Menikahi Kakak Angkatku

Menikahi Kakak Angkatku
Bab 69


__ADS_3

“Kak Erka kenapa?”


Dari pintu menuju ke balkon lantai dua, Ayleen hanya bisa melihat punggung kekar yang empunya tengah memandang cakrawala malam dipenuhi taburan bintang. Di sudut timur tampak rembulan berbentuk senyuman tengah menghibur pengagumnya dari kejauhan.


“Leen.” Erka berbalik sekilas, kemudian kembali memandang pekatnya malam. Berdiri dengan kedua tangan menggenggam pagar balkon, pria itu seolah tak acuh dengan kehadiran sosok asing yang diundangnya beberapa menit lalu.


“Ada apa, Kak?” 


Pertanyaan basa basi, Ayleen tentu tahu apa yang ingin dibahas Erka saat ini. Perjodohan mereka dibahas lagi setelah sekian lama senyap. Ia pikir, pernikahan Erka dengan Cindy adalah akhir, ternyata masih ada kelanjutannya. Kini gadis itu harus menerima nasib, mengikuti alur yang dituliskan sang pemilik skenario hidup.


“Mengenai pernikahan yang dibahas Daddy.” Erka menggigit bibir. Ini tidak mudah untuknya yang tengah terguncang dan terluka. Ia yakin Ayleen pun merasakan hal yang sama.


“Ya, Kak. Ada apa?”


“Aku tidak punya jawaban. Aku hanya ingin tahu perasaanmu saat ini.” Erka berbalik dan menatap gadis bergaun biru yang tertunduk dengan kedua tangan saling menjalin.


“Perasaan apa?” 


“Hatimu. Aku hanya ingin tahu isi hati dan pikiranmu. Itu saja. Aku diminta menjawab, tetapi aku juga butuh pendapatmu.”


“Aku tidak tahu apa-apa. Sejak awal, semua orang sudah tahu bagaimana caraku masuk ke dalam keluarga Hutomo Putra.” Ayleen mengangkat pandangan dan memberanikan diri menatap lekat kakaknya.

__ADS_1


Erka tersenyum. “Aku hanya butuh jawabanmu, Leen. Apa kamu mencintai Ersa?”


Ayleen diam. Jujur, ia sendiri tidak paham perasaannya. Selama ini hanya nyaman bersama kedua kakak yang menemaninya sejak kecil. Mereka tumbuh bersama, berbagi banyak hal dan kini diharuskan memilih salah satu untuk dijadikan suami. 


Cinta? Entahlah. Ayleen tak mengerti apa yang dirasakannya kini. Andai ia bisa, ingin semua berjalan seperti biasa. Tak ada dipilih dan memilih. Lahir dari rahim dan benih berbeda dari dua kakaknya, gadis itu tak merasa berbeda. Hutomo dan Veronica memberi cinta yang sama untuknya.


Namun, tepat saat ulang tahunnya yang ke-17 tahun, ia mendapat kado spesial. Tak disangka-sangka dan bagai mimpi buruk. Orang tua yang disayanginya sepenuh hati ternyata bukan orang tua kandung. Ayleen  menangis berhari-hari mendapati kenyataan ini. 


Fakta yang tak bisa dibantah, gadis itu hanya anak sopir keluarga Hutomo yang harus meregang nyawa saat menjalankan tugas. Ayah kandungnya memilih menyelamatkan Hutomo dan harus meninggal di tempat saat kecelakaan terjadi. 


Ibunya yang sedang hamil pun mengalami nasib tak kalah tragis. Meninggal saat melahirkannya di sebuah klinik kecil yang tak memiliki fasilitas memadai. Akhirnya, harus pergi tanpa bisa mendekap bayi yang dilahirkan.


Mengingat jasa-jasa ayahnya, Ayleen akhirnya diangkat menjadi putri Hutomo dan Veronica. Tak ada yang membongkar masa lalu itu sampai ia menginjak usia remaja.


Erka menyapa sembari melambaikan tangan tepat di depan wajah Ayleen. 


“Kamu belum menjawabnya.”


“Aku tidak tahu, Kak.” Ayleen tertunduk.


“Ingin menikah denganku?” tanya Erka lagi. Berjalan mendekat, ditelitinya gadis manis yang tampak kebingungan.

__ADS_1


Lagi-lagi Ayleen menggeleng. “Aku tidak tahu, Kak.” 


“Baiklah. Kamu tahu kalau Daddy menunggu jawabanku besok.” Erka menggigit bibir.


“Ya, Kak.”


“Aku beri kesempatan padamu untuk menjawabnya. Kalau tidak mau, silakan menolak. Kalau memang mau, jawab saja di depan Daddy.” Erka menjelaskan.


“Hah!” Ayleen terkejut.


“Mak-maksudnya ... aku yang harus menjawabnya besok?” Ayleen tergagap, memastikan tidak salah dengar.


“Ya, aku serahkan padamu untuk menjawab Daddy. Apa pun jawabanmu, aku tidak masalah.”


Ayleen tercengang. “Mak-maksudnya ... kalau aku setuju, Kak Erka akan menikahiku?”


Erka tak menjawab, tetapi mimik wajah dan bahasa tubuh menunjukkan kalau begitulah kenyataannya.


“Tidurlah. Ini sudah malam. Besok tolong jawab Daddy. Aku serahkan padamu semuanya, Leen.” Erka berjalan masuk ke dalam rumah, meninggalkan Ayleen yang berdiri sendirian ditemani angin malam.


Gadis itu masih tercengang. Ia tak menyangka Erka akan melempar semua padanya. Menarik napas panjang dan dalam, Ayleen dilanda kebingungan.

__ADS_1


...●●●...


__ADS_2