Menikahi Kakak Angkatku

Menikahi Kakak Angkatku
Bab 44


__ADS_3

“Aku tidak peduli. Itu urusan Kak Erka, bukan urusanku. Keluar dari kamarku, Kak. Aku mohon. Jangan menakutiku.”


Erka tersenyum. “Leen, aku Erka. Aryya Perkasa Hutomo Putra. Tidak akan pernah menyakitimu.”


“Aku tidak percaya pada Kak Erka lagi.”


Erka menunduk sedih. Kalimat yang didengar membuat pria itu terluka. Siang malam ia menyimpan nama Ayleen di hati dan pikirannya, tak sedikit pun terusik dengan sosok Cindy atau gadis mana pun.


Ia memang terlambat menyadari. Saat perjodohan digagas sang mommy, Erka menolak tegas dan ini imbas dari semua. Kini, ia hanya bisa berharap semua hanya mimpi dan diberi kesempatan mengulang.


Mungkin ini yang dinamakan penyesalan hadir di belakangan. Erka tak dapat menolak takdirnya kini, tetapi masih bisa memperjuangkan perasaannya.


Jatuh cinta untuk pertama kali, ia terlambat mengenali perasaannya. Andai Tuhan mengizinkan semua terulang, Ayleen adalah satu-satunya yang ingin diperjuangkan. Ya, hanya Ayleen Hutomo Putri. Gadis cantik yang ditolak pada kesempatan pertama. Namun, beberapa saat kemudian mengembuskan debaran dan rasa tak biasa di dalam hatinya.


Ia ingat detik-detik di mana kehilangan selera pada wanita hanya karena adik kecilnya menghindar. Ia masih tahu rasa sakitnya saat Ayleen menolak menatap. Rasa kehilangan itu semakin hari makin menyesakkan dan ia tertampar kala menyadari itu adalah cinta yang sering disebut orang-orang di luar sana.


Ya, ia jatuh cinta pada adiknya sendiri, bukan orang lain. Ia terjerat dalam rasa yang selama ini dihindarinya. Bertualang dengan berbagai macam wanita di luar sana, tetapi terjerat pada gadis polos yang tak paham apa-apa.


“Leen, beri aku waktu bicara. Setelah itu, aku janji akan pergi.” Erka memohon.


“Bicaralah, setelah itu pergi.” Ayleen masih menjaga jarak.


Menghela napas berulang, pria itu sedang mengumpulkan nyalinya. Berat, ini lebih mendebarkan dibandingkan berebut tender miliaran rupiah.

__ADS_1


“Aku tidak mencintai Cindy.”


“Bukan urusanku, Kak. Jangan libatkan aku di dalam rumah tanggamu. Aku tidak tahu apa-apa.” Ayleen menatap pria di seberang tempat tidur.


“Aku mencintai gadis lain.” 


“Maaf, Kak. Aku tidak peduli. Siapa pun yang Kak Erka cintai, tidak ada hubungannya denganku.” Ayleen menegaskan.


“Kamu.”


Ayleen melotot.


“Ayleen Hutomo Putri. Gadis yang aku tolak di ruang kerja Daddy. Gadis yang aku anggap adikku sendiri.”


“Aku mencintaimu, Leen.”


Kalimat sederhana menyentak dunia Ayleen. Gadis itu kehabisan kata-kata, hanya berdiri mematung memandang kakaknya. Sedikit banyak ia paham akan perasaan Erka, hanya tak siap ketika pria itu berkata terus terang.


“Aku-aku ....” Lidah Ayleen kelu. 


“Aku mencintaimu, Leen.”


Ayleen diam. 

__ADS_1


“Aku juga tidak tahu kenapa rasa ini ada di saat yang tidak tepat. Rasa ini tidak seharusnya ada. Aku tahu itu, Leen.”


Keduanya bungkam setelah isi hati terlontarkan. Ayleen menunduk, sedangkan Erka meneliti lawan bicaranya. Ada harap yang tak sanggup disampaikannya. Andai masih bisa, tentu saja ingin seperti yang lain. Bisa merasakan kebahagiaan layaknya  pasangan sedang jatuh cinta.


“Leen.” Erka dengan singlet basahnya tampak menyedihkan.


“Keluar, Kak.”


“Leen.” Suara maskulin itu terdengar memelas.


“Aku mohon keluar, Kak. Apa yang ingin disampaikan, aku sudah mendengarnya,” usir Ayleen.


“Apa kita ....”


“Tidak! Tidak akan pernah ada kita. Kak Erka sudah dengan Cindy dan aku pun akan menemukan pasangan sendiri.”


“Aku akan bercerai.”


“Itu urusan Kak Erka. Jangan bawa-bawa namaku di dalam hubungan kalian. Aku mohon, aku tidak mau terlibat.” Ayleen menegaskan.


...♧♧♧...


...Setelah pernyataan cinta Erka, bagaimana hubungan Ayleen dan Erka? Apa Erka jadi bercerai?...

__ADS_1


__ADS_2