mengangguk setuju mendengar permintaan putra keduanya. Namun, kini tidak lagi.
Wanita tua itu melihat sendiri bagaimana Erka yang diam-diam juga memiliki perasaan yang sama pada Ayleen. Sering kali ia memergoki putra sulungnya menatap sang adik setiap bertemu. Belum lagi pertemuan sembunyi-sembunyi keduanya yang sampai sekarang masih menyisakan tanda tanya besar.
Ada hubungan apa di antara keduanya. Kalau memang ada cinta, harusnya Erka akan menerima perjodohan yang direncanakannya dulu dengan senang hati. Namun, tidak demikian yang terjadi. Putranya menolak mentah-mentah dan memilih menikahi wanita lain.
Kini, setelah menikah, masalah baru muncul. Veronica mengendus aroma tak sehat di dalam rumah tangga Erka dan Cindy. Yang terbaru, ia memergoki putranya keluar dari kamar Ayleen belum lama ini.
Aroma perselingkuhan? Entah apa yang sebenarnya terjadi. Saat ini, Veronica memilih memeluk Ayleen dan tak akan membiarkan salah satu putranya terluka. Kalau benar ada cinta segitiga di antara ketiga anaknya, ia hanya bisa membawa Ayleen pergi menjauh secepatnya. Pulang ke Bandung atau menikahkan Ayleen dengan pria lain.
“Mom, tolong bicarakan dengan Daddy. Aku tak mau Ayleen sampai jatuh ke tangan Rendra. Pria itu tidak pantas mendapatkan Ayleen. Dia dan Erka sama saja.”
Veronica mendesah pelan. Tak tahu harus menjawab apa. “Mommy coba bicarakan dengan Daddy mengenai Rendra. Sebelumnya, Mommy harus bicara dengan Erka. Setidaknya sebelum menuduh seseorang, kita perlu mencari tahu kebenarannya.”
Wanita tua itu berkelit. Ia perlu mencari tahu bagaimana perasaan Erka yang sebenarnya pada Ayleen. Tak mau keluarga mereka tercerai berai hanya karena seorang wanita.
Ersa mengangguk.
“Mengenai permintaanmu ....” Veronica menggigit bibir. Dipandanginya Ersa lekat-lekat. Rasanya tak tega mengecewakan putranya. Namun, ia harus memberi keputusan terbaik. Tak ingin kedua anaknya terluka.
__ADS_1
“Mommy tidak bisa berjanji. Tidak bisa bilang setuju.”
“Ya, Mom. Aku mengerti.” Ersa tertunduk.
***
“Katakan yang sebenarnya pada Mommy. Kamu tidak bisa bohong lagi, Erka”
Siang itu, Veronica sengaja berkunjung ke perusahaan. Ia merasa perlu bicara empat mata dengan putra tertuanya. Kantor adalah tempat ternyaman sekaligus aman. Tak ada suaminya, juga Cindy. Ia bisa menghindari Ersa yang berbeda ruangan.
“Ada apa, Mom?” Erka tengah serius dengan tumpukan berkas di meja kerjanya.
“Rumah tanggamu dan Cindy bermasalah?” todong Veronica.
“Bohong. Mommy tahu semuanya, Ka. Jangan bohongi Mommy.” Veronica tersenyum sinis.
Erka menegakkan duduk, tangan saling menjalin di atas meja.
“Kamu mencintai Ayleen kenapa menolak perjodohan yang Mommy rencanakan?”
Deg—
__ADS_1
Erka menelan saliva saat perasaannya dikuliti. Mommy-nya bisa membaca semua hal, termasuk isi hatinya.
“Aku ... aku ....” Erka tak sanggup berkata-kata.
“Jangan mengelak. Mommy berulang kali memergoki kalian. Sejak dulu sampai sekarang ... kamu sudah menikah, kalian masih sering diam-diam bertemu. Kamu pikir Mommy tidak tahu, Ka?” cerocos Veronica.
“Sebenarnya, apa yang kamu inginkan, Ka?” Ada nada kecewa di dalam pertanyaan Veronica.
“Tidak ada, Mom.” Erka menggeleng.
“Kamu mencintai Ayleen?” tebak Veronica.
Erka bungkam. Jujur saja, ia sendiri tidak paham dengan perasaannya. Ia mulai merasa ada yang berbeda di hatinya saat Ayleen tiba-tiba menjaga jarak dan menjauh. Ada yang hilang di dalam hidupnya saat sang adik menjauh.
“Aku ... aku tidak tahu, Mom.” Erka tertunduk.
Bibir Veronica menyeringai tipis. “Baiklah kalau begitu. Beberapa hari yang lalu, Ersa datang pada Mommy.”
Erka mengangkat kepala dan menyimak.
“Ersa meminta Mommy menggagalkan rencana Daddy.”
__ADS_1
Erka tersenyum. Namun, senyum di bibir pria tampan itu lenyap saat mendengar kalimat Veronica selanjutnya. Kedua matanya membulat sempurna, ia tak percaya dengan apa yang disampaikan mommy-nya
“Ersa mencintai Ayleen dan meminta restu agar diizinkan menikahi anak perempuan satu-satunya keluarga Hutomo.”