
Gadis manis itu berpikir, kemudian menunduk dan menatap penampilannya yang biasa-biasa saja. Gaun sutera berwarna tosca andalannya melekat di tubuh sejak siang.
“Apa tidak masalah?” Ayleen menunjuk pakaian yang dikenakannya.
“No problem. Aku hanya ingin bertemu teman, bukan makan malam. Aku saja masih mengenakan setelan kerja.” Erka kembali fokus ke jalan raya.
“Ya, Kak. Tapi, jangan terlalu malam. Nanti Mommy mencariku.” Ayleen menggigit bibir.
Pertama kali diajak Erka melihat lebih dekat kehidupan pria itu. Selama ini ia hanya duduk manis di rumah, bergaul dengan sahabatnya yang alim-alim dan tak pernah terlibat pergaulan yang aneh-aneh.
“Oke, deal. Aku janji hanya menyapa sebentar dan kita pulang.”
“Ya, Kak.”
“Tolong buka pesan dari nomor yang tadi menghubungiku. Bacakan alamatnya,” titah Erka.
“Ya.” Tangan Ayleen gemetar saat mengusap ponsel pintar kakaknya. Ini pengalaman pertamanya mengobrak-abrik telepon genggam Erka. Begitu layar dibuka, muncul foto Yaya yang sedang digendong Cindy. Hati gadis itu tercubit.
Menggeser layarnya ke atas, Ayleen mulai masuk ke aplikasi berwarna hijau yang sedang popular belakangan ini dan jadi tempat berkirim pesan yang paling banyak digandrungi semua orang.
Begitu masuk, dada Ayleen berdesir. Ada banyak pesan tak terbaca. Yang mencolok, rata-rata yang mengirim pesan adalah para gadis cantik yang terlihat jelas di foto profilnya.
“Leen, ayo buruan.” Erka mengingatkan setelah memastikan gadis di sebelahnya melamun.
“Ya-ya, Kak.” Mendadak gugup karena tertangkap basah menatap pesan tak terjamah, Ayleen buru-buru mencari apa yang diinginkan Erka.
“Kelab malam Formosa.” Ayleen bergidik. Ditatapnya Erka yang tampak santai seakan tak terpengaruh sama sekali.
“Sip.” Erka menyunggingkan senyuman.
Apa maksud Kak Erka?
Gadis itu mengembalikan ponsel pada pemiliknya, terbayang chat mesra dari para gadis yang belum dibaca Erka. Puluhan kata sayang dalam berbagai versi dikirim banyak wanita cantik dan seksi.
Apa maksud Kak Erka? Jangan-jangan dia ingin menunjukkan sisi buruknya dan memintaku mundur secara tidak langsung. Bukannya sejak awal dia menolak untuk menikah denganku?
__ADS_1
Menelan ludah, Ayleen berusaha menguatkan diri. Ia tak boleh goyah. Bagaimana pun masa lalu Erka, pernikahan ini ada karena Yaya yang membutuhkannya.
Sepanjang perjalanan, Ayleen berkutat dengan pikirannya sendiri. Semua fakta yang baru diketahuinya tak akan memukul mundur niat gadis itu. Hingga mobil yang ditumpanginya berhenti di sebuah pelataran gedung dengan kelap-kelip lampu, ia masih melamun. Tak sadar kalau mereka sudah sampai di tujuan.
“Leen, ayo turun.” Erka sudah membuka pintu dan mempersilakan Ayleen turun.
“Tempat apa ini?” Ayleen kembali bergidik.
“Kelab malam. Jangan jauh-jauh dariku. Di dalam sini banyak pria hidung belang. Genggam tanganku, jangan dilepas. Kalau ada yang menyapa, abaikan. Jika ada yang memaksamu berkenalan dan aku tidak ada di dekatmu. Katakan pada mereka kalau kamu ... wanitanya RK! Orang-orang di sini memanggilku seperti itu. Ar ... key.”
“Ya, Kak.” Ayleen merapikan gaunnya dan buru-buru menautkan jarinya di sela jemari Erka.
“Jangan menjauh dariku. Jangan minum dan makan apa pun tanpa persetujuanku. Kalau ada yang menawarimu, tolak saja.”
“Ya, Kak.”
“Kalau ada yang memanggil, menatapmu sampai jengah, abaikan saja. Mereka memang suka begitu kalau aku membawa gadis baru.” Erka kembali menjelaskan.
Berhenti di depan pintu yang dijaga security, Erka tampak menyapa dan tersenyum sembari mengeluarkan dompet dari saku. Ia masih sempat memberi pesan lanjutan.
...♧♧♧...
Sambil menunggu kisah ini up, bisa mampir dan intip-intip karyaku yang lain.
Istri Kecil Sang Presdir (Pram & Kailla season 1 )
Istri Sang Presdir (Pram & Kailla season 2 )
__ADS_1
Menikahi Majikan Ibu ( Bara & Bella season 1 )
Crazy Rich Mencari Cinta ( Koko Ditya & Frolline )
Tatap Aku, Suamiku ( Wira & Naina )
Menua Bersamamu ( Bara & Bella season 2 )
The Love Story of Pram & Kailla ( Pram & Kailla season 3 )
__ADS_1