
Ayleen baru menyibak selimut dan hendak turun untuk bersiap kala Ersa menahan tengkuknya. Pandangan keduanya beradu beberapa detik sebelum akhirnya Ersa mendekat dan menghadiahkan kecupan di bibir. Setelah sekian lama, kakak adik yang menjalin hubungan tanpa status itu bisa selangkah lebih maju.
“Aku mencintaimu, Leen. Selesaikan kuliahmu dan aku akan sampaikan pada Mommy niatku lagi.”
Ayleen diam, menatap wajah tampan Ersa. Jujur ia merasakan kebingungan. Sejak Mommy mengungkapkan perjodohannya dengan Erka, ia mulai kacau dan tak bisa mengenali perasaan sendiri.
Tak bisa menolak, sejak awal Ayleen tahu posisinya di kediaman Hutomo Putra. Hanya berstatus anak adopsi, tentunya dituntut untuk tahu diri. Apalagi sejak masih kecil sering mendengar sentilan-sentilan dari Veronica untuk menjadikannya menantu.
Ayleen tersadar dari lamunan saat bibirnya disentuh lembut.
“Kak.”
“Apa yang dilamunkan? Bersiap sekarang, nanti aku hadiahkan kecupan lagi.” Kedua sudut bibir Ersa tertarik ke atas. “Ayo!”
Usapan lembut di pucuk kepala menyudahi obrolan singkat keduanya. Ayleen mengikuti pergerakan pria tampan itu keluar dari kamarnya.
“Rasanya asing.” Ayleen mengusap bibirnya. “Debarannya berbeda saat bersama Kak Erka.”
__ADS_1
Gadis itu tiba-tiba teringat akan kakak tertuanya yang misterius. Datang tiba-tiba, pergi tanpa kata. Entah apa yang sebenarnya diinginkan Erka, Ayleen bingung.
“Andai memang menyimpan rasa untukku. Kenapa menolak? Tapi, di saat Kak Erka membawa Cindy, kenapa kembali mendekatiku. Terkadang aku merasa tidak adil, Kak Erka mencuri banyak hal dariku tanpa penjelasan.” Ayleen bermonolog.
...♡♡♡...
“Dad, Ayleen ikut denganku.” Ersa berdiri di samping mobilnya, sibuk dengan ponsel yang terhubung dengan Erka di ibu kota.
Hutomo memandang kedua anaknya bergantian, kemudian masuk ke dalam mobil lain tanpa suara. Menyusul di belakang, Veronica juga melakukan hal yang sama.
“Leen, ayo masuk di mobilku.”
“Kita harus buru-buru, Leen. Kak Erka membutuhkan kita.” Ersa bersuara sambil merapikan posisi duduk. Dicengkeramnya kemudi dan siap melajukan mobilnya ke Jakarta.
“Ada apa, Kak?”
Ersa menggigit bibir dan tersenyum kecut. Ia bingung menjelaskan semua situasi yang pasti akan mengejutkan semua orang. Bahkan, ia sendiri menolak percaya kala Erka menyampaikan di telepon tadi pagi.
__ADS_1
“Kak Cindy meninggal tadi pagi.”
“HAH!” Mulut Ayleen menganga lebar, mata pun membulat sempurna. Ekspresi terkejut itu mewakili perasaannya. Ia tak menyangka kakak ipar yang masih muda pergi begitu cepat.
“A-ada a-apa? Kak Cindy baik-baik saja selama ini. Ia baru saja melahirkan bayi perempuannya.” Ayleen butuh waktu beberapa menit untuk mencerna informasi mengejutkan yang disampaikan sang kakak.
Ersa menggeleng. “Aku bingung menjelaskannya pada Daddy dan Mommy.”
“Daddy dan Mommy belum tahu?”
Ersa menggeleng. “Tolong bantu aku jaga Daddy dan Mommy. Pasti mereka terguncang.” Ersa menggenggam tangan Ayleen yang membeku di atas pangkuan.
“Lalu, bagaimana dengan putri Kak Erka? Kasihan sekali.” Mata Ayleen tampak berkaca-kaca. Ia teringat dengan nasibnya yang tak jauh beda. Mamanya meninggal saat melahirkan dan ia tak berkesempatan merasakan kasih sayang ibu.
“Aku tidak tahu. Semua masih abu-abu. Kak Erka menghubungiku dari rumah sakit, sesaat Cindy dinyatakan sudah tidak ada.”
“Kak Cindy masih muda, kenapa pergi begitu cepat.”
__ADS_1
...♡♡♡...
Yang merasa lama menunggu di sini, bisa intip spoiler kisah ini di instagram : casanova_wety.s.hartanto ( sudah ending )