
“Dasar! Pantas saja Kak Cindy memilih bunuh diri. Laki-laki sama saja!” Ayleen mengomel sembari menatap para wanita berpakaian seksi menyapa Erka silih berganti. Bahkan, Ayleen bisa melihat mereka sengaja menebar pesona tanpa malu-malu.
Tak lama, tampak Erka melempar pandangan ke arahnya, tepat saat gadis cantik mengenakan gaun ketat merah menyala merangkul pundak pria itu.
“Dia sedang pamer padaku.” Kembali Ayleen mendengus kesal.
Terpaksa menunggu tak diberi kesempatan protes, Ayleen dibuat naik darah tiap para wanita itu mengelilingi kakaknya.
“Baru kali ini ada bunga menghampiri kumbang.” Ayleen bergumam kesal.
Cemburu? Tentu saja. Andai Erka bukan calon suaminya pun, Ayleen akan cemburu sebagai seorang adik. Wanita-wanita cantik di sekeliling kakaknya memang menarik. Tinggi semampai dengan bentuk tubuh aduhai. Kalau berjalan, berlenggak-lenggok seperti model papan atas sedang memeragakan busana musim panas.
Menikmati rasa yang menggerogoti, Ayleen akhirnya menyerah. Memilih menikmati sajian yang dipesan Erka. Mengomel juga butuh tenaga dan ia mulai lelah. Berdamai dengan keadaan sambil memupuk sabarnya demi kakak tertua.
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 malam saat Erka mendatangi Ayleen yang duduk di sudut ruangan sendirian ditemani jus jeruk dan camilan
“Leen, ayo kita pulang.” Erka menatap piring kosong dengan sisa saus steak di atas meja. Ia sengaja mengizinkan Ayleen duduk sendirian karena gadis itu kelelahan mengekorinya.
“Hmm.” Ada nada kelegaan di helaan napas Ayleen. Ia hampir tertidur menunggu Erka yang sibuk mengobrol.
“Ayo, wajahmu berantakan sekali,” Erka berpendapat.
“Tentu saja. Aku sudah mengantuk sekali,” keluh Ayleen. “Dan Kak Erka sibuk sendiri. Lain kali, aku tidak mau ikut lagi.” Ayleen cemberut.
“Maaf, lain kali aku tidak akan mengajakmu lagi.” Erka mengulum ketika bibir Ayleen mengerucut.
__ADS_1
“Ayo jalan, Leen.”
Masih menyimpan kesal, gadis itu berjalan sembari mengentak kedua kakinya. Protes yang tak bisa disampaikannya. Sejak masuk ke dalam ruangan, Erka sibuk sendiri.
“Tidak ada lain kali. Setelah menikah, berani ke sini ... aku patahkan kakimu.” Ayleen menggerutu pelan. Tak mau suaranya terdengar sang kakak yang sudah berjalan mendahului.
Erka berbalik. “Kamu mengatakan sesuatu, Leen.
Ayleen tergagap saat tertangkap basah mengoceh. Bibirnya terkatup rapat, mata pun membelalak saat Erka melempar tanya.
“Tidak. Aku tidak bicara apa-apa.”
“Serius?” Erka memastikan.
“Ya, ayo pulang.” Gadis manis itu memamerkan senyuman, berusaha terlihat tulus.
...•••...
“Leen, kita sudah sampai.” Erka mengguncang pundak Ayleen untuk membangunkan.
“Kita di mana, Kak?” Ayleen mengerjap beberapa kali.
“Ayo turun. Kita sudah sampai di rumah.”
“Aku mengantuk, Kak.”
__ADS_1
“Ya, nanti tidur lagi. Ayo cepat, nanti ketahuan Mommy.”
Menguap lebar, Ayleen mengusap mata mengantuknya. Berjalan sempoyongan di belakang Erka, gadis itu tertegun dan menabrak punggung kekar sang kakak yang berhenti mendadak.
“Kalian dari mana saja?” Suara menggelegar Hutomo Putra menyambut mereka di pintu utama. Tampak Veronica muncul di balik pundak suaminya untuk memastikan kabar putra dan putrinya.
“Dad, maaf aku pulang terlambat.
“Aku tidak peduli denganmu, Ka. Pulang tidak pulang ... tak ada urusan. Masalahnya kamu membawa Ayleen ikut bersamamu!” tegas Hutomo Putra.
“Leen, Mommy memintamu membawakan bekal makan siang. Tapi, kenapa kamu baru kembali sekarang?”
“Maaf, Mom. Aku menemani Kak Erka.”
Wanita tua itu menggeleng. “Kamu mau mengenalkan duniamu padanya,” serang Veronica. “Ayleen bukan Cindy dan wanita di sekitarmu. Karena dia Ayleenku, makanya aku jodohkan denganmu, Ka.”
Veronica terlihat berkaca-kaca. Ada beban tersendiri dirasakannya. Menjadikan Ayleen bagian dari keluarga Hutomo bukan untuk bersenang-senang. Ada janji dan sumpah yang diucapkannya di depan mendiang Danny Prayoga dan sang istri. Ia tak mau jadi manusia yang ingkar.
“Jangan ulangi lagi! Aku mendidiknya dengan susah payah. Jangan dirusak apa yang telah aku tanamkan pada Ayleen.” Veronica mengamuk.
“Maafkan aku, Mom.”
“Besok, bawa Ayleen ke toko perhiasan dan fitting gaun. Erick sudah mengabariku.”
...•••...
__ADS_1
...Apa yang terjadi besok? Siapa yang ditemui keduanya di butik?...