Menikahi Kakak Angkatku

Menikahi Kakak Angkatku
Bab 32


__ADS_3

Pria yang terpaut usia beberapa tahun lebih tua dari Ayleen itu menjawab. “Sejak menikah, Erka berubah banyak. Yang dulunya gila berpesta, kini tidak lagi. Hari-harinya habis dengan perusahaan. Ditambah lagi kehamilan Kak Cindy.” 


Ayleen menunduk. “Begitu, kah? Aku pikir Kak Erka marah padaku.”


Ersa tergelak. “Bukan hanya padamu. Dengan istrinya pun Kak Erka seperti itu.”


Ayleen tersentak. “Yang benar saja?”


“Ya. Kak Erka jadi berubah banyak. Biasanya paling cepat kalau bahas wanita cantik. Coba saja jejaknya di dunia maya. Ada berapa banyak wanita yang  berhubungan dengannya sebelum menikah. Tapi, Kak Cindy adalah yang terakhir. Gosip Kak Erka sudah tenggelam. Kini dia fokus pada perusahaan, bukan wanita. Ayo jalan. Bahas hubungan kita saja. Selesaikan kuliahmu, aku akan memintamu pada Mommy.” 


Ayleen diam.


“Setelah kuliah, aku menjemputmu. Tinggal di Jakarta lagi. Aku janji.” Ersa meyakinkan.


...☆☆☆...


Tiga hari dirawat di rumah sakit, Hutomo akhirnya diizinkan pulang. Kondisinya membaik pasca kedatangan kedua putranya dari Jakarta. 


Malam itu, suasana di meja makan terlihat berbeda. Biasanya hanya diisi pasangan renta dan putri bungsunya. Namun, saat ini berbeda. Dua putra kesayangan Hutomo ikut mengelilingi meja makan.

__ADS_1


Veronica menatap Cindy yang duduk di seberangnya tak berkedip. Ia bahagia, sang menantu akan memberinya cucu.


“Makan yang banyak, Nak. Kehamilanmu masuk bulan ke berapa?” Beberapa hari sibuk dengan kesehatan suaminya, sekarang ia baru berkesempatan menanyai Cindy.


“Empat bulan, Mom.”


“Sudah ketahuan jenis kelaminnya?” Veronica tampak antusias.


“Menurut dokter perempuan.” Cindy melirik ke arah suaminya. Pria itu terlihat dingin seperti biasa. Tak ikut bicara sama sekali.


“Nanti saat kamu melahirkan ... kami baru ke Jakarta. Mudah-mudahan Ayleen bisa ikut.” Veronica menoleh ke sebelah. Dipandanginya Ayleen yang sibuk dengan sajian di piring, tak peduli dengan apa pun.


Putrinya sudah dewasa. Kecantikan pun memancar sempurna dari wajah sederhana tanpa sapuan bedak dan make up. Tak menyangka, hampir dua puluh tahun berlalu. Bayi yatim piatu yang diadopsinya kini menjelma jadi gadis cantik jelita dengan sejuta pesona yang siap memikat kaum Adam.


Veronica masih mengingat jelas janji yang diucapkan suaminya saat detik-detik Papa kandung Ayleen merenggang nyawa. Pengabdian sopir keluarga mereka itu tak akan bisa dibalas dengan apa pun. Demi menyelamatkan Hutomo, mendiang Papa Ayleen merelakan nyawanya melayang dalam tugas.


“Habiskan makananmu, Leen.” Veronica bersuara saat melihat putrinya hanya mengaduk-aduk nasi dan lauk.


“Ya, Mom. Aku kenyang.” 

__ADS_1


Veronica tersenyum dan bergumam dalam hati. 


Dan, putrimu sudah sebesar ini. Putramu pun memiliki karier bagus di perusahaan. Aku harap kamu dan istrimu bisa tenang di sana. Aku janji akan menjaga mereka dengan baik. 


Obrolan di meja makan berakhir dengan masing-masing anggota keluarga kembali ke peraduan. Ayleen yang belakangan masuk kamar setelah mengobrol dengan mommy-nya di ruang makan, terlihat melangkah pelan di koridor menuju ke kamar tidurnya.


Namun, saat melewati kamar Erka, sesuatu menarik perhatiannya. Kamar tidur yang tak tertutup rapat itu membuatnya bisa mendengar suara obrolan dari dalam kamar. Lebih tepatnya perdebatan penghuni kamar yang membuat jiwa ingin tahunya terpanggil. Menempelkan telinganya di daun pintu, Ayleen menguping.


Belum semenit mencuri dengar, tiba-tiba mata indah Ayleen melotot dengan mulut ternganga lebar. Sesuatu yang dibicarakan Erka dan istrinya membuatnya tak percaya.


...☆☆☆...


...Apa yang didengar Ayleen?...


Maaf, ada tiga karyaku tamat bersamaan akhir bulan ini, jadi Koko Erka rada keteteran.🙏


Sambil nunggu Koko Erka, boleh intip-intip nih.


__ADS_1


__ADS_2