Menikahi Kakak Angkatku

Menikahi Kakak Angkatku
Bab 91


__ADS_3

Setelah melewati berbagai persiapan, pernikahan Ayleen pun digelar sederhana di sebuah kapel kecil di pinggiran ibu kota. Di hari yang sama, malam harinya digelar resepsi tertutup dengan mengundang kerabat dan sahabat. Tak ada kemewahan seperti pernikahan Erka dengan Cindy sebelumnya.


Bersama Ayleen, Erka hanya membagi berita bahagia mereka dengan segelintir orang. Sang pengantin pria baru saja berduka, rasanya tak pantas mengadakan perhelatan mewah. Ditambah yang dinikahi putra tertua Hutomo Putra adalah adik angkatnya sendiri, tentu saja akan jadi perbincangan banyak orang di luar sana.


Ballroom tempat acara tampak disulap bagai taman bunga yang didominasi dengan lili putih. Ada banyak standing flower menyebar di ruangan berkapasitas 1000 orang itu. Alunan merdu nan syahdu dentingan piano memainkan lagu pernikahan sudah berkumandang sejak pintu dibuka.


Belum tampak pengantin, hanya beberapa keluarga inti  menyambut tamu undangan yang mulai berdatangan senja itu. Meja bulat dan kursi-kursi mengelilingi tampak berbaris rapi di sisi kiri ruangan sebagian sudah terisi oleh keluarga. Tampak Ersa duduk mematung dan tak banyak bicara.


Kalau keluarga inti lainnya tersenyum bahagia menyambut perhelatan putra tertua Hutomo Putra, tidak dengan Ersa. Ia terluka sejak pagi dan harus tertampar berulang kali. Melihat Ayleen mengenakan gaun putih berjalan menuju altar dengan menggenggam buket bunga rose dan lily, hati pria itu berdesir.


Kecantikan yang memancar alami membuat ia tak kuasa untuk tidak menitikkan air mata. Selain cintanya kandas detik itu juga, ia terharu menyadari kalau adik perempuan yang dicintainya telah melewati gerbang menuju rumah tangga. Saat mendengar Erka mengucapkan janji suci di depan Tuhan dan hadapan semua orang, dengan yakin menyelipkan cincin emas bertakhta berlian, darahnya berdesir.


Yang di Atas sudah memastikan kalau jodoh gadis yang dicintai bukan dirinya. Takdir telah ditulis, nama Ayleen Hutomo Putri tak dikisahkan bersanding dengannya.

__ADS_1


Mencengkeram gelas kristal berisi jus jeruk, jantung Ersa kembali bergemuruh kala pekikan master of ceremony meneriaki nama Erka dan Ayleen. Disusul kemudian tepukan tamu undangan bersamaan dengan letupan konfeti. 


Alunan lagu Beautiful In White terdengar merdu dari jemari piawai sang pianis di pojok kiri ruangan. Setiap dentingan terkonsep dengan langkah Ayleen yang tampak anggun menggandeng Erka menuju ke pelaminan disambut ratusan pasang mata.


“Cantik sekali.”


“Wah, tampannya.”


“Pengantinnya serasi.”


Ada banyak lagi bisik-bisik para tamu undangan yang mengomentari pengantin yang tengah berjalan menuju pelaminan. Berdiri di sudut ruangan, pria tampan melihat tak berkedip di antara kerumunan orang-orang. Matanya berkaca-kaca saat Ayleen menggandeng mesra kakaknya.


Semoga bahagia Leen. Aku tak bisa lagi membantumu mengusap air mata. Kamu membangun benteng untuk dirimu sendiri melalui pernikahan. Batasan itu membuat aku tak berani mendekat walau sekadar menghapus jejak air matamu.

__ADS_1


Selamat bahagia Leen, semoga senyuman di bibirmu itu bertahan lama. Aku tak bisa melihatmu terluka, apalagi karena Erka.


•••


Malam kian larut saat Erka menuntun istrinya kembali ke kamar hotel. Tak pulang ke rumah, pasangan suami istri itu menghabiskan malam berdua tanpa Dayana yang dititipkan pada Veronica dan pengasuhnya.


Erka yang kelelahan tampak memainkan ponsel, duduk di sofa dengan kaki terangkat di atas meja. Sedangkan Ayleen tengah berendam di bathtub merenggangkan otot-ototnya yang lelah di air hangat.


Hampir setengah jam berendam di air hangat, Ayleen keluar dengan rambut basah berbalut bathrobe putih. Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah Erka yang memejamkan mata, tertidur di sofa. Napas pria itu terlihat teratur dari kemeja yang sebagian kancingnya sudah terbuka. Jas pengantin putih tergeletak asal di ujung sofa.


“Ckckck.” Ayleen menggeleng kala mendapati ponsel di dalam genggaman Erka hampir terlepas.


Takut jatuh ke lantai, gadis yang baru tadi siang diperistri Erka itu buru-buru menyelamatkan ponsel milik suaminya. Namun, hati tergelitik kala melihat layar benda pipih itu menyala dengan notifikasi puluhan pesan masuk.

__ADS_1


Penasaran? Tentu saja. Jiwa ingin tahu Ayleen bergejolak. Gadis itu menatap cincin di jari manisnya dan tersenyum. Ia punya alasan kenapa berani mengobrak-abrik ponsel suaminya. 


Mata Ayleen membelalak kala mendapati puluhan pesan dikirim Vania sejak dua hari yang lalu. Sebagian sudah dibaca, tanpa dibalas. Sisanya lagi belum tersentuh sama sekali.


__ADS_2