Menikahi Kakak Angkatku

Menikahi Kakak Angkatku
Bab 87


__ADS_3

“Apa maumu?” tegas Erka lagi. Mengabaikan posisinya, ia memaksa masuk ke toilet yang diperuntukkan bagi wanita. Tak peduli apa pun lagi, saat ini ia butuh menyelamatkan Ayleen dari wanita yang sedang menebar racun. Tak ingin gadis polos itu pikirannya dinodai.


“Aku tidak mau apa-apa. Kebetulan aku sedang mencari gaun dan tak sengaja melihat calon istrimu di sini.” Senyum itu terukir di bibir wanita asing yang belum memperkenalkan diri sebelumnya.


Pandangan Erka beralih, ditelitinya Ayleen dengan penuh kecemasan. Ia kenal dengan wanita yang menyambangi Ayleen walau tak terlalu dekat. Salah satu teman baik Cindy. Namun, ia tak tahu bagaimana wanita itu bisa mengetahui banyak hal yang selama ini tak banyak orang lain tahu.


“Aku harus buru-buru. Ayo, Leen. Kita masih harus ke toko perhiasan. Aku akan menghubungimu nanti.” Erka mengirim tatapan tajam pada wanita yang berbicara panjang lebar pada calon istrinya.


Menyeret Ayleen keluar dari toilet, keduanya berjalan keluar menuju ke area parkir.


“Kak, kita belum selesai dengan gaun pengantinnya.” Ayleen menunjuk ke arah butik saat sudah di halaman depan.


“Nanti aku akan mengurus dan memastikan mana yang akan kamu kenakan. Yang terpenting ukurannya sudah pas.”


“Tapi, Kak.” 

__ADS_1


Kejadian begitu cepat, ia tak sempat berpikir. Bahkan, ucapan wanita asing itu masih berputar-putar di benak Ayleen.


“Masuk, Leen.” Erka sudah membukakan pintu dan mendorong pelan tubuh berontak seakan tak rela pergi.


“Kak, ada apa?”


“Duduk, diam.” Erka setengah membungkuk. Dengan kepala masuk ke dalam mobil, ia membantu Ayleen memasangkan sabuk pengaman untuk mengikat tubuh gadis itu. “Nanti aku jelaskan apa yang ingin kamu ketahui. Tapi, kita pergi dari sini.” 


Setengah berlari mengitari mobil, Erka menyusul masuk. Sekilas ia bisa melihat raut wajah Ayleen yang tampak tidak menyenangkan.


 


“Dia siapa, Kak? Pasti Kak Erka mengenalnya.” 


Erka mengusap pelan sabuk pengaman yang membelit tubuhnya, tatapan pria itu menerawang. Seringai tipis muncul di sudut bibir, perasaannya tak kalah kacau dibandingkan Ayleen. Kehadiran wanita asing yang tak jelas tujuannya. Mendatangi Ayleen dan membahas banyak hal tentang Cindy yang coba dibenamkan selama ini.

__ADS_1


“Teman baiknya Cindy. Tapi, aku tak mengenal baiknya. Saat Cindy hamil sempat beberapa kali main ke rumah. Semalam juga aku sempat melihatnya di pesta Rendra.”


Ayleen mengangguk. Gadis itu mencoba mengerti. Ada banyak hal yang diketahui wanita itu dan tentunya bukan berita biasa, bahkan jejak kematian Cindy yang tersembunyi dari banyak orang pun bisa diketahuinya. 


Pasti bukan wanita sembarangan.


Kepala Ayleen mengangguk pelan. Pikirannya mengurai dan merangkai sendiri secuil informasi yang baru saja didapatkannya.


Apa malam itu terjadi sesuatu sampai Kak Cindy memilih mengakhiri hidupnya. Tapi, apa? Kenapa Kak Erka terlihat biasa?


Ayleen melirik ke sebelah. Calon suami sekaligus kakak angkatnya sedang serius mencengkeram kemudi, melajukan kendaraan yang membelah jalan raya ibu kota.


“Setelah mencari cincin, aku akan mengantarmu pulang. Jangan pikirkan apa yang dikatakannya. Wanita itu hanya ingin membuatmu bimbang.” 


Erka berharap Ayleen tak mencari tahu banyak hal. Ia ingin pernikahan berjalan lancar tanpa diganggu berbagai pihak. Masa lalunya dan Cindy sudah tutup buku. Ia tak mau mengingat walau ada Yaya yang menghubungkan semuanya. Biarlah tetap menjadi rahasia. 

__ADS_1


__ADS_2