Menikahi Kakak Angkatku

Menikahi Kakak Angkatku
Bab 20


__ADS_3

“Kak Erka? Apa yang Kak Erka lakukan di sini?” Ayleen terkejut saat menemukan kakaknya sedang duduk menatap ke arahnya. Sorot mata yang lain dari biasanya. Sedih, kecewa, dan terluka itu melebur dan menciptakan kilat yang tak normal.


Deg—


Deg—


Deg—


Jantung Ayleen bergemuruh. Ia ketakutan kejadian sebelumnya terulang lagi. Sebelum kakaknya menikahi Cindy berulang kali menyelinap ke kamarnya demi mencuri ciuman. Kali ini ia tak bisa membiarkannya begitu saja.


Ayleen baru akan berbalik dan keluar saat kewarasannya masih berjalan di tempat, tetapi Erka lebih sigap darinya. Pria itu berlari dan menekan pintu kamar agar tertutup kembali.


“Kak, apa yang kamu lakukan?” Ayleen menahan gugup dan paniknya. Tak mau sampai ketakutan yang dirasakan terbaca lawannya.


“Jangan pergi ke Bandung. Tetap di sini bersamaku.” Pinta yang terdengar lembut, bernada memelas. Ayleen bisa melihat sisi lemah Erka saat ini. Pria itu tampak memohon lewat sorot matanya.


Menatap dirinya yang terkunci dengan kedua tangan Erka menahan pintu di kedua sisi tubuhnya. Ia benar-benar tak diberi kesempatan berontak.

__ADS_1


“Lepaskan aku, Kak.”


“Katakan kalau kamu tidak akan ikut Daddy dan Mommy ke Bandung. Baru aku akan melepaskanmu. Tetap di sini bersamaku dan Ersa.”


Ayleen menggeleng. “Aku tidak bisa, Kak.”


“Aku mohon, Leen.”


Kembali Ayleen menggeleng.


“Aku tidak bisa, Kak. Daddy khusus memintaku untuk menemani mereka tinggal di Ban ....” Kata-kata Ayleen hilang ditelan kecupan Erka yang sudah mendarat di bibirnya tanpa permisi.


Bola mata indah milik Ayleen membulat, jantungnya bergemuruh saat Erka kembali memperlakukannya dengan cara tak biasa. Bukan ciuman pertama mereka, pria itu sudah mencurinya berulang kali. Namun, kali ini terasa berbeda.


Ayleen menangkap ada pinta di setiap sentuhan bibir Erka. Pria itu memejamkan mata, wajah tampannya tampak bersinar. Awalnya Ayleen masih menolak, berusaha mendorong tubuh kekar yang kian menempel padanya supaya segera menjauh.


Namun, beberapa detik kemudian gadis itu terseret ke dalam pusaran rasa yang sama ketika ia merasakan sentuhan Erka di kulit wajahnya. Sontak, kelopak matanya ikut merapat, mulai menikmati perlakuan kakak tertuanya yang lembut.

__ADS_1


Ayleen merasakan sesuatu yang berbeda saat kedua tangan Erka menangkup dan mengusap pipinya tanpa membebaskan bibirnya. Deru napas pria itu menerpa kulit wajah, menciptakan rasa khas yang selama ini tak dirasakannya. Ia larut, mulai menerima dan membuka diri.


Sikap pasif Ayleen perlahan mencair, gadis itu membalas ciuman untuk pertama kali. Kedua tangannya pun tanpa sadar membelit di leher Erka.


“Leen, aku mohon.” Setelah beberapa menit berlalu, Erka menyudahi pertautan bibir yang menyisakan napas tersengal hebat. Pria itu tampak mengambil napas dalam-dalam dan memberi Ayleen kesempatan yang sama.


“Aku mohon, Leen.” Erka mengulang sembari merapatkan kening mereka. Matanya masih terpejam, kedua tangan aktif membelai rambut panjang bergelombang gadis cantik di hadapannya.


“Maaf, Kak. Aku tidak bisa.”


Erka tersenyum dan tak bisa berkata apa-apa lagi. “ Kapan?” tanyanya.


“Aku belum tahu, tapi Daddy memintaku bersiap minggu ini dan segera mengurus semua masalah di kampus.”


Erka mengangguk. Tak lagi bicara dan memohon. “Temani aku tidur malam ini. Aku mohon. Kita bisa mengulang masa kecilmu dulu.” Erka tertawa. Tawa yang dipaksakan setelah gagal meminta sang adik menganulir keputusan.


“Hah!?” Ayleen tersentak.

__ADS_1


__ADS_2