Menikahi Kakak Angkatku

Menikahi Kakak Angkatku
Bab 83


__ADS_3

Dentuman suara musik terdengar memekak telinga. Lalu lalang pengunjung kelab malam menyenggol pergerakan Erka dan Ayleen yang  masih saling menggenggam. Dengan diantar seorang security, keduanya melewati keramaian berhias lampu kerlip dan suara kencang dari sound system yang mengiringi para anak muda bergerak tak terkontrol di lantai dansa.


Ayleen bergidik, semakin merapatkan tubuhnya pada sosok kekar di depannya. Tangannya yang lain ikut meremas belakang kemeja Erka.


“Are you okay?” Erka berbalik saat merasakan sesuatu yang tak beres di balik punggungnya.


“Aku baik-baik saja, Kak.” Ayleen mencoba bersikap tenang walau suaranya terdengar bergetar.


Dunia malam yang menyeramkan untuk Ayleen, gadis polos kesayangan keluarga Hutomo. Andai ia berani ke sini, sudah bisa dipastikan Daddy dan Mommy akan mengamuk tak henti.


“Ayo.” Erka menarik Ayleen agar berjalan sedikit di depannya menerobos pesta.


“Ditunggu Pak Rarendra. Yang lain juga sudah di dalam.” Security membuka pintu dan mempersilakan.


Suasana di dalam ruangan berbeda jauh dengan tempat yang baru saja mereka lewati. Di sini lebih private, tak ada musik kencang dengan lautan manusia bergerak tanpa arah. Desain cozy dengan kaca lebar di salah satu dinding yang mempertontonkan ibu kota di malam hari yang tak pernah mati.


“RK, kamu datang, Bro!” Seorang pria berperawakan tinggi gagah menyapa. Terselip di antara jari tengah dan telunjuk, kaki gelas kristal yang terisi dengan cairan kemerahan. 

__ADS_1


“Bro, maaf.” Erka memeluk sekilas menepuk pundak sahabatnya. “Yang lain sudah datang?” 


Erka tiba-tiba mendekap pinggang ramping Ayleen saat tatapan Rarendra berpindah pada gadis itu. Kabut cemburu melapisi mata bening pria dewasa yang mendadak jadi posesif. 


“Wah, Ayleen datang juga?” Pria bernama lengkap Rarendra Tan menyapa. Hampir saja  jadi korban perjodohan Hutomo Putra, sahabat Erka itu sudah sedikit mengenal tentang Ayleen.


“Ya, Kak.” Seutas senyuman dipersembahkan Ayleen pada si pemilik hajatan.


“Selamat menikmati pestanya.” Rarendra menyodorkan tangannya di hadapan Ayleen dan langsung disambar Erka.


“Tidak perlu basa-basi. Kamu sudah mengenal Ayleen sejak kecil,” ujar Erka ketus.


“Tentu saja. Dia calon istriku!” tegas Erka dengan terus terang.


“Wait-wait, bagaimana ceritanya gadis yang tadinya mau dijodohkan padaku mendadak jadi istri kakaknya sendiri.” Rarendra mengernyit.


“Jangan pura-pura tidak tahu. Kita tumbuh bersama.”

__ADS_1


“Mengenai Ayleen aku tahu. Tapi, kamu dan Cindy?” Rarendra mengernyit. Tak lama pria itu terbelalak. “Serius? “


Erka mengangguk.


“Ja-jadi, Cindy benar-benar meninggal?” Rarendra menolak percaya.


“Yup.” Erka kembali mengangguk.


“Oh my God. I’m so sorry for your loss.” Rarendra berkata pelan. Dipandanginya Erka dan Ayleen bersamaan.


Ini gila! Istrinya baru saja meninggal dan keluarga Hutomo Putra bukannya berduka. Mereka malah sibuk menyiapkan pernikahan untuk putra yang baru saja menduda. Yang lebih gila lagi, dengan adiknya sendiri. Oh, God.


“Bergabung saja dengan yang lain.” Rarendra pening seketika membayangkan rumitnya kehidupan Erka. Sebelum melepas  sahabatnya, ia masih sempat berbisik pelan.


“Hati-hati, di dalam banyak teman tidurmu dulu. Aku takut adikmu ... em maksudku calon istrimu cemburu.” 


Erka melotot, buru-buru melirik ke arah Ayleen. Ia bisa bernapas lega kalau tak mendapati perubahan di wajah adiknya itu.

__ADS_1


...•••...


__ADS_2