Menikahi Kakak Angkatku

Menikahi Kakak Angkatku
Bab 50


__ADS_3

Di ruang tamu, Cindy bisa menangkap kegusaran di mata kakak adik Hutomo. Hanya ada satu nama yang bisa membuat dua saudara laki-laki itu menggila. Siapa lagi kalau bukan Ayleen Hutomo Putri. Bahkan, ibu muda itu tahu kalau Ersa juga sedang mengalami hal yang sama di kamar sebelah


“Hebat sekali pesona putri bungsu Hutomo Putra. Dasar keluarga gila! Seperti tidak ada perempuan lain.” Cindy menyindir.


“Tidak hanya kakak, adiknya pun sama gila. Padahal banyak perempuan lain, kenapa mesti terjerat dengan gadis yang sama. Apalagi gadis ini adik bungsu sendiri. Seperti tidak ada orang lain saja.” Cindy mencibir. Duduk di sofa kamar, ia kembali fokus pada wajah mungil sang putri.


“Bukan urusanmu. Jadi sebaiknya tutup mulut dan tak banyak bicara.” 


“Ok, fine. Kita sudahi perdebatan yang tak berujung ini.” Cindy tampak tenang dan tak terpancing. “Sekarang, tolong lakukan tugasmu sebagai seorang Papa. Putri kita belum diberi nama ....”


“Bukan urusanku. Silakan minta ayah biologisnya menamainya. Aku tidak masalah. Mau nama apa pun, tak ada hubungannya denganku.”


“KA!” Cindy terpancing. 


Dibalik sikap manis dan penuh cinta yang dipertontonkan selama ini, ada kisah di balik layar yang sesungguhnya terjadi.

__ADS_1


“Mau apa?” Erka berjalan mendekat. Membungkuk dengan kedua tangan bertumpu di lutut, ia sengaja menatap Cindy dari jarak dekat.


Pandangan mematikan itu menusuk tepat di jantung dan membuat lawan menciut. Bagai ancaman, Erka tak pernah bermanis-manis sejak mengeluarkan tuduhan perselingkuhan.


“Bagaimana? Masih punya nyali?” Tampak Erka mengusap layar ponsel dan membuka galeri untuk menunjukkan beberapa lembar foto penting. 


Sudut bibir kirinya terangkat saat mengarahkan layarnya pada wanita dengan bayi di dalam gendongan itu.


“Apa maumu?” Cindy terbelalak. Matanya serasa ingin meloncat keluar saat tatapannya mengenali sesuatu.


“A-apa maumu?” Cindy terbata-bata.


“Apa maumu, Ka?”


“Pisah.” Seringai di sudut bibir menunjukkan kelicikan. “CERAI!” tegas Erka lagi.

__ADS_1


“Kalau aku tak mau?” Sampai di detik ini, Cindy masih sempat memberi perlawanan. Namun, sejurus kemudian ia bungkam saat Erka mengirim ancaman mengerikan.


“Aku akan menyebar luaskan foto-fotomu bersama pria itu. Oopps, jangan-jangan dia ayah dari bayimu. Menarik!” Erka tersenyum lagi. Tak bisa kubayangkan andai semua berita ini terbongkar.” Erka menegakkan posisinya. Tangan kiri terkepal dan ia berseru pelan.


“BOOM! Pasti akan jadi headline news. Putri konglomerat berselingkuh. Menantu Hutomo Putra terlibat skandal.” Erka mencoba memasang sendiri judul yang akan viral andai foto yang ditunjukkan terbongkar.


“Jangan macam-macam, Ka.” Suara Cindy bergetar, menyembunyikan ketakutannya.


“Kenapa takut? Dulu kamu mengancamku melalui Ayleen. Kini, aku akan mencoba permainan yang sama. Bagaimana? Seru, kan. Sekali tekan, wajahmu akan muncul di media masa dan TV. Skandalku dan Ayleen tak akan mempan menandinginya. Faktanya kami kakak adik.”


Cindy membulatkan matanya. Ia tak yakin Erka akan senekat ini, tetapi wanita itu juga tak berani mengambil risiko. Andai suaminya benar-benar melakukannya, hancur semuanya. Ia dan keluarganya akan ditelanjangi dan jadi tontonan. Belum lagi imbas ke perusahaan keluarganya.


“Jangan lakukan itu, aku mohon.” Cindy tiba-tiba menangis. Pandangannya tertuju pada layar ponsel Erka. Entah bagaimana pria itu bisa mendapatkan semuanya.


“Kamu mengikutiku, Ka?” Cindy tak percaya.

__ADS_1


“Bukan hanya kamu. Jangan GR, aku juga mengikuti Ayleen. Jadi kamu tak perlu merasa istimewa.”


...•••...


__ADS_2