Menikahi Kakak Angkatku

Menikahi Kakak Angkatku
Bab 23


__ADS_3

“Apa maumu?” Erka menggeram. Ia tidak takut ancaman, tetapi saat nama Ayleen muncul ia menciut. Tak mau adik kesayangannya menjadi korban.


“Lupakan Ayleen, aku akan coba untuk melupakan apa yang aku lihat malam ini.” Cindy memberi penawaran.


“Kalau aku menolak?”


Cindy tergelak. “Itu urusanmu. Aku tidak rugi apa-apa.” Memainkan ponsel dengan foto-foto Erka dan Ayleen terpampang nyata sedang berpelukan.


“Kurang ajar!” umpat Erka. “Apa maumu?” Pria itu mengepalkan tangan.


“Suamiku. Aku tidak mau yang lain, hanya mau suamiku kembali seperti dulu dan aku menginginkan kehangatan yang selama ini tidak pernah aku dapatkan. Aku menginginkanmu.” Cindy menjelaskan detail


“Kalau aku menolak?” Erka masih mengulur-ulur. “Lagi pula, aku dan Ayleen tidak melakukan apa pun. Silakan saja sebar sesuka hatimu.” Erka tampak santai.

__ADS_1


“Yakin?” Cindy berusaha bersikap tenang, menatap Erka dengan senyuman terukir di bibir.


Erka tak bisa membayangkan saat foto-fotonya yang tengah memeluk Ayleen dengan mesra, demikian juga adiknya sedang mendekap pinggangnya dengan posesif sambil membenamkan diri, mencari kenyamanan darinya itu tersebar.


Pria itu mengenal Cindy. Bagaimana koneksi dan sepak terjang istrinya selama ini. Ia tahu, ancaman itu tak main-main. Masalahnya bukan hanya Ayleen, perusahaan pun akan gonjang-ganjing andai wanita di depannya ini serius dengan ancaman.


Pria gagah dengan kaus dan celana pendek itu menelan ludah. Mungkin baginya dan Cindy yang paham, tak akan berpikiran buruk. Namun, tidak untuk orang lain. Semua orang akan mencela Ayleen karena ia adalah pria beristri.


Belum lagi keluarganya harus menanggung malu karena ulah tak sengaja yang bisa saja mencoreng nama baik Hutomo Putra. Banyak pertimbangan yang akhirnya membuat Erka mengalah.


“Tenang saja, Honey.”, Cindy tersenyum genit. Apa yang diinginkannya sudah tercapai. Tak ada alasan untuk memperpanjang masalah.


“Masih sisa satu. Kenapa tidak dihapus semua.” Erka protes.

__ADS_1


“Biarkan aku menyisakan satu untuk memastikan kamu tidak berulah. Hanya satu, aku janji tidak akan sembarangan posting.” Suara Cindy melunak.


“HAPUS!” titah Erka.


“Jangan meninggikan suaramu, Honey. Seisi rumah akan terbangun dan rahasiamu ini akan diketahui semua orang. Kamu tahu, tidak akan ada yang percaya kalau tidak ada apa-apa antara kamu dan Ayleen setelah melihat foto ini.” Cindy merasa di atas angin. Terus menerus menekan dengan selembar foto yang tersisa di galeri ponselnya.


“Kurang ajar! Dia sekarang menguasaiku.” Erka menggeram.


“Jangan marah, Honey. Ayo, sudah lama kita tidak terbang. Aku rindu sentuhanmu. Menikah harusnya hubungan kita tambah menggebu, tapi kenyataannya ....” Cindy berjalan mendekat, merayu Erka dengan mengukir garis wajah suaminya.


Sentuhan ujung telunjuk yang biasanya sanggup membuat Erka terbuai hingga melayang, kini tak bereaksi apa-apa. Sejak hati pria itu menyadari tujuan dan tertambat pada satu nama, tak ada lagi gairah membuncah setiap berdekatan dengan wanita.


Kaum hawa tak lagi membuatnya terpancing. Bahkan, wanita-wanita itu menari tanpa benang di hadapannya sekalipun, tak akan mengubah apa pun. Bayangan Ayleen selalu muncul dan mengacaukan segalanya.

__ADS_1


“Besok, kita pindah dari sini.” Tangan Erka terkepal saat Cindy mengecup lehernya. Ia tak bisa berbuat banyak selain memejamkan mata dan membayangkan bibir manis adik kecilnya.


***


__ADS_2